
"Arlan,tolong Lio nak,jangan sampai dia mati,nenek akan bunuh diri jika itu terjadi" Vivian menangis lemas dan terjatuh dipelukan Arlan
"nek,jangan disini nenek bisa sakit,pulang sekarang ya nek" Arlan meminta tolong pada Tomi supaya Vivian dibawa kerumah nya saja.
Vivian berjalan mendekati Lio yang terus menghantamkan tangan dan kepalanya ke dinding rumah Handoko
"Lio, lihat nenek nak,jangan gini sayang, nenek bisa mati nak,nenek nggak mau kamu luka sayang" Vivian menaruh tangannya di dada nya memohon supaya Lio berhenti
Lio melihat Vivian yang sangat tulus menyayangi nya, Lio menangis terduduk dilantai
"kenapa lo hancur kan kami Boston Kinder, gua akan habisi lo dengan tangan gua,gua dan Tika masih butuh mama bang***" Lio berteriak sangat keras
semua menangis mendengar Lio yang sangat hancur,dan Tika pun memeluk Lio dan mengusap darah yang keluar dari kepala Lio
"mas,kalau nanti mas meninggal Karena tindakan bodoh mas ini, Tika dalam bahaya dong mas,karena Boston akan bunuh Tika" Tika menangis membayangkan jika itu terjadi padanya, Lio mulai tenang dan menatap Tika adiknya
"iya sayang mas bodoh ya,mas akan bersama kamu sayang,tidak ada yang akan menyentuh kamu,mas akan habisi mereka semua,kamu jangan takut sayang" Lio memeluk adik kecilnya harta hidup nya yang sangat berharga
"mas Arlan obati luka mas Lio ya" Intan keluar dari kamarnya setelah keadaan tenang dan melihat Vivian menangis dipelukan Desi
"jangan sentuh gua dulu,gua akan mengingat semua ini" Arlan pun tetap ditempat nya
"buk Desi adik dari mama Dean,yang telah menjaga Tika seperti anak kandung ibu sendiri dan ibu membawa Tika kerumah papanya bunda Elisa untuk berlindung" Lio mengulangi kata-kata Desi sambil menangis.
"iya nak,iya sayang,pak Polan yang melindungi Tika nak,karna pak Polan pensiunan jenderal tertinggi jadi tidak ada yang berani macam macam dengan pak Polan,dan pak Polan mengganti panggilan adik kamu menjadi Tika supaya dia aman dan nama Kinder tidak dipakai lagi" Desi menangis melihat nasib anak-anak Dean.
"Tika Deanika William,nek bilang sama bunda ya nanti nama Tika ditambah William nya,nanti Lio akan bawa Tika ke Jakarta dan sekolah yang paling terbaik buat dia" Lio ingin nama Tika ditambah supaya dia sama dengan Lio
"jangan mas, Tika adik Tomi,mas nggak boleh ambil Tika" Tomi menangis takut kehilangan Tika yang sangat disayanginya itu.
"jangan pisahkan saya dari Tika tuan,saya nggak bisa jauh dari dia,walaupun saya miskin tapi saya selalu mengajarkan anak saya hal yang positif" Handoko memegang kepalanya takut kehilangan Tika.
Lio melihat ketulusan keluarga Handoko pada adiknya Tika,dan Tika tidak mau berpisah dari Desi ibunya.
__ADS_1
"Tika mau disini, jangan bawa Tika mas" Tika memeluk Desi dan Intan, Vivian sedang diperiksa oleh Arlan,tekanan darah nya turun sampai Vivian lemas tak berdaya.
helikopter mendarat dihalaman rumah Vivian, Jovan dan Bobi langsung berlari kedalam rumah Handoko dan melihat wajah Lio penuh darah.
"lo ngapain gini" Jovan mengambil kapas dan membersihkan luka di kening Lio.
"Jo,gua akan habisi Boston Kinder dengan tangan gua ini,lihat Jo gua punya adik cewek kayak lo ama Fani,itu Tika adik kandung gua" Lio tertawa menceritakannya pada Jovan
"lo tenang,kita habisi dia sama sama,gua yang akan didepan bersama lo" Arlan mendekati Lio dan langsung menyuntik obat penenang.
"Bobi,lo ikut juga kan,anak buah lo banyak" Lio terus meracau.
"iya,akan gua habisi dia,percaya sama gua Lio" Bobi sakit melihat Lio orang yang sangat kuat bisa hancur seperti ini.
Lio pun tak sadarkan diri dan segera dibawa ke rumah sakit tempat Arlan bekerja, Jovan mengikuti Lio dan menggenggam tangan Lio dengan erat.
"Bobi lo urus nenek ya,dan tolong jaga 2 rumah ini,jaga ketat Bob" Arlan, Ujang dan Tomi membawa Lio kedalam mobil Arlan, Jovan melihat Intan yang terduduk dengan tatapan kosongnya.
"Intan lihat Aa,kamu harus kuat,kita akan pikirkan semuanya nanti, sekarang tenangkan Tika dulu" Jovan mengusap rambut Intan dan. Intan melihat Tika yang menangis dipelukan Handoko
"saya urus Lio dulu,nanti kita pikirkan bagaimana kelanjutannya semua ini" Jovan pamit dan menyusul Arlan membawa Lio kerumah sakit.
"nek, istirahat dirumah biar Intan yang jaga nenek" Intan membopong Vivian dibantu Bobi
Vivian terus menangis mengingat bagaimana Lio bisa hidup bersama nya "nenek mau disini saja, Lio anak yang sangat baik dulu,ini semua karena Boston Kinder dia membuat Lio jadi sangat bringas seperti ini"
"nek, nggak usah diceritain,nanti saja ceritanya kalau nenek sudah membaik" Bobi menggenggam tangan Vivian
Vivian bercerita pada keluarga Handoko dan Bobi.
flashback on
dulu Lio ketemu Vivian di terminal dekat pasar, Lio menarik kantong plastik Vivian yang berisi makanan, Lio berlari tapi Vivian tidak berteriak.
__ADS_1
Vivian memanggil tukang ojek untuk mengejar Lio karena dia ingin memberi Lio makanan yang banyak,dia mengatakan kalau Lio cucunya tidak mau makan.
tukang ojek pun membawa Vivian mengejar Lio, Lio bersembunyi di balik drum besar agar tidak ditemukan Vivian.
Vivian memanggil Lio dengan lembut,supaya Lio keluar "nak,sini nenek punya banyak makanan,nenek tidak akan memarahi mu,keluar sayang"
Lio tidak menjawab Vivian dia asyik makan tidak memperdulikan Vivian, sampai Vivian menemukan Lio tapi Lio tidak tau Vivian sudah di belakangnya.
"kamu lapar ya nak,masih kurang kuenya, kita makan ya didepan sana ada rumah makan" Vivian kasihan melihat Lio yang kelaparan.
"nggak mau, nenek pasti mau penjarakan aku" Lio ketakutan dan berlari tapi Vivian tidak mengejar nya karena dia juga tau tidak mungkin Lio akan langsung mengikuti nya.
Vivian pulang dan dia tidak jadi membagikan makanan bagi anak-anak jalanan yang menunggunya seperti biasa.
Lio menjadi pengamen,tukang angkat dan tukang parkir agar bisa makan,dia juga membagikannya bagi anak-anak lain.
besok nya Vivian kembali kepasar itu untuk berbelanja,tapi saat Vivian berbelanja dia merasa pusing dan hampir pingsan, Lio langsung menolong Vivian.
"nenek tidak apa apa kan nek" Lio mengipasi Vivian
"kamu darimana nenek cari kamu nak" Vivian mengusap lembut kepala Lio
"saya anak jalanan nek buat apa nenek cari saya,saya tidak pernah mencuri kok nek" Lio meyakinkan Vivian.
"kamu anak baik nak, jangan besar disini,ayo ikut nenek ya" Vivian membujuk Lio lagi
"nek kalau saya maling bagaimana, nenek akan rugi nek" Lio mengelak lagi supaya Vivian tidak membawanya
Lio menolong Vivian dan membawanya ke mobil,tapi saat Lio mau menutup pintu mobil dia melihat 5 orang preman yang dihajarnya tempo hari
Vivian menarik tangan Lio masuk kedalam mobil dan menyuruh sopir untuk meninggalkan pasar itu,Lio minta turun tapi Vivian tidak mengizinkannya.
Riko Williams(kakek Jovan)sedang bersantai-santai didepan rumah mereka, dia melihat mobil Vivian datang dan tersenyum padanya.
__ADS_1
Riko yang melihat Lio didalam mobil langsung berlari ke mobil,tapi Lio langsung lari ketakutan
"tangkap anak itu,bawa dia ke hadapan ku" perintah Riko pada supirnya dan supirnya pun mengejar Lio.