Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Bobi


__ADS_3

Bobi, Tomi dan Lio segera pulang kerumah,telur bebek keramat itu sungguh dijaga baik-baik oleh Bobi,dia takut kalau disuruh nampung bebek bertelur lagi


"nggak nyangka gua,si Paijo(papi Jovan) bakalan punya anak oli (om Lio)" Bobi membawa mobil dengan hati hati


"hahahahh,si Paijo mau jadi orangtua,gua akan manjakan adik gua selama hamil dan ponakan gua harus bahagia tanpa kekurangan apapun omi (om Bobi)" Lio sangat penasaran dengan anak Jovan


"iya euy, Tomi juga nggak sabar mau lihat anak teteh, pasti kalau cewek cantik kayak teteh, kalau cowok ganteng kayak Tomi" Tomi selalu memuji dirinya


Bobi dan Lio tertawa senang dengan Tomi, mereka benar-benar penasaran sekali dengan anak Jovan, sesampainya di rumah Intan ditenangkan oleh Jovan, Elisa dan Fani karena kasihan melihat Bobi demi telur bebek


"dek,mas Bobi pulang,ini telurnya dek" Bobi masuk kedalam rumah dengan wajah bangga nya


"mas Bobi,maafin Intan mas, Intan buat mas Bobi repot" Intan mengatupkan kedua tangannya dan menangis lagi


"hey,kamu adeknya mas Bobi, apapun akan mas Bobi lakukan untuk kamu dan keponakan mas Bobi" Bobi mengusap rambut Intan dengan lembutnya


"mas, boleh nggak telurnya di rebus Intan sudah nggak sabar mau menikmati nya" Intan memasang wajah imutnya


"Ninnnnnnuuuuuukkkkk" suara menggelegar dirumah Williams


"Napa mas,ada apa" Ninuk yang sedang mencuci piring berlari ke ruang keluarga dan Lio memerintah kan Ninuk untuk merebus telur bebek


"sayang nanti jam 3 kita ke rumah sakit untuk cek kandungan kamu ya" Jovan mengusap perut Intan


"iya Aa, Intan mau lihat gimana dia di dalam" Intan menyandarkan kepalanya di sofa dan memegang tangan Jovan di atas perutnya


Lio, Tomi dan Bobi langsung mandi karena mereka sudah bau bebek, Fani dan Elisa hendak pergi ke mall,tapi entah kenapa Intan tidak suka dengan pakaian Fani yang sangat terbuka, Elisa masuk lagi kedalam kamarnya karena hp nya tertinggal


"Fani,ganti celana nya dengan yang panjang, permintaan ini ni" Intan tersenyum sambil menunjuk perut nya,dan Jovan setuju karena celana Fani sangat pendek


"kamu ya dek,udah usil kayak si Paijo" Fani mencibir Jovan dan berlari sambil tertawa terbahak-bahak masuk ke dalam kamarnya


"lihat aja Fani,besok mas ambil semua kartu debit kamu,uang jajan kamu akan mas buat jadi 10000 setiap hari" Jovan bergumam dalam hatinya sambil menciumi kening Intan


Fani dan Elisa yang sudah bersiap-siap ke mall, Lio dan Bobi yang sedang tidur tidak bisa mengantarkan Elisa dan Fani sehingga mereka diantar kan Pokas


sementara di tempat lain,sudah ada Boston, Rizal dan Boston ada di sebuah cafe

__ADS_1


"bagaimana, apa Bobi anak kandung saya" Miko Sander melipat tangannya di dada dan menantang Rizal


"heeemm, begini Miko,saya melihat Boston datang kepada Lio sangat tulus, bahkan dia menyelamatkan putri semata wayangnya saat nyawa nya dalam keadaan kritis. kenapa anda tidak mencoba untuk mendekati Bobi dan mencoba berdamai dengan Bobi"? Rizal masih berbicara setenang mungkin agar dia tidak salah mengambil langkah


"hasil nya dia anak saya apa tidak, jangan bertele-tele gitu Rizal,kita sudah tua" Miko menikmati segelas cappucino dingin pesanan nya


"Miko, jika dia anak anda,apa yang akan anda lakukan" Boston bertanya pada Miko


"tetap akan saya hancurkan, sekalipun test DNA nya kalian lakukan 1000 x,dan semua perusahaan nya akan menjadi milik saya" Miko menjawab nya dengan sombongnya dan tertawa


"kenapa ada manusia bodoh seperti anda Miko, seandainya anda datang dan meminta maaf pada Bobi, mungkin Bobi bisa memberikan 10 mall kehadapan anda" Rizal mulai terpancing emosi nya


"dia harus jatuh miskin,saya tak peduli pada anak haram itu" Miko tertawa senang dan membuat Rizal sangat marah


"jika dia hilangkan nama Sander apakah anda keberatan, Bobi akan menjadi anak angkat saya,dan saat anda tau kenyataan nya saya tidak akan pernah memberikan kesempatan anda menemui nya apalagi minta maaf" Rizal menarik kerah baju Miko, sedangkan Boston menenangkan Rizal agar tidak terjadi keributan


"sabar Rizal,dia sangat licik" Boston mendudukkan Rizal kembali


"Miko,kau tidak bisa egois hasil testnya sudah keluar kenapa kau meragukan hasilnya sekarang" Boston menyerahkan kertas hasil test DNA Bobi dan Miko


"dia anak kandung saya, hahahahhahahahaha, bagaimana bisa anak haram itu anak kandung saya Boston,kau tidak tau perempuan murahan yang mengandung nya, bergonta-ganti pasangan saat dia hamil,jadi apakah saya salah jika tidak terima dia bukan anak kandung saya" Miko melemparkan kertas yang diberikan Boston ke tong sampah


"silahkan anda ambil anak haram itu,dan jaga semua anak anda dengan baik baik,jika saya sudah beraksi anda lihat saja Rizal,semua akan menjadi milik saya" Miko menandatangani nya tanpa membacanya


"Miko,kau tau kan siapa aku,jaga sikap mu,atau semua yang kau punya hari ini akan kau bawa saat mati nanti" Boston menepuk pundak Miko dan Miko meninggalkan Boston dan Rizal


"dasar orang gila, kenapa Bobi bisa mempunyai ayah seperti manusia sampah itu" Rizal mengepalkan tangannya dan menahan emosinya yang sudah sangat memuncak


"sudahlah Rizal,jika dia tidak mau Bobi sebagai anaknya,kita yang akan mengganti kan posisinya sebagai ayah buat Bobi" Boston menenangkan Rizal agar bisa tenang


"aku sangat benci dengan Miko,dia akan membahayakan anak anak ku,akan aku habisi dia jika berani" Rizal menandatangani surat surat yang diserahkan pengacara nya


"Boston, tolong kamu urus Meyza untuk mendampingi Intan,kau tau,kita akan punya cucu, Jovan dan Intan akan segera punya anak" Rizal tertawa dengan senangnya


"selamat Rizal,kita akan punya cucu,aku akan memerintahkan anak buah ku untuk menjaga semua anak anak mu tenang saja, Meyza sedang pelatihan di Medan untuk kenaikan pangkat nya" Boston menelfon Koko kepala bodyguard nya untuk menjaga anak anak Rizal


Boston dan Rizal meninggalkan cafe itu dan Mereka pulang kerumah Rizal, Boston yang sangat bahagia akan kehamilan Intan datang membawa banyak cake dan buah buahan

__ADS_1


sementara di rumah Rizal


"Aa, Intan mau mangga itu" Intan yang sedang duduk menemani Jovan bekerja di pinggir kolam berenang, ngiler lihat buah mangga tetangga nya


"Nnnnuuuukk, sebentar-sebentar ya, Aa panggil Ninuk dulu,kamu sabar ya" Jovan terus melanjutkan pekerjaannya di laptopnya


"iya mas" Ninuk datang setelah mendengar suaranya Jovan


"ambilkan mangga itu dong Nuk" Intan menunjuk mangga yang sangat-sangat muda


"siap Teteh, Ninuk ambilkan dulu ya" Ninuk mendekati pohon mangga dan memetiknya, Ninuk mengupasnya dan membawakan nya untuk Intan


"Nuk,ada bumbu rujak ngga di kulkas" Intan sangat senang dengan mangga yang dibawakan Ninuk


"iya sebentar ya Ninuk ambilkan" Ninuk mengambil bumbu rujak dan air minum buat Intan


"Nuk,kamu mau cobain nggak"Intan menyodorkan pada Ninuk, tapi Ninuk sudah memetik mangga yang matang untuknya


Jovan melihat istrinya sangat lahap memakannya dan tersenyum melihat kecantikan istri nya yang serasa bertambah


"sayang jangan makan yah terlalu asam,nanti asam lambung kamu kambuh lagi" Jovan mencemaskan Intan yang memiliki asam lambung


"iya cuma 1 aja sayang" Intan menikmati Mangga nya tanpa peduli Jovan yang sudah memperingatkan dirinya


Boston dan Rizal sudah sampai dirumah


"Jovan, Intan" Rizal memanggil anak dan menantunya, Ninuk langsung berlari ke tempat Rizal


"pak,mas Jovan dan teteh sedang di kolam berenang" Ninuk menerima buah tangan yang dibawa Boston dan segera menyiapkan nya di atas piring untuk mereka nikmati bersama


"Intan,kamu sehat nak" Boston menemui Intan dan Jovan ke kolam berenang sedangkan Rizal menyimpan surat-surat yang ditandatangani nya tadi


"papa, Intan sehat pa" Intan berdiri dan memeluk Boston


"jaga kesehatan kamu dan cucu papa ya nak" Boston mengusap kepala Intan dan membawanya kembali duduk


"Jovan" Boston memanggil Jovan yang sangat serius sehingga dia tidak tau ada Boston

__ADS_1


"eh papa, udah lama pa,maaf pa Jovan sedang kerja pa,nggak tau ada papa" Jovan pun memeluk Boston


"papa tau nak, lanjutkan pekerjaan nya,papa mau ke atas lihat Bobi, Tomi dan Lio" Boston menepuk bahu Jovan dan permisi pergi ke kamarnya Lio


__ADS_2