
dirumah sakit
"Ar,gua mau pulang,gua mau minta maaf sama nenek dan keluarga pak Handoko sudah membuat mereka ketakutan tadi" Lio terbebani dengan perasaan bersalahnya
"gua tanya Jovan dulu,nanti gua diamuk sama dia,lo emang sangar tapi Jovan lebih mengerikan jika mengamuk Lio" Arlan tau bagaimana sadisnya Jovan bila mengamuk.
"gua juga takut kalau dia yang ngamuk" Lio tertawa ngeri ingat kalau Jovan mengamuk
"mas Jovan teh baik pisan mas,mana mungkin atuh dia mengerikan gitu" Ujang tidak percaya pada cerita Arlan dan Lio
"jangan ditanya mang,bisa habis saya ditangan dia" Lio tersenyum pada Ujang
"kasihan atuh kalau teh Intan nikah sama mas Jovan,bisa mati nanti teh Intan" Tomi mencemaskan teteh kesayangannya.
"kalau sama Intan, Jovan pasti kayak anak kucing manja dek" jawab Arlan pada Tomi
"kalau sama Intan si mas Jovan takut gitu maksud nya" Ujang tertawa
"100 buat mamang, ini hadiahnya" Lio memberikan uang 100 buat Ujang dan Ujang senang menerimanya
dirumah Vivian,keluarga Handoko sudah siap siap untuk melihat Lio, Vivian dan Bobi juga mau lihat Lio. Jovan yang melihat mereka semua akan pergi dicegah oleh Jovan
"jangan ada yang lihat dia kerumah sakit,biarkan dia menyesali perbuatannya dulu" Jovan bicara dengan wibawanya dan membuat orang yang mendengar nya pasti segan untuk membantahnya.
"masuk kedalam lagi yuk,jangan ada yang menjawab,kita bisa habis" Bobi membawa Vivian kedalam rumah
"kenapa nggak boleh mas,kan mas Lio lagi sakit" Tika bertanya polos pada Jovan yang masih berdiri di teras rumah Vivian
"Tika,kalau kita pergi melihat dia,dia tidak akan menyesal,dia merasa kita mendukung kesalahan nya melukai dirinya sendiri,kamu paham kan dek, biarkan dia menyesal dulu biar dia tidak mengulangi lagi kebodohan nya ini" Jovan mengelus lembut rambut Tika,dia tidak bisa membayangkan jika itu terjadi pada dia dan Fani.
"iya kalau itu menurut tuan yang terbaik,kami mendukung karena Lio terlalu emosional sekali,dia melukai dirinya sendiri" Desi setuju dengan Jovan.
"iya mas, Tika setuju biarin aja mas Lio disuntik ama Dokter teman mas itu" Tika kesal membayangkan Lio yang tadi mengamuk
"iya dek biarin aja ya" Jovan sangat lembut pada Tika
__ADS_1
"kalau tidak jadi,saya pamit cek buruh dulu atuh tuan,dari tadi saya belum ke kebun" Handoko pamit pada Jovan dan pergi dari rumah Vivian.
Jovan, Tika dan Desi berbincang bincang di rumah Vivian
"buk,itu Intan kok susah ya dapetinnya, pusing saya buk,tolongin dong buk" Jovan merengek pada Desi dan Tika pun tertawa
"Aa bacain puisi aja,teh Intan suka puisi Aa" Tika memberi ide pada Jovan
"mending buatin Intan hotel aja dek,mas nggak ngerti yang kayak gitu" Jovan menggelengkan kepala menolak ide Tika
"hahahahahaha,kamu teh lucu tuan,coba aja atuh mana tau Intan luluh sama kamu" Desi lucu melihat Jovan yang kewalahan menghadapi Intan.
"buk panggil saya Jovan aja,kan calon mantu buk,nggak enak dengar tuan gitu" Jovan sudah lama ingin mengatakan itu tapi takut Desi marah.
"ok Jovan, besok Intan ulang tahun kamu bisa baca puisi besok dihadapan Intan,ibu mau ke pasar dulu,untuk beli bahan makanan ulang tahun Intan besok" Desi memang ingin belanja untuk ulang tahun Intan besok
"buk nggak usah,biar saya yang urus ulang tahun Intan,ibu masak sekarang aja untuk menyambut si Lio gesrek" Jovan yakin Lio pasti akan pulang sebentar lagi
"ha,kan masih sakit mas" kata Tika pada Jovan bingung
"ya udah ibu sama Tika ke pasar dulu ya Jovan" Desi ingin membawa Tika tapi dilarang oleh Bobi yang ikut bergabung bersama Jovan
"Tika dirumah saja ya dek,biar kamu aman" Bobi menahan Tika supaya tidak ikut kepasar takut ada buruh yang dengar tadi dan gosip tersebar dengan cepat.
"iya buk, Tika dirumah saja ya buk,temanin Teteh Intan dirumah" Tika memilih dirumah saja biar aman.
"ya sudah ibu diantar sama bodyguard saya saja, supaya ibu cepat sampai pasar dan aman" Jovan memanggil 1 Bodyguard nya dan Desi pun pergi ke pasar diantar oleh orang suruhan Jovan.
"ttititititiititit,hai saudara ku yang terkasih Lio Deano William pulang, terimakasih sudah menyambut saya" Lio pulang bersama Pokas, Tomi dan Ujang
"mas,si gesrek teh benaran pulang" Tika menganga melihat Lio sudah pulang,dan Jovan benar Lio pulang.
"kan udah mas bilang dek,dia pasti pulang" Jovan meninggalkan Lio dan hendak masuk kedalam rumah
"mas Lio" teriak Intan senang melihat Lio dan berlari ke tempat Lio
__ADS_1
"jangan lari Intan,kamu baru siap operasi" suara besar Jovan melarang Intan berlari.
Lio berlari cepat supaya Intan berhenti berlari dan Intan pun memeluk mas Lio nya.
"mas Lio,jangan kayak tadi lagi mas, Intan nggak mau mas kenapa-kenapa, Intan takut mas" Intan menangis dipeluk Lio.
"maafin mas ya,kalian takut ya dek,udah jangan nangis lagi,mas sudah sembuh kan,lihat ini mas didepan kamu sekarang" Lio memeluk Intan dengan rasa bersalahnya
Jovan kesal dan meninggalkan mereka semua,dia marah melihat Intan yang berlari mengejar Lio, tanpa memperdulikan kondisinya.
Tomi dan Tika juga menghampiri Lio dan Intan,mereka pun berpelukan.
"kalian semua adik mas Lio,mas akan jaga kalian semua,mau sekolah kemana saja mas dukung, percaya sama mas ya" Lio meyakinkan 3 adiknya untuk tetap bersekolah.
"mas uang sekolah Tika teu mahal pisan atuh, nanti uang mas habis" Tika masih tidak tau berapa kekayaan Lio Williams yang sudah sangat terkenal di kalangan pebisnis.
"nggak akan habis,kalau daun di kebun teh ini habis,baru uang mas habis dek,kalian semua harus kuliah,jadi orang berhasil biar Bapak dan Ibu bangga sama kalian" Lio tersenyum melihat Tika yang tidak tau kekayaannya
"ha,ini teh dari Tomi kecil daunnya subur pisan ey, nggak akan habis atuh mas" Tomi tak yakin akan uang Lio
"mas,kalau Intan besok mau kue ulangtahun boleh nggak mas, Intan nggak pernah tiup lilin mas" Intan benar benar sangat ingin tiup lilin di ulangtahun nya yang ke 17.
"boleh dek, mau tingkat berapa dek kuenya biar mas pesan,mau kado apa juga dek dari mas" Lio sangat senang adiknya mau meminta padanya.
"yang kecil aja mas yang bisa ditarik uang gitu mas, boleh kan mas" Intan melihat kue seperti itu saat ulangtahun Cika
"teteh jangan matre gitu atuh,jangan mas kue yang biasa saja" Tomi tak suka jika Intan dan Cika akan terlena dengan uang Lio
"hahahahahahhaha,nggak apa-apa Tom, jangan gitu ah,mas Lio senang kalian mau meminta sama mas" Lio menepuk bahu Tomi.
"kayak Teletubbies ya mang Ujang, berpelukan gitu" Bobi tertawa dan Ujang pun ikut tertawa.
Vivian yang melihat dari kaca nya senang melihat Lio sudah tenang dan tertawa,tapi dia takut keluar nanti Jovan marah.
"nek diamin aja dia dulu nggak usah ditegur, Jovan nggak suka lihat dia kayak tadi,dia bisa mati nek kalau tadi kami nggak datang" Jovan duduk di ranjang Vivian dengan wajah kesalnya.
__ADS_1
"iya, nenek tidak akan menegur dia,biar dia rasakan bagaimana perasaan kita melihat dia terluka" Vivian setuju dengan Jovan