Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 31


__ADS_3

Sesampai di depan halaman rumah,Hana segera turun dan menenteng paper bag yang tadi di berikan oleh Sheva. Ia melambaikan tangan pada sahabatnya itu sebagai tanda perpisahan,setelah melihat mobil yang Sheva tumpangi hilang di pertigaan jalan Hana segera masuk ke dalam rumah.


"Ma,aku pulang" ucap Hana


"Bagaimana hari pertama kamu kerja Han?"


"Senang sekali ma, Sheva meminta pada papinya supaya memberikan posisi asisten kepada ku. Dan lihat ini ma,Sheva membelanjakan semua ini"


"Astaga Hana,ini kan merek-merek mahal"


"Iya ma,Hana juga sudah menolaknya tapi Sheva tetap kekeh untuk memberikannya"


"Kamu harus baik dan sayang sama Sheva,dia dan keluarganya sudah banyak membantu kita"


"Iya ma,itu pasti"


Sheva masuk ke dalam rumah dan di sambut oleh kedua orang tuanya yang berada di ruang tamu,wajah mereka nampak serius terutama nyonya Lista.


"Malam mi,pi Sheva udah pulang" ucap Sheva sambil menenteng beberapa paper bag di tangannya


"Duduk sini Va,mami sama papi mau ngomong sama kamu"


"Nanti saja ya mi,Sheva mau mandi dulu"


"Sheva duduk" tegas nyonya Lista


Baru kali ini Sheva merasakan maminya begitu serius,ia segera duduk di hadapan mami dan papinya sambil bertanya-tanya


"Ada apa Mi?"


"Papi bilang kamu punya hubungan dengan Marcell?"


"Enggak kok,Sheva nggak ada apa-apa sama dia"


"Papi cuma bilang kalau tadi Marcell memberikan kalung pada Sheva bukan bilang ada hubungan khusus"


"Sudah pi diam" ucap nyonya Lista tegas


"Ini sebenarnya pada kenapa sih? Sheva tu beneran nggak ada apa-apa sama kak Cello"


"Terus kalung yang tadi dia berikan?"


"Oh itu,sebenarnya kalung itu dari Morgan Mi,Pi. Terus nggak sengaja waktu itu di kampus Sheva lepas dan salah satu teman Sheva menemukannya dan membawanya ke kak Cello yang waktu itu ngajar."


"Jadi kalung inisial M itu Morgan,bukan Marcell?" tanya tuan Robert


"Iya Morgan lah,tanya aja kalau papi sama mami nggak percaya"


"Tapi kamu beneran nggak ada apa-apa sama Marcell kan Va?" tanya nyonya Lista lagi


"Iya mi,mami kenapa sih sekhawatir itu?"

__ADS_1


"Mami sih no problem, tapi jangan secepat ini juga sayang. Mami nggak enak kalau sampai keluarga William tahu baru beberapa minggu Morgan memutuskan pertunangannya sekarang kamu sudah gandeng dengan cowok lain"


"Mi,lagi pula Sheva tuh nggak minat sama kak Cello. Memangnya papi sama mami mau Sheva tinggal ke Jepang?"


"Udah lah mi,jangan khawatirkan Sheva. Dia bisa jaga diri dengan baik,apalagi sekarang dia kan sibuk dengan pekerjaannya" ucap tuan Robert


"Nah benar tuh kata papi,Sheva sekarang hanya ingin fokus pada karir terlebih dahulu"


"Ya sudah sayang sekarang kamu mandi setelah itu turun,mami sama papi tunggu kamu di meja makan"


"Iya mi"


Sheva akhirnya bisa bernafas lega,untung saja dia sudah menyiapkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tadi,karena ia tahu pasti masalah ini akan di bahas oleh maminya di rumah.


Keesokan harinya saat Sheva hendak berangkat ke kantor,tiba-tiba papinya menghadangnya di ujung tangga. Nyonya Lista yang tersenyum menghampiri mereka


"Ini ada apa sih mi,pi?" tanya Sheva yang kebingungan"


"Sini tutup mata dulu" jawab nyonya Lista


Tuan Robert menutup mata Sheva dengan kedua tangannya,mereka bertiga berjalan menuju halaman depan dan berhenti tepat di depan pintu. Mereka menghitung sampai angka tiga kemudian melepaskan tangan dari mata Sheva,Sheva membuka matanya pelan-pelan dan ketika melihat kilauan warna kuning di hadapannya ia berteriak kaget dan menutup mulutnya dengan kedua tangan


"Mobil baru akuuuu" teriak Sheva yang sontak menghampiri mobil yang sudah ia pesan beberapa saat lalu


"Makasih ya pi,mi" ucap Sheva sambil memeluk keduanya


"Sama-sama sayang,semoga kamu suka ya?"


"Suka banget mi,Sheva janji akan lebih giat bekerja mulai hari ini"


Di meja makan Sheva tersenyum senang,ia masih tidak menyangka akan mendapatkan ganti mobilnya yang sempat tuan Robert sita beberapa bulan yang lalu.


"Mi,Pi Sheva bolehkan bawa mobilnya ke kantor?"


"Boleh dong sayang" jawab tuan Robert


"Tapi ingat jangan telat pulang,kalau ada acara tambahan kamu harus kasih kabar mami atau papi"


"Siap Mi"


Akhirnya setelah selesai sarapan Sheva segera mengambil kunci mobilnya yang berada di sebelah piring,


"Mi,Pi Sheva ke kantor dulu ya" ucapnya sambil mencium pipi keduanya


Tuan dan nyonya Robert begitu bahagia bisa melihat putrinya yang sangat ceria hari ini,dalam perjalanan Sheva ingin memberikan kejutan pada sahabatnya. Sesampai di depan rumah Hana ia segera menelfon nya


"Halo Va,iya ini aku mau berangkat"


"Aku tunggu di depan ya"


"Di depan? depan mana?"

__ADS_1


"Depan rumah kamu lah"


Hana terdiam sesaat berjalan menuju depan rumahnya


"Mana? nggak ada mobil ataupun taksi"


Sheva membunyikan klaksonnya dan sontak membuat Hana terkejut


"Itu kamu?"


"Yess Hana"


Tanpa membuang waktu Hana segera berjalan menuju mobil berwarna kuning yang terparkir di depan rumahnya,ia masuk ke dalam mobil dengan tatapan tak percaya.


"Va,ini mobil siapa?"


"Mobil akulah"


"Kamu beli baru?"


"Memangnya ada yang jual mobil seperti ini second?"


"Ya bukan gitu maksudku,kemarin kan kamu masih di antar jemput pakai mobil nyokap"


"iya sih,ini mobil baru datang pagi ini. Papi belikan aku seminggu yang lalu" ucap Sheva sambil melajukan mobilnya ke arah kantor


"Gila sih Va,kamu tahu kan ini mobil hanya ada berapa di Indo"


"Yes i know"


"Dan harganya yang bisa mendapatkan sepuluh rumah seperti yang aku tempati sekarang"


"Terus? kan papi sendiri yang minta aku buat milih apapun yang aku mau"


"Tapi beneran deh Va,beruntung banget kamu jadi anak om Robert,selain sayang sama keluarga dia juga se royal ini. Nggak kayak bokap ku yang pergi gitu aja setelah tahu nyokap ku hamil"


"Udahlah Han nggak usah di sesali begitu,kalau pun bokap mu tanggung jawab kita juga gak bakalan ketemu kok"


"Iya juga sih"


"Ya udah kita nikmatin aja apa yang ada sekarang,meski bokap mu nggak tanggung jawab. Tapi kamu masih bisa merasakan naik mobil kek gini"


"Iya juga ya,masih bisa temenan sama kamu yang super royal.Nikmatin naik mobil mewah,oh ya btw gara-gara ngomongin mobil baru kamu gimana penampilan aku hari ini?" tanya Hana yang antusias memakai baju pemberian Sheva kemarin


"Wah cocok kan sama kamu,udah aku tebak bakal cantik deh kalau kamu yang pakai"


"Makasih ya Va" ucap Hana sambil memeluk lengan temannya itu


"Eh eh,jangan aneh-aneh deh Han ini masih di jalan. Nggak lucu kalau mobil baru harus nubruk trotoar"


"Iya iya maaf nona Sheva"

__ADS_1


"Ihhh dasar ya"


Sesampainya di kantor Sheva memberikan kuncinya pada scurity,semua karyawan menatap mobil berwarna kuning mencolok itu. Tak heran kalau pemiliknya adalah anak dari perusahaan besar ini,jadi ya wajar saja dan mereka juga banyak yang memuji kalau warna itu cocok dengan Sheva yang ceria. Tetapi tidak dengan Gina,tatapannya seperti tidak suka jika Sheva menjadi pusat perhatian di kantor.


__ADS_2