Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
kesempatan ke 2


__ADS_3

Rizal kembali ke dalam rumah sakit, sebelum ke tempat Devina, Rizal melewati ruangan bayi,dia berhenti dan melihat dari kaca ada 6 orang anak bayi di ruangan itu


"Jo, apakah ayah tidak akan bisa menimang cucu dari kamu dan Intan, kenapa harus seperti ini semuanya nak, kenapa kamu harus dalam keadaan ini" Rizal menitikkan air matanya melihat anak bayi yang sedang tertidur


sementara Intan berjalan keluar rumah sakit,ada taman yang di siapkan untuk pasien berjalan jalan ringan,dan Intan memilih duduk di dekat pohon


"Intan teh harus gimana atuh,apa secepat ini Intan harus jadi janda" Intan duduk menatap kosong sekitarnya dan Boston yang sedang dijalan akan memberikan sumbangan ke panti asuhan melihat Intan duduk sendiri


"Meyza, kenapa Intan sendirian, kamu tidak tau betapa banyak orang yang ingin mencelakakan dia" Boston menelfon Meyza dan berbicara dengan dinginnya


"pak maaf saya sedang di UGD,saya tadi pusing sekali pak, semalaman tidak tidur menjaga Intan, sebentar lagi infus vitaminnya selesai pak, Pokas sedang memantau Intan pak" Meyza sudah tak sanggup lagi menahan lelah badannya


"Meyza,maafkan bapak nak,harusnya bapak menanyakan kondisi kamu,kamu istrahat yang cukup,biar bodyguard lain yang menjaga Intan" Boston memutuskan sambungan telfon setelah Meyza berterima kasih


Boston mendekati Intan dan tentu saja Pokas sudah mengenal nya saat Intan ditusuk tadi siang dan dia memberikan izin Boston mendekati Intan


"kamu sendiri nak" Boston duduk di samping Intan yang melamun


"iya pak" Intan tersenyum pada Boston,dan Boston melihat luka yang di alami Intan dan tentu saja dia terluka sekali


"orang tuanya mana nak,kamu disini sama siapa" Boston berbasa basi agar bisa berbicara dengan Intan


Intan yang melihat wajah Boston merasa melihat Lio,tapi dia tidak berpikir dia Boston


"ibu sama bapak teh di Bandung pak, Intan disini sama mertua melihat kakak Intan" Intan menjawab dengan sopan sekali


"kamu sudah menikah" Boston senang berbicara dengan Intan,dia merasa tenang mendengar suaranya


"iya pak, Intan teh kegenitan cepat cepat menikah, sekarang teh lihat hasil nya di ambang perceraian" Intan tersenyum sambil menggelengkan kepalanya


Boston yang sudah tau semua cerita nya mencoba memberikan nasehat pada Intan

__ADS_1


"bapak boleh cerita tentang kisah cinta bapak nggak" Boston mulai ingin membujuk Intan agar tidak jadi bercerai


"hahahahah, kalau bapak nggak keberatan, Intan akan dengar dengan senang hati" Intan mendekati Boston dan menghadap nya


"almarhumah istri bapak,wanita yang sangat baik,dia selalu tersenyum dan ramah kepada bapak,hingga bapak melakukan kesalahan fatal, terlena dengan uang yang banyak,bapak tergoda dengan wanita yang hanya mau uang saja,hingga bapak melupakan istri dan anak bapak, penyesalan tetap lah penyesalan semua terlambat,istri bapak meninggalkan bapak selama nya,anak bapak pergi entah kemana" Boston melihat wajah Intan yang sedih.


"bapak pasti mencari anak bapak ya" Intan mengusap punggung Boston dan Boston sangat bersyukur Intan anak yang sangat baik


"iya nak, kamu tau bapak seperti orang gila minta kesempatan ke dua pada istri bapak, tapi apa yang terjadi,dia menolak keras setelah bapak menikah lagi, memukulinya di depan anak bapak,dan bapak yakin pasti anak laki laki bapak mengingat itu sampai sekarang, bapak sangat menyesal nak,dan jika kamu ingin bercerai yakinkan hatimu sudah tidak ada cinta lagi,karena jika kamu sudah bercerai yakin lah suami mu sudah pasti tidak akan mengingat mu lagi" Boston tu Jovan suami yang sangat baik dan mencintai Intan


"tapi pak,dia masih sayang mantan nya" akhirnya Intan menangis mendengar nasehat Boston


"apakah dia bilang cerai sama kamu" Boston bertanya pada Intan


"nggak pernah pak, Intan yang selalu bilang itu" Intan menyesal guys


"kalau dia minta cerai" Boston melihat mata Intan


"ya sudah nak,jika rasa sakit mu sudah membaik berikan suami mu kesempatan ke 2, ingat perjalanan cinta kalian nak,kamu memang masih muda tapi jika takdir tidak kenal usia, kamu jalani dengan ikhlas percayalah kebahagiaan kamu akan lengkap" Boston mengusap kepala Intan.


"iya pak, Intan akan coba menenangkan hati dan pikiran dulu" Intan membersihkan wajah nya dari air mata


Pokas memberi kode bahwa Rizal akan mendekat dan Boston pergi setelah pamit pada Intan,dan untung Rizal tak melihatnya


"Intan ,kamu disini ayah takut ingat kamu tadi di lukai saat sendiri, sekarang kita masuk ya nak" Rizal membawa Intan berdiri dan Intan mengikuti Rizal sambil berpikir terus


"ayah, Intan akan memberikan Aa kesempatan ke 2, Intan kemarin salah yah,tidak mengenal luar dalam suami Intan, sekarang biarkan kami saling mengenal dulu, apa ayah keberatan" Intan menarik tangan Rizal yang didepannya


"terimakasih nak, ayah percaya kamu pasti sudah memikirkan semuanya" Rizal mengusap rambut Intan dan mereka masuk lagi kedalam menemui yang lain


Meyza yang baru keluar dari UGD duduk di kursi luar untuk menunggu Intan kembali

__ADS_1


"kak Meyza,kenapa pucat sekali" Intan melihat Meyza lemas menghampiri nya dan duduk disampingnya


"kakak kecapekan dek" Meyza tersenyum pada Intan


"kak pulang aja ya,jangan disini nanti kakak tambah sakit lo" Intan memegang tangan Meyza yang dingin


Elisa yang khawatir pada Intan keluar mencarinya dan melihat Intan bersama Meyza sedang duduk di kursi luar kamar Devina


"kamu nggak apa-apa kan nak" Elisa memeluk Intan karena dia masih merasa bersalah pada Intan


"kak Meyza sakit bunda, tolongin dong bunda" Intan sangat cemas pada Meyza dan Elisa pun menelfon Lio


"kamu dimana,ini calon istri kamu sakit,malah keluyuran" Elisa mengomeli Lio yang baru datang


"kamu kenapa sayang,mas kan baru pergi sebentar, kenapa kenapa coba cerita,aduh gemesnya mas sakit ya,sini mas peluk" Lio langsung duduk di samping Meyza dan memeluknya, percaya lah Meyza sudah tak punya harga diri di depan Lio hahhaha


"ini bisa tindakan pidana lo,anda melakukan tindakan asusila main peluk peluk gini" Meyza mencoba melepaskan pelukan Lio.


"nggak apa-apa,nanti sekalian mas lakukan tindakan asusila ny,biar ditangkap sama kamu" Lio semakin erat memeluk Meyza


"kamu kenapa jadi ganjen gini sih" Elisa memarahi Lio yang seenaknya memeluk Meyza


"bunda nggak tau sih,dia kalau nggak Lio peluk gini,nanti ngambek nya sampai 3 hari loh bun" Lio mengelus rambut Meyza, sedangkan Meyza yang garang tidak bisa menolaknya


"sayang antar aku pulang ya" Meyza melingkarkan tangannya di perut Lio


"aaaawwwwwww sakit" Lio melompat dan melepaskan Meyza, Meyza mencubit keras perut Lio dan kayaknya itu biru loh


"rasain kamu" Elisa tertawa senang dan duduk di antara Meyza dan Intan,dan memeluk 2 wanita cantik menantu idamannya, sedangkan Intan terdiam melihat Jovan yang melewati nya begitu saja


"untuk sekarang biarkan lah kita begini dengan luka hati kita masing masing Aa" Intan memejamkan matan di pelukan Eliza.

__ADS_1


"biarkan hati kita tenang dulu,jika sekarang Aa bicara sama kamu,kamu pasti menghindari Aa, Intan jangan pernah ucap kan cerai lagi,karena itu menyakiti perasaan Aa sayang,jika rasa sakit mu sudah hilang datang lah kepelukan Aa,karena Aa sangat merindukan kamu" Jovan berjalan menjauh dari mereka semua


__ADS_2