Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Intan terima Aa


__ADS_3

Lio yang mau mandi terkejut melihat Tomi, Bobi dan Jovan serta mang Ujang sudah memercikkan air ke arahnya sambil membacakan mantra-mantra


"mang Ujang ngapaen mang" Lio heran melihat Ujang


Jovan dan Bobi sudah tertawa melihat wajah Lio yang bingung


"tenang mas,mang Ujang ahli ngusir penghuni kebun yang ganggu manusia" Tomi meyakinkan Lio.


"woy itu mang Ujang matanya kedip kedip, kemasukan kali mang Ujang malah tertawa lo berdua, tolongin kadal" Lio ketakutan melihat mang Ujang yang sudah komat Kamit


"diam kamu,kamu mau menggangu manusia ha,saya akan usir kamu" Ujang memercikan air lagi


"usir mang dia nanti membahayakan Lio,kami takut mang,lakukan yang terbaik" Jovan terus tertawa sampai terduduk di lantai


Rizal sudah penasaran dengan kegaduhan di atas dan naik


"mang ini Lio, Lio nggak kemasukan apa apa, mereka usilin mamang doang" Lio semakin ngeri melihat bola mata mang Ujang berputar putar.


"diam kamu,masih mau menipu saya,kamu akan saya usir sejauh mungkin" mang Ujang memercikan air lagi ke wajah Lio


Rizal pun ikut tertawa melihat Lio yang ketakutan


"udah mang keluarkan cepat kasihan badan Lio mang" Bobi juga ikut mengompori mang Ujang


"Jovan Bobi awas lo berdua ya" Lio sudah pasrah dengan mang Ujang


mang Ujang mendekat dan menyiram 1 gayung air ke wajah Lio dan mang Ujang pun menyelesaikan ritual nya


"nggak usah kita make up lagi dia,gua udah puas" Bobi tertawa sangat kuat


"mas Lio udah mulai enak kan perasaannya" Tomi memberi handuk untuk Lio


"sudah Tom sudah" Lio kesal sekali rasanya tapi dia senang melihat tawa Rizal


"semoga ayah sehat selalu yah,dan terimakasih yah karena semua pengorbanan ayah yang luar biasa untuk hidup Lio" kata Lio dalam hatinya


"sana kalian anak nakal" Rizal pun menyiram air ke wajah Bobi dan Jovan


"sini nak,kamu dikerjai habis-habisan ya sama mereka" Rizal membantu Lio berdiri dan membawanya duduk di tempat tidur.


"nggak apa apa yah,nanti Lio balas mereka" Lio pun tertawa tapi dia memang tidak akan membalas Jovan dan Bobi


Suti asisten rumah Vivian yang juga istri Ujang naik ke atas membawa kain pel untuk membersihkan kamar Jovan


"hantu nya teh udah pergi pak" Suti takut masuk kedalam sebelum Ujang memastikan nya


"sudah buk masuk wae,ada bapak disini" Ujang memegang tangan istri nya dan membantu membersihkan kamar Jovan.


Jovan pun masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, Bobi mengembalikan alat make up Elisa sebelum pulang.


"mas hantu nya teh udah di usir mang Ujang nya" Intan ingin melihat Lio


"sudah dek aman sentosa" Bobi tertawa dan menyimpan alat make up Elisa kekamar


Tika, Intan dan Fani takut naik ke atas jadi mereka menunggu dibawah sambil membantu Desi membungkus makanan untuk besok


"Tika sini sebentar dong bantuin mas Jovan" Jovan memanggil Tika untuk minta tolong bujuk Intan


"naon mas" jawab Tika sambil naik ke atas


"teteh merajuk bantuin mas dong,kan besok pesta ulangtahun teteh masak kami musuhan sih" Jovan mengutarakan isi hatinya


"mas bacakan puisi aja pasti teteh luluh banget sama Aa" Tika menyarankan lagi pada Jovan, Tika akan ajarin mas Jovan

__ADS_1


"ya udah mana puisi nya dek,biar mas baca dulu" Jovan pun terpaksa setuju asalkan Intan mau bicara dengannya


Tika pun mengambil hp nya ke bawah dan mengirimkannya ke hp Jovan, Tika pun mulai menggurui Jovan


"Aa angkat tangan kanannya dan tangan kiri pegang hp nya,ambil nafas dan bicara dengan lantang dan intonasi nya harus jelas" Tika pun mempraktekkan nya pada Jovan


"gua diajari anak SMP" Jovan tertawa dalam hatinya dan mengikuti saran Tika


"oh kalau itu mas dulu juara 1 lomba puisi,jadi mas masih ingat semuanya dek" Jovan berbohong karena malu jika hasilnya hancur


"kalau gitu mas ke rumah sekarang atuh,teteh tadi mau tukar baju mumpung nggak ada orang" Tika tau Jovan pasti gengsi


Jovan turun kebawah dan menuju rumah Intan, Jovan senang melihat nuansa abu abu dan biru untuk lamaran nya besok


"Intan" Jovan memanggil calon istrinya


Intan yang sedang dikamarnya menjawab dengan nada kesal "ngapaen kesini"


"Aa baca puisi buat kamu ya biar kamu maafkan Aa" kata Jovan sambil berjalan mendekati kamar Intan


Intan penasaran dengan puisinya Jovan "silahkan'" jawab Intan


"oh bulan oh bintang di langit kalian berdampingan tak terpisahkan, indah nya langit malam bila ku tatap dengan wanita tercinta ku" Jovan membacanya dengan nada tinggi membuat Intan terkejut dan tertawa didalam kamar tidur nya.


"meskipun cahaya bintang tak seterang bulan,tapi" Intan keluar sambil tertawa-tawa dan menarik hp Jovan untuk menghentikan puisi amburadul Jovan


"Aa Jovan udah Intan geli dengar nya" Intan menarik tangan Jovan dan memeluk Jovan dengan sayang nya.


"puisi nya masih gantung sayang,nggak mau dengar lanjutan nya" Jovan mencium rambut Intan


"Udah Intan maafkan sayang,i love you calon suami ku" Intan semakin erat memeluk badan Jovan


Jovan mengangkat dagu Intan dan tersenyum bahagia mendengar kata kata Intan, Jovan mencium lembut bibir Intan, Intan yang belum paham tidak merespon ciuman Jovan.


Intan membuka mulut nya dan Jovan dengan bebas melahapnya, Intan yang baru sekali merasakannya menikmati permainan Jovan di mulutnya.


"kita nikah ya sayang besok, Aa nggak kuat jauh dari kamu sayang" Jovan melepaskan bibirnya dan merapikan anak rambut Intan


"Aa Jovan nggak mau tunggu Intan tamat sekolah dulu" Intan membenamkan wajahnya di dada bidang Jovan.


"nanti kamu berubah pikiran dan diambil pria lain, Aa nggak mau sayang" Jovan meletakkan pipinya di kepala Intan


"besok intan tunggu Aa, apapun yang Aa katakan pada ibu dan bapak Intan mendukung Aa" Intan juga tidak mau kehilangan cinta pertamanya itu


"ya udah Aa balik ke rumah nenek ya sayang" Jovan mencium kening Intan dan keluar dari rumah Intan.


Intan masuk ke dalam kamarnya karena sangat lelah dia ketiduran


"waw decor nya indah sekali" Elisa memeluk Jovan yang keluar dari rumah Intan


" bunda besok langsung nikah aja ya, Jovan nggak mau jauh dari Intan lagi" Jovan merengek pada Elisa


"ganjen banget sih kamu mas" Elisa menggoda anak sulung nya


"nanti Intan diambil orang lain bun" Jovan memegang tangan Elisa


"kita bahas bersama keluarga pak Handoko sekarang,ayo masuk" Elisa menarik tangan Jovan dan mereka berkumpul di ruangan keluarga Vivian


Jovan pun menyampaikan keinginannya untuk menikah dengan Intan besok karena takut Intan berubah pikiran.


"lo kok nafsu banget sih" Lio mulai kesal dengan Jovan yang nggak sabaran


"bukan gitu Lio,kan Intan mau praktek kerja lapangan juga ke kantor kita,gua takut dia diambil cowok lain mas" Jovan masih tenang menjawab Lio

__ADS_1


"Jovan,ini putri kami yang akan kamu nikahi apa kami tidak bisa menerima lamaran mu dulu supaya anak kami berharga dihadapan kamu" Handoko dengan tegasnya bicara pada Jovan


Jovan seperti malu atas tindakannya dan dia meminta maaf pada Handoko


"pak maaf saya tidak menghargai bapak dan ibu,kalau gitu intan saya nikahi tunggi tamat saja" Jovan kembali lemas akan jauh dari Intan


"jika besok kamu melamarnya,maka nikahi dia 2 hari kemudian,dan tolong biarkan anak saya tamat sekolah jangan sampai tidak" Handoko membuat Jovan tertawa senang


"jaga Intan Jovan dia anak kami,jangan karena kami hanya buruh kamu bisa seenaknya sama dia dan merendahkan dia,dia anak yang sangat baik, penyayang dan penyabar,jika ada luka yang kamu goreskan dihatinya percayalah tidak akan dia memaafkannya" Desi memperingati Jovan untuk menjaga perasaan Intan


Bobi dan Lio menatap Jovan, menantikan jawaban bijaksana Jovan


"saya mencintai nya dan akan berusaha menjaga perasaan Intan buk,pak" Jovan beerkata dengan suara tegasnya,Elisa melihat anaknya dan senang dengan kedewasaan Jovan


"kalau gitu kita harus kerja maraton ini,besok lamaran hanya dihadiri 2 keluarga saja dan pernikahan juga seperti itu,jangan sampai Intan berhenti sekolah gara gara pernikahan ini" Rizal meyakinkan Handoko


"iya bunda harus lembur buat pakaian untuk kita semua" Elisa sangat senang dan memeluk Desi


"mbak mau gaun yang bagus ca" Desi senang akan menjadi besan dari Elisa dan Rizal


"pasti mbak" Elisa kesenangan dipelukan Desi


Handoko dan keluarganya pamit pulang karena sudah malam dan mereka lelah seharian.


keesokan paginya


MUA pesanan Elisa sudah datang, Elisa pun membawa Intan ke rumah Vivian untuk dirias merayakan ulangtahun nya


"aduh cantik pisan ini mah buk" Rida MUA memuji kecantikan Intan.


"iya atuh,dia teh baik juga hatinya" Elisa mencium kening Intan dan keluar untuk menyiapkan pakaian Intan


Selama Intan dirias, Jovan sedang sibuk mengejar pekerjaan nya supaya tidak ada kendala sampai nikah nantinya.


"selamat bertunangan ya Jovan,semoga kamu bahagia dan uang rumah sakit nya terimakasih juga" Devina yang melihat photo WA Jovan merasa sedih dan ikhlas karena dia pun tau umurnya tak akan lama lagi


Jovan tersenyum membaca WA dari Devina meski dia tau ada hati yang sedang hancur saat ini


"kamu jaga kesehatan ya, semangat untuk sembuh dan jangan pernah menyerah, berjuanglah untuk sehat,akan ku bantu semampuku" Jovan tau Devina pasti sedang menangis sekarang.


Lio datang menghampiri Jovan "tolong jaga bahagiakan Intan,lihat dia sedang mempertaruhkan masa depannya demi lo Jo"


"Intan akan gua jadikan orang sukses percaya sama gua" Jovan menepuk bahu Lio


"terimakasih Jo" Lio senang masa depan 1 adik nya sudah terjamin,tinggal 2 orang lagi yang harus diperjuangkan sampai sukses


Bobi yang baru bangun bergegas mandi dan bersiap-siap untuk membidik cewek SMK berjaya yang datang nanti


semua sudah beres dan rapi,tamu tamu Intan sudah berdatangan tapi Intan masih disimpan oleh Elisa supaya turunnya sama dengan Handoko dan Desi


"bunda, Intan mana Jovan mau lihat dong" Jovan mendongakkan kepalanya mencari Intan


"Jovan tolong jaga sikap kamu nanti,karena disini ada kepala sekolah juga jangan berbuat yang tidak-tidak kamu" Elisa memperingati Jovan


"iya bunda, Jovan turun sebentar melihat tamu undangan yang datang" Jovan meninggalkan Elisa tapi sangat penasaran dengan Intan


teman teman Intan sudah sibuk menikmati makanan yang disediakan oleh keluarga William


"Aa Aa kita photo dong" ya para gadis belia sedang mengejar cinta Lio dan Bobi


"boleh boleh" Lio merangkul gadis SMK dan semua histeris sedangkan Bobi berdiri saja tidak berani mendekati gadis SMK


"kok gua cemen gini ya" Bobi menggaruk kepalanya kesal sedangkan Lio sudah jadi rebutan gadis gadis belia

__ADS_1


__ADS_2