
Meyza dan Bobi melihat Intan yang semakin jatuh dalam kecemburuan nya,tidak ada yang berani mendekatinya
"dek, dengar mas Bobi jangan pikirin itu ya,kamu harus pikirkan kesehatan kamu" Bobi menyesal sekali dengan tindakan nya tadi
"nggak usah kasihan sama Intan,nggak masalah kok mas" Intan menatap keluar jendela
Meyza sudah tau keadaan Devina,dia memang paham rasa cinta Intan yang besar untuk suaminya, tapi di posisi Jovan,Devina lah yang membawa perubahan besar baginya
"harusnya tadi kita jangan angkat telfon bunda" Bobi sangat kesal sekali
flashback on
saat Elisa di dalam mobil Jovan, Elisa menghubungi Rizal untuk mengabari Fany dan Vivian sudah sampai di Indonesia
hp Rizal yang berbunyi diangkat oleh Bobi karena Rizal sedang ngopi di cafe depan rumah sakit
"mas itu hp ayah bunyi" Intan menunjuk hp Rizal karena mereka bertiga masih asyik makan seafood, Boby menghidupkan loud speaker nya karena tangannya kotor
"hallo,hallo,bunda" Bobi memanggil tapi Elisa tidak menjawab,tidak berapa lama terdengar suara tamparan,yang membuat mereka kaget
dari situlah semua terdengar jelas oleh Intan
dan seketika suasana mencekam terasa di kamar Intan.
flashback off
Elisa dan Jovan mencari dimana Devina hingga Natasya terlihat menangis dan Jovan mendekati nya,
"Devina mana" Jovan bertanya pada Natasya yang duduk di lantai.
Elisa sudah melihat Devina dari kaca transparan ruang rawat Devina, Elisa merasa ditampar keras oleh keadaan Devina yang tak berdaya
"maafkan tante ya" Elisa benar benar merasa bersalah atas egois nya
"ini Devina Jo" Elisa menarik tangan Jovan
"Vina,kamu dengar aku kan,bangunlah Devina, izinkan aku minta maaf dulu,minta maaf atas sikap kasar Intan dan sifat ku tadi,jangan marah dengan cara seperti ini,tolong berikan aku kesempatan untuk minta maaf,bunda ku akan merawat mu,tolong bantu kami membalas semua sikap egois kami" Jovan mengatakan nya di luar ruangan Devina
__ADS_1
Elisa belum sadar juga hp nya yang tersambung pada Rizal dan semua sudah di dengar jelas oleh Bobi, Meyza dan Intan
Intan berdiri dan langsung menarik selang infus di tangan nya,dia sudah hancur total sekarang,cinta yang diberikan nya sangat besar ternyata belum bisa mengusir Devina dari hati Jovan
"jangan halangi Intan" Intan memecahkan gelas dan pecahan gelas ditangan nya akan digoreskan ke tangannya bila Bobi dan Meyza menghalangi nya
"sayang, sini sama kak Meyza, jangan gegabah dek" Meyza mengulurkan tangannya
"Intan nggak main main kak,awas" Intan berteriak pada Meyza
Bobi menghubungi Lio tapi sialnya hp nya nggak aktif
"dek, dengar mas Bobi itu bahaya,kita akan selesai kan ini semua dengan ayah dan bunda ya" Bobi mencoba mendekati Intan
"minggir, Intan nggak main main" Intan akan menggores tangannya, tapi Meyza sudah menarik tangan Bobi agar menghindar dari Intan
Intan berjalan cepat dia tidak peduli dengan tangan nya yang berlumuran darah karna selang infus yang di tarik nya
"tolong pak, Intan sekarang dalam keadaan tertekan,tolong perketat penjagaan nya" Meyza menelfon bodyguard Boston
tangisan Intan semakin kuat lagi saat dia sampai di atap rumah sakit dia berjalan dengan pikiran kacaunya,dia berjalan sampai ke pinggir atap
"jangan macam-macam dek,nanti kamu jatuh" Bobi berteriak sangat kencang
Meyza sudah sampai di atap dengan ditemani bodyguard Boston
"Intan, sayang dengar kakak dek,kamu kalau berakhir dengan melompat kebawah percayalah satu hal Tuhan Maha Pencipta tidak akan membiarkan kamu tenang sekalipun kamu sudah tiada,kamu tidak akan pernah lagi bertemu ibu,Ibu yang melahirkan kamu dan menyekolahkan kamu dengan susah payah" Meyza berjalan pelan untuk mendekati Intan yang terus menangis
"kenapa harus aku yang terjebak dengan ikatan pernikahan ini, harusnya aku menolak nya dan sekolah yang benar" Intan berteriak kencang untuk melepas semua beban pikirannya
Elisa menunggui Jovan yang masih menanti Devina bangun,dia ingin menelfon Rizal untuk izin keluar dengan Jovan
"Jo dari tadi hp bunda tersambung ke hp ayah" Elisa sangat panik dia memanggil suaminya tapi suara yang terdengar suara tangisan Intan dan Bobi yang histeris
"kenapa bunda" Jovan menarik hp nya dan mendengarkan kepanikan Bobi
"dek sini kamu bisa jatuh,itu bahaya kamu dengar mas Bobi kan" Bobi masih berusaha membujuk Bobi, Intan menggores tangannya dengan pecahan gelas yang masih dipegang nya dan menyuruh Meyza mundur
__ADS_1
"aaawwww, kamu jangan lukai diri kamu,nggak ada guna nya" Meyza sudah panik total dan Boston menelfon nya dan itu langsung tersambung ke telinga Meyza
"Meyza helikopter akan datang tolong ulur waktu nya,jangan sampai terjadi apa apa dengan-nya" Boston memutus sambungan telfonnya.
Lio dan Rizal hendak kembali ke kamar Intan,tapi semua nya heboh dengan Intan dan Lio juga melihat nya, Intan sudah dipinggir atap,dia berlari sangat kencang sampai ke atap
Jovan menarik tangan Elisa untuk segera kembali ke rumah sakit tempat Intan, Jovan masih mendengar semuanya
"jangan Intan,aku mohon" Jovan sudah sangat cemas dam Elisa sudah tak berdaya lagi,
Lio sampai dan berhenti terdiam melihat adik kesayangannya sudah menangis sekuat kuatnya
"turun kamu Intan" suara Lio sangat besar, tak berapa lama Rizal sudah sampai, meskipun dia belum tau apa masalah nya
Rizal berjalan mendekati Intan dia tidak peduli apa yang akan terjadi selanjutnya yang penting Intan selamat
"jangan mendekat sama Intan ayah" Intan menyayat telapak tangan nya lagi dan Rizal mengalah
"mau kamu apa nak" Rizal bertanya dengan lembut
"cerai" Intan sudah tak kuat lagi menahan nya
"baik, sekarang turun" Rizal menurut sama Intan
"Jovan nggak mau ayah" Jovan berteriak dan semakin kencang mengendarai mobil nya
Intan percaya sama Rizal,saat dia berjalan mendekati Rizal,badan nya sudah lemah karena banyak nya darah yang keluar ditambah lagi panas terik matahari
"Intan" semuanya berteriak keras dan Jovan me rem mendadak mobilnya,dia sudah membayangkan apa yang terjadi
Dr Benni(dokter yang operasi Intan) yang
melihat Intan terjatuh tak sadarkan diri, langsung menangkap Intan dan untungnya bajunya tersangkut di besi besar,hingga dia pun tak ikut jatuh dengan cepat Lio menahan badan Benni di ikuti para bodyguard nya
"kita tarik dia ke atas Ben" Lio dan Beni mencoba nya dan ternyata baju Intan tersangkut,kalau ditarik badan Intan sudah pasti tergores parah.
"Bobbi tolong ambilkan banyak seprai tempat tidur,bilang nama gua" tanpa banyak Bobby turun dan mengambil nya
__ADS_1