Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 74


__ADS_3

Sesampainya di bandara mobil yang mereka tumpangi langsung masuk ke landasan,Sheva yang terbangun karena berisik dengan suara mesin pesawat. Kali ini Morgan akan menggunakan jet pribadi milik keluarganya untuk perjalan honeymoon, Sheva keluar dari mobil dan Morgan seketika mengajaknya untuk segera masuk ke pesawat.


Ia duduk di bangku dan melanjutkan mimpinya,namun tiba-tiba Morgan mencegahnya


"Sayang sebaiknya kamu tidak tidur dulu,nanti setelah pesawar lepas landas baru kamu tidur lagi"


Sheva pun hanya mengikuti perkataan suaminya sambil menatap keluar jendela tanpa berkata sepatah katapun,tiba-tiba seorang pramugari datang menghampiri mereka


"Selamat datang di Liam Air tuan dan nona Morgan,ijinkan saya memperkenalkan diri. Saya Kiara pramugari pesawat anda yang akan menemani dan melayani penerbangan anda Jakarta-Bali, jika ada yang tuan dan nona perlukan bisa panggil saya dengan menekan tombol ini" ucap pramugari itu


"Terima kasih Kiara" ucap Morgan yang di balas dengan senyuman


Kiara pergi mempersiapkan pekerjaannya setelah selesai menyapa Morgan dan Sheva,sesaat pesawat mulai lepas landas dan beberapa menit kemudian meeka sudah mengudara.


"Sayang kamu mau minum apa?" tanya Morgan


"Nggak haus,mau tidur aja"


"Pindah ke kamar ya?"


"Kamu mau ngajak sekarang?" tanya Sheva panik


"Astaga sayang,maksud saya biar kamu tidurnya lebih enak"


"Tapi kamu jangan ikut"


"Iya tenang saja,aku di sini kok"


Morgan memanggil Kiara dan memintanya mengantarkan Sheva ke kamar,melihat Sheva yang begitu khawatir soal malam pertamanya membuat Morgan tertawa kecil. Kiara yang kembali dari mengantar Sheva menghampirinya


"Ada yang mau tuan inginkan?"


"Ambilkan saja segelas sampanye"


"Baik tuan"


Kiara kembali dengan dua gelas sampanye di tangannya


"Silahkan tuan"


"Dua? bukankah saya hanya meminta satu?"


"Saya pikir nanti tuan akan kekurangan"


"Kiara,sekarang saya sedang dalam pikiran jernih dan tidak seperti waktu lalu"


"Saya tahu tuan,mana kala tuan ingin di temani minum seperti waktu itu"


"Kiara kamu tahu saya sekarang sedang bersama Sheva,istriku"


"Tuan tenang saja,kejadian waktu itu saya pastikan tidak ada yang tahu selain kita berdua"


"Kamu tahu bukan waktu itu saya sedang dalam pikiran kacau karena pertunangan yang batal hingga papa menyuruhku kembali ke US untuk melanjutkan kuliah"

__ADS_1


"Maafkan saya tuan,tidak seharusnya saya mengatakan itu" ucap Kiara yang kemudian kembali ke belakang


Morgan menenggak sampanye sambil melihat pemandangan dari jendela,tak terasa sudah hampir dua jam mengudara akhirnya pesawat yang mereka tumpangi mendarat di bandara I Gusti Ngurah Rai. Morgan masuk ke dalam kamar dan membangunkan Sheva,ia melihat wanitanya yang begitu pulas


"Sayang....."


"Hmm,sudah sampai?"


"Iya...."


Sheva bangun sambil merapikan rambutnya yang berantakan,ia turun dari pesawat dan langsung masuk ke dalam mobil. Perjalanan menuju vila keluarga William hanya membutuhkan waktu lima belas menit,sampai di sana pukul 18.00 Sheva dan Morgan di sambut oleh penjaga vila keluarga.


"Selamat datang tuan Morgan dan nona Sheva"


"Malam bli"


"Silahkan masuk tuan"


"Terima kasih bli"


Sopir dan penjaga vila membawakan barang bawaan mereka ke kamar,Sheva memilih berkeliling vila sambil melihat gemerlap lampu di bawah.


"Tuan Morgan selamat atas pernikahannya,maaf saya tidak bisa datang"


"Terima kasih bli"


"Ini ada hadiah dari saya dan istri"


"Ini apa bli?"


"Terima kasih banyak bli"


"Oh ya tuan kalau ada yang di butuhkan saya ada di belakang menyiapkan makan malam bersama istri"


"Baik bli terima kasih banyak"


Morgan menatap keluar pintu dan melihat pemandangan yang begitu indah dari sana,kolam renang yang membentang di depan pintu kamar membuatnya begitu ingin mandi. Tiba-tiba ia melihat Sheva yang berjalan ke arah pintu saat Morgan sedang membuka celananya untuk bersiap masuk ke dalam kolam renang


"Aaaaaa....." teriak Sheva begitu melihat Morgan yang setengah telanjang


"Sayang...."


"Kamu ngapain sih pakai kolor doang?"


"Saya mau berenang"


"Malam-malam begini?"


"Sekalian mandi,kamu ikut?"


"Ogah...."


"Ini kamar kita"

__ADS_1


"Minggir aku mau ganti baju" ucap Sheva yang masih membelakangi Morgan karena tak ingin melihat penampilannya yang setengah telanjang itu.


Morgan memilih untuk segera masuk ke dalam air dan tak mempedulikan Sheva,di dalam kamar Sheva hanya bisa memainkan ponselnya dan bercurhat ria bersama Hana dan Rania soal kekhawatirannya malam ini.


Tiba-tiba suara ketukan pintu membuatnya terkejut,Sheva segera bangun dan pergi ke arah pintu


"Non,makan malam sudah selesai...." ucap istri Bli Banu


"Terima kasih mbak,nanti saya kesana segera"


"Baik non"


Sheva memanggil Morgan yang masih asyik di dalam air


"Mau berenang sampai kapan? makan malam sudah siap tuh"


"Sayang tolong...." teriak Morgan tiba-tiba


"Kenapa??"


"Kaki saya kram"


"Kamu seriusan???" tanya Sheva yang mulai panik


"Iya,bantuin saya naik" ucap Morgan sambil mengulurkan tangannya


Dengan malas Sheva meraih tangan suaminya,namun yang terjadi Morgan justru menarik Sheva dan masuk ke dalam air


"Morgannnn....."


"Kalau nggak begini kamu mana mau berenang"


'Hah dingin...." ucap Sheva yang mencoba untuk menepi


Namun Morgan menarik tangan Sheva sehingga ia berbalik arah,Morgan mencium bibir Sheva dan membuat mata perempuan itu membelalak kaget. Tangannya memukul-mukul dada bidang Morgan hingga akhinrya ia melepaskannya


"Kamu gila ya....?" teriak Sheva


"Enggak,kenapa saya gila?"


'Kamu tahu apa yang barusan kamu lakukan?"


"Memang salah aku cium istriku sendiri?"


"Dasar psikopat" ucap Sheva yang kemudian keluar dari kolam dan pergi ke kamar mandi untuk membilas diri


Setelah selesai mengeringkan badan dan rambut Sheva segera keluar dari kamar menuju meja makan,ia sangat sebal dengan tingkah Morgan tadi. Tak berapa lama Morgan menyusulnya ke meja makan


"Kok kamu ninggalin aku sih yang?"


"Apaan sih" jawab Sheva ketus


Mereka makan malam dengan sunyi,pertengkaran mereka membuat Bli Banu dan istrinya bingung. Di malam pertama kenapa keduanya justru tidak mesra bahkan sebaliknya,mereka mempunyai tugas dari tuan William untuk memastikan bulan madu keduanya berjalan lancar selama di Bali.

__ADS_1



__ADS_2