Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 103


__ADS_3

Sejak hari itu semua keluarga memperhatikan Sheva,tak jarang antara nyonya William dan nyonya Lista bergantian mengantarkan buah dan juga camilan untuk putrinya itu.


Sheva juga dilarang untuk terlalu banyak beraktivitas di kantor namun ia merasa bosan karena terus-menerus berada di dalam rumah, semua pekerjaannya diambil alih oleh Hana ia hanya bisa menandatangani file-file dokumen yang dikirimkan oleh sekretarisnya itu.


Penyelidikan yang saya lakukan tetap berjalan meski kondisinya yang tidak bisa keluar rumah secara sembarangan, kabar baiknya Morgan sekarang jarang bertemu dengan Kiara hal itu membuat Shefa sedikit tenang.


Heri berhari terus berlalu sudah hampir satu minggu ini Sheva tidak ke kantor, pagi ini ia memutuskan untuk pergi ke kantor atas persetujuan tuan Robert dan juga Morgan. Namun tuan robot tetap saja tidak membiarkan putrinya itu sibuk dengan pekerjaannya, Hana terlihat senang karena sahabatnya bisa kembali ke kantor ia seringkali mengelus perut Sheva yang masih rata itu sambil mengucapkan kata-kata yang membuat sahabatnya geli.


Jam makan siang pun tiba Sheva pergi ke kantin bersama Hana, ia memesan beberapa makanan yang membuatnya begitu selera seperti pesan tuan Robert,Hana harus mengawasi sahabatnya itu agar tidak memakan makanan yang begitu pedas.


Namun tiba-tiba saat makan Sheva teringat sebuah makanan yang ingin sekali ia dapatkan saat itu juga,


"Aku pengen banget deh Han makan rujak yang ada di tikungan arah ke rumah mama"


"Yaelah Va kamu ngidam?"


"Kayaknya sih" ucap Sheva sambil tersenyum


"Ya sudah deh mumpung masih jam istirahat kita beli aja kasihan juga kalau nanti anak kamu ileran"


"Dih enak aja"


Mereka berdua segera berangkat menuju arah rumah nyonya William sesampainya di sana Sheva membeli beberapa bungkus rujak yang ia inginkan tak lupa ia juga membungkuskan untuk mertuanya, iya berniat mengantarkan rujak itu ke kediaman keluarga William sebelum kembali ke kantor. Namun saat mereka sampai di rumah keluarga William sifat terkejut karena mendapati Kiara sedang berada di sana berbicara dengan nyonya William, tiba-tiba sebuah ucapan membuat Sheva begitu shock


"Apa yang barusan kamu bilang?" Ucap Sheva mengagetkan Kiara dan juga nyonya William


"Sayang sejak kapan kamu berdiri di situ nak?" Tanya nyonya William sembari menghampiri menantunya itu


"Mah apa yang perempuan itu bilang barusan?"


"Sayang kita duduk dulu yuk"


Sheva dan juga Hana duduk di hadapan perempuan itu


"Dasar perempuan gak tau diri nggak ada habisnya kamu mengganggu suami orang" ucap Sheva yang mulai emosi


"Maaf Sheva bukan maksud saya lancang tapi memang begitu kebenarannya"


"Kebenaran apa yang sedang kamu bicarakan sekarang?"


"Sheva,sayang kamu tahannya emosi kamu" bujuk nyonya William


Nyonya William permisi pergi ke belakang untuk menghubungi suami dan juga putranya agar segera kembali ke rumah, sembari menunggu mereka datang nyonya William minta Kiara memberikan bukti tentang apa yang ia ucapkan barusan. Selembar kertas Kiara keluarkan dari dalam tasnya, nyonya William membaca kertas itu yang berisi hasil tes kehamilan milik Kiara yang menyatakan positif.


Seketika bibir Sheva bergetar ia tidak menyangka bahwa suaminya akan sejauh ini, tak berselang lama tuan William dan Morgan datang.


"Pah kenapa lama sekali sih?"


Ucap nyonya William


"Mah ini kan masih jam istirahat jalanan pasti macet sama orang-orang kantor"

__ADS_1


"Mah ini ada apa kenapa ada Kiara di sini, sayang kamu bukannya ke kantor?" Ucap Morgan kepada Sheva


"Berhenti panggil aku dengan sebutan itu aku benar-benar jijik dengan ucapan kamu Morgan" ucap Sheva yang mulai meneteskan air matanya


"Mah ini sebenarnya ada apa sih?" Tanya tuan Morgan yang bingung


"Tanya sama anak kamu itu bagaimana bisa dia menghamili perempuan lain, sedangkan sekarang istrinya sendiri juga sedang hamil"


"Apa maksud Mama,papa sama sekali tidak mengerti"


"Iya mah maksud Mama apa Morgan menghamili siapa?"tanya Morgan yang juga bingung


"cukup Morgan cukup,kamu tidak bisa terus-menerus menyembunyikan hubungan gelap kamu dengan perempuan itu" ucap Sheva


"Apa yang kamu katakan Sheva saya sama sekali tidak mempunyai hubungan gelap dengan siapapun"


"Lalu ini apa perempuan ini hamil anak kamu sekarang" ucap Sheva sambil menunjukkan kertas hasil pemeriksaan Kiara tadi


Tuan William mengambil kertas itu dari tangan Sheva dan sesuai dengan apa yang tertera di sana membuat tuan William begitu terkejut


"Apa benar Kiara ini anak Morgan?" Tanya tuan William


"Iya Om itu anak Morgan"


"Kiara jaga ucapan kamu,saya sama sekali tidak pernah tidur sama kamu"


"Morgan kenapa kamu tiba-tiba seperti ini,apa kamu lupa kita sering melakukan itu saat kamu merasa tersakiti oleh Sheva"


"Sudahlah Morgan untuk apa berusaha menghindar dari semua masalah ini?" Ucap Sheva


"Sayang percaya sama saya sekalipun saya tidak pernah menyentuh perempuan itu"


"Mungkin kamu pura-pura lupa untuk lari dari tanggung jawab tapi aku punya bukti atas apa yang sudah pernah kamu lakukan kepadanya" ucap Sheva


"Bukti apa sih bukti apa?"


"Mah Mama bisa hubungi istri bli Banu, iya tahu semua apa yang terjadi di Vila saat Morgan dan Kiara di sana"


"Jadi Morgan saat kamu tinggal di Villa kamu bawa Kiara juga?" Tanya nyonya William


"Iya mah tapi Morgan sama sekali tidak melakukan hal apapun"


"Stop menjadi laki-laki pengecut kamu lupa malam itu?" Ucap Kiara sambil menangis


"Sebaiknya kita telepon bli Banu saja agar kita tahu siapa yang sebenarnya bohong"


Nyonya William menekan panggilan ke bli Banu terdengar suara laki-laki dari loudspeaker ponselnya


"Halo nyonya" ucap Bli Banu


"Halo bli maaf mengganggu waktunya bisa saya bicara sebentar dengan istri kamu"

__ADS_1


"Oh bisa nyonya kebetulan istri saya sedang berada di samping saya sekarang sebentar biar saya loudspeaker ponselnya"


"Halo nyonya ini saya istri bli Banu,Ada apa ya?"


"Mbak saya mau tanya sesuatu pada anda tolong dijawab sejujur-jujurnya"


"Baik nyonya"


"Selama Morgan tinggal di villa apakah ia bersama dengan seorang perempuan bernama Kiara"


"Iya bener nyonya"


"Apakah selama mereka tinggal di sana mereka berada dalam satu kamar"


"Tidak nyonya tuan Morgan ada di kamar bawah sedangkan non Kiara di kamar atas"


"Tuh kan mah apa Morgan bilang" ucap Morgan membela diri


"Diam kamu" sahut tuan William


"Mbak ini saya Sheva tolong ceritakan apa yang pernah Mbak ceritakan kepada saya waktu itu"


"Non tapi saya takut kalau tuan Morgan marah"


"Mbak tenang saja jika Morgan berani macam-macam dengan mbak dan keluarga Mbak saya yang akan bertanggung jawab" ucap tuan William


"Baik tuan jadi malam itu entah apa yang terjadi antara tuan Morgan dan non Kiara, namun saat pagi hari saya mau membangunkan tuan Morgan saya melihat non Kiara tidur di sampingnya tanpa busana. Saya sempat kaget dan tidak percaya dengan apa yang saya lihat tetapi memang benar itu yang terjadi tuan"


"Jadi memang benar kalau Kiara dan Morgan tidur bersama?"


"Bener tuan"


"Baiklah kalau begitu terima kasih Mbak maaf saya mengganggu waktunya"


"Sama-sama nyonya"


"mah,pa Morgan sama sekali tidak pernah melakukan hal itu dengan perempuan ini"


"Burger mungkin saat itu kamu menganggap aku hanya pelampias karena Sheva mencampakkan kamu" ucap Kiara


"Dan satu lagi mah Sheva punya bukti kalau Morgan dan Kiara pernah menginap di hotel bersama"


Sheva memperlihatkan rekaman cctv yang ia dapat di club,hal itu menambah kepercayaan tuan dan nyonya William atas apa yang tengah di lakukan putranya itu.


"Keterlaluan kamu Morgan" ucap tuan William sambil menampar wajah putranya


"Jadi yang membawa saya ke hotel adalah kamu?" Tanya Morgan pada Kiara


"Iya Morgan,malam itu saya hanya ingin mengantarkan saja tetapi kamu justru menarik tangan saya hingga jatuh ke pelukan kamu" tutur Kiara


"jahat kamu Morgan,berulang kali kamu bohong sama aku. Hampir membuat aku mengumpulkan semua bukti-bukti kebohongan kamu" teriak Sheva yang sudah tidak kuat dengan semua ini

__ADS_1


__ADS_2