Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Jelita adik Arlan


__ADS_3

"Bob,lo bisa ceritakan semua nya dengan rinci, biar gua bisa cek suntik apa yang diberikan ke lo tadi" Arlan memeriksa denyut nadi Bobi dan detak jantungnya


"gini mas,tadi teh ada perawat incaran mas Bobi,jadi kami samperin,mas Bobi teh bilang kalau Tomi sakit perut,padahal nggak atuh, terus teh di suruh ke UGD, mas Bobi paksa Tomi terus,sampai di UGD teh Tomi berbaring di tempat tidur, perawatnya tanya perutnya sakit sebelah mana Tomi jawab kanan mas Bobi teh jawab kiri,eeee si perawat teh ambil suntik terus di suntik ke mas Bobi, Tomi lari atuh mas ketakutan" Tomi menceritakan semuanya kepada Arlan


"nama perawat nya teh siapa Tom" tanya Arlan


"nama nya teh jelita ceunah kalau Tomi nggak salah" Tomi mengatakan nya pada Arlan


"waaahhhhh,udah tamat lo Bob" Arlan berbicara dengan wajah serius nya dan membuat semuanya panik


"Bob,lo nggak akan tinggalkan gua kan" Lio mendekati Bobi yang mulai membaik dan segar


"lo jangan setengah-setengah gitu bicaranya" Jovan memeluk istrinya


"kenapa sih Ar" tanya Bobi penasaran


"yang nama nya Jelita tu,ada gangguan jiwa Bob,lagian kenapa sih lo nggak tanya dulu sama gua" Arlan akhirnya jujur pada mereka semua


"ha-ha-ha" tawa Lio pecah sampai dia duduk di samping Boston


"gua tadi di suntik apa Ar" tanya Bobi takut


"terakhir dia suntik kebiri pasien gua" Arlan mencoba mengingat nya


"maksud lo gua" Bobi membulatkan matanya tak percaya


"bisa jadi" Arlan menjawab sambil mengangkat bahunya


"nggak mungkin,lo jangan bercanda Ar" Bobi duduk dan berlari mendekati Boston hampir menangis


"Bob, gimana kamu akan melanjutkan hidup kamu nak" Boston sedih mendengar kan perkataan Arlan


"Ar,lo tau darimana sih,kan nggak liat obat apa yang disuntikkan ke badan Bobi" Jovan nggak percaya dengan omongan Arlan


"kan gua nggak bilang Bobi,yang gua bilang kan terakhir dia suntik pria nakal ya dengan suntik kebiri" Arlan meletakkan tangannya di dada

__ADS_1


"cari orang nya dulu atuh mas, kasihan mas Bobi" Tomi menangis di sofa


"kenapa orang yang ada gangguan jiwanya bisa kerja disini,malah pakaiannya lengkap gitu" tanya Bobi masih belum percaya


"bokap dia pemilik ni rumah sakit Bob,dan dia hanya jahat sama laki laki mata keranjang,sama semua yang ada di sini dia nggak ada ganggu kok" jawab Arlan serius


"makanya pak Bobi,sama wanita jangan semua mau di sama ratakan,harus ada pembedaan, lihat kan sekarang akibatnya" Meyza menceramahi Bobi yang frustasi sekali


"Meyza,hubungi Bodyguard untuk mencari seorang Jelita" Boston memerintahkan Meyza,tapi Arlan melarang nya karena sudah malam dan pasien lain jangan sampai terganggu


suasana kamar jadi diam karena memikirkan nasib Bobi,dan Tomi tanpa sengaja berteriak seperti setan karena melihat Jelita sedang mengintip dari kaca kamar Tika.


"jangan saya teh hanya nurutin maunya mas Bobi" Tomi melompat dan bersembunyi di belakang Meyza


"he Tom,kamu teh kenapa" Intan mendekati Tomi dibelakang Meyza


"itu ada perawat yang suntik mas Bobi tadi teteh" Tomi ketakutan sekali,dan Arlan akhirnya tertawa terbahak-bahak


"cukup Arlan" Boston akhirnya memerintah Arlan berhenti mengerjai Tomi dan Bobi,dan membuat Arlan berhenti tertawa dan keluar untuk membawa Jelita kedalam kamar Tika


"Mbak Meyza,tembak dia atuh" Tomi sangat ketakutan dan Meyza memegang tangan dingin Tomi


"ini kan adik lo si bontot Ar" Jovan mendekati Jelita dan mengusap lembut kepala Jelita dan Intan tersenyum melihat Jovan yang sayang pada adik Arlan


"wuuiiiisss,udah cantik banget sekarang adiknya Arlan, kamu sekarang jadi perawat disini dek" Lio memeluk Jelita dan Jelita membalas pelukan Lio, Meyza tidak memperdulikan Lio dan memenangkan Tomi


"lo pada kenal dia semua" Bobi masih menunggu jawaban dari salah seorang yang mengenal Jelita


"kan udah di bilang adik nya Arlan Bob" Boston tertawa dengan sempurna berhasil mengerjai Bobi dengan dibantu Arlan


"sini dek, ternyata kita dikerjai oleh adik nya mas Arlan" Bobi menarik tangan Tomi dan Tomi membersihkan air matanya


"mas, lain kali teh jangan ganggu perawat malam-malam,ini teh masih nasib baik kalau perawat nya teh sakit jiwa,gimana kalau tadi teh itu hantu,mas teh mau lari kemana" Tomi menasihati Bobi dengan kesalnya


"pak Boston udah tau ya mereka mau dikerjai oleh Dr Arlan" Meyza bertanya pada Boston

__ADS_1


flashback on.


saat Jelita mengantar makanan ke kamar Tika,hanya ada Boston dan Tomi di dalam kamar, Boston melihat semua yang dilakukan Jelita,dan semua berjalan baik, sampai akhirnya Tomi menceritakan tentang Jelita pada Bobi


kemudian Boston menelfon anak buahnya, untuk menyelidiki Jelita dan ternyata dia adiknya Arlan,dan Boston meninggalkan Tomi dan mencari Arlan untuk mencari gai


"silahkan masuk" Arlan melihat Boston mengetuk pintunya


"maaf mengganggu dokter tampan" Boston masuk dan Arlan mempersilahkan Boston duduk


"nggak kok om,ada yang bisa Arlan bantu om"? Arlan penasaran kenapa Boston sampai mencarinya


"tadi ada perawat nama nya Jelita,apa dia adik kamu Ar,maaf kalau om tanya kamu Ar" Boston bertanya pada Arlan tentang Jelita


"oh itu, Jelita adik bungsu Arlan om,baru selesai kuliah terus keterima kerja di sini" jawab Arlan sambil tersenyum


"Bobi penasaran sama Jelita,dan kayaknya dia benar-benar serius sama adik kamu, gimana udah punya pacar belum Jelita" tanya Boston pada Arlan


"kalau sama Bobi ya saya izin kan om, Bobi baik orangnya om, pekerja keras dan selera humornya tinggi om, tapi Jelita usil banget om" Arlan tertawa senang jika Jelita mau dengan Bobi


"haahhaha, Bobi anak yang baik, semoga dia bisa bahagia tanpa diganggu oleh orangtuanya" Boston tau jika Miko tidak akan pernah berubah menyayangi Bobi


"iya om semoga saja" Arlan pun ikut tertawa


flashback off


"jadi tadi dia suntik suster" tanya Meyza tapi matanya melihat wajah Intan yang sudah nggak mood


"itu cuma suntik vitamin buk, pak" Jelita tersenyum pada Bobi dan Tomi masih kesal karena dia menangis di depan banyak orang


"kak Meyza, Intan lapar,kita cari makan keluar ya" Intan mengajak Meyza untuk ke luar cari makanan karena kesal dengan Jovan


"nggak usah dek,tadi udah dibeli sama mas Bobi" Lio berjalan mengambil makanan yang dibawa Jovan dan memberikan nya pada Intan dan Meyza


"itu makanannya enak,aku boleh ikut makan nggak" Jelita mendekati Intan

__ADS_1


"boleh suster" Intan memberikan 1 kotak untuk Jelita dan Meyza bagi dua dengan Intan


Jelita makan di dekat Lio dan Jovan, dan mereka asyik bercerita, tapi Jovan terbawa suasana sampai dia lupa kalau istrinya sedang cemburu sekarang


__ADS_2