
"Kita bertemu lagi nona Sheva" ucap Mr.Namoko
"Senang bisa bertemu lagi dengan anda tuan"
"Saya kemari ingin mengajak nona Sheva berkeliling resort saya ini"
"Wah sungguh tempat yang bagus,pemandangan di sini begitu asri dan memanjakan mata"
"Ini semua Riyota yang mendesainnya,selain berjiwa seni ia juga suka berkecimpung dalam hal mendesain"
"Bagus"
"Sembari menunggu makan siang,bagaimana kalau kita bermain golf. Kebetulan cuaca hari ini lumayan bagus"
"Mommy setuju" ucap Mrs.Grazia
"sayangnya Sheva tidak membawa baju ganti,jadi tidak bisa menemani Mr dan Mrs bermain"
"Tak apa Sheva,kamu bisa menjadi tim penyemangat saya" jawab Mrs.Grazia
Mereka akhirnya pergi ke lapangan golf,beberapa pukulan telah di lakukan oleh pasangan itu. Tak lama kemudian Sheva pamit ke toilet untuk membasuh wajahnya yang mulai kedinginan. Mrs.Grazia mengiyakan permintaannya.
Selama perjalanan ke toilet Sheva menggosok-gosokan tangannya yang mulai kedinginan,beberapa kali ia bersin-bersin seperti akan terserang flu. Tiba-tiba ia menabrak seseorang hingga membuat bahunya sedikit kesakitan
"Maaf" ucap Sheva sambil mencoba menatap wajah laki-laki yang tinggi semampai di hadapannya yang tak lain adalah Ryota
"Kamu???"
"Kenapa? kedinginan?"
"Ya sedikit"
"Sebaiknya kamu segera masuk dan meminta selimut pada pelayan"
"Terima kasih"
Sheva meninggalkan Ryota yang mematung di tengah pintu sambil menatap kedua orang tuanya,sementara itu Sheva selesai menghangatkan tangan dan badannya di depan perapian sambil menyelimuti diri. Ryota menghampirinya sambil membawakan secangkir coklat panas
"Untuk aku?"
"Sepertinya cuma kamu yang kedinginan disini" ucap Ryota
"Terima kasih"
__ADS_1
"Kamu mau sampai kapan disini?" ucap Ryota yang memulai pembicaraan
"Memang nya kenapa?"
"Tanya saja,sepertinya badan kamu tidak cocok dengan cuaca disini"
"Aku baik-baik saja"
"Aku harap kamu segera kembali ke negara mu"
"Why? kamu mengusir aku?"
"Hanya saja aku terlalu lelah selalu di bandingkan dengan kamu"
"Maksud kamu?"
"Momy dan daddy selalu meminta aku supaya bisa seperti kamu,mengurus kantor bahkan bergelut di dunia bisnis. Aku sebagai anak laki-laki satu-satunya hanya bisa hidup sesuai kemauan ku sendiri"
"Sebegitunya kamu membenci kehadiran aku disini?"
"Bukan membenci,hanya saja aku malas jika harus di bandingkan dengan kamu"
"Aku sama sekali tidak memiliki niat seperti itu ke kamu"
"Ryota,kamu hanya salah paham dengan pendapat mereka. Mereka begitu karena merasa tidak ada penerus bisnis mereka nanti,sedangkan anak semata wayangnya justru berminat di dunia lain"
"Stop,tidak usah menasehati saya,saya tahu mana yang baik dan bukan untuk masa depan saya sendiri" ucap Ryota yang kemudian pergi meninggalkan Sheva
Mr.Namoko dan istrinya yang baru saja kembali begitu terkejut mana kala melihat Ryota yang keluar tanpa menyapa salah satu dari mereka. Perhatian mereka teralihkan mana kala melihat Sheva yang duduk di depan perapian sambil memegan segelas coklat panas.
"Hay Sheva,are you okey?" tanya Mrs.Grazia
"I'm okay nyonya"
"Sheva,Ryota tadi kenapa?"
"Saya sendiri juga tidak tahu Mr,dia tiba-tiba merasa kurang nyaman disini"
"Sebaiknya kita segera bersih-bersih sebelum makan siang" ucap Mrs.Grazia kepada suaminya
"Sheva,kami tinggal mandi sebentar"
"Baik Mr"
__ADS_1
Sheva di minta pelayan menunggu di meja makan,sesaat Ryota datang dan duduk di depan Sheva. Ia hanya diam seribu bahasa sambil memainkan ponsel di tangannya,beberapa saat kemudian orang tuanya datang dan duduk bersama mereka.
"Maaf jadi menunggu lama Sheva" ucap Mrs.Grazia
"No problem" jawab Sheva singkat
Tak lama beberapa pelayan keluar membawakan berbagai hidangan dan meletakkannya di meja makan,mata Sheva tak beralih menatap sekitar yang begitu sejuk meski udara semakin dingin.
"Ayo Sheva silahkan di makan" ucap Mrs.Grazia
Sheva menaruh beberapa macam makanan di piringnya dan memulai menyantap sesuap demi sesuap,sementara Ryota makan dengan exspresi datar di depannya. Selesai makan Ryota bangkit dari kursinya,namun Mr.Namoko mencoba mencegahnya
"Mau kemana kamu?"
"Ke Galeri"
"Kamu tidak lihat ada tamu di sini?"
"Sheva kan tamu papi bukan Ryota"
"Ryota,bisa tidak kamu hormat sedikit?" ucap Mrs.Grazia dengan nada menekan
Ryota akhirnya duduk kembali saat mamanya mulai hilang kesabaran,tak lama kemudian Mr.Namoko mengajak Sheva berpindah ke ruangan lain. Tempat itu terlihat luas dan juga indah,lantai marmer ada di mana-mana,bahkan tirai dari sutra menjuntai indah menghiasi jendela.
"Nah Sheva,besok aula ini akan di kenakan sebagai acara peresmian galeri istri saya yang baru. Kamu datang ya?" ucap Mr.Namoko
"Besok? tapi saya harus segera kembali ke Indonesia Mr"
"Kamu tenang saja,tiket kamu akan saya ganti. Kamu bisa pakai private jet saya untuk kembali ke negara kamu"
"Astaga tidak perlu Mr,terlalu berlebihan"
"Tidak sama sekali,nanti Ryota akan menemani kamu dan asisten kamu ke Indonesia"
Ryota berekspresi terkejut mana kala sang papi berkata seperti itu
"Dad,aku lusa harus mengajar di galeri seni"
"Ryota...." ucap Mrs.Grazia
"Baiklah mom" ucap Ryota dengan nada menyerah
Setelah selesai berkeliling resort Sheva berniat untuk pulang,Mrs.Grazia meminta kepada Ryota untuk mengantarkan Sheva kembali ke hotel. Meski kurang setuju namun Ryota harus melakukannya karena tidak ingin membuat mommy nya marah.
__ADS_1