
Sudah satu bulan ini sejak kembalinya Sheva ke rumah,kondisi nyonya Lista berangsur-angsur membaik. Geby memutuskan untuk kembali ke Italia sementara waktu,hari ini nyonya Lista ingin berjalan-jalan keluar rumah setelah beberapa lama bosan hanya berdiam diri di kamarnya. Akhirnya tuan Robert dan Sheva setuju membawa maminya jalan-jalan ke mall,tentu saja dengan kursi roda yang selalu stay karena Sheva tidak ingin kalau maminya kecapekan berjalan.
Tak sengaja Hana yang saat itu tengah makan siang bersama Steven melihat mereka
"Beib,itu bukannya Sheva???"
"Ah nggak mungkin,kita kan tahu kalau dia pindah ke US"
"Tapi itu benar Sheva" ucap Hana yang langsung berlari ke arahnya
Steven terkejut dan langsung mengejar pacarnya itu
"Sheva....." panggil Hana dengan exspresi tak percaya
"Hana...."
"Ya ampun kamu beneran Sheva" ucap Hana yang langsung memeluknya
"Apa kabar Han"
"Aku baik Va,kok kamu pulang nggak bilang-bilang sih" ucap Hana yang hampir menangis
"Sorry,serba dadakan juga"
"Sheva...." ucap Steven yang ikut tak percaya
"Hay kak"
"Kamu kapan balik?"
"Sudah sebulanan ini sih"
"Hah sebulanan? kok kamu jahat banget sih nggak bilang sama aku?"
'Maaf Han,aku pulang juga untuk merawat mami kok"
"Oh ya,halo om,tante... Maaf,sangking bahagianya ketemu Sheva jadi lupa deh nyapa om dan tante"
'Iya nggak apa-apa,lagian kalian sudah lama kan tidak bertemu?" ucap nyonya Lista
"Iya tante"
"Ya sudah kalau begitu Sheva kamu ngobrol saja dulu sama Hana,mami dan papi masuk dulu ya"
"Oh ya mi,nanti Sheva nyusul ya"
"Va,seriusan aku senang banget lihat kamu ada disini." ucap Hana sambil menggandeng Sheva menuju meja makannya tadi
__ADS_1
"Aku juga"
"Cielah mentang-mentang udah ketemu Sheva aja pacarnya langsung di cuekin" ucap Steven
"Maaf kak" balas Sheva
"Va,bagi nomor kamu dong. Aku tuh bingung mau hubungin kamu gimana"
Sheva memberikan nomernya lalu mereka lanjut mengobrol hingga tak terasa sudah hampir setengah jam. Sheva memutuskan untuk pamit menyusul kedua orang tuanya
'Oh ya kak,Han aku cabut ya. Nggak enak buat mami dan papi nunggu terlalu lama"
"Eh tunggu dulu,kita selvie dulu dong" ucap Hana
Setelah puas Sheva melangkah pergi meninggalkan keduanya,tak lupa saling melambaikan tangan. Hana begitu senang dan mengirim foto itu ke grupnya,semua merasa tak percaya bahwa Sheva yang ada di dalam foto tersebut.
"Han,itu seriusan Sheva?" tanya Rania
"Iya,Sheva"
"Buset dah tambah cantik saja dia" ucap Ferly
"Kayaknya ada yang lebih kaget lagi deh nanti kalau tahu Sheva sudah balik?" ketik Steven
'Siapa?" tanya Rania
Mereka saling membahas Sheva bahkan sempat Hana menceritakan apa yang di alami oleh nyonya Lista akhir-akhir ini.
Sepulang dari mall Sheva segera meminta maminya agar segera beristirahat,di masa pemulihan ini Sheva berharap semoga maminya segera pulih seperti sedia kala lagi. Setelah selesai membantu maminya pergi ke tempat tidur,ia lalu turun ke ruang kerja tuan Robert untuk menemui papinya itu
Tookk... tok tok
"Masuk"ucap tuan Robert dari dalam
"Pi,Sheva ganggu nggak?"
"Tidak sayang,ada apa?"
"Besok rencananya Sheva mau kembali ke US pi"
"Kamu yakin? mami baru juga sembuh sayang"
"Maka dari itu pi,Sheva harus segera kembali karena kerjaan banyak yang tertunda selama Sheva tinggal sebulan pulang"
"Papi menyesal pernah mengirim kamu ke US,bukan karena kinerja kamu tetapi saat seperti ini papi merasa kamu sangat jauh sayang"
"Papi tenang saja,begitu proyek terakhir ini selesai Sheva akan kembali dan menetap di sini"
__ADS_1
"Iya,papi percaya sama kamu. Semoga saja mami kamu bisa memahami keputusan kamu ini"
"Iya pi"
"Papi sayang banget sama kamu"
"Sheva juga pi"
Malam harinya setelah Sheva selesai mempacking seluruh barang-barangnya,ia segera pergi ke kamar maminya untuk mengantarkan makan malam dan obat untuk nyonya Lista.
"Mami,makan dulu yuk"
Terlihat nyonya Lista tersenyum senang dengan kehadirannya,Sheva dengan semangat. Setelah selesai memberikan suapan terakhir beserta obatnya Sheva berniat mengobrol sebentar dengan maminya
"Mi....."
"Iya nak...."
"Sheva sebelumnya minta maaf sama mami"
"Minta maaf kenapa sayang? Sheva kan tidak salah apa-apa"
"Besok Sheva harus kembali ke US mi"
Nyonya Lista terdiam mendengar ucapan putrinya itu
"Sheva minta maaf sekali,Sheva janji begitu proyek terakhir selesai Sheva akan segera pulang mi"
"Mami tidak butuh kamu untuk kerja banting tulang,mami tidak butuh uang kamu Sheva. Mami cuma butuh kamu ada di samping mami di saat seperti ini"
"Sheva paham sekali mi,Sheva janji sama mami pokoknya begitu proyek ini selesai Sheva akan selalu menemani mami di rumah,Sheva nggak akan pergi lagi"
"Kenapa putri mami pada meninggalkan mami sekarang?"
"Sheva tidak ninggalin mami,tapi ini soal tanggung jawab mi. Sheva hanya tidak ingin perusahaan yang papi dan Sheva rintis sejak awal harus mendapatkan nilai minus dari klien"
"Baiklah jika itu keputusan kamu,mami hanya tidak ingin menjadi penghalang keberhasilan kamu"
"Mami jangan ngomong begitu,tanpa doa dari mami Sheva bukanlah apa-apa mi"
"Sekarang kamu tidur ya,mami juga mau istirahat"
"Mami marah???"
'Tidak,mami hanya capek. kamu keluar ya biar mami istirahat"
Sheva menatap wajah maminya dengan sedih,ia melangkah keluar sambil membawa nampan bekas makan maminya tadi.
__ADS_1