Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
dewasa lah Intan


__ADS_3

Jovan sudah sampai di rumah sakit,begitu juga dengan Lio dan Bobi


"Intan mana" Lio heran melihat Jovan datang sendiri


"tadi dia keluar sama lo kan" Bobi juga tak kalah heran nya


Jovan menceritakan semuanya pada Lio dan Bobi


"nggak lo makan kan" Lio membalikkan badan Jovan


"bisa tinggal nama lo kalau makan itu" Bobi juga bersyukur Jovan tak memakannya


didalam mobil Intan mulai membuka matanya perlahan,dia masih teringat Jovan menggendong Devina keluar dari mall dan meninggalkan nya sendirian


"apa kita akan berakhir Aa, apa Intan harus membesarkan anak kita sendiri jika dia hadir,apa kalian semua akan benci dengan Intan" kata Intan dalam hatinya sambil menatap kaca mobil yang diguyur hujan lebat


Meyza melihat Intan sudah sadar dan mencoba duduk


"jangan dek,kamu bisa jatuh" Meyza


"kak Intan lemas, kepala Intan pusing,tangan Intan perih sekali" Intan meringis kesakitan


"Intan kita sudah sampai tahan ya sebentar saja" Pokas pun memberhentikan mobil dan membuka pintu mobil, Jovan yang sudah menunggu di depan langsung membawa Intan ke UGD


"Aa, Intan tidak bisa jadi wanita yang tidak cemburu karena di hati Intan ada cinta yang besar buat Aa" Intan menangis tak berdaya


"cemburu lah sayang, tapi jangan tinggalkan Aa" Jovan menggendong erat istrinya


Lio, Bobi dan Meyza mengikuti dari belakang


dan dokter langsng menangani Intan


"suster,cek golongan darahnya dan segera bawakan 5 kantong darah ke sini" dokter itu dengan cepat menangani


Jovan terduduk lemah saat mengingat Intan yang trauma menyelamatkan Fani, Intan operasi dan sekarang harus kembali lagi terluka


"jadi Miko Sander dalangnya,dia tidak tau jika Intan adek gua sekarang" Bobi sangat malu pada Jovan dan dendam yang telah lama terkubur harus diingatkan lagi oleh Miko papa Bobi


"Boston Kinder melindungi Intan,supaya apa jadi jagoan gitu" Lio tersenyum sinis


Meyza sudah menceritakan kejadian yang dialami Intan dan dia tidak mau banyak ikut campur,dia hanya memikirkan Intan yang lagi lagi gagal di jaganya


"kenapa tadi gua jumpa mereka ya" Jovan menyesal sekali rasanya dia ingin menghajar Natasya jika tidak seorang wanita


"Intan harus diajarkan menjadi wanita dewasa, lihat kan karena cemburu berlebihan jadi celaka" Lio kesal dengan sifat Intan


"jangan ubah istri gua Lio,gua yang nggak bilang dari awal kalo gua alergi seafood" Jovan tau awal kesalahan ada pada dirinya


"saya izin pamit dulu pak, baju saya penuh darah" Meyza akan berganti baju sebentar dan kembali lagi nanti


"terimakasih buk polwan,atas perlindungan nya untuk adik saya" Lio tersenyum pada Meyza

__ADS_1


"saya gagal pak" Meyza kecewa dengan kelalaian nya dan pergi meninggalkan Bobi, Lio dan Jovan.


1 jam berlalu, Intan sudah dipindahkan ke kamar VIP, Jovan dengan sabar menunggui Intan bangun


"gimana udah ketemu Miko Sander" Bobi menelfon Pokas yang sudah mengintai rumah Miko


"pak Boston sedang menghajar Miko, Govar dan Farid Jalkon boss" Pokas memberi laporan


"bilang ke pak Boston,habisi mereka semua jangan sampai bernafas lagi" Bobi sudah tidak menganggap Miko lagi


"Boston,gua akan habisi lo setelah semua ini beres,lihat aja" Lio masih membatu sekalipun dia sudah melindungi Intan


"dia sedang menebus kesalahannya, kenapa lo tak memberi kesempatan,beda dengan Miko yang ingin menghabisi gua" Bobi kecewa dengan Miko yang tidak menyimpan rindu untuk nya


"Bokap gua, Rizal William bukan Boston Kinder" Lio sangat benci pada Boston yang dulu sering memukul Dean mamanya


"gua suami yang buruk,gua bersama Intan malah gampang melupakan nya dan menyelamatkan wanita lain bukan istri gua" Jovan duduk bersama Lio dan Bobi, Jovan menangis mengingat kebodohannya


"Intan terlalu cemburu,ini baru Devina, bagaimana nanti jika kita melanjutkan kerjasama dengan CEO perusahaan yang dipimpin wanita" Lio menyalahkan sifat buruk Intan


"dia wajar cemburu, Jovan kan suaminya" Bobi meninggalkan Lio dan Jovan,dia melihat Intan yang sudah bangun dan menangis


Intan menggelengkan kepalanya untuk menyuruh Bobi diam,


"dek, tangannya sakit ya,makanya nangis" Bobi mengusap kepala Intan


"Intan egois,karena cemburu nggak pedulikan Aa" Intan menyesal sekali dengan kelakuannya tadi


"Dek,udah kamu nggak apa-apa cemburu buta asal jangan terluka gini" Bobi menenangkan Intan


"Dek" Lio memanggil Intan tapi Intan hanya menunduk menyesal tidak berani melihat Lio


"Intan Viola" Lio memanggil lagi dan Intan kembali menangis sesenggukan


"Maaf mas" Intan akhirnya melihat Lio


"Lain kali jangan main keluar ya, lihat kan kalau tadi nggak ada Meyza kamu mungkin nggak cuma dapati luka ini saja" Lio memarahi Intan dan Jovan hanya diam saja karena jika dia yang mengatakan nya Intan pasti marah lagi


"Maaf" Intan tau dia salah dan tidak mau menatap Jovan


"Dek,tadi pagi kamu kan sudah hampir dilukai orang,dan sekarang dia berhasil melukai kamu lagi,untuk menjaga kamu lihat ada 7 pria 1 polisi tapi kami nggak bisa,kamu bisa kan kontrol emosi kamu" Bobi benci karena yang membuat semua ini papanya sendiri


"Iya mas, Intan nyusahin aja, Intan janji akan dirumah saja" Intan menangis dan menangis karena sangat menyesal


"Gua keluar dulu ya, biar dia tenang dulu" Jovan tidak mau membuat Intan semakin sedih


Bobi dan Lio menemani Intan, Intan hanya diam saja memandangi langit biru yang terlihat jelas dari kaca kamar inap nya


Rizal dan Elisa sudah kembali dari Singapore, sedangkan Fani dan Vivian masih tinggal dulu


"Jo,ayah sudah pulang,mau mampir ke rumah kamu dulu ni,bunda bawa banyak coklat untuk Intan" Rizal yang baru sampai di bandara menelfon Jovan

__ADS_1


"Jovan dan Intan lagi di rumah sakit yah, tadi Intan dilukai orang" Jovan lega bunda dan Ayah nya pulang


"Kalian 3 orang ditambah Pokas nggak bisa jaga 1 wanita apalagi istri kamu" Rizal memutus sambungan telfonnya


"Kenapa yah" Elisa terkejut mendengar suara Rizal


"Intan di lukai orang dan sekarang di rumah sakit" Rizal masih emosi


"Kita ke rumah sakit sekarang ya,nggak usah pulang,aduh Intan" Elisa sangat mencemaskan menantu kesayangan nya


Di rumah Boston


"Pak, maaf saya lalai menjaga Intan" Meyza tertunduk malu


"Meyza, kenapa tadi Intan menangis dan lari dari mall, kenapa Jovan menggendong Devina" Boston selalu mengikuti Intan karena Miko sudah berencana menghancurkan keluarga Williams melalui Intan


"Masalah rumah tangga pak,dia cemburu sama Devina" Meyza tersenyum mengingat cemburunya Intan


"Dia masih sangat muda,dan juga Jovan pebisnis sukses sudah pasti banyak wanita yang akan menggodanya,dan juga Lio dan Bobi" Boston tersenyum mengingat jika Dean cemburu saat mereka masih baik baik saja


"Saya salut sama anak bapak,dia sangat sayang kepada Intan" Meyza mengagumi Lio dan tersenyum


"semoga kamu bisa berjodoh dengan dia Meyza" Boston tau Meyza anak baik dan Meyza tersenyum pamit untuk menjaga Intan


sesampai nya di rumah sakit


"plak" tamparan Elisa mendarat di pipi Jovan dan Rizal sangat terkejut


"kenapa bunda tampar Jovan" Rizal memarahi Elisa dan memegang bahu Jovan


"nanti kamu akan bunda urus,dimana kamar Intan" Elisa membentak Jovan


"kamar VIP no 2 bunda" Jovan tau dia salah dengan kelakuannya tadi,dia hanya tertunduk malu


Elisa melihat Lio dan Bobi yang sibuk dengan hp sedangkan Intan masih terdiam melamun sambil memegang perut nya (ya kali baru 2 pertarungan sengit langsung hamil dek)


"tinggalkan bunda dan Intan,keluar kalian berdua" Elisa melipat tangan nya di dada dan melotot pada Lio dan Bobi


"eh bunda,kok nggak telfon Bobi,kan bisa Bobi jemput" Bobi memeluk Elisa


"badan 2 besar gini nggak bisa jaga adiknya,keluar kalian" Elisa menepuk lengan Bobi dan Lio dan mereka pun keluar


"sekarang senjata terbaru bunda menepuk gini" Bobi mempraktekkan nya pada Lio


"nggak usah dipraktikkan kasep" Lio membalasnya lagi


Intan masih menghayal jauh ntah kemana,dan Elisa mendekati nya dan mencium keningnya


"kapan bunda datang" Intan terkejut melihat Elisa


"barusan sayang,boleh nggak bunda duduk disampingnya kamu" Elisa meminta izin pada Intan

__ADS_1


"sini bunda" Intan bergeser ke samping agar Elisa bisa duduk juga


"Intan,kamu kenapa sayang" Elisa meletakkan kepala Intan di bahu nya dan Intan langsung menangis


__ADS_2