Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Intan oh Intan


__ADS_3

Lio memberikan saran nya agar Jovan mendapatkan Intan dulu baru melamar nya.


mereka berdua turun kebawah bergabung dengan keluarga Handoko dan Vivian


"kalian darimana adek adek mas Lio" tanya Lio pada ke tiga adiknya dan duduk didekat Bobi


"habis jalan jalan mas sama mas Bobi" jawab Tika yang sibuk dengan mainan bola kacanya


"eh mas Bobi, terima kasih ya mas udah bawa adik adik mas Lio" Lio merayu Bobi supaya tidak marah lagi padanya


"nggak lucu lo, ngapa lo pasang wajah gitu" Bobi menjawab dengan kesal nya


"mas jangan gitu ama mas Lio,kan mas Lio lagi sakit mas" Intan sedih Lio diperlakukan buruk oleh Bobi


Jovan sibuk dengan hp nya untuk mempersiapkan pesta ulangtahun Intan,sehingga dia tidak memperdulikan Intan.


"dia udah buat kami berdua dalam bahaya Intan" kata Bobi kesal


"bahaya apa helikopternya kan mendarat dengan selamat, masalah nya dimana ha" Lio juga mulai kesal


"helikopter nya selamat,loo lihat tu kandang kelinci Bunda rusak Lio, kelincinya hilang semua,bunga bunda terbang semua karena tadi mendarat nya di sini" Bobi baru sadar kelinci kesayangan Elisa sudah lari saat helikopter mendarat tadi.


"haddduuuuhhh,tamat lah gua,nggak bakalan ada ampun buat kita Bob" Jovan baru sadar kelinci kesayangan Elisa lepas semua


"lagian ngapa lo berdua sok-sokan mendarat disini,ya terbang semuanya dodol,buat apa helipad di atap perusahaan sana dibuat" Lio melihat kandang kelinci yang sudah porak poranda.


"gua takut nggak sempat buat nonjok lo sebelum mati" Jovan melihat kandang kelinci sudah kosong dan bunga berantakan.


Intan terkesima melihat wajah tampan Jovan, dan tidak berkedip sedikit pun, Jovan melihat kearah Intan tersenyum menaikan alis matanya.


"buk, Intan kerumah dulu ya" Intan tidak tahan melihat Jovan dia tersenyum malu


"Intan makanan yang ibu masak tadi bawa kesini ya,kita makan bersama ya disini,boleh kan buk" Desi sudah selesai memasak dan izin pada Vivian untuk makan dirumah nya.


"kita makan dirumah ibu aja, Intan nanti capek angkat yang berat" Jovan ingin memastikan photo yang dilihatnya benar sama atau tidak.


"iya nenek setuju,kita kumpul dirumah Desi saja" Vivian tau Jovan ingin melihat photo yang diceritakan nya tadi.


"dengan senang hati buk,saya senang sekali, bisa berkumpul bersama dirumah kami yang kecil itu" Handoko terharu Jovan mau makan dirumah nya.


"Intan kamu istirahat aja nanti assisten rumah nenek yang menyiapkan makanan nya, jangan angkat yang berat berat dan minum obat nya" Jovan takut Intan kelelahan.

__ADS_1


"iya Aa" Intan tersenyum malu pada Jovan dan masuk kedalam rumahnya.


"nek gimna ini" tanya Bobi pada Vivian


" ya udah biar nenek urus, kalian semua tenang saja" Vivian sudah tau kalau Elisa pasti akan mengamuk.


"terimakasih nenek" 3 pria tampan itu memeluk Vivian


"pak Handoko,buk Desi saya berencana ingin merayakan ulangtahunnya intan, menurut bapak kita rayakan di gedung atau hotel pak" Jovan meminta pendapat orang tua Intan.


"tuan idak usah kita rayakan seperti itu, kita potong tumpeng saja kayak yang biasa kami lakukan" Handoko menolak karena dia tidak mau Intan terbiasa akan itu


"kalau nenek boleh usul,kita decor saja halaman yang sangat luas ini dan kita undang anak-anak buruh,anak panti asuhan,jadi berkah buat kamu dan Intan" Vivian mengusulkan supaya dirumah saja tidak usah di hotel atau gedung.


"iya disini aja,luas banget ni halaman, sekalian anak anak jalanan ama anak pasar ya nek" Lio menyarankannya pada Vivian


"ya sudah disini saja ya,tapi Jovan ingin ulangtahun nya diadakan selesai ulangtahun yayasan SMK Berjaya senin besok buk,pak,jadi teman temannya Intan kita undang semua,jadi kan ramai tu, kebetulan tanggal merah juga" Jovan ingin ulangtahun mewah buat Intan


"gua setuju,pokoknya Intan bahagia saja udah, soal biaya bapak sama ibu nggak usah pikirkan" Lio sudah senang duluan membayangkan wajah bahagia Intan


"jadi kita rahasia kan dulu pesta buat Intan ya,besok kita rayakan biasa biasa aja dulu" kata Bobi pada semua yang ada di teras rumah Vivian.


semua pun setuju pada Bobi,dan mereka masuk untuk bersih-bersih badan dulu sebelum makan dirumah Desi.


Devina selalu menantikan Jovan menghubungi dia,tapi itu semua tidak mungkin baginya,tangisan Devina selalu mengisi malam nya membayangkan Jovan kekasih pertama nya.


"Devina,kita akan membuat Jovan menjadi suami lo,nggak perduli gua mau istri ke 2 atau lo simpanan si Jovan" Joice yang duduk disebelah Devina sudah mulai bermain jahat demi harta Jovan.


"apa sih lo kk,jangan kotor gitu pikiran lo,biarin aja Jovan bahagia dengan Intan" Devin sadar dia tidak boleh menjadi duri dalam rumah tangga orang lain.


"lo harus nikah sama dia,uang gua habis buat berobat lo dulu sampai gua harus cerai sama suami gua Farid Jolkan dan anak gua Windi sekarang menderita karena perusahaan papanya bangkrut,gua nggak mau anak gua menderita" Joice akhirnya jujur pada Devina alasannya untuk berbuat jahat.


"kenapa harus gini nasib gua,gua akan kerja kak,jangan lo buat gua sepeti pelakor gitu,gua nggak mau" Devina menangis sekuat kuatnya hingga kepalanya sakit sekali dan dia menarik rambut nya karna tidak tahan sakitnya.


"gua nggak mau tau lo mau jadi apa,tapi lo harus balikin semua uang gua Devina,dan asal lo tau ya, perusahaan Farid Jalkon dihancurkan oleh 3 pria yang dirumah sakit kemarin,dan itu semua demi si Intan sialan itu,anak gua tidak bisa sekolah lagi sekarang" Joice ingat betul wajah Lio saat diruangan kepala sekolah SMK Berjaya.


"tapi nggak gitu caranya kak" Devina meringis kesakitan tapi Joice tidak mau tau lagi dan dia meninggalkan Devina yang kesakitan.


"Jovan tolong aku,aku nggak kuat,mami papi Devina mau nyusul kalian aja ke surga" Devina pingsan didalam kamarnya.


sementara di Bandung

__ADS_1


Jovan yang sudah selesai mandi dia duluan menuju rumah Intan karena sangat penasaran dengan photo yang dibilang Vivian tadi.


"mau kemana woy,buru buru amat lo" tanya Bobi pada Jovan yang sudah wangi dan rapi sekali.


"mau lihat bini gua" Jovan berlalu meninggalkan Bobi yang sedang memberi makan ikan arwana milik Rizal


"hey Bobi kalau itu yang kenapa kenapa udah pindah aja dari Indonesia ini,habis lo sama ayah nanti percaya sama gua" Lio menghadiahkan ikan itu saat Rizal ulang tahun ke 45 dan harganya fantastis.


"udah ah ngeri gua, biarin aja deh ni ikan,trus larinya kelinci nyonya Elisa juga angker kalau sampai tau" Bobi memikirkan kelinci kesayangan Elisa


"nah kalau itu lo pindah kota aja nggak usah pindah negara" Lio memberi usul pada Bobi dan tertawa menyusul Jovan kerumah Handoko.


"makanya tadi lo nggak usah antraksi gitu udang,nggak akan gua kena masalah" Bobi melemparkan kain basah kearah Lio tapi tidak kena.


Lio melihat Jovan yang enggan masuk kerumah Handoko karena semua sedang sibuk,dengan santainya Lio masuk dan Jovan menarik tangan Lio "nyelonong aja lo, tungguin gua"


"ini kan rumah bapak ibu gua ada yang salah" Lio mundur lagi sejajar dengan Jovan.


"basa basi dikit dong lo ajak gua masuk kedalam" Jovan segan masuk sendirian


"ya udah masuk aja Aa,yuk sini yuk gandeng mas Lio" Lio menyodorkan tangannya pada Jovan


"yuk mas" Jovan menggandeng tangan Lio dan masuk kedalam rumah Handoko.


Jovan langsung mencari photo yang dibilang Vivian dan benar photo itu adalah Intan dan dia saat kecil,sedangkan Lio sudah berlalu kebelakang untuk mencari makanan.


Intan yang baru selesai mandi melihat Jovan sedang di ruang tamunya, dia rasanya ingin memeluk Jovan karena wajah gantengnya,dan dia menghampiri Jovan


"Aa lihat apa seh serius sekali Aa" Intan pun melihat photo masa kecilnya itu


"ini siapa Intan" Jovan menunjuk Intan yang bersembunyi dibelakang Handoko


"itu Intan Aa" Intan tersenyum melihat photo nya


Jovan mulai usil ingin menggoda Intan "siapa anak laki-laki ini yang berani pegang tangan calon istri Aa"


"itu mah anak nakal,dia selalu buntuti Intan kalau ikut bapak dan ibu ke kebun Aa, kalau ketemu ini anak bakal Intan tarik telinga nya" Intan sampai takut saat anak laki laki itu terus membuntuti nya.


"nenurut Aa ganteng juga ya dia,pasti besarnya tampan banget ni bocah, Aa yakin kamu pasti nggak nolak dia sayang, kenapa dia mau ya buntuti kamu yang pipi nya tembem,poni nya lambang selamat datang gini" Jovan memuji dirinya sendiri.


"paling juga orang kayak dia ni ceweknya banyak,anak mami, taunya habisin duit orang tua,lihat tu wajah dia aja ngeselin gitu" Intan mengingat masa kecilnya dulu yang tiap hari mengganggu nya.

__ADS_1


Jovan merasa tersinggung dengan ucapan Intan,dia menarik pinggang Intan dan memeluk nya, Intan terkejut tapi Jovan langsung menutup mulut Intan dengan tangan nya


__ADS_2