
pagi hari Intan merasa bagian kewanitaan nya perih untuk bangun dari tempat tidur nya dia membangunkan Jovan
"sayang, Intan nggak bisa jalan,sakit banget" Intan mencium pipi suaminya.
"hemmm udah pagi ya,kamu susah jalan ya sayang, Aa gendong aja ya atau kita mau ke dokter aja" Jovan memeluk istrinya dia menyesal sekali tapi memang itu sudah kewajiban mereka berdua
"nggak usah Aa, Intan ikhlas sayang, asalkan Aa bahagia itu sudah cukup" Intan menciumi dada suaminya.
"sayang kamu akan selalu percaya dengan Aa kan" Jovan harus meyakinkan Intan jika apapun yang terjadi tetap percaya padanya dan jangan sampai ada kecurigaan sedikit pun
"asalkan jangan ada wanita lain Aa" Intan masih belum bisa menerima jika ada wanita lain
Jovan dan Intan mandi bersama,dan Jovan selalu membantu Intan,dari memandikan,menyabuni badan istrinya,memilih pakaian dan mengeringkan rambutnya dan turun ke bawah untuk sarapan
"selamat pagi teteh Intan, sarapan sudah terhidang" Ninuk sangat kompak dengan Intan dan dia di suruh Elisa untuk membantu Intan
"hai Ninuk kamu masak apa" Jovan menggendong istri kesayangan nya dan mendudukkannya di kursi meja makan
"ini semua menu yang sudah disiapkan nyonya Elisa mas, Ninuk tinggal masak aja" Ninuk melayani Jovan dan Intan untuk makan
"terimakasih ya Ninuk,kamu makan sama kita yuk" Intan mengajak Ninuk untuk makan bersama tapi Ninuk mau menyetrika pakaian dan pergi meninggalkan Jovan dan Intan
"sayang kalau kamu bosan nanti ke kantor aja ya,biar supir yang antar kamu" Jovan tidak mau istrinya kesepian saat dia bekerja
"iya sayang nanti Aa datang ya,saat istirahat" Intan memeluk manja suaminya
"aku cinta kamu sayang" Jovan menyuapi Intan untuk makan
sementara di rumah Bobi sudah ada Lio yang datang membujuk Bobi dia melihat vas bunga yang pecah
"dengar dulu Bobi, Devina dihajar habis-habisan oleh Joice,dia tidak mau mengganggu hubungan Jovan dan Intan,semua uang penjualan rumah dari lo sudah di habiskan oleh Joice untuk membangun perusahaan nya kembali" Lio mulai menjelaskan nya pada Bobi
"ya udah penjarakan aja Joice,susah amat hidup nya, lagian ada polisi kenapa lo pada kayak orang be*o sih" Bobi tetap tidak menerima nya
"Bobi, Joice sudah kami jebloskan kemarin tapi dia dijamin oleh seseorang Bob,dan dia sekarang bebas begitu saja" Lio dengan sabarnya masih menerangkan semuanya pada Bobi
"siapa yang bisa kalahkan kekuasaan kita,nggak ada yang berani Lio" Bobi masih tidak mau menerima permintaan Lio
"Boston Kinder" Lio menjawab dengan datar
__ADS_1
"bokap lo" Bobi menatap Lio tak percaya
"nenek, Fani,bunda dan ayah sengaja kami kirim ke Singapore,gua mau habisi Boston,dan lo tau Govar, Farid Jalkon, Miko Sander bergabung dengan Boston kinder" Lio akhirnya jujur pada Bobi
"kenapa dia mengusik Intan,dia nggak ada urusan dengan Intan" Bobi mulai dendam lagi pada Miko papa nya
"karena kelemahan kita ada pada Intan,makanya mereka akan menyerang Intan" Lio sudah tau tujuan mereka melalui Intan untuk menghancurkan perusahaan William
"Miko Sander gua kira lo udah tewas, seujung jari lo menyentuh keluarga William,akan gua buat lo berlutut minta ampun" Bobi melemparkan gelasnya ke dinding dan pecah berantakan
"ternyata dia yang sangat menakutkan dari pada Jovan" kata Lio dalam hati nya dia tidak pernah melihat kemarahan Bobi
"sekarang rencana kita apa" tanya Bobi pada Lio
"lo tau Devina tidak bisa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif lagi karena Dokter Natasya yang menanganinya juga sedang diancam oleh Joice,dan sudah dipecat atas fitnah dari Joice" Lio memberitahukan semuanya
"gua nggak paham awalnya apa dari ini semua" Bobi sudah mulai tidak paham ceritanya.
flashback on
1 minggu yang lalu Bobi dan Jovan sedang melakukan survey dekat dengan rumah Devina yang dibeli Bobi,Jovan mau membangun hotel atas nama Intan karena tanahnya sangat luas sekali, tapi saat mereka mau pulang sopir kantornya mendengar suara perempuan di siksa dari rumah Devina dan dia bilang kalau itu rumah yang pernah dikunjungi nya saat mengantar Devina.
Lio langsung menghubungi Pokas untuk membawa anak buahnya dan rumah Devina dijaga dengan orang berbadan besar dengan senjata
Lio, Pokas dan Jovan masuk kedalam rumah Devina diam diam karena belum ada yang menyadari kedatangan mereka
"Devina kamu tidak mau kan wanita ini saya tembak kepala nya" Farid Jalkon mantan suami Joice menggunakan Natasya sebagai umpan
"jangan sentuh dia, lepaskan mas" Devina tak berdaya dengan keadaan nya
"kamu hanya merayu Jovan dan buat dia jadi suami kamu dan serahkan Intan pada Govar untuk jadi istrinya,dan ambil semua alih perusahaan William group dan aku akan hancurkan Rizal dan Jovan" Miko Sander juga sudah bergabung dengan Farid Jalkon dan Govar, perusahaan yang dihancurkan Lio dan Jovan
"tidak akan pernah aku mengganggu kehidupan Intan dan Jovan karena massa depan mereka masih panjang sedangkan aku hanya bertahan 2 atau 4 bulan lagi" Devina menentang keras permintaan Miko
"plak plak" tamparan Joice meluncur ke pipi Devina sampai Devina terjatuh ke lantai dan Miko menginjak kepala Devina
"kamu lihat saja jika bos besar datang" Miko menekan kepala Devina
"lepaskan kaki mu bang***, Devina akan tambah kesakitan" Natasya menangis dengan perlakuan Miko pada Devina.
__ADS_1
Pokas sudah mau menghabisi mereka semua tapi Lio menahan Pokas karena penasaran dengan bos mereka, sedangkan Jovan sudah hampir terkulai lemah melihat Devina yang di siksa hanya demi kebahagiaan nya
"kamu masih tidak mau menghancurkan William Groups" akhirnya Boston Kinder berdiri dan mendekati Devina dan itu terlihat jelas oleh Lio
"dor dor" Lio mengambil senjata ditangan Jovan dan menembak tangan Boston dan semua anak buah Pokas masuk mendengar tembakan dan sudah dengan senjata masing masing
"akhirnya keluar juga lo baji****, belum puas lo membunuh Dean Ningrum mama gua" Lio menembak kaki Boston dan untung Boston menghindari nya dengan cepat
"Lio" Boston akhirnya bertemu dengan anak yang dicari-cari nya
"jangan sebut nama gua dengan mulut kotor lo" Lio semakin marah dan menembak tangan Boston lagi dan sudah ada 2 peluru ditangan Boston
"kau tembak dia, aku hancurkan kepala mu sekarang juga" saat Miko akan menembak Lio, Boston memegang pistol Miko dan itu membuat semuanya mundur
"lepaskan 2 wanita itu" Jovan berjalan mendekati Devina dan Natasya
"apa perlu anda mati sekarang supaya aku bisa menikahi istrimu" Govar tertawa melihat senjatanya sudah di kepala Jovan
Boston sudah tau semua tentang Intan anak dari adik istri nya,dan dia menembak Govar
"jangan sentuh anak anak ku, yang ku cari sudah datang kehadapan ku, Jovan bawa mereka dari sini dan jaga istrimu" Boston melindungi Jovan untuk membawa Devina dan Natasya
"kenapa jadi begini Boston" Miko protes dengan tindakan Boston
"jangan sentuh keluarga William dan anak anak ini lagi,tidak akan ada ampun bagi kalian jika ada yang menyentuh keluarga itu" Boston hanya ingin Lio anaknya
"jangan menyentuh gua" Lio menatap tajam Boston yang ingin memeluknya
Jovan memberikan Devina dan Natasya pada Pokas untuk dibawa ke rumah sakit dan masuk lagi kedalam
"kami pamit pak Boston terima kasih atas keselamatan yang anda berikan,dan pak Miko harusnya anda menyimpan sedikit rindu untuk Bobi sander anak anda seperti pak Boston" Jovan menyinggung Miko yang masih benci pada Bobi
"gua dan Bobi anak dari Elisa Polan dan Rizal William,nama gua sekarang Lio Deano William,kami tidak mempunyai orang tua gila kayak lo berdua,dan lo akan habis ditangan gua,dan lo Miko tunggu Bobi datang untuk melenyapkan lo" Lio menunjuk pada Boston dan Miko sehingga Boston menitikkan air mata nya atas kesalahan masa lalu nya yang buruk
"Bobi akan saya habisi,tunggu saja" Miko mengancam Lio
"bbbummmm, Jovan menarik baju Miko dan menghajar wajahnya
"kalian sentuh saudara gua,habis lo semua,dan lo Farid Jalkon, Joice, Govar akan gua buat lo menyesal ingin melukai istri gua" Jovan membawa Lio keluar dari rumah Devina
__ADS_1
"Lio,mana adik kamu nak" Boston ingin tau dimana Tika Putri nya dan Lio keluar dengan
air matanya dan pergi meninggalkan rumah Devina