Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 61


__ADS_3

Keesokan harinya Sheva terlihat berjalan di lobby kantornya bersama tuan Robert,Hana yang melihat itu hanya diam dan mencoba memperhatikan dari kejauhan. Tiba-tiba Damar yang baru masuk mengejutkannya


"Ngapain cuma di lihatin?" ucapnya


"Dih ngagetin aja kamu"


"Habisnya kamu lihatin nona Sheva sebegitunya"


"Tau ah" ucap Hana sambil berjalan ke arah lift


Sheva yang sampai di ruangan terlebih dahulu melihat bahwa semua barang-barang Hana telah di pindahkan ke ruang seberang. Sheva kemudian menutup tirai yang membentang di kaca ruangannya agar tidak terlihat dari luar,beberapa saat kemudian Hana masuk dan terkejut melihat mejanya sudah tidak ada


"Va,meja aku dimana?"


"Mulai hari ini ruangan kamu ada di seberang ruangan ini"


"Va,kamu mindahin semua ini?"


"Hmmm"


"Kenapa Va? aku salah apa sama kamu sampai-sampai kamu melakukan ini semua?"


"Tidak ada,hanya saja mulai sekarang aku ingin memiliki ruangan ini sendirian tanpa harus berbagi sama kamu"


"Va,tapi kan...."


"Sudah paham kan dengan perkataanku? sekarang jika aku tidak memanggilmu jangan berani-beraninya masuk ke ruangan ini tanpa izin"


"Va,kenapa sih dengan kamu? apa ini karena kamu merasa tersinggung sebab kemarin aku bertanya-tanya soal tuan Ryota"


"Stop ya Han,aku tidak mau merusak hari ku dengan berdebat sama kamu pagi-pagi begini"


"Va,kalau memang itu masalahnya aku bisa jelaskan. Kamu boleh membenci tuan Ryota tetapi kamu juga harus tahu kalau saat ini dia sedang....." belum selesai Hana berbicara tiba-tiba tuan Robert muncul


"Papi...."


"Hana,ruangan kamu sudah bisa di tempati"


"Iya tuan"


"Bisa kamu tinggalkan kami sebentar? ada yang mau saya bicarakan dengan Sheva"


"Baik tuan"


Hana keluar meninggalkan ruangan itu,nampak tuan Robert memperhatikannya


"Papi,ada apa?"


"Oh itu tadi mami telfon kalau keluarga om William sudah mulai cek gedung pernikahan kalian"


"Oh bagus dong pi,jadi nanti biar urusan itu mami sama tante William saja yang mengurusnya"


"Ya sudah kalau begitu,papi keluar dulu ya"


"Iya pi"


Tuan Robert keluar dari ruangan putrinya dan melihat Hana mematung di depan mejanya,tuan Robert langsung masuk dan menutup pintu


"Bagaimana Hana? kamu suka dengan ruangan baru kamu?"

__ADS_1


"Tuan,ini terlalu berlebihan. Saya bisa kok memakai ruangan bersama Sheva"


"Hana,sebentar lagi Sheva akan menggantikan saya jadi kamu perlu belajar untuk menggunakan ruangan terpisah dengannya"


"Baik tuan"


'Oh ya satu lagi,saya minta kamu jangan pernah menyinggung soal kematian Mr.Namoko di hadapan Sheva. Cukup Sheva merasa terluka karena pengkhianatan Ryota,kalau kamu memang perduli sama Sheva tolong kamu stop membicarakan soal Ryota dengannya"


"Jadi alasan Sheva dan tuan Ryota putus adalah....."


"Ya,Ryota mengkhianatinya dengan memiliki kekasih lain di belakang hubungan mereka"


"Astaga tuan,saya benar-benar minta maaf. Saya tidak tahu bahwa itu yang sedang Sheva alami sekarang,saya merasa bersalah karena memaksanya bercerita tempo lalu. Pantas saja dia marah dan meminta saya untuk tidak bertanya soal tuan Ryota lagi"


"Jadi sekarang kamu paham kan apa yang harus kamu lakukan?"


"Baik tuan,saya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama"


"Bagus,kalau begitu saya permisi"


"Baik tuan"


Sheva yang akan pergi ke pantry berpapasan dengan papinya yang baru saja keluar dari ruangan Hana,sontak hal itu membuatnya bertanya-tanya


"Papi.... papi ngapain di ruangan Hana?"


"Oh papi hanya memastikan bahwa tidak ada yang kurang"


"Oh begitu"


"Kamu mau kemana?"


"Tidak usah,papi nanti minta Seryl saja yang membuatkannya"


"Seryl....??"


"Sekretaris papi,"


"Loh bukannya sekretaris papi Gina?"


"Mami kamu memecatnya dari posisi itu dan memindahkannya ke bagian arsip"


Sheva tersenyum di ikuti tuan Robert yang pergi menuju ruangannya,sesampainya di pantry Sheva bertemu dengan Damar yang tengah membuat kopi. Ia menatap Sheva dengan senyuman


"Non Sheva"


"Hai...."


"Non Sheva baru kelihatan"


"Iya"


"Non Sheva mau apa? biar saya buatkan"


"Tidak usah,saya bisa kok"


Sheva mengambil gelas dan menyeduh teh tiba-tiba saat menuangkan air panas tak sengaja tertumpah dan mengenai tangannya


"Auuuu....."

__ADS_1


Sontak Damar terkejut dan membantunya


"Non Sheva baik-baik saja? sudah saya bilang biar saya saja tapi non tetap ngeyel"


"Panas...."


"Sini biar saya bantu"


Damar membawa Sheva ke wastafel dan membiarkan tangan Sheva terkena aliran air


"Kita ke klinik ya,itu harus segera di obati kalau tidak nanti membekas"


Sheva mengangguk dan berjalan bersama Damar menuju klinik,beberapa karyawan memandang mereka. Sesampai di klinik Damar meminta salep luka bakar kepada dokter dan mengoleskannya di telapak tangan Sheva,setelah itu ia membalutkan perban ke tangan perempuan di hadapannya itu.


"Masih sakit?"


"Sudah mendingan kok,makasih ya Damar"


"Sama-sama nona Sheva"


"Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya dulu"


"Mau saya antar?"


"Tidak usah,saya bisa sendiri"


Sheva berdiri dan berjalan menuju lift sambil memegangi tangan kirinya yang terluka,sesampainya di depan ruangan Hana melihat Sheva yang meringis kesakitan.


"Va,kamu kenapa? tangan kamu kenapa?"


"Kesiram air panas tadi"


"Kok bisa?"


"Tadinya mau buat teh,eh malah kena air panas"


"Aduh Va,biasanya kan kamu minta aku yang buatin kalau nggak OB"


"Aku pikir aku bisa melakukannya sendiri"


"Va,tidak semua wanita harus serba bisa. Sekarang kamu duduk di sini biar aku buatkan"


Hana mengantarkan Sheva ke ruangannya dan meminta ia menunggu di sofa,beberapa saat kemudian Hana kembali dengan secangkir teh di tangannya. Ia meletakkan di meja depan Sheva


"Kamu kalau butuh apa-apa panggil aku. Aku ini asisten sekaligus sekretaris kamu Va,aku yang bertanggung jawab atas hal-hal seperti ini"


"Makasih ya Han"


"Sama-sama"


"Oh ya Han,maaf ya kemarin sikap ku terlalu kasar sama kamu"


"Tidak apa-apa Va,aku paham kok kenapa kamu sampai marah seperti itu"


"Sekali lagi maaf ya Han"


"Iya sama-sama,kalau begitu aku kembali ke ruangan dulu ya"


"Iya"

__ADS_1


Sheva tersenyum karena suasana hatinya sedikit lebih baik,sebenarnya ia ingin bercerita kepada Hana. Hanya saja ia tidak ingin pendapat Hana tentang pernikahan yang harus dia hadapi akan mempengaruhi keputusannya. Sheva benar-benar tidak ingin membuat orang tuanya kecewa lagi setelah keputusan bodoh yang ia ambil dulu.


__ADS_2