Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 62


__ADS_3

Kehidupan Sheva di jalani dengan perasaan bahagia,meski sebenarnya tidak seperti kelihatannya. Ia masih sering memikirkan Ryota,entah bagaimanapun perasaannya masih utuh untuk laki-laki itu. Hanya saja Sheva sekarang lebih menahan diri untuk tidak memperlihatkannya karena menghargai kedua orang tuanya yang berusaha keras untuk membuat dirinya bahagia. Sudah dua bulan sejak kandasnya hubungan Sheva dan Ryota,ia memilih lebih fokus pada pekerjaannya dari pada memikirkan hal-hal yang hanya akan membuat dirinya terpuruk. Terkadang ia menyempatkan diri untuk berkomunikasi dengan Morgan,laki-laki itu nampak tidak sabar menyelesaikan pendidikannya di negara orang. Ia ingin segera kembali ke tanah air untuk mempersunting wanita yang begitu sangat dia cintai.


Hari ini Sheva sibuk mengurus persiapan pernikahannya dengan keluarga Morgan,meski tanpa di dampingi calon mempelai laki-laki Sheva terlihat mengurus semua itu dengan happy. Keluarga Morgan sudah mempersiapkan segala sesuatunya saja,tinggal tunggu hari saja.


Semua vendor dan gedung sudah siap,pernikahan akan di selenggarakan dua minggu lagi. Beberapa undangan sudah mulai di sebar,beberapa karyawan kantor Sheva terkejut karena akhirnya dua keluarga itu jadi menjodohkan putra putri mereka. Apalagi berita pernikahan itu sudah sampai ke ranah website perusahaan,tentu saja Ryota tahu akan hal itu.


Hana sendiri yang sebagai sahabat dekat Sheva tidak tahu kalau mereka jadi menikah,hingga suatu hari saat Sheva sibuk memeriksa dokumen Hana masuk dan membuatnya bingung.


"Va... ini beneran?"


"Maksud kamu?"


"Kamu sama kak Morgan jadi nikah beneran?"


"Menurut kamu?"


"Kok kamu tidak bilang ke aku sih?"


"Ya memangnya kenapa? aku takut saja kamu kira aku main-main lagi"


"Dua minggu lagi loh Va,kamu bahkan belum persiapkan apapun"


"Sudah,semuanya sudah di urus sama mami dan mamanya Morgan"


"Terus aku tidak kamu ikut sertakan?"


"Tenang,minggu depan Rania sudah dapat izin cuti dari papi. Dia akan segera kembali ke Jakarta,aku mau selama seminggu penuh sebelum pernikahan kalian menemani aku kemanapun"


"Siap tuan putri"


"Oh ya,untuk seragam briedsmate sudah aku serahkan ke mama kamu. Dia yang akan mengurus semuanya"


"Wah keren,bahkan mama tidak cerita ke aku kalau kamu mau menikah"


"Ini memang pribadi sih Han,aku tidak mau papi ataupun keluarga Morgan memberikan pengumuman soal pernikahan ini"


"Tapi itu di website perusahaan??"


"Kenapa?"


"Ada kok undangan pernikahan kamu sama kak Morgan"


"Hah...?? serius???"


"Iya,coba buka aja kalau nggak percaya"


Sheva segera membuka laman website perusahaan,dan benar saja di sana terpampang nyata pengumuman pernikahannya. Sontak ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi tuan Robert


"Ihhh papi kemana sih kok nggak di angkat?"


"Ke ruangannya aja langsung"


Sheva segera beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke ruangan papinya,di sana ia melihat papinya sedang melakukan panggilan video dengan seseorang


"Papi...."


"Sheva,kebetulan kamu di sini"


"Pi,kan Sheva sudah bilang kalau pestanya untuk orang terdekat saja. Tapi kenapa papi tetap kekeh masang pengumuman di website perusahaan?"


"Itu permintaan om William sayang,lagi pula kenapa? toh bagus kalau karyawan perusahaan pada datang"


"Papi....."


"Oh ya Sheva,ini Morgan lagi vidcall sama papi"


"Masa bodoh" ucap Sheva yang kemudian keluar dari ruangan itu

__ADS_1


Sheva nampak kesal dengan itu,ia kembali ke ruangannya dengan wajah yang cemberut. Hana yang berdiri di depan pintu menatap sahabatnya yang begitu kecewa


"Kenapa?"


"Tau ah Han,aku lagi badmood banget"


"Kantin yuk???"


"Ayo,kebetulan laper juga aku"


"Tapi gak apa-apa nih? kan masih jam kerja"


"Siapa juga yang berani ngelarang aku?"


"Iya sih"


Akhirnya mereka berdua melenggang menuju kantin,saat perjalanan ke sana mereka berpapasan dengan Damar. Sheva menyapanya namun yang terjadi di luar dugaan


"Damar....." panggil Sheva


Laki-laki itu hanya diam dan menatapnya


"Damar,kamu tidak dengar Sheva manggil kamu?" tanya Hana memastikan


"Dengar kok,ada apa?"


"Kamu mau kemana ?"


"Kerja"


"Are you okey?"


"Hmm,aku pergi dulu"


"Damar tunggu...."


"Kamu ada masalah?"


"Tidak,saya sedang buru-buru. Maaf..." ucap Damar yang langsung meninggalkan Sheva


Kedua perempuan itu menatap Damar pergi hingga hilang di sudut ruang,Sheva merasa ada yang aneh dengan karyawannya itu. Namun karena bunyi perutnya ia tidak mau berfikir yang aneh-aneh tentang dia,sesampainya di kantin Sheva langsung memesan salad dan jus strawberry kesukaanya.


"Han,menurut kamu ada yang aneh tidak sih sama si Damar?"


"Tidak,memangnya kenapa?"


"Enggak sih,hanya saja dia seperti menghindari kita"


"Kan dia sudah bilang kalau sedang terburu-buru"


Sheva menghembuskan nafasnya tanda puas dengan jawaban Hana,setelah makan mereka kembali ke ruangan masing-masing untuk melanjutkan pekerjaan.


Jam pulang pun tiba,Sheva merapikan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang. Ia keluar dari ruangannya dan terlihat Hana masih stay di mejanya


"Han,kamu tidak pulang?"


"Duluan aja Va,aku masih ada beberapa kerjaan ni"


"Besok lagi aja"


"Nanggung Va tinggal sedikit"


Sheva menghampiri sahabatnya itu dan duduk di kursi depannya,ia melihat Hana masih merapikan beberapa berkas yang akan di kirimkan ke beberapa kantor cabang sebelum Sheva cuti nanti.


"Han mau kopi tidak?"


"Kamu mau beli?"

__ADS_1


"Nggak,mau bikin di pantry"


"Enggak,enggak. Nanti tangan kamu ketumpahan air panas lagi"


"Nanti aku minta tolong OB deh,kebetulan jam segini pasti belum pada pulang"


"Kenapa tidak di telfon aja dari sini"


"Sekalian mau ambil beberapa cemilan sih"


"Ya sudah deh kopi satu ya"


"Okay"


Jam pulang pun tiba,Sheva merapikan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang. Ia keluar dari ruangannya dan terlihat Hana masih stay di mejanya


"Han,kamu tidak pulang?"


"Duluan aja Va,aku masih ada beberapa kerjaan ni"


"Besok lagi aja"


"Nanggung Va tinggal sedikit"


Sheva menghampiri sahabatnya itu dan duduk di kursi depannya,ia melihat Hana masih merapikan beberapa berkas yang akan di kirimkan ke beberapa kantor cabang sebelum Sheva cuti nanti.


"Han mau kopi tidak?"


"Kamu mau beli?"


"Nggak,mau bikin di pantry"


"Enggak,enggak. Nanti tangan kamu ketumpahan air panas lagi"


"Nanti aku minta tolong OB deh,kebetulan jam segini pasti belum pada pulang"


"Kenapa tidak di telfon aja dari sini"


"Sekalian mau ambil beberapa cemilan sih"


"Ya sudah deh kopi satu ya"


"Okay"


Sheva pun meninggalkan tas dan ponselnya di meja Hana kemudian pergi menuju pantry,ketika sampai di sana ternyata OB sudah tidak ada. Ia memutuskan untuk turun ke lantai dua dan mencari OB di pantry sana,kebetulan mang Asep masih belum pulang dan baru selesai membereskan pekerjaannya.


"Eh non Sheva,belum pulang non?"


"Belum mang,boleh minta tolong di buatkan kopi dua mang"


"Oh boleh non"


"Saya tunggu di depan ya mang"


"Baik non"


Sheva menunggu mang Asep membuat kopi sementara ia melihat aquarium di samping pantry,namun tiba-tiba dari kaca aquarium Sheva melihat seperti ada orang yang memperhatikan di belakangnya. Saat ia menoleh tidak ada siapapun,Sheva memutuskan untuk kembali ke pantry dan kebetulan mang Asep sudah selesai.


"Non bisa bawanya?"


"Bisa mang,kan pakai lift bukan tangga"


"Baik non,kalau begitu saya ijin pulang"


"Silahkan mang terima kasih"


"Baik non"

__ADS_1


__ADS_2