
Setiba di sana polisi segera berpencar memeriksa cctv salah satunya melihat Sheva berjalan dengan seorang laki-laki masuk ke dalam lift,sementara tim lain langsung bergerak menuju apartemen Damar namun sesampainya di sana tidak di dapati siapapun. Ternyata Damar sudah melarikan diri bersama Sheva,Morgan yang sampai sana mendengar hal itu langsung geram di buatnya.
"Sial,benar dugaan saya kalau pelakunya adalah orang perusahaan"
ucap Morgan
"Bukankah kemarin dia juga di introgasi oleh kepolisian?" tanya Alta
"Saya rasa dia memang menyukai Sheva,makanya dia nekat melakukan itu"
Tiba-tiba sebuah nomer baru mengirimkan pesanke nomer Morgan,ia mengirimkan sebuah foto Sheva yang duduk terikat di sebuah kursi dengan luka di jidatnya. Di sana Damar juga menuliskan jika Morgan memberitahukan hal tersebut pada polisi maka ia tidak segan-segan untuk membunuh Sheva.
Tidak ada cara lain,Morgan memberitahu polisi bahwa ia akan melanjutkan pencarian. Alta yang setia menemani langsung mengikuti Morgan yang masuk ke dalam mobil
"Terus gimana Gan? kita bisa apa sekarang?"
"Dia mengirim foto lagi Al"
'Hah... mana coba lihat"
"Wah sakit ini dia,bisa-bisanya sampai melukai Sheva. Kita tidak bisa biarkan ini"
Morgan tak sabar dan segera menghubungi nomer itu
"Halo"
"Bagaimana? kamu pikir aku akan bercanda soal itu?"
"Jangan sedikitpun anda berani menyakiti Sheva"
"Wow sebuah ancaman ternyata"
"Berapa yang anda minta?"
"Boleh juga,kalaupun aku tidak bisa mendapatkan cinta Sheva. Setidaknya aku bisa mendapatkan uang tebusan,lagi pula aku sudah mencicipinya"
"Brengsek anda,cepat katakan berapa yang anda mau?"
"Embb satu miliyar cukup kali untuk menebus orang yang kamu cintai"
Alta yang mendengar hal itu langsung terkejut
"Okay,kita ketemu dimana?"
"Di taman Anyelir. Kamu letakkan uangnya di gazebo paling ujung,setelah itu saya akan katakan dimana Sheva"
'Baik,selama anda fear saya akan memberikan yang anda mau"
"Okay sampai jumpa nanti jam lima sore" ucap Damar yang langsung menutup telfon mereka
"Gan,kamu yakin?"
"Lalu bagaimana lagi saya harus menyelamatkan Sheva?"
__ADS_1
"Tapi mencairkan uang sebanyak itu tidak mudah Gan,harus ada orang dalam."
"Masalah itu biar papa yang menangani,yang terpenting sekarang Sheva harus pulang"
Morgan meminta Alta mengantarkannya kembali ke rumah Sheva,kedua orang tuanya masih di sana menanti kabar dari kepolisian. Kedatangan Morgan di sambut dengan kekhawatiran oleh keluarganya
"Morgan"
"Ma,pa barusan Morgan dapat kabar kalau Sheva di culik"
"Apa? di culik? lalu sekarang dimana dia?"
"Morgan dan Alta juga baru berusaha mencari tahu,tapi masalahnya"
"Kenapa Morgan? ada apa?" tanya tuan William
"Penculik minta tebusan satu miliyar pah"
"Baik,akan saya berikan asal Sheva bisa kembali lagi bersama kita" ucap tuan Robert
"Tapi masalah Pi,kita tidak bisa mencairkan uang sebanyak itu tanpa orang dalam"
"Papa tahu,papa akan hubungi pihak bank dan memberikannya ke kamu"
"Tapi dia tidak mau jika kita melibatkan polisi"
"Licik sekali dia,kamu tahu siapa yang menculiknya?" tanya tuan Robert
"Salah satu karyawan di perusahaan papi"
"Polisi memberitahu namanya Damar"
"Damar? dia kepala konstruksi lapangan" sebut tuan Robert
"Papi kenal dekat?"
"Iya,saya yang mebiayai operasi ibunya beberapa waktu lalu"
"Kenapa dia tega melakukan itu pada Sheva,padahal kita sudah baik pada keluarganya" ucap nyonya Lista sambil menangis
"Dia minta kita antarkan uangnya tepat pukul 17.00 di taman Anyelir"
"Saya akan berikan Morgan,kamu bantu saya untuk membawa Sheva pulang"
"Baik pi"
Mereka bergegas menuju bank untuk mengambil uang,namun diam-diam Morgan memerintahkan polisi untuk berjaga-jaga jika Damar mengingkari janjinya.
Tepat pukul 17.00 Morgan tiba di taman Anyelir,ia meletakkan koper berisi uang itu di tempat yang Damar minta. Tak berselang lama seorang anak kecil datang dan membawa koper itu,Morgan tidak bisa bertindak gegabah. Polisi sudah memasang alat pelacak di dalam koper hingga titik lokasi Damar di temukan,mereka segera bergerak menuju tempat persembunyian.
Setiba di sana ia melihat sebuah bangunan tua berlantai tiga,Damar yang mengetahui kehadiran polisi merasa di khianati. Ia menarik Sheva dan membawanya untuk melarikan diri,namun percuma saja tempat itu telah di kepung Damar yang ketakutan menuruni tangga tanpa hingga salah seorang polisi menembak kakinya dan membuatnya terjatuh. Sementara itu Sheva yang masih dalam keadaan terikat tergelincir ke bawah dan tak sadarkan diri.
Polisi berhasil mengamankan Damar,begitu juga Sheva yang di bawa keluar dalam keadaan pingsan penuh luka. Ia segera di masukkan ke ambulance menuju rumah sakit,setiba di sana Morgan tak melihat Sheva namun ia sempat berpapasan dengan Damar yang di bawah oleh polisi. Tanpa pikir panjang ia langsung mengayunkan tangannya ke muka Damar
__ADS_1
"Ini untuk balasan karena anda berani menyentuh calon istri saya" ucap Morgan yang sembari di hentikan oleh Alta
"Sudah Gan,yang terpenting sekarang adalah Sheva" ucap Alta
"Pak dimana tunangan saya?"
"Korban sedang dalam perjalanan ke rumah sakit karena sempat mengalami kecelakaan jatuh dari tangga"
"Apa???"
Tanpa pikir panjang Morgan dan Alta segera melaju menuju rumah sakit,ia juga menghubungi keluarganya bahwa Sheva ada disana.
Sesampainya di depan UGD Morgan di hentikan oleh perawat
"Maaf bapak siapa?"
"Saya tunangan korban penculikan yang baru saja tiba sus"
"Silahkan bapak tunggu di sini,karena dokter sedang menanganinya di dalam"
"Tapi saya ingin tahu keadaannya sus"
"Gan sudah Gan,kita tunggu saja ya" ucap Alta mencoba menenangkan
Tak berselang lama orang tua Sheva dan orang tua Morgan tiba di rumah sakit
"Bagaimana Morgan, dimana Sheva?"
"Sheva ada di dalam pi,dokter sedang memeriksanya"
"Alhamdulillah akhirnya Sheva berhasil di selamatkan" ucap nyonya William
"Terus bagaimana dengan penculiknya?"
"Polisi sudah menanganinya om" ucap Alta
Setelah menunggu kurang lebih tiga puluh menit,dokter pun keluar. Semua yang menunggu di depan UGD langsung bertanya soal keadaan Sheva
"Bagaimana kondisi putri saya dok?"
"Semua ini keluarga korban?"
"Iya dok"
"Korban mengalami luka cukup banyak,beberapa goresan di lengan kaki dan keningnya,namun yang saya takutkan adalah kondisi psikis pasca penculikan ini"
"Tolong lakukan yang terbaik untuk putri saya dok"
"Baik pak"
"Apa kami boleh bertemu dengan Sheva dok?" tanya Morgan
"Nanti setelah di pindahkan ke ruang perawatan ya"
__ADS_1
"Baik dok"
Semua yang di sana merasa lega karena tidak perlu ada yang di khawatirkan tentang kondisi Sheva,keluarga William memutuskan untuk pulang ke rumah mengingat sedari kemarin mereka belum pulang terutama Morgan.