
"secepatnya tolong kedua adik gua" Lio menelfon Jovan untuk membawa Intan ke rumah sakit
"dek,telfon dokter Evan untuk memeriksa Tomi dan Intan dulu sebelum pasien yang lain" Arlan memberikan no Evan pada Jelita dan Jelita menghubungi Evan
"Bob, kamu jaga papa Boston dulu nak,ayah mau bicara sama pak Handoko tentang Tomi dan Intan
"iya pa, Bobi ke sebelah dulu ya" Bobi keluar dari kamar Tika dan menemui Boston
"kamu kenapa nak" Boston melihat Bobi yang termenung dan Bobi menceritakan nya pada Boston kejadian yang dialami Tomi dan Intan
"apa,kamu nggak salah kan nak" tanya Boston pada Bobi,dan Bobi heran melihat Boston yang seperti tau cerita nya tapi tak lama Lio masuk dan tidur di sofa
"pa, Telfon Meyza dia nggak balik balik pa" Lio sangat merindukan Meyza
"jangan paksa dia nak,dia akan mengamuk jika kamu paksa,dia sangat sensitif jika ada yang melukai papa nak" Boston menjelaskan pada Lio sifat Meyza
"pa,yang tadi lanjutkan" Bobi masih penasaran dan mendekati Boston
"papa,sudah tau cerita itu dari Tomi nak" Boston membuat Lio dan Bobi bingung sekali
flashback on
11 tahun yang lalu saat, istri kedua Boston yang bernama Anin membunuh Dean, Boston menyiksanya habis habisan sampai Anin ketakutan seperti orang gila,ditambah lagi Boston memisahkan anak nya dengan Anin yang bernama Kino,dan dia melarikan diri ke Bandung untuk menghindari Boston dan akan mencari Lio dan Tika karena dia akan membalas dendam nya pada anak anak Boston.
Anin membenci semua anak anak yang dia pikir sebesar Lio dan Tika padahal sebenarnya otaknya sudah stress jika melihat sepasang anak kecil
Tomi dan Intan baru pulang dari kebun, mereka berdua segera mandi dan ingin membeli gulali di seberang jalan, sialnya Anin sedang ada di dalam taksi dan mendekati Intan dan Tomi, kemudian dia menyuruh taksi berhenti dan menarik tangan Tomi dan Intan masuk ke dalam mobil,
supir taksi yang dihentikan Anin tidak mau ikut campur karena Anen sudah menodong kepala nya dengan pistol yang ada di dalam tasnya,
Tomi dan Intan menangis dan saling berpelukan,dan Anin memukuli mereka,hingga mereka sampai di sebuah ruko tua yang sangat jauh dari keramaian dan Anin menembaki supir taksi sampai tewas
__ADS_1
"masuk kalian" Anin membesarkan matanya dan membuat Intan dan Tomi sangat ketakutan
"ibu, kami teh salah apa" Intan memeluk erat Tomi
"diam" Anin menarik rambut Intan sampai dia menjerit ketakutan dan Anin menendang Intan
"Teteh" Tomi memeluk Intan dan sangat ketakutan dia menangis saat Anin mendekati nya
"diam" Anin pun memukuli Tomi sampai Tomi minta ampun, Anin pergi dan mengurung Intan dan Tomi di dalam satu ruangan
"pulang teh, Tomi takut" Tomi melihat Intan yang juga sangat keyakinan
"ibu, bapak,kami takut" Intan memeluk Tomi agar tenang
Desi dan Handoko mencari Intan dan Tomi tapi tidak ada, sampai malam tapi tidak ada juga, hingga akhirnya Desi menelfon Polan dan menceritakan Intan dan Tomi hilang
Polan seorang jenderal TNI tertinggi menghubungi polisi sahabat nya untuk mencari Intan dan Tomi,
"buk kami mau pulang" Intan memberanikan bertanya pada Anin
Anin menatap tajam pada Intan dan membuka mulut Intan dan memberikan nya air selokan sampai Intan muntah muntah dan tak mau lagi bicara.
"buk apa salah kami,kami kan tidak kenal ibu" Tomi berdiri dan menantang Anin
"hihihihihihi" Anin mencakar tangan Tomi dan Tomi berteriak keras sampai Intan memukul tangan Anin dengan sebuah paralon
"kau melukai ku" Anin menendang perut Intan dan Tomi minta ampun, kemudian Anin menyiram badan Tomi dan Intan dengan air selokan dan membuang semua kapas ke badan mereka, sehingga Intan dan Tomi sangat kotor
Polan menyebarkan berita kehilangan Intan dan Tomi ke TV, koran dan selebaran yang ditempelkan pada semua tempat dan Boston mendapatkan kabar jika Anin sedang di Bandung mencari anak anaknya dan itu sudah berlalu 4 hari
Boston membawa semua anak buahnya dan mencari Anin di kota Bandung,disepanjang jalanan Boston melihat berita kehilangan Intan dan Tomi
__ADS_1
"siapa mereka, kenapa banyak selebaran tentang mereka di jalan ini" Boston bertanya pada supirnya dan supirnya memberikan koran yang ada di mobil dan Boston membaca koran tersebut,
"kenapa ada yang berani dengan cucu Jenderal" Boston saja Mafia terkejam tidak akan berani pada Polan
semua anak buah Boston mencari Anin, hingga ada seseorang ibu menceritakan kejadian yang di dengarnya ada suara tembakan dari ruko kosong, dan dia juga melihat dari jendela kamarnya ada dua orang anak yang menangis, anak buah Boston menjamin keselamatan ibu itu dan akhirnya dia membawa Boston dan anak buah nya ke ruko yang dimaksud nya
Anin yang tidak tau keberadaan Boston,dia sedang menyuruh Tomi merangkak di dalam ruangan itu dan mengikat lehernya dengan tali, sedangkan Intan melompat lompat seperti kodok
"praak" pintu di dobrak dan Anin sedang makan dengan santainya, Intan dan Tomi berpelukan sambil menangis.
Dengan cepat Boston memerintahkan pada anak buahnya dan menyekap Anin di ruangan lain, Boston memakai masker penutup wajah mendekati Tomi dan Intan yang sangat kotor dan bau, Boston memerintahkan anak buahnya untuk membelikan pakaian untuk Tomi dan Intan
"pak jangan siksa kami lagi,kami belum makan sudah 4 hari" Tomi memeluk Intan yang sangat lemah tak berdaya,tak berapa lama ibu yang menunjukkan alamat Anin datang setelah yakin Anin tidak melihatnya karena dia takut sekali akan kena imbasnya
"pak bawa mereka ke rumah saya" ibu itu pun akan membersihkan Intan dan Tomi dirumah nya saja karena ada air,dan anak buah Boston membawanya Intan dan Tomi keluar
"kau menyiksa anak kecil" Boston masuk ke dalam ruangan yang digunakan menyekap Anin
"jangan siksa aku,aku takut" Anin memohon tapi Boston menghajar nya habis habisan dan memerintahkan Anin di tahan di rumah sakit jiwa di Bogor
setalah anak buah Boston mengurus Intan dan Tomi, Boston membawa mereka makan dahulu, dan memberikan banyak uang pada ibu itu dan memberi tanda Boston Kinder pada rumah nya dan orang tidak akan berani mengganggu nya
"kalian makan nak, tenang bapak akan pulangkan kalian kepada jenderal Polan" Boston membawa Intan dan Tomi kedalam restoran cepat saji, seketika Intan dan Tomi tenang saat Boston menelfon Polan dan mendengarkan suara ny
"kakek,kami takut, tapi kami sudah ditolong bapak yang pakai penutup wajah" Tomi menjawab nya sambil menangis sedangkan Intan hanya diam saja dia muntah terus mengingat perlakuan Hanen
Boston dan Polan akan bertemu di depan lapangan luas dan sudah ada helikopter Boston di situ,saat Polan belum sampai Boston sudah menunggu di dalam helikopter dan dia menyuruh anak buahnya menyerahkan Intan dan Tomi pada Polan yang datang bersama Handoko dan Boston meninggalkan lapangan dengan helikopter nya
flashback off
"masa kecil mereka sangat buruk sekali" Lio mengusap wajahnya sangat kasar dan Bobi pun sangat menyesal dan berjanji tidak akan membiarkan Jelita mendekati Tomi lagi
__ADS_1
"andaikan waktu bisa di ulang" Boston menangis mengingat semua kesalahan nya