
"mas kenapa ya tanda kita sama,apa artinya mas" Tika menatap Lio karena penasaran.
"nanti kita tanya ibu sama bapak ya,mana tau kita ini saudara kan dek" Lio mengusap rambut Tika
"lya mas,mas Lio,teteh Intan,Aa Tomi dan Tika juga kita semua anak bapak dan ibu kan mas,jadi nanti mas bisa bawa Tika naik helikopter kayak teteh Intan" Tika bercerita sangat senang Sampai menangis.
"iya sayang,kalau nanti teteh Intan sembuh kita liburan naik helikopter ya dek" Lio sangat senang adiknya dirawat keluarga Handoko.
Lio memeluk Tika, karena adiknya masih hidup,dia tak sabar ingin pulang dan menanyakan semua pada Desi dan Handoko,tapi Tika masih mau main main didalam mall.
"dek,kamu potong rambut ya ini udah kepanjangan,kita ke salon ya" Lio memeluk adik nya dengan penuh kerinduan.
"iya mas,tapi tunggu teh Intan pulih dulu,baru dipotong sama kak Intan,gini mas,nanti kepala Tika dikasih mangkok terus dipotong poni depan nya, belakangnya dipotong petak gitu mas" Tika sangat bangga sama Intan yang begitu menyayangi nya.
"sekarang kita ke salon ya,kita rapikan rambutnya,kak Intan belum terlalu pulih dek" Lio tersenyum mendengar cerita Tika
"baik lah mas,kalau mas yang bayarin, Tika nggak punya uang mas" Tika berjalan mengikuti Lio.
"mall ini juga kalau kamu mau,bisa mas beli dek" Lio dan Tika tertawa
Tomi pulang dari sekolah dan melihat Intan sedang istirahat,dan bapak serta ibunya sedang menonton tv
"pak cepat sekali pulangnya,kenapa pak" Tomi tidur di kaki ibunya.
"panen nya dah selesai nak,kamu teh makan dulu nak,ganti baju atuh" kata Handoko pada anaknya.
"Tomi capek pak,mau gini sebentar" Tomi murung karena ada yang membuat hatinya gelisah
"kamu kenapa nak,biasanya ceria ini teh murung" Desi membelai rambut Tomi
Lio dan Tika sampai dirumah, Lio berlari menuju rumah Handoko sedangkan Tika dibantu mang Ujang menurunkan barang barangnya.
"ibu,bapak kalian dimana Lio mau tau sesuatu" Lio langsung masuk kedalam rumah Handoko dengan menangis.
"kenapa tuan,ada apa" Handoko cemas melihat Lio menangis
__ADS_1
"pak, ceritakan semuanya pak,jangan ada yang ditutupi lagi Pak" Lio memegang tangan Handoko.
"kamu mau tau apa Lio" tanya Desi yang sudah yakin jika Lio anak Dean,yang tak lain adalah kakak kandung nya.
"buk, Tika anak siapa" Lio mencoba tenang dan berharap tak ada kebohongan lagi.
"Tika anak Dean Ningrum dan Boston Kinder Lio" Desi menangis mengingat Dean yang dulu menitipkan Tika agar tidak dibunuh
"itu orang tua Lio buk,nama adik nya Lio Deanika Kinder bukan Tika buk dan panggilan nya Nika" Lio masih bingung dengan semua nya.
flashback on
saat Lio berumur 13 tahun, Tika berumur 3 bulan, jarak kelahiran mereka memang jauh karena dulu Boston dan Dean memang sengaja karena kondisi keuangan yang sangat susah dan mereka pun kerja keras supaya hidup mereka berubah dan anak nya bisa hidup yang layak.
usaha Boston mulai berkembang pesat saat Tika berumur 4 bulan, banyak toko yang dimilikinya dan banyak juga rumah yang dijadikan kontrakan oleh Boston.
Dean begitu percaya kepada Boston hingga akhirnya muncullah orang ketiga yang sangat tergila-gila dengan harta Boston, Dean pun dimadu oleh Boston,dari istri mudanya Anin, Boston mulai menginjakkan kaki nya di club malam, minuman keras dan obat obat terlarang.
Dean mengurus semua usaha Boston dan dengan kepintaran Dean semua hartanya sudah atas nama 2 anaknya,hingga akhirnya Anin hamil dan melahirkan seorang anak dan dia meminta semua harta Boston tapi dia terlambat semua harta sudah milik Lio Deano Kinder dan Deanika Kinder.
Boston mengemis ingin kembali pada Dean,tapi Dean sudah terluka atas perlakuan Boston,mulai dari tamparan,ucapan yang sangat menyakitkan hati Dean dan itu semua terjadi dihadapan Lio.
Boston sadar jika Anin akan bermain kotor dan dia pun memberi tanda pada tangan Lio dan Tika agar suatu saat jika dia mencarinya itu akan gampang.
Boston mengantar Dean ke Bandung kampung halaman Dean supaya aman dari Anin.
Dean nekat meninggalkan ke 2 anaknya di Bandung dan menitipkan nya pada orang tuanya,karena takut semua hak anaknya diambil oleh Boston.
Lio mencemaskan ibunya yang pergi tanpa permisi dan menyusul ke terminal dekat pasar saat dia mau pulang dia tidak tau naik apa untuk kembali ke rumah neneknya.
saat Desi mendengar Dean datang, Desi pulang dan melihat orangtuanya sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya,karena mempertahankan Tika, Desi dan Handoko masuk kedalam rumah dan menemukan Tika didalam sebuah lemari agar tidak ditemukan oleh anak buah Anin.
untung Tika tertidur pulas jadi dia tidak menangis saat anak buah Anin datang,dengan cepat Desi membawa Tika kerumah tuan Polan agar Tika aman, Handoko tidak menemukan Lio dirumah itu,mereka berpikir kalau Lio sudah habis ditangan Anin.
Anin membunuh Dean saat tiba lagi di Solo,dan Boston melihat semua tindakan Anin, Boston pun membalas semua kelakuan Anin tapi tidak sampai mati dan memasukkan nya kedalam rumah sakit jiwa.
__ADS_1
Boston mulai berbisnis obat obat terlarang dan menjadi orang yang sangat-sangat kejam,jika ada yang menyebut nama Kinder orang akan menjauh dan tidak mau berurusan lagi,dan karena kelakuannya nyawa 3 anak nya Lio, Tika dan Kino (anak Anin) dalam bahaya karena musuh Boston sangat banyak untuk bisa berkuasa.
flashback off
Desi menangis melihat Lio yang meraung-raung dalam tangisan nya,
"mama, Lio rindu, kenapa mama tinggalkan Lio saat itu ma, Lio nggak butuh harta Boston Kinder ma" tangisan pecah didalam rumah Handoko
Handoko memberikan semua map surat yang sudah disimpannya selama 12 tahun dan menyerahkan nya pada Lio.
Desi memeluk Lio,dan Lio menangis sekuatnya membayangkan Dean seandainya masih hidup.
"Lio nggak mau ini pak, Lio mau mama Lio, Lio akan menghabisi Boston Kinder, Lio nggak perduli pak" Lio melempar map yang diberikan Handoko dia mulai mengamuk dan menghantamkan tangan nya ke dinding
Vivian datang karena Tomi takut melihat Lio yang sangat marah, Intan juga menangis mendengar semuanya tapi dia tidak berani keluar
"Aa Jovan,mas Lio mengamuk Aa" Intan menelfon Jovan karena takutnya melihat kemarahan Lio.
"kenapa Intan, Lio kenapa" Jovan panik mendengar suara Lio yang sangat besar
"Boston Kinder Aa,mas Lio sudah tau semua, ternyata Tika adik kandung mas Lio bukan adik Intan" Intan menangis, Tika bukan adiknya dia akan kehilangan Tika
"sekarang Aa dan mas Bobi akan kesana ya,kamu dikamar jangan keluar kalau takut" Jovan panik dan segera menelfon pilotnya untuk datang dan segera ke Bandung
"Bobi kita jemput Arlan sekarang,kita harus ke Bandung, Lio dalam bahaya" Jovan mematikan telfonnya dan bergegas membereskan semua pekerjaan nya sambil menunggu helikopter datang.
Bobi tanpa banyak tanya langsung menelfon Arlan untuk berangkat ke Bandung,dan beruntung Arlan memang sudah sampai di Bandung.
"Lio dalam bahaya,tolong langsung ke rumah nenek gua mohon" Bobi menangis ntah bahaya apa yang dimaksud Jovan
"iya gua baru sampai dan mau cek Intan juga, Bob itu yang dirumah Handoko ramai kenapa" Arlan turun dari mobil dan bergegas lari kerumah Handoko
"Lio,lo bisa mati jangan Lio" teriak Arlan terdengar keras dan membuat Bobi takut
Bobi segera berlari keruangan Jovan,
__ADS_1
"Jovan, Lio, Lio" Bobi menangis dan Jovan mengambil hp Bobi dan mendengarkan Arlan menyuruh Lio berhenti.
helikopter sudah diatas,mereka berdua cepat berlari dan meminta helikopter langsung mendarat dihalaman rumah Vivian yang sangat luas.