
Lio,Jovan dan Bobi tiba di perusahaan yang sangat besar milik William,Jovan pemilik perusahaan itu,tapi didalam perusahaan itu ada perusahaan milik Lio dan Bobi juga yang berbeda usahanya,tapi kantor merekapun tetap 1.
Dengan tegapnya 3 pria tampan itu memasuki gedung pencakar langit itu. Semua mata karyawan wanita tertuju pada mereka,dengan wangi parfum maskulin yang membuat para wanita memang mengagumi mereka bertiga
"Selamat pagi semua" sapa Bobi dan Lio sambil terus berjalan sedangkan Jovan tetap dengan wajah dinginnya
"Selamat pagi pak" jawab semua karyawan yang ada di situ
Mereka berjalan memasuki lift khusus untuk CEO di perusahaan itu,karena akan menuju langsung ke ruangan mereka masing-masing
"Numpuk kerja gua libur 4 hari" kata Jovan keluar dari lift nya dan meninggalkan Lio dan Bobi
"Selamat menikmati boss" kata Bobi tertawa dan lift tertutup membawa merek naik ke atas
Oliv yang sudah datang menyapa Jovan dengan cuek
"Pagi pak,itu semua sudah saya siapkan dimeja bapak,tolong segera di tanda tangan pak,karena semua sudah benar-benar tidak bisa ditunda lagi" kata Oliv dengan ketus
"Baik buk Oliv, dengan senang hati,untung kamu sepupunya Bobi Oliv,kalau tidak sudah aku suruh kamu bersihin aquarium ikan di Lobby" kata Jovan tertawa meninggalkan Oliv
Oliv hanya cuek saja dan mulai bermake-up karena dia tidak sempat karena harus menyiapkan berkas berkas penting
Sementara ditempat Intan,mereka sudah berangkat ke sekolah diantar bodyguard Lio.
Vivian senang karena keluarga Handoko sudah dekat dengan rumahnya, jadi dia tidak kesepian lagi
"Nyonya kami berangkat ke kebun dulu ya" kata Desi pamit pada Vivian
"Oh iya Desi,kalian jangan panggil Nyonya lagi, panggil Ibu saja,kita kan mau nikah kan Intan dengan Jovan" kata Vivian tersenyum
"kalau ibu yg sudah bilang,kami akan panggil ibu sekarang" kata Handoko tertawa
"Saya sudah nggak sabar Intan jadi menantu anak saya,kalau cucu Intan sudah memang cucu saya" kata Intan lagi
"Semoga Jovan benaran sayang sama Intan ya pak buk" kata Desi berharap jangan sampai Intan disakiti suatu saat nanti
"Amin" kata Handoko dan mereka pun pamit meninggalkan Vivian
Sesampainya di gerbang sekolah setelah mengantar Tika,Tomi terlebih dahulu, Intan turun dengan cepat supaya tidak ada yang melihat,dan untung sekolah masih sepi saat itu.
__ADS_1
Intan berjalan menuju kelasnya dengan santai membayangkan wajah Jovan membuat dia merasa senang dan dia tidak sadar ada Alex didepannya.
"Intan kamu harus tolongin saya atuh,saya mohon Intan" kata Alex memohon dan membuat Intan kaget
"Iiih kamu teh kenapa muncul gitu,bikin saya kaget" kata Intan dengan emosinya
"Intan tolong saya,bilang atuh ke 3 juragan muda kemarin supaya mama saya bisa jualan lagi,nanti saya nggak bisa sekolah lagi atuh Intan" kata Alex memohon
Intan tidak tega,dia merasa semua karena dirinya yang membuat mama Alex kehilangan usahanya,Intan termenung sedang memikirkan cara supaya mama Alex bisa jualan lagi
"Nama mama kamu teh siapa" tanya Intan
"Namanya Sekar Wati, panggilannya Sekar,tolong saya ya Intan" kata Alex
"Ya sudah saya telfon mas Lio dulu atuh,nanti saya kabari kamu" kata Intan dan pergi meninggalkan Alex
Intan pun masuk ke dalam kelasnya yang masih sepi dan menelfon Lio
Jovan yang sedang sibuk-sibuknya dengan kertas dimejanya berhenti dan mengambil Hp nya yg berbunyi,tapi dia bingung kenapa biasa ada no tidak dikenal bisa menelfon ke hp nya,sedangkan hp nya khusus untuk keluarga dan sahabatnya
"Ini nomor siapa,kan ini no nggak sembarangan orang bisa hubungi" kata Jovan
"Mas Lio kemana,kenapa nggak diangkat telfonnya" kata Intan dan menelfon sekali lagi
"Ini no Intan nggak sih,jadi tadi si Lio pakai Hp gua" kata Jovan menggelengkan kepalanya,hp nya berbunyi lagi dari Intan
"Halo mas Lio,maaf Intan ganggu ya mas" kata Intan dengan lembut nya
"Halo Intan ini bukan Lio" kata Jovan dengan tenang karena hati Jovan berdetak kencang
"Aa Jovan lagi pegang hp mas Lio ya,bisa Intan bicara dengan mas Lio" kata Intan lagi
"Nggak ini hp Aa,bukan Lio,emang kenapa Intan" kata Jovan lagi merasa sedikit cemburu
"Aa itu toko nya Ibu Sekar mama nya Alex tolong dong Aa izin kan jualan lagi" kata Intan memohon
"Nggak Intan,biarin aja itu balasan buat dia" kata Jovan
"Aa itu nanti Alex sama adeknya nggak bisa sekolah loh,Aa nggak takut dosa ya udah matikan rezeki orang lain sampai anak-anak nya nggak bisa sekolah dan makan" kata Intan lagi menceramahi Jovan
__ADS_1
Jovan yang gemes dengan gaya bicaranya Intan menukar panggilan nya menjadi VC
"Intan nggak jelas suara nya ganti ke VC aja ya" kata Jovan berbohong,dia sebenarnya rindu pada Intan.
"Aa izinin ya toko nya buka lagi" kata Intan yg sudah mengubah panggilan nya ke VC
Jovan pun memandang wajah Intan yang cantik,putih dan mulus ditambah rambut Intan yang lurus diatas tapi Curly dibawah nya dan di ikat setengah
"Intan ke sekolah rambutnya kenapa harus digayain gitu" kata Jovan kesal karena Intan kelihatan sangat cantik
"Aa nggak usah bahas rambutnya Intan,kita bahas toko Alex aja dulu" kata Intan yg sudah mulai kesal dengan bibir nya yg dimanyunkan sedikit
"Biarin aja ya Intan biar dia jera" kata Jovan lagi mengganggu Intan karena senang melihat wajah Intan yang sedang cemberut
Intan pun kesal dan menggigit bibir bawahnya sambil menangis.
Jovan melihat Intan menggigit Bibirnya jadi merasa gusar
" Ya udah Aa kalau nggak mau bantu Intan,Intan nggak mau lagi diantar jemput bodyguard lagi,kasih Intan nomor mas Lio aja,mas Lio pasti mau dengar Intan" kata Intan menangis dan menggigit bibir bawahnya lagi
"Intan jangan gigit bibir nya nanti luka Intan" bentak Jovan
Intan tidak menjawab dan dia termenung membayangkan Alex tidak bisa sekolah nantinya
"Iya iya Aa telfon orang suruhan Aa dulu ya,biar kasih izin mama Alex jualan lagi" kata Jovan pada Intan karena dia nggak sanggup liat Intan menangis
"Yang benar ya Aa jangan bohong ya janji" kata Intan tersenyum manja pada Jovan
"Iya Intan,nanti Aa urus ya,kamu jangan gigit bibir gitu lagi di depan laki laki ya nggak boleh ya,dan jangan kasih nomor Aa ke orang lain ya,nggak boleh Intan" kata Jovan menerangkan pada Intan
"Iya Aa,Intan janji akan lakuin yg Aa bilang,karena Aa udah mau nolong Alex" kata Intan dengan lembutnya
"Ok Intan Aa kerja dulu ya,kamu yg benar belajarnya ya" kata Jovan tersenyum
Intan pun tersenyum juga dan memutus kan panggilan nya
"Aduh etah te si Aa Jovan kenapa ganteng pisan ya,aduh nggak fokus ni Intan belajar nya" kata Intan tersenyum sendiri
"Intan,kamu kok cantik sekali dan hatimu sangat tulus,makanya kamu selalu ditindas Intan" kata Jovan melihat photo Intan yang diambilnya saat VC tadi
__ADS_1
Jovan pun mengurus semua yg dikatakan Intan tadi dan dia membuat perjanjian kalau Sekar menghina Intan lagi maka toko Sekar tidak bisa dibuka dimanapun di kota Bandung dan bodyguard nya pun mengurus semuanya.
Jovan melanjutkan kerjanya dan merasa bersemangat karena melihat wajah Intan tadi, perlahan lahan Jovan pun mulai membuka hatinya buat Intan