
Intan sibuk melihat isi ruangan Lio dan tidak mendengar perkataan Bobi
"dek,kata mas Bobi kamu belajar nyetir sama bawa motor" Lio menarik tangan Intan untuk duduk disampingnya
"oh kalau motor Intan udah jago mas,kalau nyetir mobil Intan mau banget mas" Intan menyetujui Bobi dan Lio
"buat apa Intan belajar naik mobil Bob" Lio penasaran dengan Bobi
"mau gua belikan mobil jazz kan belum kasih kado ulangtahun" Bobi sibuk memesan mobil untuk Intan
"oh iya lupa gua" Lio pun menelfon notaris untuk datang membawa surat tanah dan balik nama atas nama Intan
Oliv sangat heran melihat Bobi dan Lio yang memberikan hadiah yang sangat mahal
"Intan sebenarnya siapa sih duo jablay" Oliv bertanya penasaran
"adik gua" Lio menjawabnya dengan singkat
"mama mereka adik kakak" Bobi melanjutkan keterangan Lio
Intan mulai sibuk dengan piano diruang Lio dan dia hendak memainkannya tapi Jovan datang dengan wajah sumringah nya
"kehujanan dimana lo" Bobi heran melihat rambut basah Jovan
"nggak,tadi gua pengen keramasan aja,panas kepala gua ada tender yang lagi tanggung nanti malam sih keputusannya gimana" Jovan menatap genit pada Intan, Intan mulai cemberut
"oh gitu,emang sih kalau otak panas mandi dingin obatnya" Lio percaya saja dengan Jovan karena memang dia suka gitu tapi tidak di kantor
"tender apa pak,kok gua nggak tau" Oliv menatap Jovan penasaran
"tender kecil Oliv,gua bisa tangani sendiri dan ini orangnya agak susah menurut gua,harus main halus dulu terus nanti dia yang ganas nyosor ke gua" Jovan tersenyum mengingat aksi Intan tadi
"tumben loh tertarik sama tender kecil" Bobi bingung mengartikan kode yang diberikan Jovan pada Intan
"dapat berapa lo, sampai semangat gitu" Lio mulai kepo dengan Jovan
"hasilnya nanti tak ternilai,nggak sabar gua nunggu malam" Jovan melipat tangannya di dada dan tersenyum senang sekali
Intan hanya diam saja padahal dia sudah tau maksud tujuan Jovan
"udah semua keruangan meeting sekarang, Intan kamu bantu aku bawa file yang tadi ya" Oliv menarik tangan Intan dan keluar dari ruangan Lio
saat Intan melewati Jovan tangan Jovan menarik telunjuk Intan dan Intan memutar tangan Jovan
"aaaawwww patah telunjuk gua" Jovan kesakitan dan Intan tertawa dengan kelakuannya
"lagian lo kayak anak SMP baru pacaran ganjen banget" Lio menyindir Jovan yang melihat kelakuannya tadi
"dasar abg tua lo,telat puber kayaknya ni bocah" Bobi tertawa dan meninggalkan Lio dan Jovan
"Jo,tadi Arlan telfon Bobi untuk tawarkan tanah Devina katanya mau beli apartemen yang dekat dengan rumah sakit dan buka toko bunga" Lio menceritakan pada Jovan
"kalau itu sudah keputusan Devina kita tidak bisa ikut campur,dan gua nggak mau melukai istri gua,gua sayang banget sama dia Lio" Jovan bicara dengan serius nya
"ya memang kita tidak usah ikut campur terlalu jauh,takut ada yang terluka" Lio pun mengajak Jovan ke ruang meeting
Jovan, Bobi da Lio sudah duduk di ruang meeting dan para kliennya sudah datang semua
__ADS_1
"Intan bagikan ini semua ya,aku mau membuka meeting dulu" Oliv pun kembali ke tempatnya dan Intan berjalan membagikan kertas yang diberikan Oliv
"permisi pak,maaf" Intan meletakkan kertas di hadapan para klien Jovan,dia pun melakukannya dengan sangat sopan
semua mata pria klien Jovan menatap Intan dengan dalam,karena kecantikan Intan yang luar biasa
"pak Jovan dapat boneka gini darimana" salah seorang klien Jovan memegang tangan Intan
"jangan pegang tangan saya sembarangan" Intan menyiramkan segelas air ke wajah pria yang memegang tangan nya
"kurang ajar kamu" Govar membentak Intan dan membersihkan wajahnya dengan tisu
"apa yang kamu lakukan Govar" Jovan menendang sebuah kursi dan berjalan ke arah nya
Intan berlari kebelakang Jovan ketakutan dengan suara Govar
"hey yang seperti ini banyak di kantor saya dan sudah saya pakai semua" Govar bicara dengan tertawa
"buuummmmmm" tinju Jovan melayang ke pipi Govar
"dari perusahaan mana dia" Jovan menatap tajam pada semua kliennya
"perusahaan CX yang baru bergabung pak" jawab Oliv dengan sedikit takut
"silahkan keluar dari sini bawa semua berkas berkas anda" Jovan melempar map Govar ke arah pintu
"pak maafkan saya, saya hanya bercanda,saya sudah menunggu 6 bulan untuk bisa menjalin kerja sama dengan perusahaan William groups" Govar memohon pada Jovan tapi percuma
Bobi dan Lio sangat ingin menghabisi Govar tapi mereka tetap tenang karena suami Intan sudah melakukan hal yang benar
"jika kalian menjalin kerjasama dengan perusahaan CX silahkan berdiri dan keluar dari sini,kami tidak menerima pemimpin perusahaan yang memperlakukan wanita tidak sopan di perusahaan kami,apalagi tangan yang anda sentuh tangan adik ku" Lio bicara sangat tegas dan membuat semua kliennya tertegun
"saya tidak mau cari mati hanya karena terlibat dengan Govar" saut yang lain lagi
"keluar" Bobi menunjuk Govar dengan mata tajamnya dan Govar pun keluar dengan sangat lesu
"kamu nggak apa-apa kan Intan" Oliv menghampiri Intan dan membawanya duduk disamping Lio
"Intan takut" Intan memeluk Oliv dan Lio mengusap rambut Intan yang hampir menangis
"sudah Intan kamu tunggu diruangan saya saja,jangan disini ya" Jovan kasihan melihat wajah pucat Intan
"Pokas ke ruangan meeting sekarang" Bobi menelfon Pokas
Jovan menunda meeting 15 menit dan membawa Intan keruangan nya dan menutup pintunya
"sayang kamu takut ya,besok dirumah aja ya, nonton drakor, shopping,masak masak,nyanyi atau temanin bunda di butik ya" Jovan memeluk Intan.
"Intan takut nanti dia datang ke sini terus bentak Intan lagi" Intan menangis di dada bidang suaminya
"Pokas akan jaga kamu sayang" Jovan pun memanggil Pokas dan memerintahkan nya untuk menjaga Intan
"saya akan jaga nyonya bos" Pokas pun duduk di depan pintu ruangan Jovan
"kamu lanjutin lagi meeting nya,kasihan mereka nunggu kamu lama" Intan pun yakin setelah Pokas yang menjaganya
"baik sayang" Jovan mencium kening Intan
__ADS_1
Intan mengambil hp nya dari dalam tasnya dan perutnya terasa lapar
"pak kita makan siang ya, bapak belum makan kan pak" Intan pun mengajak Pokas untuk ke kantin perusahaan
"lewat sini nyonya" Pokas menunjukkan jalan pada Intan
"pak panggil saya Intan saja,nanti mereka tau Intan udah nikah" Intan berbisik pada Pokas
"maaf Intan,saya lupa" Pokas tertawa dan mengikuti Intan dari belakang
"hei kamu nggak tau ya ini dimana,ini bukan perusahaan kamu,jam makan 30 menit lagi" Tia karyawan paling ganas tapi kerjanya sangat bagus sedang menuju kantin karena lapar
"kalau kamu tau jam makan 30 menit lagi, ngapain kamu kesini jam segini" Intan menaruh tangannya di dada dan menantang Tia
"anak magang belagu ya" Tia pun mendekati Intan dengan kesalnya
Pokas pun berjaga di samping Intan jika Tia melukainya
"kan kamu yang ganggu duluan, kenapa saya harus diam" Intan pun semakin mendekatkan dirinya pada Tia
"jangan ganggu adik bapak Lio William nanti kamu menyesal" Pokas pun ingin mengakhiri pembicaraan panas 2 wanita dihadapan nya
"oh gitu,maaf ya dek,kakak sudah kasar sama kamu" Tia langsung mengubah sikap nya karena Lio pria incaran nya
"basi" Intan dan Pokas berlalu meninggalkan Tia yang gelisah jika Lio tau
"Intan kamu hebat,jangan mau ditindas siapapun ya,kamu harus bisa membela diri jika ada yang tidak sopan pada kamu" Pokas menarik kursi buat Intan
"hahahaha iya pak,kata mas Bobi,mas Lio sama Aa Jovan jangan mau ditindas orang lain" Intan pun melakukan pesan 3 pria tampan yang selalu menjaga nya
Pokas pun berdiri dan memberi tahu jika intan adik Lio maka dengan cepat pelayan kantin menghampiri Intan menanyakan pesanan Intan
"mau makan apa nak" sapa wanita separuh baya penjaga kantin
"mau makan nasi buk" Intan menjawab dengan sopan nya
"pilih dulu makanannya nak,biar ibu bawakan nanti kesini" Niten nama ibu penjaga kantinnya
"iya buk, Intan pilih dulu ya" Intan pun berdiri dan langsung mengambil makanannya
"ibu saja yang layani nak" Niten pun berdiri disamping Intan
"buk Intan udah lapar sekali,maaf ya buk Intan ambil sendiri" Intan tidak mau berlama-lama lagi dengan makanan yang hendak dimakan nya
"kamu sopan sekali nak,nama kamu siapa" Niten tertawa senang ada yang menghormati nya
"Intan Viola buk,adik mas Lio,mama kami adik kakak" Intan menerangkan semuanya dengan rinci dan dia menunggu Pokas untuk makan bersama
Niten pun membantu membawakan minuman mereka berdua ke meja tempat tadi melayani Intan.
setelah 10 menit berlalu Intan dan Pokas pun selesai makan dan mengangkat piring kotor mereka ke dapur kantin, sedangkan Niten sudah sibuk menyiapkan makanan untuk karyawan karena akan jam istirahat.
"pak bentar ya, Intan bersihkan piring ini sebentar ya, kasihan ibu Niten sendirian, Intan jadi ingat ibu" Intan tidak tega melihat Niten yang sudah tampak kelelahan
"ya sudah kita kerjasama ya biar cepat selesai,nanti bos marah sama saya" Pokas pun membantu Intan karena kalau dilarang juga pasti akan dikerjakan juga.
"terimakasih pak Pokas" Intan pun mulai membasuh piring yang sudah dicuci Pokas
__ADS_1
Niten tidak tau jika Intan membersihkan piring karena dia sibuk sekali