
selama 4 jam, Jovan, Lio dan Bobi menyelesaikan pekerjaan mereka, tak ada yang berani mengganggu mereka saat bekerja
"Aa, Intan mau minum" Intan merasa sangat haus, Ninuk yang ditugaskan untuk menjaga Intan mendekatinya dan memberikan segelas air pada Intan
"mana Aa Jovan Nuk" tanya Intan lemas sekali
"sedang kerja teteh di kamar sebelah, teteh mau apa biar Ninuk siapkan" Ninuk mengambil gelas dari tangan Intan
"Nuk,aku pusing banget Nuk,mau muntah terus" Intan memejamkan matanya agar tidak pusing
"sabar teteh,dulu juga kakaknya Ninuk hamil gini juga sampai umur janinnya 3 bulan, baru dia tidak muntah lagi teh" Ninuk memijat lembut kaki Intan
"nggak apa apa Nuk, yang penting aku sudah bisa mengandung anak Aa Jovan,aku cinta mati sama Aa" Intan mengelus perutnya yang datar
tak lama Jovan datang dan Ninuk keluar dari kamar mereka
"Aa, Intan pusing" Intan langsung memeluk Jovan yang berbaring di samping nya
"nanti sore kita tempat Beni ya sayang, biar kamu dikasih obat penghilang pusing dan mual ya" Jovan mencium kening Intan
"mana telur bebek nya Aa,mas Bobi udah pergi kan" Intan menatap wajah Jovan
"mas Bobi kerja sebentar ya sayang,kan mas Bobi juga harus menyelesaikan pekerjaan nya dulu, nggak apa-apa kan sayang" Jovan membelai rambut Intan
"iya, nanti aja kalau mas Bobi siap kerja" Intan mau duduk tapi Jovan melarang nya
"mau kemana sayang" Jovan menahan tangan Intan
"mau mandi Aa, Intan bau muntah gini,rambut Intan lepek" Intan mengacak acak rambutnya
"Aa mandikan aja sayang, nanti kamu jatuh lagi karena pusing" Jovan menggendong Intan ke dalam kamar mandi
"Aa, Intan mau berendam boleh nggak" Intan duduk di atas closet duduk
"iya cintaku, apapun untuk kamu" Jovan mengisi bak mandi dan memberikan bubbles green kedalamnya
"Aa, Intan udah nggak sabar" Intan sangat semangat melihat bak mandi yang sudah penuh dengan bubbles aroma green
Jovan menggendong Intan setelah Intan selesai membuka bajunya,dan memasukan Intan pelan ke dalam bak mandinya, Jovan mengambil shampo dan memberikan pijatan lembut di kepala istrinya
.
"i love you Aa" Intan mencium bibir Jovan dan Jovan tersenyum senang
__ADS_1
"sudah nakal ya kamu" Jovan melu*at bibir Intan dengan lembutnya,dan dia bisa menahan keinginan nya agar Intan tidak lelah
Intan bermain banyak busa di bak mandinya, dengan sabar Jovan menggosok punggung istrinya dan membersihkan badan Intan di bawah shower
Lio dan Bobi sudah menyusun rencana untuk membuat Elisa tersenyum lagi
"bunda" Bobi mendekati Elisa yang sedang menyiram bunganya
"kenapa nak" Elisa melihat Bobi dan menyiram bunganya lagi
"Lio kebiasaan nggak mau jemur handuk siap mandi" Bobi memasang wajah kesalnya
"memang ya, jorok banget, udah besar juga nggak berubah sama sekali" Elisa mematikan air nya
"Bobi, nggak mau pakai handuk itu lagi, Bobi nggak mau" Bobi memajukan bibir nya
"dari SMA sampai sekarang handuk kamu udah ganti 100x loh, boros nggak jelas,bunda nggak suka" Elisa menyusun bunganya
"bunda, Bobi nggak mau pakai handuk itu lagi" Bobi duduk dilantai seperti anak kecil
"aduhhh kalian ya, kalau si Jovan nggak suka baju nya dipakai siapa pun,kamu nggak suka handuknya dipakai siapapun,Lio juga nggak suka bantalnya dipakai siapapun,gara gara sifat aneh kalian, gudang penuh dengan baju,bantal dan handuk" Elisa menceramahi Bobi sambil memegang pinggangnya
"pokoknya Bobi nggak mau bicara sama Lio" Bobi meninggalkan Elisa yang sudah pusing
"kenapa Bob" Rizal memegang tangan Bobi
"handuk Bobi dipakai Lio yah, Bobi nggak suka,bunda selalu bela Lio" Bobi merengek pada Rizal
"Liiiiiiiioooooooooooo,sini kamu" suara 10 oktaf Elisa membuat semua tutup telinga
Lio yang sedang bersembunyi sudah mendengar semuanya tertawa dengan akting Bobi dengan langkah tegap nya Lio membawa handuk Bobi
"apa sih bun" Lio memutar mutar handuk Bobi supaya Bobi kesal
"kenapa handuk Bobi kamu pakai" Elisa memgambil handuk Bobi
"handuk Lio kotor bun" Lio mengambil apel dan memakannya dengan santai
"lihat kan bunda" Bobi semakin memanas manasi Elisa
"kan banyak handuk Lio, kenapa harus punya Bobi,aduh kalian itu ya" Elisa tau Bobi paling tidak suka handuknya dipakai siapapun
"iya kan punya Bobi yang dekat,tadi Lio lupa bawa handuk ke kamar mandi" Lio masih tersenyum pada Elisa, Rizal melipat tangannya di dada dan menikmati keributan di depan nya
__ADS_1
"Bobi, kamu nanti beli handuk yang baru ya nak,udah jangan cemberut lagi" Elisa mengusap punggung Bobi, "Lio, angkat kaki kanan kamu pegang telinga dengan kedua tangan kamu" Elisa menghukum Lio
"ok boss" Lio mengerjakan perintah Elisa sambil bersiul
"bunda,liat Lio ejek Bobi" Bobi memegang tangan Elisa, Lio membuat matanya seperti mata juling
Elisa tau Bobi sangat benci dengan mata seperti itu karena dia phobia dengan keadaan mata yang juling, karena dia selalu merasa matanya akan juling
"Lio,kamu jangan buat Bobi takut" Elisa menggelitik perut Lio supaya berhenti membuat Bobi takut
"ampun bunda,ampun" Lio tertawa sampai tertidur di lantai,dan Bobi menggelitik telapak kaki Lio
"ayah,tolong yah" Lio memohon pada Elisa untuk berhenti
Elisa dan Bobi berhenti memberi hukuman pada Lio, Bobi dan Lio berdiri di samping Rizal dan mengucapakan sumpah yang sudah dikarang mereka berdua
"bunda, kami berjanji tidak akan meninggalkan bunda sampai kapanpun,dan Bunda juga harus berjanji tidak akan mengusir kami sekalipun nanti kami akan tinggal disini kalau sudah menikah" Lio dan Bobi mengeluarkan hadiah dari dalam saku celana mereka
"kalian kenapa" Elisa menahan air matanya dan Rizal berdiri di samping Elisa dan merangkul nya
"bunda, Lio sayang bunda melebihi apapun,saat Lio kehilangan arah hidup,bunda datang untuk Lio,bunda yang memberikan terang bagi hidup Lio, terimakasih bunda, terimakasih malaikat ku" Lio berlutut di kaki Elisa dan memberikan kalung liontin yang ada gambarnya dengan Elisa saat masih kecil
"Lio, kamu masih simpan photo ini nak, jangan tinggalkan bunda ya" Elisa memeluk Lio dan menyesal tadi dia cuek sekali pada Lio
"bunda, Bobi hanya mau tolong sayangi Bobi seperti ini, Bobi tidak punya siapa siapa lagi, cuma kalian,bunda tidak akan pernah mengusir Bobi lagi kan, seperti Bobi SMA dulu, Bobi masih ingat dulu saat Bobi bunda terima di rumah ini, Bobi sudah biasa liar sejak di suruh untuk kost karena orangtua Bobi tidak menginginkan Bobi,1 minggu Bobi dirumah ini, Bobi udah bosan karena jam 6 sore semua harus dirumah tidak ada yang boleh keluar lagi, karena Bobi sangat bosan, Bobi lompat dari jendela tanpa ada yang tau, kemudian Bobi menjemput motor balap Bobi ke kostan, akhirnya Bobi ikut balapan liar sementara bunda sudah menangis mencarinya Bobi sampai Lio dan Jovan bunda usir karena Bobi bisa hilang dari kamar" Bobi masih ingatkan itu, Elisa tersenyum sambil menangis
"akhirnya ayah meminta bantuan kakek Polan untuk minta tolong mencari Bobi, Bobi benar benar merdeka saat itu, kebebasan Bobi kembali lagi, sampai akhirnya ada razia gabungan balapan liar,ada TNI dan polisi yang datang,sialnya Bobi jatuh dan tangan Bobi terluka parah, tidak ada yang menolong Bobi karena mereka semua kabur, Bobi dibawa ke kantor polisi dan di situ sudah ada ayah dan bunda, Bobi kesakitan dan bunda melihat darah dari baju Bobi, ayah saat itu memang wajar marah karena baru 1 Minggu di rumah ini, Bobi sudah balapan liar, sudah bolos sekolah hanya untuk main dengan teman teman Bobi yang putus sekolah
saat kita keluar dari kantor polisi,bunda bawa Bobi ke rumah sakit untuk mengobati luka Bobi,ayah yang sangat-sangat marah tidak mau turun dari mobil, setelah kita sampai di rumah, Bobi sudah minta izin agar keluar dari rumah ini karena Bobi nggak tahan dengan kehidupan terkekang
"kehidupan yang kamu inginkan seperti apa" ayah sangat marah saat itu sampai wajah ayah merah, Bobi hanya tertunduk takut, sementara Lio, Jovan dan Fani tidak berani mendekati Boby
"Bobi mau kost lagi om" Bobi masih panggil om saat itu
"kalau begitu angkat kaki mu dari sini,saya hanya mau mendidik anak yang mau di didik, silahkan keluar" ayah sangat marah saat itu,saat Bobi mau pergi bunda menangis, Bobi terdiam melihat tangisan bunda,karena hanya bunda yang menganggap Bobi seorang anak
Bobi dekati bunda dan minta maaf, tapi bunda tidak mau bicara pada Bobi
"Bobi pamit ya om, Bobi pamit tante, Jo, Lio gua pergi terima kasih sudah mau terima gua disini,jaga Fany baik baik, jangan ada yang berani ganggu dia" Bobi saat itu semakin terluka Fani menangis karena mau pergi dengan tas ransel yang Bobi punya
"keluar kamu Bobi" bunda berteriak dengan keras nya, dan Bobi dengan cepat melangkahkan kaki Bobi karena sangat takut, Bobi melihat Fani yang ditahan ayah,dan bunda yang menangis sampai sesenggukan
Bobi menuju pagar tapi bunda berlari ke arah Bobi dan menangis terus Bobi langsung berlari ke tempat Bunda agar bunda tidak jatuh
__ADS_1
"kalau kamu pergi dari sini, bunda akan menangis setiap hari, bunda tidak akan makan dan tidur karena sudah mengusir kamu dari rumah ini"