Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Tomi mau sayangi Teteh


__ADS_3

Jovan yang melihat Fahrul baru tau kalau dia teman Intan


"siang pak,saya teh Fahrul" Fahrul menunduk sopan


"Fahrul, kamu yang interview dari kantor Bandung kan" Jovan mulai berbicara santai pada Fahrul karena memang dia sangat gemulai


"iya pak,itu teh saya" Fahrul menjawab seramah mungkin


"ini sahabat Intan Aa" Intan menggandeng erat tangan Jovan dan bergelayut manja


"ele ele,kamu teh beruntung pisan, kamu dapat jodoh nya teh sempurna pisan" Fahrul mengangkat jempolnya


"sayang,kamu kalau mau bicara sama Fahrul ajak ke kantin sayang, Aa mau lanjutin kerja dulu" Jovan mencium rambut Intan


"iya Aa, terima kasih" Intan mencium bibir Jovan dan menarik tangan Fahrul dengan senangnya


"pak saya pamit" Fahrul mengikuti Intan dan mereka bergandengan seperti ibu dan anak


"Lo nggak cemburu Aa" tanya Bobi heran melihat senyum Jovan yang terus melihat Intan sampai hilang dari pandangan nya


"sama siapa" tanya Jovan berjalan santai menuju lift di ikuti Bobi


"Fahrul" jawab Bobi sambil menekan lift yang membawa mereka ke atas


"ngapaen coba" Jovan berlalu dan masuk kedalam ruangannya


Bobi tidak memperdulikan Jovan dan menuju ruangan nya


Elisa sudah menelfon semua anak nya untuk pulang ke rumah Wiliam sore nanti karena Vivian dan Stefani sudah pulang dari Singapore


setelah semua pekerjaan selesai, sesuai pesan Elisa semuanya pulang ke rumah William dan Fahrul juga ikut karena tidak ada tempat menginap


"nenek" Lio, Jovan dan Bobi berlari seperti anak kecil memeluk Vivian yang sudah menanti di pintu depan


"kalian bertiga sehat kan nak" Vivian juga sangat merindukan cucu cucu nya


"nenek" Intan memeluk Vivian dan Fahrul hanya tertunduk segan pada Vivian


"kamu siapa nak" Vivian menyapa lembut Fahrul


"Fahrul nek, saya temuannya teteh Intan" Fahri menjawab dengan sopan dan Vivian tertawa mendengar cara bicara gemulai Fahrul


"ayo kita semua masuk" Vivian membawa Fahrul masuk agar dia tidak canggung


"Fany" Intan memeluk adik iparnya dengan senang


"kakak, Fani rindu tau,lihat kak,ini Fany bawa banyak coklat, cemilan dan yang pasti masker wajah" Fani membuka semua oleh oleh nya dan berbagi dengan Intan


Tomi sudah datang duluan di jemput oleh Pokas dan sedang di ruang tamu bersama keluarga William

__ADS_1


"ini buat Aa Fahrul coklat nya" Fani datang ke ruang tamu membawa oleh-oleh nya


"makasih atuh, tapi saya teh boleh ganti dengan masker wajah aja" Fahrul memintanya dengan sopan


"kenapa nggak coklat aja Aa" tanya Tomi sambil memakan coklat yang diberikan Fani


"nanti badan Fahrul teh gendut atuh Tom" Fahrul mengambil masker dan menyimpan nya


"ele,ele, tidak masalah atuh Aa" Tomi membalas ucapan Fahrul


setelah makanan selesai terhidang di meja, mereka makan bersama dengan santai dan tenang nya, sedangkan Fahrul sudah permisi pamit pulang ke Bandung karena dia ada kerjaan menjadi MC di acara pernikahan


"kak kita maskeran yuk" Fani membawa Intan ke kamar nya dan merekapun juga memberikan untuk Ninuk


"Jovan, kamu sudah bisa berhenti kerja dulu nak, supaya bisa fokus untuk menghamili istri kamu" Vivian sedang bersantai dengan Elisa, Rizal, Lio, dan Bobi sedangkan Tomi sudah tidur duluan


"ehek ehek" Jovan yang sedang menikmati coklat panas tersendat dengan ucapan Vivian


"pelan bg , santai" Bobi menepuk punggung Jovan


"iya ni lo,kerja terus,bulan madu sana,kemana gitu" Lio yang sedang bermanja-manja di kaki Vivian mentertawakan Jovan


"lo juga nikah sana, jangan kerja terus" Jovan membalas ucapan Lio


"Lio, Meyza kapan mau di lamar" Rizal bicara dengan serius nya


"dia masih mau kejar cita cita nya yah" Lio kembali cemberut


"tapi dia susah dapatnya nek" Lio menggerakkan kaki Vivian seperti anak kecil


"makanya lo kejar,jangan lo peluk mulu, ganjen banget,gua aja jijik liat lo seenaknya sama Meyza" Bobi menceramahi Lio


"iya untung kamu ingatkan Bobi,kamu ya sama Meyza jangan seenaknya gitu Lio,kamu peluk, cium sesuka hati kamu,bunda senang Meyza jual mahal sama kamu,biar kamu nggak sesuka nya gitu" Elisa menarik telinga Lio, Bobi dan Jovan memegang telinga mereka serasa ikut ditarik Elisa


"ampun bunda, nggak lagi,kalau nggak khilaf" Lio meminta ampun


"apa" teriak Elisa "ini juga bunda kalau nggak khilaf" Elisa menarik telinga Lio yang satunya lagi


"aduh, telinga gajah apa telinga unta untuk gantinya" Bobi sudah membayangkan kesakitan yang dirasakan Lio


"ini sumpah bunda, ampuni Lio Ibunda ratu Elisa Polan Williams" Lio mengatupkan tangannya di dada dan Vivian tertawa dan Rizal juga tertawa, Vivian meminta Lio mengantar nya ke kamarnya dan Lio pun kembali bergabung bersama yang lain di ruang keluarga


"Jovan, Lio, Bobi,kalian ingat Dr Evan yang tangani Intan dan Tomi kemarin, ternyata dia teman SMP ayah,kami bicara banyak kemarin,dan dia menitipkan ini pada ayah untuk kalian dengarkan" Rizal mengeluarkan hp nya dan memutar rekaman suara Tomi


"Tomi masih takut dengan orang gila, dan ruko tua dokter,kalau Tomi lihat itu, bayangan itu datang lagi,dimana Tomi dan teteh di siksa, kadang Tomi benci sama jalan hidup Tomi,dari kecil Tomi sudah harus trauma dengan kejadian itu, Tomi tidak suka teteh atau Tika disakiti apalagi sampai menangis, Tomi nggak bisa ampuni siapapun itu, pernah bapak dulu marahin teteh habis habisan karena Tomi di kira di culik lagi,padahal Tomi numpang nonton di rumah anak mandor,saat itu ada kartun kesukaan semua anak anak,jadi Tomi bilang untuk teteh pulang duluan karena mau numpang nonton di rumah anak mandor"


"Bunda,ke kamar saja,ini masih sangat menyakitkan untuk didengar" Rizal sudah melihat Elisa menitikkan air matanya dan menghentikan rekaman suara Tomi


"ayah lanjutkan" Elisa melihat Rizal dan Rizal pun melanjutkan nya

__ADS_1


"anak mandor milih milih dulu siapa yang boleh masuk ke rumah nya,Tomi belum mandi karena habis pulang bantu bapak dan ibu di kebun,jadinya Tomi hanya boleh lihat dari jendela rumahnya saja, Tomi senang bukan main walaupun harus berdiri sambil jinjit,tak lama hujan turun Tomi jadi kebasahan di luar tapi Tomi tetap nonton sampai selesai, kemudian Tomi pulang dan lihat Teteh Intan sedang di hukum di luar sambil kehujanan, Tomi lari ke tempat teteh,dan melihat Teteh udah nangis di bawah hujan" sejenak Tomi menangis menceritakan nya dk Dr Evan melanjutkan nya lagi


"Teteh kenapa disini teh, masuk disini hujan" tapi teteh malah dorong badan Tomi Dokter,


"kamu tu ya,udah tau ayah cuma sayang nya sama kamu dan Tika,tapi kenapa kamu teh nggak bisa jaga itu,teteh iri sama kalian berdua, lihatkan kamu yang nggak pulang siapa yang dimarahi bapak, Tika nangis digangguin sama anak anak badung yang di marahi teh siapa Tomi,teteh juga,ibu nggak bisa petik daun teh karena kakinya sakit,teteh yang lari lari kesana kemari dengan keranjang sebesar itu,kamu cuma ngeluh ke bapak, capek,haus mau coklat,mau es,kalau cucunya juragan (Jovan) nggak kasih kamu tuntut sama bapak,yang di marahi siapa, teteh lagi, sekarang kamu hujan hujan gini kamu masuk ke rumah teteh yang akan dimaki sama bapak" Teteh bicara sambil nangis dan suaranya benar benar marah dokter


Jovan tertegun dengan cerita Tomi,dia juga terlibat dalam kemarahan Handoko pada Intan kalau tidak kasih coklat,ice cream, permen dan cake pada Intan


"Tomi masuk kedalam rumah, tapi teteh nggak mau masuk,dia duduk jongkok sambil lempar batu kecil ke jalan, bapak masak air panas buat Tomi dan membuatkan Tomi air teh hangat, sedangkan teteh dibiarkan begitu saja,akhirnya Tomi berani lawan bapak untuk pertama kali Dokter" Tomi semakin menangis mengingat itu,air mata Lio tak bisa di elakan lagi


"bapak,yang pulang nya kehujanan teh Tomi, kenapa teteh yang dimarahi" Tomi tanya sama bapak dengan sedikit marah


"karna dia nggak bisa jaga adik nya, bisanya cuma nangis"bapak menjawab nya sambil melihat benci pada teteh


"pak sekarang juga tolong perlakukan kami sama,jangan ada yang dibedakan" Tomi memohon sama bapak Dokter


"kamu teh mau tau kenapa bapak benci sama dia,kamu mau tau" bapak melemparkan sendok yang dipegangnya


"apa salah saya" teteh masuk ke dalam rumah dan ibu udah nangis,mohon sama bapak untuk diam


"saat kamu hadir dalam rahim ibu kamu semua keadaan berubah, bapak dan ibu dulu punya toko kelontong, toko yang laku saat itu, tapi pada saat ibu kamu masak,dia malah mual hebat sampai lupa sedang masak karena muntah terus,kamu tau kompor meledak,dan semua habis,hanya tersisa baju di badan saja, sampai pak Polan bawa kami kerja di kebun ini,kamu masih menyusahkan bapak,mau ini mau itu dari dalam,kamu sadar tidak , bapak nggak punya uang, bapak nggak tega lihat ibu kamu yang nggak bisa beli apa apa" bapak mengamuk nggak jelas sampai mau mukul teteh


"salah bapak,bukan salah Intan,kalau tidak mau punya anak jangan nikah sama ibu" teteh melangkahkan kakinya pergi dari rumah


"ceraikan saya Handoko,biar saya hidup dengan ke tiga anak saya, kamu pergi dari rumah ini" ibu menangis kenapa bapak masih tega mengungkit masalah itu,teteh berhenti di tempat nya dan tidak jadi pergi karena ibu menangis dan masuk kedalam kamarnya, Tomi tidak terima Dokter, Tomi tau semua salah Tomi dan akhirnya Tomi melempar bapak dengan semua yang ada dihadapan Tomi dan bapak kewalahan dengan sikap Tomi, Tika dan ibu sampai ketakutan, sedangkan Teteh tidak mau ikut campur


"kami tidak butuh bapak,keluar dari sini,saya bisa jaga 3 wanita ini, keluar dari sini, Tomi berteriak dengan sangat emosinya sampai bapak terduduk dengan ucapan Tomi dan ibu larang Tomi sampai bapak mau marahi teteh lagi, tapi Tomi langsung dorong bapak lagi menjauh dari kamarnya Teteh, Tomi teriak sama bapak "KELUAR HANDOKO" itu yang Tomi ucapkan dan teteh keluar dari kamarnya"


"plak" tamparan teteh tepat di pipi kanan ini Dokter,jaga mulut kamu Tomi,kamu yang keluar dari sini, jangan kurang ajar sama orang tua, minta maaf kamu sekarang, teteh masih membela bapak yang sudah sangat menyakiti perasaan nya, Tomi tidak mau dan teteh membuang semua baju Tomi keluar dan mengusir Tomi, bapak tidak bisa berkata apa apa dokter,dari situ bapak sangat menyesal dan meminta maaf sama teteh, bapak sampai berlutut,dan Teteh memeluk bapak, sampai bapak menangis melihat kebaikan teteh,dari kejadian itu bapak tidak pernah membedakan kami lagi" Tomi menarik nafasnya sejenak dan Dr Evan mengusap kepala Tomi dan berkata "kamu jagoan nak"


"Tomi apa yang kamu harapkan dari teteh kamu dan adik kamu nak" Evan memberikan pertanyaan lagi


"karena teteh sudah menikah dengan mas Jovan, Tomi cuma mau mas Jovan tulus sama teteh,jangan lagi buat teteh menangis,saat mas Jovan hina teteh itu semua masih sakit di hati Tomi dokter tapi karena teteh sayang Tomi nggak mau ikut campur,tapi mas Jovan melukai perasaan teteh lagi, Tomi tau mas Jovan saat teteh terluka di atap rumah sakit, Tomi lagi lagi mengalah demi kebahagiaan Teteh karena teteh masih sangat kuat dengan perlakuan mas Jovan,dan ada masanya Tomi akan meluapkan semua ini mas, jangan sakiti teteh lagi, sudah cukup ibu yang menahan semua cacat diri nya demi selamatkan mas Jovan dam tolong jaga teteh Intan mas, sebelum Tomi yang akan menjemput teteh ke rumah mas Jovan"! Dr Evan tau tanggung jawab Tomi sekarang sebagai pria pelindung adik dan kakaknya, Jovan dan Rizal saling tatap mata,


"ini alasannya ayah mau kamu dengar ini,dia bukan anak sembarangan,dia menyimpan banyak luka Lio, Jovan,makanya ayah selalu bilang sama kamu Jovan jangan sampai intan Intan terluka dan ingatlah perjuangan mbak Desi menyelamatkan kamu Jo" Rizal melanjutkan rekaman Tomi sedangkan Jovan sudah tertunduk sedih


"tidak ada habis nya Dokter yang harus Tomi tunjukan sebagai pelindung 3 Wanita yang sangat Tomi sayang, saat mas Lio datang dan semua terbuka sempurna, Tika adik kandung nya mas Lio bukan adik kandung Tomi, Tomi tidak mau menyerahkan Tika, tapi mas Lio mengamuk dan melukai dirinya saat itu,dan Tomi mulai sedikit mengikhlaskan jika Tika mengikuti mas Lio,uang mas Lio banyak Dokter dan juga Tika bisa menjadi seorang apoteker seperti cita citanya, Tika selalu membanggakan mas Lio, punya helikopter, punya perusahaan, punya rumah, mobil dan uang nya yang sebanyak daun di kebun teh pada Tomi,ada luka yang Tomi dapat, tapi kenapa saat kondisi Tika drop dia menolak papa Boston, seandainya mas Lio tetap bertahan dengan pendirian nya saat itu,maaf mas Lio, Tomi akan hancurkan mas dalam tangan Tomi, akhirnya mas Lio mengalah dan lihat mereka sekarang sangat kompak, sampai Tomi di cuekin,dan Tomi sadar setelah semua terjadi teteh Intan sudah ditangan yang tepat yaitu mas Jovan,teteh bisa bernyanyi,atau membuka usaha apapun dengan kekayaan mas Jovan, Tika juga tidak akan kekurangan apapun selagi ada mas Lio dan sekarang hanya Tomi yang harus berjuang untuk diri Tomi dan juga orang tua Tomi" Arlan yang dibelakang Tomi menangis memeluknya Tomi dia bisa sangat dewasa sekaki padahal masih anak SMA, Dr Evan memberhentikan sebentar dan membersihkan air matanya


"ada satu mas kesayangan Tomi dokter,dia mas Bobi,dia kan nggak punya adik jadi Tomi bisa berharap sama mas Bobi, Dr Arlan dan Dr Evan tertawa mendengar tentang Bobi, tapi bo'ong kata Tomi lagi,mas Bobi itu beda dengan mas Lio,mas Bobi sangat baik, lucu dan dia selalu rangkul Tomi, kalau mas Lio memanjakan Tomi dengan uang, Tomi nggak mau dokter, mas Bobi lebih mengajarkan usaha untuk mendapatkan uang, buktinya Tomi bisa selesaikan tantangan mas Bobi untuk juara 1 olimpiade dan menciptakan minuman dari bahan teh dan Tomi mengolah nya menjadi minuman teh jahe dan mas Bobi langsung memasarkan produk buatan Tomi dan laku pesat dokter dan sekarang semua keuntungan nya mas Bobi kasih ke Tomi, lagian uang mas Bobi kan banyak Dokter, uang 125 juta hasil penjualan produk Bobi sudah mas Bobi deposito kan untuk uang kuliah Tomi, dan bunga dari deposito nya untuk uang jajan ibu dan bapak,dan untung untung dari produk Tomi sudah mas belikan rumah, padahal pasti mas Bobi tambahkan dokter uangnya,nggak mungkin juga kan dari produk teh Jahe bisa dapat sebanyak itu,pokoknya mas Bobi yang terbaik, terimakasih kasih mas Bobi Tomi sayang mas Bobi" dan semua selesai di dengar oleh Jovan, Bobi dan Lio


"Tomi,bunda sayang kamu nak" Elisa menangis memeluk Rizal


"mas Bobi juga sayang kamu Tomi, terima kasih kamu sudah sayang mas dengan tulus di samping keluarga William" Bobi menangis sesenggukan


"Tomi,mas Lio nggak ada apa apanya ya dek, tapi mas sayang kamu Tomi" Lio memeluk Bobi


"maafkan mas ya Tomi, terima kasih sudah percaya sama mas,dan terimakasih juga sudah menyayangi Bobi lebih dari Lio" Jovan memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam


Intan dan Fani yang mendengar nya dari tangga juga menangis mendengar semuanya,

__ADS_1


"teteh sayang kamu dek" Intan menangis di pelukan Fani


__ADS_2