
Morgan tak mempedulikan lagi ucapan Sheva,ia mendorong tubuh mungil itu sehingga terlentang di atas ranjang. Satu tangannya mencengkram pergelangan tangan Sheva ke atas kepala sehingga sekarang ia hanya bisa pasrah mana kala Morgan melampiaskan perasaannya. Ia mulai memburu leher jenjang Sheva dan menciumnya setiap inci hinga ia berhenti dan menatap istrinya yang mulai terdengar nafasnya
"Kali ini saya akan sedikit memaksa...." ucap Morgan
Ia melepaskan tali tank top milik Sheva sehingga sekarang ia bebas memainkan tangannya di atas tubuh istrinya itu,saat Morgan hendak mencium dua gundukan besar itu tiba-tiba terdengar suara telefon.
"Itu ponsel aku...." ucap Sheva
Morgan tak menghiraukan ucapannya dan terus mencoba meneruskan aktivitasnya tadi,namun lagi-lagi Sheva membujuknya
"Sebentar,siapa tahu penting...."
Morgan terpaksa melepaskan tangan Sheva dan membiarkannya meraih ponsel di atas nakas sebelah ranjang
"Mami...." ucap Sheva
Morgan menghela nafasnya dan turun dari atas tubuh mungil istrinya. Sheva membenarkan duduknya dan menutupi dadanya dengan selimut
"Halo Mi...."
"Sayang,kamu kemana saja sih?"
"Sheva kan honeymooon mi"
"Iya mami tahu,tapi sejak kamu bilang mau berangkat ke Swiss sampai sekarang belum kasih kabar ke mami. Mami sama papi itu nungguin"
"Astaga mi maaf,Sheva lupa....."
"Mami tuh sampai kepikiran kemana-mana takut kalian kenapa-napa"
"Mi,Sheva sama Morgan baik-baik saja kok"
"Kalau begini kan mami jadi tenang,sekarang kamu lagi dimana?"
__ADS_1
"Di rumah mi"
"Nak Morgan ada??"
"Ada kok mi,ini di sebelah Sheva. Mami mau bicara?"
"Tidak,tidak usah. Mami hanya ingin tahu kabar kalian saja,ya sudah sana di lanjut honyemoon kalian mami takut kalau ganggu"
"Iya mi,bye mi love you"
"Love you more sayang"
Sheva menutup telefonnya,Morgan yang duduk di tepi ranjang hanya menatapnya dengan keringat yang mulai mengalir di pelipisnya. Sheva tahu bahwa suaminya sedikit kesal karena terganggu,ia mencoba mendekatinya untuk membujuk
"Kita lanjutkan yang tadi yuk???"ucap Sheva sambil meletakkan dagunya di bahu Morgan
"Saya mau ke bawah saja...."
"Mau ngapain??"
"Kan habis mandi tadi"
"Tapi kepala rasanya panas banget,kalau kamu mau ikut nyusul saja ke bawah" ucap Morgan yang berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti baju
"Kamu tidak marah kan karena mami telfon...."
"Nggak,enggak sama sekali" teriak Morgan dari dalam kamar mandi
"Lalu....."
"Aku sudah gak mood saja" ucapnya sambil keluar dari kamar menuju lantai bawah
Sheva menghela nafasnya dan merasa bingung dengan kondisi ini,di satu sisi ia merasa bersalah namun di satu sisi ia merasa bahwa Morgan sedikit egois karena hanya ingin di mengerti kemauannya saja.
__ADS_1
Sheva turun menghampiri Morgan yang tengah berada di kolam renang,ia hanya duduk di tepi kolam sambil melihat suaminya. Sesampainya di ujung Morgan berhenti dan memandang Sheva hanya terlihat sedikit bingung,ia keluar dari kolam dan menghampiri istrinya
"Hay,are you okay???"
"Entahlah" jawab Sheva singkat
"Apa yang kamu pikirkan?"
"Aku takut kamu marah hanya karena aku mengangkat telfon mami tadi"
"Sama sekali tidak,aku hanya kesal karena mami sama sekali tidak ingin bicara padaku tadi"
"Sungguh hanya karena itu?"
"Iya sayang,saya mau ke atas dulu ganti baju. Kamu langsung ke meja makan aja kita makan siang bareng"
Sheva mengangguk dan berjalan mengikuti perintah Morgan,sesampainya di meja makan semua pelayan sudah menyediakan apapun keperluan mereka. Morgan turun dari lift dan menghampiri istrinya
"Kamu harus coba ini...." ucap Morgan sambil menyodorkan hidangan khas negara itu
"Ini apaan....???"
"Sudah coba saja...."
Sheva mengikuti perkataan Morgan,dan ia melahap sesuap makanan di hadapannya itu. Daginya mengerut dan senyum mengembang di wajahnya
"Ini apa? enak banget...."
'Kamu suka kan? ini tu Fondue"
"Namanya unik"
"Habiskan kalau kamu suka"
__ADS_1
Mereka menikmati makan siang bersama setelah itu kembali ke kamar dan bersantai,hingga tak terasa angin sepoi-sepoi membuat keduanya terlelap.