Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
telur bebek


__ADS_3

"akhirnya Bobi tau bunda,kasih sayang bunda melebihi kasih sayang mama dan papa Bobi, apakah Bobi salah bunda jika ingin tetap di sini,di rumah ini? Bobi tidak berniat sekalipun untuk kembali pada mama Bobi,tidak bunda, dan jika nanti Bobi menikah ayah dan bunda yang akan berdiri di samping Bobi,tidak ada yang lain" Bobi mengakhiri ceritanya


Elisa memeluk Bobi dan tangisan nya sangat kuat sekali, Rizal dan Lio melihat bagaimana Bobi sangat mencintai Elisa


"Bunda" Bobi memberikan Elisa photo saat mereka memancing


"photo ini dapat darimana nak" Elisa mengusap lembut kepala Bobi


" yang ambil photo ini Fani Bunda, pakai hp dia" Bobi sudah mengirimkan semua photo nya dari hp Fani,apalagi jika itu photo dengan keluarga William


Rizal menatap Bobi, antara Lio dan Jovan, memang Bobi yang sangat di atur tapi Bobi juga lah yang paling peka apalagi dengan Fani,kasih sayang Bobi sangat besar


"Bob" Rizal membuka tangannya lebar


"ayah" tangisan Bobi pecah dipelukan Rizal


"ingat satu hal bahwa ayah sangat menyayangi mu, sikap keras ayah pada kamu, karena ayah mau kamu menjadi orang yang berhasil,supaya kamu bisa tau nak bagaimana caranya untuk bertahan dan menjadi orang yang terpandang seperti sekarang" Rizal untuk pertama kalinya menangis dipelukan Bobi


"ayah kenapa yah" Bobi tidak sanggup mendengar tangis Rizal


Rizal benar benar marah pada Miko,telah menyakiti anak kandungnya sendiri, bagiamana dia bisa sejahat itu pada Bobi


"harusnya, kamu dan Jovan kembar nak,jadi kamu tidak ada hubungannya dengan Miko" Rizal semakin erat memeluk Bobi


"cukup sayangi Bobi seperti ini ayah,itu lebih dari cukup" Bobi semakin menangis


Lio dan Elisa tak mengerti kenapa Rizal sesedih itu,


"bunda,lihat 2 anak mu ini tidak akan pernah meninggalkan bunda,jadi jangan takuti apapun lagi" Rizal memeluk Lio dan Boni


"bunda yang terlalu ketakutan" Elisa dan Rizal berpelukan


sementara di kamar Intan,


"Aa,mau telur bebek" Intan masih marengek minta telur bebek


"iya Aa panggil mas Bobi ya sayang" Jovan mencium kening Intan


"ikut" Intan mengangkat tangannya seperti anak kecil, Jovan menggendong Intan keluar kamar


"kenapa Intan,mau lahiran" Bobi panik dan berlari ke tempat Intan dan Jovan berdiri


"masih lama Bobi,9 bulan lagi nak" Elisa tersenyum melihat keluguan Bobi


"emangnya selama itu ya bunda" Lio terkejut dengan ucapan Riza


"iya sayang, semuanya perlu proses nak,tidak langsung keluar udah besar" Elisa tertawa karena 2 anak angkatnya tidak tau selama itu proses kehamilan


Jovan meletakkan Intan di sofa,dan mengambil buahan untuk Intan.


"mas Bobi,mana telur bebek nya" Intan menadahkan tangan nya


"iya dek, tunggu Tomi pulang ya,bentar lagi dia pulang kok" Bobi duduk di sampai Intan


"dek, kenapa nggak yang dari warung atau mini market aja" Lio duduk dibawah sofa dan Jovan datang dengan buah-buahan nya


"Intan, nggak tau mas,mau nya yang baru keluar dari pinggul induknya" Intan tersenyum pada Bobi, Rizal masuk ke kamarnya untuk mengajak Boston bertemu sedangkan Elisa sibuk lagi dengan bunga-bunga nya


"trus kenapa harus mas Bobi dek" Bobi mengambil buah yang ada di tangan Jovan

__ADS_1


"kenapa ya mas" Intan juga merasa bingung dan hanya tertawa


"asalkan kalian senang,mas Bobi akan lakukan apa saja" Bobi menyuapi buahan pada Lio


"kalau Meyza yang hamil,lo akan sebaik ini juga nggak sih" Lio melihat Bobi penasaran


"ogah" Jawab Bobi


"Napa" Lio tidak terima


"maksud lo, Meyza nikah dengan orang lain, gua yang penuhi permintaan nya" Bobi mendorong kepala Lio


"kan suami nya gua" Lio mencubit kaki Bobi


"kan lo nggak bilang Meyza nikah nya sama lo Lio" Bobi mengusap kaki nya yang sakit


" ya kan lo tau gua suka ama dia" Lio kesal sekali


"ya kan lo yang suka ama dia, Meyza kan nggak pernah bilang suka ama lo" Bobi meletakkan kaki nya di atas paha Lio dan Lio memijitnya


"lagi mas lagi mas, Intan suka" Intan bertepuk tangan melihat perdebatan Lio dan Bobi, Jovan yang melihat Intan senang dengan perdebatan Lio dan Bobi, Jovan mengusap lembut perut Intan


"dek,amit amit ya, jangan tiru gesrek nya oli dan omi ya" Jovan mengangkat bahunya seperti geli


"oli, omi, siapa tu Aa" tanya Intan penasaran


"oli \= Om Lio, omi \= Om Bobi" Jovan mengangkat alis nya dan tertawa dengan gelar baru Lio dan Bobi


Lio dan Bobi tidak terima dengan nama panggilan mereka kelak pada anak Jovan, Lio dan Bobi membuat nama panggilan Jovan


"PAIJO" sapa Bobi dan Lio sambil tertawa


"papi Jovan" tawa Lio dan Bobi sangat renyah sekali sampai Jovan terdiam karena kalah dari mereka berdua


"plak plak, lawan terus Aa" Intan sangat semangat melihat perdebatan kecil di depan nya


"gua kok bayanginya besok anak lo kalau cewek cerewet nya kayak Fani ya" Lio, Bobi dan Jovan saling pandang


"jangan gua mohon" Jovan membuang nafas nya kasar,


"iya jangan,jangan,jangan" Lio dan Bobi juga tidak mau kalah


Tomi dan Fani pulang,dan Fani langsung berlari mau memeluk intan


"stop" Lio menghadang Fani agar berhenti ditempat, sedangkan Tomi langsung ke dapur untuk mengambil air putih


"kenapa" Fani berhenti di tempat


"jangan dekat dekat, sekarang kalian berdua mandi, ganti baju baru boleh dekat dengan Intan" Lio menarik tas Fani dan badan Fani mengikuti tarikan Lio, sedangkan Tomi langsung ikut naik ke atas karena betul banyak bakteri dari luar rumah apalagi Intan sedang hamil


"kita akan buat Fani jauh dari Intan, supaya anak lo di dalam tidak terhasut dengan Fani" Bobi menepuk bahu Jovan


"kan dia belum ngerti Bob, jadi percuma saja" Jovan menepuk balik bahu Bobi


"tak lama Lio, Tomi dan Fani turun dan bergabung dengan Jovan dan Bobi


"hallo dek,ini Tante Fani yang paling cantik,kalau kamu cewek kita akan ke salon, spa,dan mall,nanti kita habiskan uang papi kamu ya, soalnya dia pelit sama Tante" Fani mencibir Jovan dan Fani mengusap perut Intan, Intan tertawa senang sekali melihat kasih sayang semuanya


"jangan dengarkan Tante ya, nanti mall nya langsung Paijo buatkan untuk kamu dek,di dekat tanah om Lio aja kita buat mall nya" Lio menunjuk ke perut Intan

__ADS_1


"Paijo Paijo,lo mau gua buat gagu Jovan melemparkan bantal sofa ke wajah Lio


"ampun bg ampun" Lio duduk di samping Tomi yang bingung dengan candaan mas nya


"hahahhahahahah, Paijo Paijo" Bobi tertawa sekeras-kerasnya


"diam lo omi" Jovan menarik baju Bobi dan Bobi berhasil lari dan berjoget mentertawakan Jovan


"uweeeekkk uweeeekkk" Intan sangat mual selalu karena Ninuk sedang memasak untuk makan siang, Intan yang mau berlari langsung menggendong Intan dan membawanya ke wastafel dapur


"Ninuk,jangan masak dulu" Jovan berteriak,karena Intan lemas lagi, Lio, Bobi, Fani dan Tomi mengerumuni Intan


"aduh mas maaf tadi juga yang minta ini si teteh, nanti kalau nggak Ninuk buatin bisa bisa ngences nanti anaknya mas Jovan" Ninuk mengipas kain lap agar uap nya cepat hilang


"gara gara makanan bisa gitu Nuk" Bobi juga membantu mengipas kain lap agar uap nya hilang


"nggak cuma makanan aja mas,semua permintaan ibu hamil harus dituruti,nanti kalau nggak adeknya bisa ngences, terus lahirnya susah kalau nggak dituruti" Ninuk kemudian mengambil air putih hangat dan memberikan nya pada Intan


Bobi langsung menarik baju Lio dan Tomi


"mau kemana" Lio melepaskan tangan Bobi dan juga merapikan bajunya


"ele ele mas, Tomi teh bukan kambing atuh" Tomi kesal dan melepaskan tangan Bobi


"telur bebek,buat Intan,nanti anak Paijo ngences gua nggak tega ponakan gua nanti ngences gua nggak mau" Bobi membuka pintu mobilnya, Tomi dan Lio pun masuk kedalam mobil Bobi


selama perjalanan menuju kandang bebek, Tomi tertawa dengan gelar masing-masing 3 mas nya yang diceritakan oleh Lio, sesampainya di kandang bebek, sudah ada satu penjaga kuca Bobi yang menunggu dan sudah meminta izin dari pemiliknya


"maaf pak,bapak yakin tampung telur bebek nya langsung" tanya Judin pada Bobi


"ini permintaan adik saya, katanya harus langsung tampung sendiri dari pinggul bebek nya" Bobi menggulung lengan bajunya sampai ke atas siku


"mas,caranya teh kalau dikampung, kelingkingnya mas Bobi masukin ke ****** bebek nya untuk tau ad telurnya apa tidak" Tomi memperagakan nya langsung pada bebek yang ada dikandang,sebagai bukti untuk Intan Lio sudah bersiap untuk merekam video Bobi menampung telur bebek


"mas sok atuh dicoba" Tomi menunjuk 1 bebek dan Bobi dengan jijiknya terpaksa melakukan nya


"Tom,ada cangkang nya,agak keras gitu" Bobi merasakan nya dan melihat Tomi


"iya mas,tunggu saja 30 menit lagi,coba yang lain mas mana tau ada yang langsung keluar tanpa menunggu lama" Tomi membawa Bobi ke kandang lainnya


"Bob,ini kok panas banget ya" Bobi merasakan panas di tangannya


"mas cepat tampung atuh mas,itu bisa jadi bebeknya mau bertelur" Tomi menyuruh Bobi menadahkan tangannya


saat Bobi menadahkan tangan nya, Lio memberikan aba aba agar Bobi melihat padanya untuk di rekam sebagai bukti kalau Bobi benar menampung telurnya, Bobi dengan bangga nya tersenyum dan bebek nya mengeluarkan kotoran bukan telur


"Tooooommmmmmiiiiii,ini bukan telur yang keluar" Bobi langsung menarik tangan nya dan mencuci nya dengan air kran,


"huuuuwwweeekkkk" Bobi muntah-muntah seperti Intan karena baru sekali ini memegang kotoran hewan


"pak Bobi, di ujung sana setengah telurnya sudah keluar,ayo pak cepat" Judin menarik tangan Bobi dan Bobi pun berlari ke kandang bebek pertama


"cepat Bobi, cepat" Lio dan Tomi sama sama memberikan support untuk Bobi, dengan cepat Bobi menadahkan tangan nya dan telur bebek nya tepat di atas tangan Bobi


"guuuuaaaa berhasil,ini buat adik gua" Bobi kegirangan dan telurnya terjatuh dengan cepat Bobi menangkap nya dan berhasil, tapi sayangnya muka Bobi terjatuh di atas dedak makanan bebek


"wauuuuuahhahahhahaha" tawa Tomi dan Lio sangat pecah muka Bobi yang sangat tampan ternodai oleh telur bebek


Intan yang sedang melihat video yang dikirim Lio menangis tersedu-sedu, sedangkan Jovan dan Fani sudah tertawa sampai mau pipis celana

__ADS_1


__ADS_2