Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 104


__ADS_3

Hana sendiri mencoba menenangkan sahabatnya karena takut terjadi sesuatu yang tidak inginkan


"Sekarang mau bagaimana kamu Morgan?" Tanya nyonya William


"ma,ini semua terjadi di luar kesadaran Morgan"


"Tidak,semua ini terjadi atas mau sama mau. Kalau kamu melakukannya di luar kesadaran mana mungkin kamu dengan sengaja pergi dengan perempuan ini waktu kita bertengkar" ucap Sheva


"Morgan,aku hanya mau kamu tangga jawab atas bayi yang ada di kandunganku ini" ucap Kiara


"Tidak,saya tidak mungkin menikahi kamu. Ada Sheva dia istri saya dan sekarang dia sedang mengandung juga"


"Lalu kamu mau lari begitu saja dari semua ini?"


"Morgan,mama tidak habis pikir kamu berbuat seperti ini. Sekarang mau di taruh di mana muka mama ketika mama Kiara tahu ini semua"


"Lalu Morgan harus apa ma?"


"Sebaiknya kamu nikahi dia" tutur tuan William


"Nggak pa,Morgan tidak mungkin menikah dengan Kiara. Ada Sheva yang sudah menjadi istri Morgan"


"Bagaimanapun juga papa lebih tidak setuju jika kamu lari dari tanggung jawab"


"Dari pada aku harus di madu dengan perempuan ini lebih baik kita bercerai" ucap Sheva sebelum akhirnya pergi meninggalkan tempat itu


"Sheva tunggu......" Teriak Hana dan yang lain


Sheva pergi mengemudi mobil kantor seorang diri,ia tidak tahu lagi harus bagaimana menghadapi kondisi ini. Ia bahkan tidak berpikir jernih dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,emosinya menggebu-gebu hingga membuatnya tidak fokus.


Hingga ketika mobil Sheva menabrak sebuah truk di hadapannya dan membuat bodi depan mobil ringsek parah,seketika Sheva tak sadarkan diri. Para warga mencoba menolongnya, kebetulan Ryota sedang melintas di jalan itu dan melihat semuanya.


"Pak ada apa?" Tanya Ryota pada sopirnya


"Sepertinya ada kecelakaan tuan"


"Coba kamu cek,macetnya parah atau tidak?"


"baik tuan"


Sopir Ryota turun dan mendekat ke arah kejadian,ia melihat Sheva yang tengah berusaha di keluarkan dari dalam mobil. Dari sana salah seorang warga mengambil dompetnya dan mencoba mencari data diri


"Ini nih KTPnya" salah seorang warga yang menolong


"Namanya Sheva" ucap orang lain


"Kita tunggu polisi saja biar mereka yang urus"


Melihat situasi yang sangat macet membuat sopir Ryota berpikir untuk putar arah,ia kembali ke mobil untuk memberitahu kepada majikannya


"Gimana pak?"


"Macet parah tuan, sebaiknya kita putar balik saja"


"baiklah,korban selamat?"


"Saya kurang tahu tuan,yang saya tahu hanya dia perempuan yang bernama Sheva"


"Apa? Siapa kamu bilang tadi?"


"Sheva Tuan"


Ryota segera turun dari mobilnya dan berlari ke arah kerumunan, sesampainya disana ia melihat Sheva yang tergeletak di tandu ambulance.


"Shevaaaa......." Terak Ryota

__ADS_1


"Maaf tuan,tuan kenal dengan korban?" Tanya polisi


"Iya pak saya kenal,boleh saya ikut ambulance?"


"Silahkan"


Ryota segera masuk ke dalam ambulance,ia melihat Sheva yang berlumuran darah di kening dan juga beberapa bagian lainnya. Setiba di rumah sakit Sheva segera di bawa Ke UGD untuk mendapatkan pertolongan,Ryota sendiri bingung harus apa karena ia sama sekali tidak memiliki kontak keluarga Sheva. Tiba-tiba salah petugas rumah sakit menghampirinya


"Maaf tuan,anda keluarga korban?"


"Iya,saya kenal dekat dengan korban"


"Kalau begitu ini barang-barang dari korban"


"Baik terima kasih"


Ryota memegang tas dan juga handphone Sheva,ia mencoba membuka ponselnya namun terdapat kata sandi. Hingga beberapa lama kemudian ponsel itu berdering mendapatkan panggilan,tertulis nama papi dan emote love di layarnya. Ryota segera menjawab panggilan itu dengan maksud memberi tahu kondisi Sheva sekarang


"Halo Sheva,sayang kamu dimana sekarang?" Tanya tuan Robert


"Halo...." Jawab Ryota


"Maaf ini siapa? Morgan?"


"Bukan,maaf sebelumnya saya adalah Ryota teman Sheva"


"Kenapa ponsel putri saya bisa ada di kamu?"


"Maaf sebelumnya tuan, sekarang Sheva sedang ada di rumah sakit karena terlibat suatu kecelakaan"


"apaaa....???? Sheva kecelakaan?"


"Iya,sekarang Sheva sedang di tangani oleh dokter di rumah sakit Citra Medika"


"Baik terima kasih,sekarang juga saya akan kesana"


"Kamu Ryota?" tanya tuan Robert


"Benar,anda orang tua Sheva?"


"Iya,bagaimana kondisi putri saya?"


"Saat ini dokter sedang menanganinya"


"Bagaimana bisa terjadi? bagaimana kronologinya tuan?" tanya nyonya Lista


"Saya kurang paham bagaimana kejadianya,nanti pihak kepolisian yang akan menjelaskan semuanya"


Tak berselang lama dokter keluar dari ruang UGD


"Dok,bagaimana kondisi putri saya?"


"Pasien mengalami luka cukup parah,apakah pasien sedang dalam keadaan mengandung?"


"Benar dok,bagaimana kondisi kandungannya?" tanya nyonya Lista panik


"Maaf bu,kami tidak bisa menyelamatkan janinnya. Benturan itu membuat putri ibu mengalami keguguran,sekarang kami harus mengambil tindakan operasi karena ada luka pada kepalanya sehingga itu akan membahayakan pasien jika tidak segera di tangani"


"Ya Allah Sheva...." ucap Nyonya Lista


"Baik dok lakukan apapun yang terbaik untuk putri saya"


"Silahkan tanda tangani berkas di administrasi"


Sesaat setelah tuan Robert menandatangani semua itu Sheva di bawa keluar dari UGD menuju ruang operasi,beberapa goresan pada wajahnya membuat nyonya Lista semakin panik.

__ADS_1


"Sheva sayang.... bagaimana ini nak"


Semua menunggu di depan ruang operasi,termasuk Ryota. Tiba-tiba dua polisi datang menghampiri mereka


"Selamat siang pak?"


"Siang pak"


"Apakah bapak keluarga dari korban?"


"Betul pak saya papinya"


"Baik,kami sudah memintai keterangan beberapa saksi yang ada. Namun karena sekarang korban masih dalam proses penanganan kami hanya bisa memberikan informasi bahwa ini terjadi murni kecelakaan"


"Maksud pak polisi"


"Kami sudah memeriksa rekaman cctv di sekitar kejadian,truck yang berada di depan mobil korban berhenti mendadak sedangkan dari arah Barat putri bapak mengendari mobil dengan kecepatan tinggi pula. Maka dari itu kecelakaan tidak dapat di hindari lagi,namun pihak dari truck mau bertanggung jawab atas apa yang terjadi"


"Baik pak,untuk itu tidak perlu di permasalahkan. Selama itu bukan murni kesalahan putri saya maka pihak truck tidak perlu mengganti rugi,saya hanya berharap putri saya baik-baik saja"


"Baik kalau begitu,sebagai gantinya pihak truck akan mengganti kerusakan yang di alami oleh kendaraan putri bapak"


"Terima kasih banyak pak"


"Oh ya dan kami juga perlu mendapatkan keterangan dari putri bapak,jadi tolong bekerja sama untuk menghubungi kami jika korban sudah sadar"


'Baik pak"


Polisi itu pergi setelah memberikan keterangan kronologi kecelakaan yang di alami Sheva,nyonya Lista hanya bisa diam mana kala melihat putrinya harus mengalami semua itu.


"Maaf tuan,karena saya ada beberapa pekerjaan saya ijin permisi" ucap Ryota


'Sebelumnya saya sangat berterima kasih sudah mengantarkan putri saya kemari" jawab tuan Robert


"Itu bukan hal yang besar,lagi pula Sheva dan saya adalah teman dekat jadi sudah seharusnya saya melakukan ini" ucap Ryota sambil tersenyum


"Pi.... kenapa kita tidak menghubungi Morgan dan keluarganya? lagi pula bagaimana Sheva bisa pergi sendiri tanpa pengawasan siapapun"


'Papi juga berfikir seperti itu tadi Mi,sebenarnya mau kemana Sheva saat itu"


"Papi coba beritahu mereka semua"


'Iya mi,papi akan hubungi tuan William"


Tuan Robert mengambil ponselnya dan menekan nomor tuan William,beberapa saat terdengar suaranya


"Halo Robert...."


'Halo Wil,kamu ada dimana sekarang?"


"Saya,istri dan juga Morgan akan ke rumah kamu sekarang"


'Ke rumah? untuk apa?"


'Untuk menjelaskan semua masalah ini"


'Masalah apa Wil?"


'Sheva belum cerita ke kamu?"


"Wil Sheva sekarang ada di rumah sakit karena dia kecelakaan barusan,sebenarnya ada masalah apalagi ini?"


"Apa ???? Sheva kecelakaan?"


"Iya,mobil yang ia kendarai menabrak truck di Jalan Anumerta"

__ADS_1


'Baik Rob,saya akan ke sana sekarang"


Tuan William dan istrinya terkejut mendengar berita itu,terutama Morgan dan Hana. Ia masih tidak menyangka hal ini membuat Sheva mengalami hal yang berat.


__ADS_2