Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
hukuman Intan


__ADS_3

"sayang" Jovan memeluk erat Intan tapi memperdulikan mata yang melihatnya


"Intan rindu Aa" Intan merasa ada rasa sesak di dalam dadanya, seperti tidak melihat Jovan 1000 tahun padahal baru 2 hari Jovan tidak pulang ke rumah karena lembur


Jovan melepas pelukannya dari Intan dan mereka semua kembali ke kamar Tika dan tak berapa lama Arlan dan Jelita datang


"selamat siang semuanya" Jelita tersenyum senang dan Tomi sudah mulai tenang menghadapi Jelita


"hai adik kecil,mas sudah lihat kamu semakin sehat dan jalannya juga semakin kuat, Tika harus banyak-banyak minum air putih ya,paham anak manis" Arlan mengusap lembut rambut Tika dan menghadiahkan Tika banyak boneka Barbie dan baju nya


"waaaaaaaaw,ini banyak sekali, terima kasih mas Arlan" Tika memeluk erat Arlan dan semua tertawa senang


"genit pisan euy,main peluk aja" Intan menyentil pelan pipi Tika


"hahahha, Tika kesenangan atuh teteh" Tika tersenyum polos sekali


"Tika dan om Boston bisa pulang sekarang, tapi tiap hari wajib check up,dan jangan sampai mereka lelah" Arlan memperingati Jovan, Bobi dan Lio dan mereka mengangguk


"mas, dekati atuh mbak Jelita,kita mau pulang, jangan sampai lepas atuh mas" Tomi berbisik di telinga Bobi


"biar aja Tom,itu gampang kan ada Arlan, nanti mas minta saja sama dia" Bobi tersenyum sambil menatap Jelita


"mbak Jelita punten,ini teh mas Bobi mau minta no hp nya" Tomi membuat Bobi menganga tak percaya


"sejak kapan lo kaya anak ABG" Lio menatap Bobi yang masih menganga dan Jelita sudah salah tingkah


"sini atuh hp nya mas" Tomi meminta hp Bobi dan Bobi menurut saja,dan berdiri mendekati Jelita


"Tom, nanti kamu mas belikan PS baru" Arlan senang Tomi membantu Jelita dan Bobi yang seperti malu malu


"siap atuh mas" Tomi mengangkat tangan kanannya dan Jelita memasukan no hp nya


"sayang,nanti sampai di rumah,kamu akan dapat hukuman" Jovan memeluk pinggang Intan erat sekali sampai Intan malu sekali


"emang Intan salah apa" Intan membalikan badannya


"sudah nanti saja" Jovan melepas pelukannya dan duduk di samping Boston


"mas telfon atuh mbak Jelita nya" Tomi memberikan hp nya pada Bobi


"kan disini dek mbak Jelita nya" Lio heran sekali pada adiknya yang sangat senang bercanda dengan Bobi


"ele,ele,kan mbak Jelita teh belum ada nomor HP nya mas Bobi" Tomi membuyarkan lamunan Bobi dan mengerti maksud nya


Bobi menelfon no Jelita dan Jelita tersenyum dengan wajah bodoh Bobi yang di kerjain Tomi, setelah semua urusan mereka selesai Intan dan Jovan pulang ke rumah sedangkan yang lainnya ke rumah Rizal


"Aa, Intan salah apa kenapa dihukum" Intan membuka pembicaraan didalam mobil karena Jovan hanya diam


"salah kamu udah nggak sayang sama Aa lagi" Jovan menjawab dengan wajah datar

__ADS_1


"kata siapa Aa" Intan memegang lengan Jovan dan mencium pipi suaminya


"iya, tapi hukuman nya dirumah masih lanjut ya sayang" Jovan tetap fokus pada jalannya


"Intan teh salah apa atuh" Intan hanya menatap wajah suaminya dengan mata sendunya


tak lama Intan dan Jovan sampai di rumah,dan Jovan berbicara dengan Intan di ruang keluarga


"sini istri Jovan William" Jovan duduk di atas sofa sedangkan Intan hanya menuruti suaminya dengan rasa penasaran yang besar


"Aa, Intan salah apa,kita kan udah nggak ketemu 2 hari kenapa Intan di hukum" Intan tertunduk menangis tidak berani melihat wajah suaminya


"sayang, kalau suami bicara dilihat wajahnya,jangan tunduk gitu" Jovan mengangkat pelan wajah istrinya yang menangis


"Intan takut, Aa bentak Intan" Intan menunduk kembali dan Jovan kembali menguasai pikiran nya,dia baru ingat Intan baru pelan menghilangkan trauma nya


"karna kamu udah bilang takut sama Aa,hukuman kamu bilang"aku cinta Jovan suami tercinta ku, sebanyak 5x" Jovan membelai lembut rambut istrinya


"ha" Intan membulatkan matanya dan Jovan merasa gemas melihat wajah Intan


"5x2\=10, kamu bilang ha,itu ada 2 huruf, ucapkan sebanyak itu,kalau bertanyalah lagi kalikan 5 lagi" Jovan mengambil hp nya dan membuka kalkulator di hp nya


"aku cinta Jovan suami tercintaku" Intan tida mau banyak bertanya dia mengucapkan sebanyak 10 x


"setiap kamu bilang takut sama Aa,harus ucapkan itu ya sayang, catat dan ingat" Jovan membelai lembut pipi istrinya


"iya sayang" Intan hanya menjawab bingung


"iya sayang" Intan bingung dengan suami nya yang tiba tiba membuat banyak peraturan untuknya


"ini dulu caranya Intan,jangan sampai kamu pergi dari hidupku,aku akan gila,aku akan kehilangan tujuan hidup ku,dan jika masalah anak,aku ingin kamu sehat dulu,jika Tuhan saja bisa menciptakan dunia yang sangat besar ini,apa yang kamu takutkan dengan kuasa Tuhan yang bisa menitipkan makhluk kecil nya bagi kita" Jovan terus mengelus pipi istri nya dan Intan hanya diam saja


"Aa, Intan salah apa, kenapa di hukum" Intan mulai berani menatap mata suaminya


"karena hanya Aa yang selalu bermanja-manja sama kamu,kamu hanya menerima kasih sayang Aa,tapi Aa tidak pernah terima kasih sayang kamu" Jovan mencium kening istrinya


"jadi Aa mau Intan manja sama Aa, hahahahhahahahaha" tertawa Intan sangat keras, kemudian memeluk suaminya,dan Jovan menatap nya dingin.


"apa ini terlihat bercanda sayang" Jovan membuat Intan berhenti tertawa dan diam membeku seperti es


"ampun bg" Intan mengatupkan kedua tangan nya di dada dan tersenyum dengan cantiknya


"kamu terbuat dari apa sih sayang" Jovan menggendong istrinya ke kamar mereka karena sudah tidak tahan dengan keimutan Intan


"Aa,kamu selamanya hanya milikku" Intan memeluk suaminya dengan air matanya


"apa kamu kepikiran meninggalkan Aa" Jovan membelai rambut Intan setelah mereka sampai di atas ranjang


"tidak sayang, selamanya Aa Jovan yang akan menjadi suami Intan" Intan melu*at bibir Jovan dan Jovan menyambutnya dengan senang hati

__ADS_1


"kalau kamu tinggalkan Aa, apa hukuman nya" Jovan membelai lembut pipi istrinya


"enak aja,itu tidak akan pernah terjadi" Intan menitikkan air matanya dan Jovan melihat keseriusan di dalam mata istri nya


"kalau begitu, sekali saja kamu berniat meninggalkan Aa,semua saham William groups menjadi milik Intan Viola William, perusahaan itu berjalan atau tidak semuanya ada di tangan kamu" Jovan sebenarnya tidak tega mengancam istri nya tapi semua demi rumah tangga nya yang tidak ingin berakhir sampai dia menutup matanya


"tidak" Intan mendorong Jovan dari atas badannya dan Jovan semakin erat memeluk Intan


"besok tanda tangan semua surat suratnya di kantor Aa" Jovan membuat Intan semakin bingung


"Intan nggak akan ninggalin Aa, gimana caranya Intan hidup tanpa Aa, Intan nggak bisa Aa, Intan nggak bisa tidur kalau Aa nggak ada, Intan nggak mau hidup tanpa Aa" Intan menangis memeluk Jovan sangat erat


"sayang, kamu tau, Jovan Wiliam tidak akan pernah melepaskan wanita yang sangat di cintai nya, perusahaan itu taruhannya sayang,jika perlu Aa akan melompat dari gedung tinggi itu, seperti yang kamu lakukan Tempo hari" Jovan membelai lembut wajah Intan yang menangis


"jangan Aa, nanti Intan mau kemana nggak ada Aa, anak-anak kita akan mencari kamu sayang, jangan pernah berpikiran Intan akan tinggalkan Aa" Intan mengangkat kepalanya dan Jovan menitikkan air matanya untuk pertama kalinya dihadapan Intan


"kamu tujuan hidup Aa" Jovan hanya mengucapkan itu dan Intan memeluk nya erat sekali


"kamu hidup dan mati Intan" Intan mencium kening suaminya dang mengusap rambut Jovan dengan kasih sayangnya


sebenarnya Dr Evan memberi semangat baru bagi Intan saat Jovan keluar,dan dia mengatakan hanyalah Jovan suaminya yang akan menemani nya sampai mereka menua bersama dan akan memiliki anak hanya dari Jovan


"Aa,akan membuat kamu tidak akan pernah pergi sayang,dan kamu hanya akan mengandung anak Jovan William, sehingga kamu tidak akan pernah pergi kemanapun" Jovan menekankan kata katanya


"iya buat sebanyak banyaknya sayang,supaya kita berdua tidak akan punya alasan untuk saling meninggalkan" Intan tersenyum sangat cantik


"ya sudah,kita angsur angsur saja ya membuat nya dari sekarang,mau kan" Jovan menggoda istri nya yang sudah malu


"berapa pun sayang" Intan mengalungkan tangannya di leher Jovan dan ******* lembut bibir suaminya


"sampai malam nanti kamu tidak akan lepas sayang, semakin banyak kita lakukan semakin kamu tidak akan bisa jauh dari Aa" Jovan mulai menyusuri leher mulus istrinya dan banyak warna merah di leher nya


"Aa" hanya suara itu yang keluar dari bibir manis Intan dengan desaha* lembut nya yang membuat Jovan semakin menggila dengan suara istrinya


Jovan menikmati setiap inci tubuh indah Intan yang membuat nya seperti orang kecanduan setiap waktu, Intan yang sudah sangat lihai bisa membuat Jovan melakukan nya berulang kali


"bagaimana caranya kamu sepintar ini sekarang sayang" Jovan sangat kelelahan dan keringat nya membasahi kening nya,dan tidur di sebelah istri nya


"kan Aa yang ajarin" Intan memeluk erat-erat Jovan dan menciumi dada suami nya


"sayang tidurlah dulu,masih ada ronde berikutnya" Jovan tersenyum iseng pada Intan


"Aa kenapa jadi om om genit, Intan teh takut Aa" Intan menjaga jarak nya dari Jovan


"karena istrinya masih seger gini, apem nya lembut dan menggigit, dadanya montok gini, om nya jadi naf*u terus lihat Istri nya" Jovan mulai nakal lagi dibawah sana


"ok mari kita tidur sayang" Intan membalikan badannya dan menarik selimutnya


"iya tapi tidurkan yang ini dulu sayang" Jovan tersenyum jahil dan melanjutkan lagi

__ADS_1


"kamu teh puasnya kapan sih Aa" Intan kembali melayani suami kesayangan nya


"nggak akan puas" Jovan menikmati semua badan Intan yang sangat-sangat indah bayinya


__ADS_2