Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Lio Boston dan Tika


__ADS_3

"papa,bawa Tika kembali pa,kita akan mulai semuanya pa" Lio menggenggam erat tangan Boston dan mencium punggung tangannya, Arlan menyelesaikan operasi nya dan dia terduduk di lantai sambil menangis


"terimakasih kalian sudah mau hidup,gua seorang dokter ternyata" Arlan melihat Tika dan Boston yang sudah kembali membaik dan memindahkan ke kamar mereka masing-masing


Lio keluar dari ruang operasi dan menangis memeluk Elisa,dan semuanya heran melihat Lio


"kenapa nak" Elisa mengusap rambut Lio


"Lio, berdosa sama papa " Lio menangis sedih sekali


"terimakasih nak,kamu sudah membuka hati kamu untuk pak Boston,bunda bangga sama kamu" Elisa mencium kening Lio dan mendudukkannya di dekat Meyza


tak berapa lama, perawat mendorong tempat tidur Tika dan Boston, mereka di antar ke kamar masing masing,dan Meyza tak kuasa menahan air matanya mengikuti Boston yang belum sadarkan diri


"Tika, kamu baik baik saja kan nak" Desi memegang tangan Tika erat sekali, Jovan, Rizal, Bobi dan Meyza menunggu di kamar Boston dan yang lainnya di kamar Tika


"Lio" Boston memanggil nama Lio saat akan sadar dan Lio segera masuk dan memeluk Boston


"ini Lio pa" Lio memeluk Boston sangat erat dan menangis seperti anak kecil


"papa" Boston sangat senang sekali mendengar Lio memanggil nya papa


"iya pa, terimakasih sudah mau membawa Tika kembali dan papa juga mau kembali, Lio sayang papa, maafkanlah Lio pa pernah tembak papa" Lio terus menangis


"plak" Meyza menarik tangan Lio dan menampar nya dengan sangat keras


"Meyza" suara Boston sangat keras sekali dan menatap Meyza dengan marah nya


"jadi luka tembak itu bukan dari musuh pak Boston, itu dari anak nya sendiri, kenapa kamu tega menembaki orang tua mu ha, sampai demi menyelamatkan adik kamu sendiri baru kamu mau panggil papa" Meyza menarik baju Lio dan mendorongnya nya kuat


"Meyza, tolong papa baru siap operasi,jangan buat dia lemah Meyza" Jovan mendekati Meyza yang masih sangat marah


Rizal dan Bobi memegang Lio,dan Boston menarik tangan Lio agar dekat dengannya


"keluar kamu Meyza, Lio anak saya" teriak Boston dan Meyza keluar dari kamar Boston sambil menangis kecewa dengan ucapan yang didengarnya


"pa, jangan seperti itu, Meyza yang terluka pa karena sifat Lio" Lio ingin mengejar nya tapi Boston melarang nya


"dia juga sering papa marahi nak,jika dia selama egois gitu, nanti dia juga akan minta maaf,kamu nggak usah cemas" sebenarnya Boston sangat bersalah membentak Meyza,tapi Lio anaknya dia sangat merindukan nya


sementara dikamar Tika


"buk, Tika teh masih hidup" Tika membuka matanya dan mencari Boston


"masih atuh nak" Desi senang akhirnya Tika sadar sekadar dan Handoko mendekati Tika


"pak,teteh mana" Tika mencari intan


"sedang pergi sama ibu Elisa nak,mau beli boneka buat kamu" Handoko membelai lembut kepala Tika


"Boneka yang besar atau pak" Tika tersenyum lebar


"iya,nanti teh bonekanya sebesar kamu" Desi tertawa senang putri nya sudah membaik


Elisa dan Intan sampai di toko boneka dan mereka memilih boneka yang paling besar dan dibawa ke rumah sakit di bantu oleh Pokas

__ADS_1


"sayang, maaf bunda kemarin bentak kamu, jangan marah ya sayang" Elisa tau jika Intan sangat terluka


" udah nggak apa-apa bun, Intan sayang bunda" Intan memeluk Elisa


Pokas membawa boneka besar ke kamar Tika


sayangnya Tika sedang tidur, Jovan tidak melihat Intan di kamar Tika dan saat Jovan mau menanyakan Intan pada Pokas, dia melihat Intan sedang berbicara dengan Dokter Benny


"gimana kabarnya Intan" Benny mengulurkan tangannya dan Intan pun menyambut salam Benny


"Intan sehat kak, terimakasih ya kak kemarin sudah tolongin Intan" Intan tertunduk malu


Benni tersenyum melihat wajah Intan yang sangat cantik saat malu, Jovan menghampiri Intan dan mengajak nya pulang


"kamu istirahat di rumah" Jovan tidak suka Intan di dekati pria lain


"kak, Intan pamit ya, terimakasih udah tolongin Intan" Intan tersenyum sangat cantik, dia ingin membalas Jovan tadi malam


"iya,hati hati dijalan" Beni tersenyum melihat Intan yang meninggalkan nya dengan Jovan.


"ingat istri orang" Jovan menepuk pundak Benny


"gua ingat kok, santai" Benny meninggalkan Jovan sendirian


Jovan dan Intan masuk kedalam mobil,dan mereka pulang dulu untuk istirahat


"sayang, kamu capek" Jovan mengelus rambut Intan


"hem" Intan menjawab nya singkat


"sampai rumah istirahat sayang, Aa pijit mau"? Jovan menggenggam tangan Intan


"dengan senang hati sayang" Jovan tertawa senang sekali,dan mencium tangan Intan,dan Jovan dengan cepat melajukan mobilnya


Jovan langsung mengunci semua pintu rumah dan menyusul istrinya ke dalam kamar, Jovan mengganti pakaian nya hanya memakai boxer


"lihat saja Aa, Intan kerjai kamu" Intan yang sedang berada di kamar mandi membawa lingerie nya dan memakainya


"sayang bawa lulur nya ya" Jovan sudah menyiapkan matras di atas lantai untuk Intan


"sayang" Intan keluar dengan lingerie berwarna merah maroon yang sangat tipis dan di ikuti suara manja nya


Jovan menelan air liurnya yang terasa penuh di mulutnya dan mendekati Intan mengambil lulur dari tangannya


"kamu menggoda Aa" Jovan menciumi leher istrinya


"Intan capek, tolong lulur dulu" Intan menyalakan lilin aromaterapi dan memakai parfum untuk mengerjai suami nya dan dia berbaring di atas matras


Jovan memulai dengan kaki mulus Intan, Intan sudah mulai tersenyum usil, dengan cepat Jovan melakukan pekerjaan nya agar bisa langsung menerkam istrinya


"Aa, bagian dadanya belum" Intan langsung membalikkan badannya dan Jovan sudah tak sabar sekali rasanya


"ini sayang" Jovan memijit lembut dada istrinya dan sesekali mengisap nya seperti anak bayi


"kamu nakal" Intan bergeliat seperti cacing dan Jovan semakin panas

__ADS_1


"sayang, sekarang ya" Jovan ingin membenamkan bibirnya di dalam mulut Intan tapi Intan menolaknya


"Intan capek, Aa bagian pahanya ya" Intan menyibak mantel yang dipakainya dan Jovan lagi lagi harus menahan panas di dalam tubuhnya


"sayang, Aa nggak kuat" Jovan meraba raba paha mulus Intan dan Intan mengangkat kaki kanannya, Jovan memeluk Intan tapi Intan menolaknya dan Jovan sangat marah


"mau kemana" Intan menarik tangan Jovan tapi Jovan menepisnya dan berdiri keluar dari kamar


Intan masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan lulur nya setelah itu dia keluar dari kamarnya hanya menggunakan dalaman warna biru dan Jovan sedang menonton Tv


"jangan pakaian seperti itu kalau nggak mau layani suami, nanti kalau Aa perkos*,nggak akan ada kaya berhenti" Jovan gusar melihat Intan yang sangat menggoda


"kata siapa" Intan berjalan ke dapur dan mengambil madu dari dalam kulkasnya dan mendekati Jovan


Jovan melihat Intan meminum madu yang sengaja tidak ditelannya, hingga madu kental itu turun dari bibir,leher dan dada indahnya


"ya tumpah sayang, ambilkan tissue Aa" Intan mencondongkan dadanya di hadapan Jovan dan Jovan kesal sekali tidak mau memgambil


Intan langsung duduk dipangkuan Jovan dan Jovan mulai tersenyum


"mau Aa bersihkan madu nya" Jovan ******* bibir Intan sekali dan menunggu jawaban istrinya


"sampai bersih sayang" Intan berbisik di telinga Jovan dan mengisap leher Jovan dan tanpa lama Jovan menjila*i semua madu di badan intan


Jovan menidurkan Intan di sofa dan mulai melakukan kesenangan nya,dia tak akan melepaskan Intan rasanya sampai besok


"Aa,kamu nakal" suara Intan yang tersengal membuat Jovan semakin gila,semua badan Intan banyak tanda merah


"kamu hanya milik ku Intan" Jovan mengisap kuat semua leher Intan dan mempercepat gerakan nya sampai Intan bergeliat menahan gejolak yang diciptakan suaminya


"Jovan" Intan pun mengisap semua leher Jovan, sampai mereka berdua tumbang tak berdaya, tubuh Jovan masih menyatu dengan Intan


"Aa, keluarin Intan mau bersihin dulu" Intan menggerakkan badan Jovan


"sayang jangan nanti dia bangun lagi,diam aja ya" Jovan semakin menekan miliknya ke milik Intan


"aw, Aa udah sayang, nanti kita sambung lagi ya" Intan mendorong badan Jovan


"tu kan" Jovan pun kembali menunggangi istri nya karena lagi lagi si kecil nya terbangun


"emang Intan sengaja" Intan membalikan badan Jovan dan dia bergoyang manja dan Jovan sangat puas sampai mereka menyelesaikan nya 2 x dalam waktu 1 jam


Intan masuk kedalam kamar mandinya dan membersihkannya tubuhnya sedangkan Jovan masih menikmati suasana yang baru terjadi


"Intan Viola,ganas juga kamu sayang" Jovan masuk kedalam kamar dan Intan sedang mengeringkan rambutnya hanya memakai handuk saja


Jovan meremas lembut dada Intan dari belakang,dan masuk ke kamar mandi


"Aa, Intan lapar" Intan mengetuk pintu kamar mandi Jovan


"iya sayang" Jovan mengecup kening Intan dan Jovan mengambil bajunya dan keluar dari kamar untuk memasak makanan, sedangkan Intan sedang mengganti pakaian nya


"sayang masak apa" Intan datang dengan kimono yang sangat pendek dan dadanya terlihat sangat indah


"makan dulu sayang,baru kita ulangi lagi" Jovan melanjutkan memasak nya dan Intan memeluk erat Jovan dari belakang, setelah Jovan selesai memasak Intan menarik leher Jovan dan melu*at bibir Jovan

__ADS_1


"Intan belum puas" Intan pun mendudukkan Jovan di kursi meja makan dan Jovan tak berdaya saat Intan menaikinya


"kamu nanti nggak bisa jalan sayang" Jovan menggendong Intan dan mendudukkannya di meja,lagi lagi Jovan menuntaskan hasrat istri tercinta nya dan Intan akhirnya lemas tak berdaya dipelukan Jovan


__ADS_2