
Arlan dan Jelita mengatur jadwal pertemuan Tomi dan Intan dengan Dr Evan,dan Tomi sudah mau untuk melakukan pertemuan dengan dokter psikolog terbaik di rumah sakit itu
"jagoan ayah,kamu mau jadi tentara seperti kakek Polan,atau mau seperti ke 3 mas kamu pengusaha sukses" Rizal membawa Tomi ke kantin rumah sakit agar bisa tenang
"mau jadi pengusaha ayah,kalau jadi jenderal teh takut,nanti Tomi teh harus pegang pistol, Tomi nggak mau" Tomi memejamkan matanya dan Rizal memesankan ice cream untuk Tomi
"lihat ayah nak,kami semua di sini,di samping kamu,apa pernah kami meninggalkan Intan dan Tika saat mereka sakit,kami semua menjaga mereka sepertinya menjaga berlian" Rizal memegang tangan Tomi yang sangat dingin
"tapi Tomi teh juga dibohongi sama teman SD Tomi dulu ayah,mereka teh kurung Tomi di rumah kosong, Tomi takut ayah" Tomi terus berusaha tenang dan Rizal memberikan 1 mangkuk besar ice cream
"lihat nak,kalau kamu takut,makan 1 sendok ice cream nya,kamu akan tenang" Rizal memberikan 1 suapan ice cream pada Tomi dan dia pun menerima nya dan masih menutup wajahnya
"ayah, Tomi benci sama suster Jelita,dia teh takut takuti Tomi terus, ayah Tomi teh mau di rumah saja atuh" Tomi membayangkan wajah Jelita saat ketakutan
"nanti ayah suruh dia pulang, kamu percaya sama ayah kan nak" Rizal menenangkan Tomi dengan sangat lembutnya
"ayah, Tomi teh benci sama teman-teman Tomi, mereka teh bisanya cuma jahati Tomi,ayah tau Tomi pernah di dorong kedalam kolam ikan sekolah, sepatu Tomi juga pernah di injak-injak sampai kotor ayah, padahal sepatu Tomi baru dicuci teteh, Tomi sudah minta tolong untuk berhenti tapi mereka masih saja melakukan nya,nasi Tomi juga dimasukkan pasir sampai Tomi nggak makan ayah" Tomi sangat dendam kepada masa lalunya sampai Rizal menitikkan air matanya
"Tomi,lihat ayah nak,kamu akan menjadi orag besar dan kamu akan membalasnya dengan keberhasilan kamu nak, tunjukkan kamu bisa buat mereka malu dengan tingkah bodoh mereka" Rizal akan membantu Tomi agar bisa berhasil seperti diri nya dulu
"Tomi benci anak orang kaya ,semuanya teh sombong pisan,saat mereka teh ganggu Tomi , Tomi akan memaafkan nya ayah, tapi teh mereka ganggu teteh Intan, Tomi buat mereka semua berlutut minta maaf sambil menangis" Tomi menceritakan cara dia melindungi Intan
"ini yang sangat aku takuti kalau Lio salah ambil keputusan kemarin saat operasi Tika,bisa bisa Lio mati di tangan Tomi karena luka yang sangat-sangat menyiksa hati dan pikirannya,dan Jovan jangan sampai membuat Intan menangis dihadapan Tomi bisa bisa Jovan akan menjadi musuh Tomi" kata Rizal dalam hatinya dan mengusap kepala Tomi dengan lembutnya dan Tomi merasa lega dan menghabiskan ice cream nya
Intan dan Jovan masih di rumah karena pertarungan hebat yang panjang
"Aa, Intan mau ke rumah sakit ya" Intan membangunkan Jovan yang masih tertidur pulas
"hem" Jovan masih menutup matanya
"sayang,bangun ke rumah sakit sekarang, Tika, pasti cari Intan" Intan beranjak dari tempat tidurnya dan mengganti pakaian sambil berias dan menutupi semua tanda merah di lehernya dengan syal
Jovan masih sangat ngantuk dan Intan sangat kesal dan mengerjai suami nya
"sayang,suami aku nggak dirumah sekarang,kita ketemuan ya, jemput aku" Intan membesarkan syaratnya seolah olah sedang berbicara dengan seseorang melalu telfon
"kamu nelfon siapa" suara Jovan sangat besar dan Intan sangat terkejut
"kamu bentak saya" Intan merasa takut dan air matanya menetes deras
"telfon siapa kamu" Jovan masih marah dan Intan melempar hp nya, Intan mengambil tasnya dan keluar dari kamar, Jovan mengambil hp Intan dan melihat tidak ada no yang mw mencurigakan dan dia pun keluar mengejar Intan
"sayang,dengar Aa,maaf sayang" Jovan memeluk Intan dengan erat dan Intan mendorong Jovan dengan kuat tapi Jovan mencium kening Intan dan Intan menangis dengan keras
"jangan bentak bentak saya,saya nggak suka" Intan berteriak kencang sekali dan Jovan mengelus lembut kepala Intan
"sayang, Aa nggak mau kamu pergi sama pria lain,maaf ya sayang,kita ke rumah sakit ya" Jovan memeluk istrinya lagi
__ADS_1
"makanya kamu teh bangun kalau udah tau mau pergi" Intan memukul dada Jovan dan Jovan pura pura kesakitan
"aduh sakit aduh" Jovan memegang dada nya dan pura pura tidur di sofa
"Aa,jangan jangan tinggalkan Intan,maaf Aa,
Intan nggak marah lagi" Intan menangis dan Jovan pun membawa istrinya dalam pelukannya
"aku sangat mencintaimu Intan Viola, jangan pernah ada pria lain di hatimu sayang" Jovan sangat mencintai istrinya
"Intan mencintai Aa lebih dari nyawa Intan" Intan mengeratkan pelukannya pada Jovan
"kamu tujuan hidupku sayang" Jovan membersihkan air mata Intan
akhirnya Jovan dan Intan menuju rumah sakit dan membeli donat kesukaan Tika,
"Tika, teteh datang" Intan menciumi kening Tika dan Tika tersenyum senang
"adek sayang,ini mas Jovan bawakan kamu rumah Barbie,kamu suka" Jovan memesan nya melalui on-line dan membawanya langsung ke rumah sakit
"waaaaaaaaw,ini nggak mimpi atuh mas" Tika girang sekali dan Jovan memeluk Tika
"ini buat Tika adek pintar nya mas Jovan" Jovan membukakan rumah Barbie nya dan Tika sangat senang sekali
Rizal dan Tomi masuk kedalam kamar Tika, Tomi melihat Intan seperti habis menangis
"Teteh,ada yang jahat sama teteh ya" Tomi mendekati Intan dan melihat mata sembab Intan
"teh,kalau ada yang jahat sama teteh, Tomi akan hajar dia teh" Tomi memegang tangan Intan dan Jovan merasa sedih lagi lagi istrinya melindungi nya
"Aa, ini teh rumah Barbie, Tika suka Aa" Tika menunjukkan nya pada Tomi dan Tomi senang melihat senyum Tika dan bermain dengan Tika dan Intan
"Jovan, Bunda ikut ayah sebentar keluar" Rizal membawa mereka ke taman rumah sakit dan Rizal memutar pembicaraan Tomi dan dia tadi
Jovan dan Elisa sangat terkejut dengan sikap marahnya Tomi
"ini yang ayah takuti dari anak ini Jovan,jadi kamu tolong berhati hatilah dengan sikap emosional kamu" Rizal tau tadi pasti Jovan dan Intan ribut
"Tomi anak yang baik ayah, nggak mungkin dia seperti itulah" Elisa tak percaya sama sekali.
"Tomi keras bunda,dia berani melawan Lio, tidak ada rasa takut dalam hatinya,dan Bobi sangat dekat dengan dia karena Bobi bisa membuatnya tenang" Jovan mengingat saat dia ingin memukul Lio karena tidak sopan dengan Boston
"nanti sore kamu akan tau semua kejadian menyedihkan masa kecil Tomi dan Intan" Rizal ingin Jovan lebih bisa mengontrol sikap emosional nya
"dan kalau memang kamu tidak bisa dengan itu, tolong nak pulangkan dia kepada mbak Desi" Elisa menangis takut jika Intan akan kembali trauma
"Bunda apa aih,dia akan tetap bersama Jovan sampai Jovan mati" Jovan emosi dengan ucapan Elisa
__ADS_1
"makanya jaga emosi kamu itu" Rizal membentak Jovan dan Jovan memeluk Elisa.
"nanti sore,semua akan kamu dengar sendiri,dan tolong jangan main main dengan Tomi nak" Elisa sangat takut jika Tomi akan mengamuk besar jika Intan terluka
Jovan tidak mau menanyakan dulu apa yang sebenarnya terjadi,dia memilih diam dan memeluk Elisa agar tenang dan Rizal pun meninggalkan mereka berdua dan pergi menemukan Boston
"pak Boston,dimana Meyza,lihat anak kita sudah seperti orang kehilangan arah hidup" Rizal menepuk bahu Lio yang cemberut
"hahahah,lihat yah,dari tadi dia telfon Meyza tapi Meyza kirim photo dia bersama polisi lain" Bobi menertawai nasib Lio.
"Lio, bagaimana jika yang lain saja nak" Boston tau itu hanya teman baik Meyza saja karena Meyza sedang tidak mau pacaran
"sama siapa lagi pa" Lio tertunduk lemas
"ya sudah sama Ninuk aja nak,dia jomblo" Rizal bercanda pada Lio, karena Ninuk art mereka juga jomblo
"nanti lo ama Ninuk dangdutan aja berdua,dan lo akan menemani Ninuk mengembangkan bakat dangdut nya" Bobi tertawanya melihat Lio yang kesal
"ya udah lo sama si Opin aja art gua yang baru,karena dia suka melawak, jadi lo ntar bisa buka stasiun Tv dan isinya lo berdua aja" Lio tertawa senang bisa membalas Bobi
"nanti acara selingan nya si Ninuk nyanyi dangdut sama lo juga" Bobi membalas nya lagi
"terus lo nanti jadi manusia badut temanin si Opin karena dia suka badut" Lio terus-menerus membalas Bobi
"sudah kalian berdua" Rizal dan Boston tertawa senang
"pak Boston, bagaimana kondisi bapak" Meyza datang dengan memakai rok pendeknya dan baju kaos dengan jacket Levis membuat Lio tertegun
"Meyza kamu masih marah nak" Boston mengelus rambut Meyza dan meminta maaf pada nya
"nggak kok pak" Meyza memberikan buah apel yang dibelinya
"lain kali jangan pakai kayak gini ya,nanti kamu jadi incaran mata genit" Lio membuka jacket nya dan menutup paha mulus Meyza
"saya tidak butuh ini pak, karena saya memang akan bertugas dengan baju ini" Meyza membuka jacket Lio dan mengembalikan nya
"kamu menyamar lagi nak" tanya Boston dan Rizal mengusap kepala Lio dan Bobi benar benar tertawa melihat muka bodoh Lio
"iya pak,mau nangkap PSK dibawah umur dan juga ada anak anak di bawah umur yang akan diperjualbelikan bebas kepada pria tua" Meyza menceritakan tugas nya pada Boston
"bawa bodyguard kita Meyza" Boston tidak mau jikalau Meyza terluka dan Meyza menyetujui nya
"pak Rizal, pak Bobi saya pamit dulu ya" Meyza permisi pada mereka kecuali Lio
"hati hati Meyza,jangan sampai kamu terluka" Lio menarik tangan Meyza dan memeluk nya, sebenarnya Meyza ingin menendang kaki Lio tapi karena pak Boston tersenyum senang dia membalas pelukan Lio
"saya hanya bersandiwara agar pak Boston bahagia dan cepat pulih" Meyza membisikkan nya pada Lio sambil meremas kuat pinggang Lio.
__ADS_1
"aw" teriak Lio kuat kesakitan tapi tidak melepaskan Meyza
"saya juga akan bersandiwara agar papa cepat sembuh dan menikahkan kita" Lio mencium pipi Meyza dan Meyza semakin meremas kuat pinggang Lio dan Lio melepaskan nya sambil tersenyum