Perjodohan Jadi Cinta

Perjodohan Jadi Cinta
EPISODE 11


__ADS_3

Keesokan paginya di meja makan,semuanya sudah berada di sana kecuali Sheva.


"Rania,Hana, Sheva mana?" tanya Steven


"Loh Sheva belum turun?"


"Lah nyatanya dia gak ada disini"


Tak berselang lama Sheva turun sambil merapikan rambutnya


"Nah tu dia anaknya" ucap Ferly" yang langsung menatap ke arah Sheva


"Kesiangan Va,karena semalam begadang telponan sama kak Morgan" ucap Hana yang membuat semuanya terkejut


"Telponan? bukannya semalam kamu tidur lebih dulu Gan?" ucap Alta


"Oh iya memang,tapi waktu kamu sudah tidur aku bangun dan keluar buat telfon Sheva"


"Ci elahh segitunya,apa sih yang di omongin" Goda Steven


"Udah yuk sarapan,laper nih" sahut Sheva


Saat sarapan Sheva menatap Morgan yang tadi melindunginya dari pertanyaan-pertanyaan temannya,ia tidak tahu kenapa Morgan melakukan itu semua padahal semalam jelas-jelas ia telponan dengan Mr.Marcell.


Setelah selesai sarapan mereka memutuskan untuk mengemas barang-barang dan segera kembali ke Jakarta. Di perjalanan Sheva terus memperhatikan ponselnya dan tidak menghiraukan teman-temannya.


"Va,loe chat an sama siapa sih? sibuk bener" tanya Hana


"Ya jelas sama kak Morgan lah Han,mau sama siapa lagi" jawab Rania


"Tau gitu kalian tadi semobil aja"


"Apaan sih" jawab Sheva yang langsung mengalihkan pandangan ke ponselnya lagi


Sesampai Jakarta mereka kembali ke rumah masing-masing


"Aku turun rumah Sheva aja" ucap Morgan kepada Alta


"Loh kenapa Gan?"


"Papa sama mama aku ada di sana"


"Oh gitu


Sheva yang baru turun dari mobil terkejut karena Morgan sudah berada di depannya


"Kamu ngapain disini?"


"Tadi mama sama papa nyuruh aku turun disini"


"Buat apa?"


"Mereka ada di dalam kok"


Sheva mendengus kesal dan langsung masuk ke dalam rumah


"Halo sayang,udah pulang"


"Iya Mi"


"Gimana Morgan liburannya?"


"Menyenangkan om,vilanya masih terawat sekali"


"Pasti kalian punya waktu buat saling mengenal satu sama lain" ucap tuan Robert


Morgan hanya tersenyum


"Mi,Pi,Om dan tante,Sheva ke kamar dulu ya"


"Sayang temani Morgan ngobrol dong"

__ADS_1


"Udah gak apa-apa om" jawab Morgan


Sheva pergi ke kamarnya dan menelfon Marcell,mereka berencana untuk bertemu siang ini. Setelah bersiap dan berganti baju Sheva turun untuk berpamitan


"Sheva,kamu mau kemana?"


"Emb Pi,Sheva ada tugas kampus yang harus segera di selesaikan di rumah Rania"


"Loh,bukannya kamu tinggal nunggu sidang?"


"Iya tapi ada beberapa yang harus di tambahkan"


"Morgan,kamu antar Sheva" ucap nyonya William


"Nggak usah tante"


"Udah ga apa-apa,sekalian Morgan biar tahu rumah teman kamu juga"


"Yuk Va"


"Emb iyaa"


Akhirnya dengan terpaksa Sheva harus mengikuti kemauan keluarga mereka,di perjalanan Sheva hanya terdiam sambil terus memainkan ponselnya. Morgan mencoba mencari bahan pembicaraan untuk memecah suasana hening tersebut


"Nanti mau aku tunggu atau tinggal?"


"Tinggal aja,aku bakalan lama kok" jawab Sheva


"Oh ya udah,nanti kalau pulang telfon aku saja"


"Nggak usah,nanti aku naik taksi saja"


"Kamu yakin?"


"Iya"


"Ya sudah"


"Udah berhenti sini saja"


"Gak mau sampai halaman sekalian"


"Nggak usah" ucap Sheva yang langsung turun dari mobil


"Kenapa gak masuk?" tanya Morgan yang menunggu Sheva masuk ke rumah Rania


"Kamu pergi dulu saja"


"Memangnya kenapa?"


"Aku nggak enak aja kalau Rania lihat ada kamu"


"Oh ya sudah aku pergi ya"


"Iya"


Morgan menyalakan mesin dan pergi meninggalkan Sheva,namun ia tidak benar-benar pergi hanya saja dia berhenti di pertigaan perumahan Rania dan sembunyi. Ia melihat Sheva masuk ke sebuah taksi dan melaju melewati mobil Morgan,karena penasaran ia mengikutinya dan ternyata tujuan Sheva sebenarnya adalah apartemen di kawasan Central Park.


Sheva turun dari taksi dan segera masuk ke apartemen,Morgan mengikutinya. Namun ia tidak keburu karena Sheva lebih dahulu masuk ke dalam lift dan Morgan melihat lift itu menuju lantai tiga belas tak pikir panjang ia segera pergi ke tangga darurat dan mengejarnya. Dengan kecepatannya ia bisa mengejar Sheva dan melihat Sheva yang baru saja keluar dari lift. Setelah itu Morgan terus mengikuti Sheva hingga dia berhenti di depan sebuah pintu kamar dan melihat Marcell membukakan pintu untuknya.


Morgan seperti tidak percaya jika Sheva seberani itu pergi ke apartemen seorang lai-laki sendirian,ia juga sudah memikirkan hal-hal apa yang akan terjadi di antara mereka berdua.Morgan kembali ke mobilnya dan langsung kembali ke rumahnya,sejak saat itu sikap Morgan kepada Sheva tidak seperti biasanya. Ia seperti cuek dan meminta papanya untuk mengundur tanggal pertunangan mereka berdua.


Malam itu saat makan malam,Morgan memberanikan diri mengatakan hal tersebut kepada orang tuanya.


"Ma,Pa ada yang mau Morgan bicarakan"


"Soal apa Ga?"


"Morgan ingin acara pertunangan dengan Sheva di tunda"


"Tundaa??? kenapa??" tanya tuan William terkejut

__ADS_1


"Ga,kamu tahu kan kalau keluarga kita sudah sepakat untuk melakukan pertunangan kamu besok Sabtu. Semuanya sudah di persiapkan,kamu jangan kayak gitu dong kita jadi nggak enak sama keluarga om Robert"


"Tapi Morgan punya alasan kenapa mau menunda pertunangan ini ma"


"Apa? apa alasan kamu?" tanya tuan William dengan nada tinggi


"Paa...."


"Aku harus mempersiapkan diri untuk ujian minggu depan pa"


"Lalu apa hubungannya dengan pertunangan?"


"Sudah Morgan,kamu tidak perlu khawatir soal pertunangan. Semuanya sudah mama dan tante Lista yang atur,kamu tinggal pilih cincin besok sama Sheva. Pengrajin perhiasan langganan mama akan datang besok,jadi kamu dan Sheva harus ada waktu setidaknya untuk besok"


Morgan hanya diam dan kembali ke kamarnya,semua ini terlalu serius untuk dirinya. Ia hanya tidak ingin merebut kebahagiaan Sheva,rasanya baru kemarin waktu di vila ia dapat melihat Sheva tersenyum lepas setelah bertemu dengan Marcell.


Pagi-pagi sekali sebelum berangkat ke kampus,Sheva mendapatkan telfon dari Mr.Marcell.


"Halo Va"


"Halo kak Cello,ada apa?"


"Kamu siang ini ada acara?"


"Enggak,memang kenapa?"


"Kita lunch yuk"


"Boleh,mau dimana?"


"Gimana kalau di Hiraku?"


"Bagus juga,oke nanti sehabis kelas aku langsung ke sana"


"Oke ,kamu hati-hati ya berangkat ke kampusnya"


"Iya kak"


Sheva keluar dari kamar dan menemui kedua orang tuanya yang sedang sarapan,


"Pagi Mi,Pi"


"tumben kamu happy banget,ada apa?"


"Enggak kok pi"


"Oh ya Sheva,siang ini kamu ke rumah om William ya"


"Buat apa Mi"


"Kamu akan ketemu sama pengrajin cincin untuk memilih cincin buat pertunangan nanti"


"Tapi Sheva ada acara"


"Acara apa?"


"Itu Pi emb sosialisasi gitu"


"Nanti biar papi yang bilang ke pihak kampus untuk izinkan kamu"


"Ehh enggak usah Pi,biar Sheva nanti izin sendiri"


"Ya udah,jam satu ya jangan lupa dan jangan telat. Om William datangkan langsung pengrajin ini dari Paris karena dia langganan keluarga William"


"Iya Mi,kalau begitu Sheva berangkat dulu ya"


"Ya sudah kamu hati-hati"


...STEVEN JHON ALEXANDRA...


__ADS_1


__ADS_2