
Jovan keluar dari mobilnya dan menyandarkan dirinya sambil melihat deburan ombak
"Jovan,apa saya boleh menemani anda" suara itu tak asing bagi Jovan dan dia terkejut melihat pria di samping nya
"maaf pak anda mengagetkan saya,bapak mau menyerang saya sekarang" Jovan melihat Boston yang disampingnya
"hahaha,kita bisa bicara nak" Boston menepuk bahu Jovan
Jovan mengangkat bahunya seperti tak terima tangan Boston di badannya
"maaf saya belum terbiasa" Jovan menatap tajam pada Boston
"saya yang terlalu bersemangat Jovan,saya rindu anak saya,saya pikir saya bisa melampiaskan nya pada mu,maaf" Boston menjauh dari Jovan
"kenapa kalian hadir lagi, kalau tidak ada kalian mungkin tidak serumit ini pak Boston" Jovan menuntut penjelasan pada Boston
"saya tau Jovan,semua karena keegoisan saya yang hanya ingin Lio bisa ditemukan melalui cara seperti itu, tapi saya salah Jovan, keadaan semakin parah karena Miko Sander ingin balas dendam pada keluarga mu" Boston mau bergabung hanya karena ingin Lio anak nya
"apa yang mau bapak sesali,lihat sekarang Intan minta cerai, Devina kritis,saya juga melawan bunda tadi,apa saya masih pantas kembali pada mereka" Jovan menatap Boston
"saya terlalu egois Jo,saya ingin melindungi Intan tapi malah semakin membahayakan Intan,berapa banyak bodyguard yang saya sewa tapi tetap saja Intan terluka" Boston akhirnya jujur pada Jovan
"bapak yang menjaga Intan dari jauh" Jovan bertanya pada Boston.
"iya Jo,saya sangat sayang pada dia,saya kira dia putri saya,tapi ternyata tidak dia istri kamu,saya akan menebus semua kesalahan saya,bahkan jika Lio membunuh saya" Boston hanya ingin memberi semua hartanya pada Lio
"Tika maksud bapak" Jovan tau Boston mencari Tika yang dulu bernama Nika
"bukan Jovan,nama nya Deanika Kinder" Boston sama sekali nama anaknya sekarang Tika
"oh ya Tika kan adik Intan pak,maaf saya lupa" Jovan hampir mengatakan Tika anak Boston, bisa ngamuk Lio kalau Jovan menceritakan tentang Tika
__ADS_1
"Jovan,pulang lah, perbaiki hubungan mu dengan orang tua mu dulu,bari dengan istrimu,karena orang tua mu orang terhebat nak,lihat kalian bertiga sangat sukses sekali,bahkan 2 orang yang bukan anak kandung Rizal saka berhasil di didik apalagi kamu nak" Boston tau dari Meyza bahwa Jovan masih dibayangi masa lalunya
"saya yang egois pak,saya selalu memaksa orang tua saya dirumah jangan bekerja,dan saya menyesal,saya sudah merasakannya sekarang,saya meninggalkan istri saya ke Singapore,dan kadang Intan tidur di kantor untuk menunggu saya selesai bekerja" Jovan menangis sampai terduduk dan dia dia menarik rambutnya
"pulang nak,peluk orang tua mu, Lio dan Bobi saja mau berlutut meminta maaf atas kesalahan kami orang tua nya,apalagi kamu anak kandungnya nak" Boston akhirnya memeluk Jovan
"pak terimakasih sudah berubah menjadi orang yang baik sekarang, terimakasih telah menjaga istri saya, terimakasih sudah menyadarkan saya pak" Jovan memeluk erat Boston dan menangis sekuat-kuatnya
Boston sangat bersalah sekali, andaikan dia tidak terlibat dengan Miko mungkin tidak serumit ini keadaan nya
"nak, terimakasih sudah memeluk ku, terimakasih nak" Boston mencium kening Jovan
"Jovan akan membawa Lio kepelukan papa,sabar ya pa, papa mau kan" Jovan sudah yakin Boston sudah berubah
"papa,kamu panggil saya papa nak" Boston memegang pipi Jovan dan memeluknya lagi
"iya pa, Lio saja mau memanggil ayah pada orang tua Jovan,kenapa Jovan tidak mau panggil papa sama orang tua Lio" Jovan membawa Boston berdiri
"Jovan pulang ya pa,jaga kesehatan, Lio dan Nika akan Jovan bawa kepada papa,tapi jangan pisahkan kami ya pa" Jovan memegang pundak Boston.
"terimakasih nak, papa tidak akan pisahkan kalian nak, papa hanya ingin memberikan semua harta kepada mereka,jika memang papa harus mati di tangan Lio, papa ikhlas" Boston membuka pintu mobil Jovan
"tidak,kami diajarkan untuk menghargai orang tua pa, percaya Jovan" Jovan melajukan mobilnya dan Boston menangis melihat kebaikan Jovan pada nya
"maafkan saya nak" Boston masuk kedalam mobilnya dan kembali ke rumah nya
Jovan menangisi kesalahan nya sepanjang jalan,dia tau sikap egois nya terlalu tinggi, sesampainya di rumah sakit, Jovan mencari ayah dan bundanya,ternyata semuanya ada didalam sedangkan Intan sedang tidur
"bunda,ayah boleh Jovan bicara bertiga saja" Jovan ingin meminta maaf tapi hanya mereka bertiga saja
"kamu kenapa nak" Rizal melihat air mata Jovan dan Elisa pun menarik tangan ke 2 nya keluar kamar.
__ADS_1
"mau bicara dimana nak" Elisa masih menarik tangan Rizal dan Jovan
"di atap" Jovan berjalan sambil terus menangis dan Rizal menggandeng tangan Jovan dan Elisa sampai mereka sampai di atap
"Jovan William, seberapa besar luka yang telah ayah goreskan di hati mu nak,sampai kamu sangat terluka" Rizal mengangkat wajah anaknya yang tertunduk sambil menangis
"bicarakan semuanya nak,jangan ada yang ditutupi lag,bunda memaksa kehendak bunda sama kamu,kamu menuruti nya,bunda tidak tau kamu terlalu terluka nak" Elisa menangis lagi
"ayah sibuk bekerja sampai ayah tidak memperdulikan mu nak,bunda juga bekerja karena itu juga kamu marah sama kami,kondisinya di saat itu perusahaan sedang susah nak,ayah di tipu dan itu hampir membuat perusahaan bangkrut dan untung bunda mu mau membantu ayah bekerja, kalau tidak mungkin kita semua sudah tinggal di kolong jembatan" Rizal baru jujur kepada Jovan sekarang karena saat itu Jovan tidak akan mengerti
"ayah,jangan diungkit-ungkit lagi, Jovan hanya mau minta maaf, Jovan sudah merasakan nya sekarang, Intan yang harusnya bisa tidur di rumah harus tidur di kantor menunggu Jovan bekerja, Jovan harus keluar kota 2 minggu meninggalkan Intan, Jovan egois ayah" Jovan berlutut di kaki Rizal dan Elisa
"Jovan segala pekerjaan ada resiko nya,dan ini yang harus ayah tanggung sekarang,ayah kehilangan masa masa muda mu nak,dan karena egois bunda mu,kamu harus menikah dan terjebak dengan perasaan mu" Rizal sebenarnya menyesal tidak melarang Elisa dulu
"tidak, Intan hidup Jovan,dia cinta Jovan, Jovan yang akan menyesal jika tidak menikah dengannya" Jovan masih berlutut di kaki Rizal sambil memegang erat kaki orang tuanya
"bunda minta maaf ya nak,kamu mau kan nak,bunda kehilangan kamu selama ini sayang,bunda pikir kamu baik baik saja ternyata tidak" Elisa memeluk Jovan dam mengajak nya berdiri
"bunda" Jovan menangis seperti anak kecil
dan Elisa memeluk erat anaknya
"ayah buat kamu menahan semuanya sendirian nak,maafkan kami nak" Rizal mengusap punggung anak nya
"Jovan yang harusnya minta maaf bukan ayah dan bunda" Jovan menarik Rizal dan mereka saling menguatkan
"inikah luka yang harus ku terima,di saat anak yang ku lahirkan kehilangan kasih sayang ku,sedangkan anak yang tidak ku lahirkan begitu banyak mendapat kasih sayang dari ku" Elisa menatap mata Rizal
"jangan berubah pada Lio dan Bobi,tetap sayangi mereka bunda" Jovan tidak mau kehilangan 2 orang yang sudah menemaninya dari SMA
"tidak nak,kamu yang akan bunda prioritaskan sekarang,biar luka kamu sembuh dulu" Elisa mencium pipi anak nya
__ADS_1
"jagoan ku" Rizal memeluk erat Jovan