Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Cerita Lio


__ADS_3

"teteh,ini Tika bawa makanan buat teteh,teteh makan dulu ya teh" Tika masuk kedalam kamar Intan dan melihat Intan yang sedang galau berat


"teteh nggak laper dek" Intan mengambil bantal dan bersandar di tepi ranjangnya


"teh perutnya masih sakit ya,mas Lio,mas Bobi,mas Jovan baik pisan atuh teh, Tika nggak nyangka teteh bisa tiba-tiba di Jakarta dan operasi segala teh" Tika sungguh kagum pada 3 pria tampan itu.


"eta teh cerita na kumaha ya dek, tiba-tiba teteh udah di Jakarta dan operasi" Intan masih penasaran soal itu


Tika menceritakan semua yang didengarnya dari Rizal saat menjemput orangtuanya dan Vivian untuk ke Jakarta.


"aduh teteh ingat,terakhir teteh lagi lari lapangan karna difitnah sama si Windi atuh" Intan bersedih karena dia pasti akan keluar dari sekolah itu.


"teteh kenapa nangis atuh,perutnya teh sakit" Tika mendekati Intan yang tiba-tiba menangis.


Vivian dan Lio datang kerumahnya Handoko untuk melihat Intan, Lio mendengar suara Tika yang panik dan berlari kekamar Intan.


"Intan kenapa dek" Lio mendekati Intan dan duduk di ranjang Intan.


"kayaknya teh perut bekas operasi nya tetehh Intan sakit mas" Tika cemas pada Intan


"bukan gitu dek,mas, Intan baru ingat terakhir Intan kan pingsan di lapangan sekolah karena Intan difitnah sama Windi,besok kalau sekolah Intan pasti di hukum lagi sama kepala sekolah" Intan ketakutan membayangkan dirinya akan dihukum kepala sekolahnya yang lama.


"nggak akan ada yang hukum kamu nak, sekolah SMK berjaya milik Lio, Bobi dan Jovan calon suami kamu, jadi semua sudah dibereskan oleh pak Rizal, Bobi dan Lio saat kamu masih di Jakarta kemarin, kepala sekolah nya sudah dipecat karna korupsi dan Windi sudah dikeluarkan dari sekolah" Vivian masuk kedalam kamar Intan dan duduk di samping Lio.


"jadi Intan nggak akan dihukum lari lapangan,bersihkan toilet, disiram pakai air bak lagi kan nek, syukur lah Intan mau sekolah dengan benar, Intan nggak mau di buli anak orang kaya lagi nek, Intan takut" Intan menangis di pelukan Vivian


"sudah mas hancurkan semua nya,kamu, Tomi dan Tika tidak akan ada yang berani lagi membuli kalian,kalian akan diperlakukan seperti murid murid yang lain tidak dibedakan" Lio meyakinkan Tika dan Intan


Tika keluar dari kamarnya dan duduk melamun di teras rumahnya, Lio juga keluar karena Vivian ingin bicara 4 mata dengan Intan.


"Tika,mas lihat di kalender ini nggak hari libur tapi kenapa kamu di rumah dek" Lio tau dari


Pokas kalau Tika sudah 3 hari tidak sekolah

__ADS_1


"sekolah libur mas karena guru nya lagi ada rapat" Tika menjawab sambil cemberut.


"kamu kenapa mukanya gitu adek kecil,cerita sama mas" Lio sangat baik kepada Tika karena badan Tika memang agak kecil.


"mas kan kemarin nenek kasih kita semua baju,tas,sepatu,buku baru, Tika bersyukur mas karena Rezekinya besar sekali mas,tapi mas tau nggak Aa Tomi sama teteh Intan kan badannya tinggi jadi tasnya pas di pinggang mereka,lah Tika mas sampai kelutut mas, Tika malu mas" Tika menunjukkan tas yang diambilnya dari kamar dan memakai nya.


"hahahahhahahahaha,dek badan kamu Nggak kelihatan karena tas nya,ayok kita beli yang baru,kamu ganti baju sekarang" Lio akan membawa Tika untuk membelikannya tas baru.


"mas tasnya yang gambar boneka kayak punya teman Tika ya" Tika sangat ingin tas boneka karena dia nggak pernah punya tas boneka.


"ia adek,mas tunggu di mobil ya,kamu siap siap dan izin ama teteh dulu" Lio menuju mobilnya dan Tika pun pamit pada Vivian dan Intan dan Lio pun meninggalkan rumah Vivian


bersama Tika.


"Intan,kamu mau kan menerima permintaan nenek tadi, setidaknya nenek bisa lihat salah satu cucu nenek menikah kalau umur nenek tidak lama lagi" Vivian menanyai Intan lagi dengan sabar, Intan benar benar tidak sanggup mendengar permohonan Vivian.


"nek, Aa Jovan sudah punya Wanita yang dicintai nya, Intan Nggak mungkin atuh nek rebut Aa dari kak Devina" Intan meyakinkan Vivian


"tadi Jovan telfon nenek katanya udah selesai dengan Devina,dan minta tolong supaya bujuk kamu mau ama dia" Vivian mengelus tangan Intan dan Intan melamun memikirkan bagaimana semua nya nanti.


"nenek setuju,biar dia bisa tau artinya cinta nggak yang asal dapat aja,jadi dia bisa mempertahankan kamu apapun yang tejadi nanti" Vivian memeluk Intan dengan senangnya


"makasih ya nenek, Intan senang punya nenek sekarang" Intan tersenyum membayangkan wajah Jovan.


Devina menangis dikamarnya,dia tidak bisa membayangkan cinta Jovan yang dulu hanya untuk nya sekarang sudah beralih ke wanita lain.


"kamu kenapa Devin,hei bukannya kamu barusan ketemu Jovan" Joice mendengar tangisan Devina masuk ke dakam kamar.


"Jovan mau menikah dengan Intan,gadis yang kita tolong tempo hari kak, Devina kehilangan Jovan kak" tangisan Devina membuat Joice kasihan tapi dia harus tetap menyatukan Devina dan Jovan,agar harta Jovan bisa menyelamatkan perusahaan nya.


"dia belum menikah,kamu masih punya peluang untuk itu semua,kita akan mencari cara supaya dia mau sama kamu lagi" Joice mulai egois untuk kepentingan nya saja


"apa bisa kk" Devina menceritakan semuanya pada Joice

__ADS_1


"itu hanya pernikahan di atas Hutang Budi Devina,tidak ada cinta di sana,kamu harus bisa menyingkirkan Intan dulu, kita main halus" Joice sudah hilang akal membayangkan Jovan tidak menikahi Devina


"Devina harus memperjuangkan cinta Jovan,apapun caranya kak" pengaruh Joice sangat cepat diterima oleh Devina.


Bobi dan Jovan sedang berada di cafe untuk makan siang, Jovan menceritakan semuanya dan Bobi salut Jovan bisa cepat memutuskan hubungannya dengan Devina.


"gua akan dapatkan Intan,gua cinta sama dia" Jovan berbicara serius pada Bobi.


"mantap bro, intan gadis yang baik dan polos, pasti lo nggak akan nyesel" Bobi meyakinkan Jovan.


setelah Lio dan Tika sampai di mall, Lio memegang tangan Tika supaya tidak hilang, Lio membawa Tika kedalam toko tas


"mas mau yang ini ya, tas nya bagus mas" Tika menunjuk tas yang bergambar Minnie mouse" Tika senang bukan main melihat tas kesukaannya itu


"boleh dek, pilih 5 lagi biar bisa ganti tiap hari" Lio menegang tas pilihan Tika dan Tika mengambil 2 tas lagi untuk nya dan Intan


"mas ini buat Tika kalau pergi main,ini untuk teteh ya mas,2 hari lagi teteh ulang tahun" Tika memilih tas samping yang sama.


"oh,teteh mau ulang tahun ya,ya udah kita ambil kado yang lain lagi ya" Lio senang Tika mau meminta pada nya tanpa malu.


Lio banyak membelikan baju, boneka,dan banyak aksesoris wanita untuk kedua adiknya.


"andaikan adik gua masih hidup,dia udah sebesar Tika sekarang, Boston Kinder lo harus habis ditangan gua sekalipun lo bokap gua" kata Lio dalam hatinya dan menangis


"mas,bisa bantu tolong Tika nggak" Tika menarik tangan Lio dan menunjuk tempat pembuatan tatto.


"he mau ngapain kesana,awas ya kamu berani buat gitu di badan kamu" Lio marah pada Tika.


Tika menunjukkan tangannya yang ada gambar api dekat sikunya dan itu membuat Lio terkejut bukan main.


"hilangin ini mas, Tika nggak mau ada ini di tangan Tika,ini apa sih mas,tanda lahir kan nggak sebesar ini mas" Tika menggosok gambar itu karena kesal


"Tika,siapa yang tau ada ini di tangan kamu selain mas" Lio menangis memegang tangan Tika,adik nya masih hidup yaitu Tika

__ADS_1


"bapak sama ibu dan mas juga, Tika mau bilang sama mas karena waktu berenang Tika liat ada gambar api juga di siku mas Lio" ya waktu berenang Tika melihat jelas gambar api di tangan Lio


__ADS_2