Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 80


__ADS_3

Keesokan harinya Sheva sudah membereskan semua barang-barangnya dan bersiap terbang ke swiss,Morgan yang baru bangun nampak bingung kenapa sepagi ini istrinya sudah sibuk.


"Sayang kamu sudah packing...???" tanya Morgan yang beranjak dari tempat tidur


Sheva berjalan keluar kamar namun Morgan berusaha menghentikannya dengan memeluk tubuhnya dari belakang


"Sayang,kamu semalam ngomongin apasih?"


"Emang aku ngomong apa?"


"Soal pengkhianatan gitu"


"Entah,aku lupa. Mungkin karena aku terlalu banyak minum jadi asal bicara"


"Oh ya pagi ini bli Banu dan istrinya datang agak siang jadi kita buat saapan sendiri saja ya"


"Kamu packing aja biar aku yang buat sarapan"


"Wih seriusan kamu mau masak?"


"Iya,kamu mandi ya aku ke dapur dulu"


Sheva mencoba menenangkan dirinya dan mencoba untuk tidak membahas soal semalam,bagaimana juga itu semua adalah masa lalu suaminya. Ia tidak berhak marah karena saat itu dia dan Morgan tidak ada hubungan apapun,namun yang mengganjal di hatinya adalah saat perempuan dari masa lalu itu masih berada di dekat mereka sampai saat ini.


Sheva membuat sandwich untuk mengganjal perut sebelum berangkat ke bandara,kebetulan mereka berencana pergi lebih awal hari ini. Ia meletakkan dua piring berisi sandwich dan dua gelas susu di meja makan,setelah itu menyantapnya. Morgan yang baru keluar dari kamar begitu terkejut istrinya tidak memberitahu bahwa sarapan sudah siap


"Sayang kenapa tidak di panggil kalau sudah jadi?"


"Ku kira kamu akan segera keluar kamar"


"Sandwich buatan kamu? hmm boleh juga"


Morgan mulai diam mengunyah sandwich di hadapannya,setelah selesai makan ia kembali ke kamar dan membawa koper mereka ke depan pintu rumah. Setelah selesai ia meminta agar Sheva segera bersiap,sebelum kembali ke kamar Sheva menyelipkan sebuah amplop di bawah tumpukan kain yang sering istri bli Banu bereskan sebelum pulang.


Setelah selesai mereka pun segera berangkat ke bandara,mereka sengaja tidak berpamitan kepada Bli Banu dan istrinya karena tidak ingin mengganggu acara mereka. Sesampainya di bandara Kiara nampak tersenyum menyambut kedatangan mereka,meski Sheva sudah mengetahui siapa wanita itu ia tetap ramah dan menyapanya kembali.


"Semoga honyemoon tuan dan nona berkesan disini,apakah ada yang tertinggal di vila tuan?"


"Tidak ada" jawab Morgan singkat


"Ada sayang...." ucap Sheva yang mengejutkan Morgan


"Apa,sayang???"


"Iya,ada yang tertinggal di vila dan akan tetap berada di sana"


"Apa itu??"


"Kenangan kita,kenangan di mana kamu menggendongku menuju tempat tidur" ucap Sheva sambil menatap Morgan mesra

__ADS_1


"Astaga kamu bisa saja" balas Morgan sambil memeluk istrinya dan membawanya masuk ke dalam pesawat


Kiara nampak tersenyum terpaksa setelah mendengar itu,memang Sheva ingin menyikapi hal ini dengan cara yang berbeda.Ia tidak akan memberikan kesempatan pada wanita manapun untuk masuk ke dalam kehidupan yang sama dengannya,meski sekarang perasaannya belum sepenuhnya untuk Morgan namun ia tidak suka jika ada lalat pengganggu masuk ke dalam rumah tangganya.


Sesampainya di dalam pesawat Morgan menatap Sheva terus menerus,membuat istrinya merasa canggung dan berpura-pura ingin keliling ruangan yang ada di pesawat pribadi suaminya itu.


Dengan di ikuti Morgan di belakangnya sambil menjelaskan detail interior yang ada sebelum pesawat lepas landas,saat di dalam kamar Kiara nampak berjalan menghampiri mereka


"Maaf tuan dan nona pesawat akan segera lepas landas,sebaiknya tuan dan nona kembali ke tempat duduk masing-masing"


Morgan dan Sheva menurut lalu kembali ke tempat duduknya,Kiara yang duduk di kursi samping nampak memperhatikan keduanya. Setelah pesawat lepas landas Sheva melepas sabuk pengamannya dan berdiri


"Kamu mau kemana sayang?"


"bukankah kamu bilang kita akan menghabiskan waktu perjalanan ini di kamar?" ucap Sheva dengan genit


Morgan bingung,ia tak merasa berkata demikian. Namun ia berusaha memanfaatkan situasi ini agar bisa lebih dekat dengan istrinya


"Bisa saya mendapatkan dua gelas wine di kamar?" ucap Sheva pada Kiara


"baik nona akan saya siapkan"


Sheva menarik Morgan menuju kamar,Sheva sengaja tidak menutup rapat pintunya. Di dalam mereka mengobrol kecil sambil duduk di tepi ranjang,saat terdengar suara langkah kaki Sheva melangkah duduk di atas pangkuan Morgan. Hal itu terlihat oleh Kiara dari celah pintu,ia merasa canggung untuk masuk ke dalam namun rasa itu mendadak hilang mana kala ia melihat Sheva dan Morgan tengah berciuman.


"permisi nona ini wine anda"


"Maaf,aku kira pintu itu tertutup tadi" ucap Sheva


"Kiara,kenapa tidak ketuk pintu dulu?" ucap Morgan


"Maaf tuan,saya salah. Saya kira tuan dan nona belum ada di dalam tadi"


"Ya sudah kamu bisa kembali bekerja,dan jangan lupa tutup pintunya" ucap Morgan


"Baik tuan sekali lagi maaf"


Setelah Kiara menutup pintu Sheva turun dari pangkuan Morgan


"Sayang,mau kemana??"


"Aku tiba-tiba hilang selera"


"Maaf ya,pasti Kiara membuat kamu terkejut"


"Apa tidak ada pramugari lain,kenapa orang tidak punya attitude seperti itu kamu pekerjakan?"


"Kiara sudah lama bekerja di sini,dan dia sudah melayani keluarga papa sejak pesawat ini resmi papa beli"


"Sepertinya dia special sekali di mata kamu"

__ADS_1


"Apa sih sayang,tidak ada yang special selain kamu. Sudah,saya tidak mau berdebat sama kamu selama perjalanan ini"


Morgan mencoba mendekati Sheva lagi,ia hendak merayunya agar tidak memikirkan masalah Kiara. Tiba-tiba saat mereka sudah mulai dekat lagi tiba-tiba suara ketukan pintu membuat keduanya berhenti


"Tok,tokkk...."


"Masuk" ucap Morgan kesal


"Maaf tuan apa anda perlu camilan?" tanya Kiara


"Tidak,kami butuh privasi Kiara. Jika nanti saya atau istri saya butuh sesuatu kami akan panggil kamu"


"Baik tuan,maafkan kelancangan saya"


Kiara segera menutup pintu kembali dan membiarkan Morgan dan Sheva meneruskan kegiatannya.


Sheva nampak senang karena Kiara merasa tidak nyaman dengan apa yang ia dan Morgan lakukan sekarang,berbeda dengan saat mereka yang berangkat ke Bali dengan posisi Sheva yang tidur di kamar sedangkan Morgan duduk di luar. Benar-benar membuatnya merasa puas karena bisa membakar hati perempuan masa lalu suaminya.


"Sayang,kamu yakin mau melakukannya di sini?" tanya Morgan


"Memangnya kenapa?"


"Ya enggak ada,tapi kamu jangan teriak keras-keras"


"Memang terdengar sampai luar ya?"


"Bisa jadi"


"Kamu mau kalau Kiara sampai dengar?"


Morgan hanya tersenyum kemudian mencium leher istrinya yang bawel itu,nampak Sheva menikmatinya. Ia cumbu setiap inci tubuh istrinya hingga saat Morgan telah siap tiba-tiba Sheva menyuruhnya berhenti


"Kenapa sayang?"


"Aku takut"


"Takut kenapa?"


"Kalau sakit seperti kemarin"


"Saya janji akan dengan pelan melakukannya"


Sheva tersenyum kemudian melanjutkannya lagi,hingga saatnya tiba ia mengerang dengan keras. Kiara yang duduk di luar sedikit terkejut mendengar suara itu,ia semakin tidak bisa menahan gejolak cemburu di hatinya.


...Kiara...



"

__ADS_1


__ADS_2