Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 57


__ADS_3

Dari luar pintu terdengar Sheva masih melemparkan semua boneka-boneka miliknya ke arah dinding,sampai saat tuan Robert membuka pintu satu boneka melayang tepat di depannya untung saja dengan sigap ia menangkapnya.


"Papi...."


"Sayang,kamu tadi beli makanan dari Surabaya?"


'Iya pi..."


"Papi incip tadi di bawah"


"Papi ngapain kesini?"


"Papi tahu kamu pasti kesal sama mami kan? tapi mau bagaimana pun apa yang di katakan mami tadi benar sayang,mami dan papi hanya tidak ingin kamu tumbuh menjadi perempuan pembangkang. Sekarang kamu sudah hampir menginjak usia dewasa dan kamu harus bisa merubah pola pikir kamu yang terbawa suasana waktu menjadi mahasiswa"


"Tapi pi,andai saja papi tahu bagaimana kelakuan tante Laras dan Gina waktu di rumah. Mereka bahkan memperlakukan asisten rumah tangga seenaknya"


"Papi tahu sayang,papi sudah periksa cctv rumah dan memang mereka melakukan hal-hal yang menurut Sheva kelewat batas. Tapi bagaimana pun mereka masih keluarga kita sayang"


"Pi,Sheva hanya ingin menjadi diri sendiri tanpa harus terkekang dengan aturan ini dan itu. Apalagi soal jodoh dan percintaan,Sheva ingin yang terbaik untuk diri Sheva pi"


"Papi tahu sayang,tapi janji tetaplah janji meski Morgan telah membatalkan pertunangan kalian namun janji itu masih terikrar sampai kamu melaksanakannya"


"Bukannya papi kemarin setuju jika Sheva menjalin hubungan dengan Ryota?"


"Iya,tapi papi benar-benar tidak bisa menebak pola pikir mami kamu. Dia ingin kamu dan Morgan memperbaiki apa yang seharusnya menjadi tujuan awal kita"


"Papi sama saja kayak mami,sama sekali tidak bisa membantu Sheva. Demi cintanya kepada Sheva,Ryota bersedia meninggalkan hobinya pada dunia seni dan mempelajari dunia bisnis"


"Tapi semua terserah di tangan kamu sayang,apapun keputusan kamu jika itu yang terbaik papi akan mendukungnya"


"Terima kasih pi,memang hanya papi yang bisa mengerti Sheva" ucapnya sambil memeluk tuan Robert.


Pagi ini Sheva nampak gelisah dengan kejadian tadi,ia merasa bahwa maminya tidak adil dalam mengatasi masalah ini. Ia seperti terlalu memihak pada keluarga Gina dari pada mendengarkan sendiri ucapan putrinya. Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 Sheva pun segera turun ke meja makan,di sana sudah ada kedua orang tuanya


"Papi hari ini ke kantor?"


"Iya,sudah hampir satu bulan papi cuti. Kan tidak enak juga sama yang lain"

__ADS_1


"Tapi kan papi yang punya kantor,kenapa harus merasa tidak enak?"


"Bisnis itu bisa berhasil karena disiplin dan kerja keras,kalu prinsip kamu asal kita pemilik bisnis itu bisa jadi malas-malasan mau di bawa kemana perusahaan kamu nanti"


"Iya-iya pi"


"Sheva,sebelum ke kantor kamu harus ke rumah tante Laras dulu. Kamu minta maaf sama dia dan Gina"


"Harus hari ini ya mi?"


"Iya,pokoknya kalau sampai tante Laras tidak memaafkan kamu mami akan stop uang bulanan kamu"


"Lah ok gitu mi"


"Pokoknya mami tidak mau tahu"


"Iya-iya nanti Sheva mampir"


Setelah selesai sarapan tuan Robert lebih dulu berangkat karena ia harus mampir ke rumah salah satu temannya untuk membicarakan bisnis. Sementara itu Sheva bersiap untuk berangkat,ia segera berpamitan kepada maminya dan masuk ke dalam mobil. Saat perjalan menuju rumah Gina,ia berhenti di sebuah toko buah untuk membeli beberapa buah tangan. Ia merasa tidak enak jika harus datang tanpa membawa apapun,namun siapa sangka jika maminya membuntuti dia hanya untuk memastikan bahwa putrinya benar-benar pergi ke rumah Gina.


Setelah selesai membeli kue,ia segera melajukan mobilnya ke rumah Gina. Sesampai di sana nampak Gina keluar akan berangkat ke kantor,ia menatap Sheva yang turun dari mobil.


"Mama kamu ada Gin?"


"Ada apa kamu cari mama aku? mau ngajak ribut lagi?"


"Aku ke sini karena mau minta maaf sama kalian karena sikap ku tempo lalu"


"Minta maaf? tidak salah dengar aku?... Maa,mama ada Sheva nih" teriak Gina


Tak berselang lama dari dalam rumah keluar Laras dengan muka sok judesnya


"Mau ngapain kamu ke sini? mau cari ribut lagi sama saya?"


"Nggak kok tante,Sheva ke sini untuk minta maaf"


"Nah sudah tahu kan kamu siapa saya? makanya jangan macam-macam sok ngusir saya. Kamu kira saya tidak bisa membuat kamu di kucilkan oleh orang tua kamu sendiri?"

__ADS_1


"Saya tahu saya salah,tapi seharusnya tante juga tidak berkunjung tanpa memberitahu terlebih dahulu"


"Heh kamu itu sudah salah malah balik nyalahin kita" ucap Gina sambil mendorong Sheva hingga buah yang berada di tangannya terjatuh


Nyonya Lista yang melihat hal itu dari jauh merasa geram,tak hanya itu saat Sheva memungut buah-buah itu dengan sengaja Laras menginjak telapak tangannya hingga membuat Sheva berteriak kesakitan


"Tante sakit tan...."


Nyonya Lista tidak tahan lagi dengan pemandangan itu,ia segera keluar dari mobil dan berlari menghampiri putrinya


"Hentikan....!!!" teriaknya yang membuat Laras dan Gina terkejut


"Lista....???"


"Mami...?"


"Sayang ayo bangun..."


"Mami kenapa bisa ada di sini?"


"Mami ikutin kamu buat membuktikan bahwa kamu benar-benar datang kemari,tapi sesampainya di sini bukannya mereka menerima kamu dengan baik justru memperlakukan kamu dengan kasar seperti ini"


"Lista,ini tidak seperti yang kamu lihat. Tadi Sheva mencoba untuk melamparkan buah-buah ini ke kita,tapi kamu mencoba menangkisnya sehingga membuat buah-buah ini berjatuhan"


"Sudah mbak,jangan terus mencoba meracuni saya. Jadi selama ini apa yang Sheva katakan tentang kalian itu benar,aku sudah menganggap mbak seperti saudara kandungku sendiri. Bahkan Gina sudah seperti putriku sendiri,tetapi kalian memperlakukan Sheva sebaliknya"


"Tante,mama tidak salah tan. Semua ini karena Gina,jika saja Gina waktu itu tidak mengajak mama ke rumah pasti ini tidak akan terjadi"


"Sudah Gina,saya sudah melihat sendiri apa yang kalian lakukan di rumah saya melalui cctv. Saya hampir kehilangan rasa kepercayaan saya kepada Sheva hanya untuk membela kalian"


"Lista,jangan lupa ya kamu. Kalau bukan karena mama ku kamu tidak akan menjadi seperti sekarang" ucap Laras


"Cukup mbak,seharusnya saya sadar bahwa sejak kecil mbak tidak pernah suka sama saya. Sekarang mbak mau melakukan itu juga kepada Sheva? nggak mbak,saya tidak akan membiarkannya. Mulai sekarang kita tidak ada hubungan apa-apa lagi. Mbak juga tidak perlu repot-repot mengurus usaha saya mulai sekarang"


"Tunggu Lista,kamu tidak bisa melakukan itu semua kepada kita"


"Sheva,sekarang kita ke rumah sakit ya. Kita obatin luka kamu" ucap nyonya Lista sambil membawa putrinya pergi dari sana

__ADS_1


"Mbak tunggu mbakkk" teriak Laras yang menyesali perbuatannya


Sheva di bawa ke rumah sakit oleh maminya untuk mengobati telapak tangannya yang memar itu,meski ia sudah mencoba membujuk maminya bahwa dirinya baik-baik saja. Hari ini Sheva di minta untuk tidak masuk ke kantor dulu karena nyonya Lista hanya ingin menghabiskan waktu dengan putrinya untuk mengurangi rasa bersalahnya karena tidak percaya kepada Sheva.


__ADS_2