
Lio pamit pada adik-adik nya untuk minta maaf pada nenek Vivian,dan adik adiknya pulang kerumah mereka.
Bobi dan Ujang mau berkeliling kebun dulu,bosan dirumah seharian
saat Lio didepan pintu kamar Vivian dia takut untuk masuk, Lio mondar mandir takut masuk kedalam, kebetulan Jovan mau keluar dari kamar Vivian untuk mengurus ulang tahun Intan.
"woy,lo ngapaen kaget gua" Jovan yang sibuk dengan hp nya tidak tau Lio berdiri tepat di hadapannya dia terkejut bukan main.
"Jo,mau kemana, nenek di dalam kan" Lio memang sengaja berdiri didepan pintu karena tau Jovan mau keluar.
"nggak tau lo lihat sendiri lah,kan lo punya mata" Jovan sangat sinis pada Lio dan pergi meninggalkan nya.
"satu satu dulu, Nenek Vivian,bunda,ayah,ibu, bapak, Bobi, Jovan panjang benar udah yang harus gua hadapin" Lio menghitung banyak orang yang harus dihadapinya.
"nenek, Lio boleh masuk nggak" Lio memanggil Vivian, tapi Vivian menjawab dengan ketus
"saya mau sendiri,jangan masuk kedalam kamar saya" jawab Vivian dari dalam kamar padahal dia sangat rindu pada Lio
"Sampai jam berapa nek, Lio tunggu di depan kamar nenek ya,sampai nenek mau keluar temui Lio" Lio pun berdiri disamping pintu kamar Vivian menunggu Vivian keluar dari kamar,Jovan balik lagi menemani Lio dia duduk di anak tangga dia takut Lio pingsan
Vivian tau Lio pasti akan tetap menunggu nya, karena dia sudah sangat mengenal Lio.
Lio dan Jovan bercerita mengingat massa kecilnya dirumah itu bersama alm Riko kakek dari Jovan.
flashback on
"pinjam gua mainan lo" Lio memaksa Jovan memberikan mainannya
"enak aja lo,ini punya gua,kalau mau ya minta ke bunda lo" Jovan bicara kasar pada Lio karena di tidak suka barang nya dipinjam Lio.
"kalau mama gua masih ada,nggak bakalan gua pinjam punya lo" Lio melepaskan mainan Jovan dan keluar rumah menangis
__ADS_1
"sini kamu Jovan" suara Riko membuat Jovan takut,dan mendekati kakek nya
"kamu diajarkan seperti itu kepada saudarmu" tanya Riko dengan sangat tegas
"Jovan lagi main kek, tapi Lio maksa mau makai juga" Jovan kesal pada Lio
"kan dia makai hanya sebentar, lagian kamu bisa minta lagi sama ayah kamu" Riko bukan tidak mau membelikan untuk Lio,tapi Lio selalu menggunakan uangnya untuk memberikan makan anak anak jalanan.
"udah kek, Jovan terus yang salah, Jovan benci kakek" Jovan menangis dan membanting pintu kamarnya.
"kakek kenapa marahin Jovan kek, Lio nggak apa-apa kek" Lio yang mendengar suara pintu yang sangat keras masuk kerumah
"dia tidak boleh egois,dia harus tau siapa saudaranya yang sudah menyelamatkan perusahaan kakek nya supaya tidak hancur,kakek mau dia seperti kamu nak" Riko harus mendidik Jovan dengan keras karna dia akan memegang William groups setelah Rizal anaknya
"kek,jangan paksa Jovan kayak Lio, Lio begini bukan kemauan Lio, ini semua karena keadaan kek, Lio harus keras supaya bisa menemukan Nika (adik Lio yang sekarang bernama Tika) dan mama Lio kek" Lio tidak mau Jovan tertekan karena keberadaannya.
Jovan mendengar semua pembicaraan Lio dan Riko,dia menangis mengira Lio menghasut kakeknya, padahal dia tidak sejahat itu.
"dasar anak nakal,nggak mungkin kakek benci sama kamu, Lio sangat sayang sama kamu,saat layangan kamu nyangkut diatap, Lio yang manjat sampai kakinya patah karna jatuh" Riko mengingat kan Jovan supaya sayang pada Lio.
"udah lo jangan benci sama gua lagi,itu anak anak yang ganggu cewek yang lo sayang udah gua kasih kodok" Lio tertawa saat melihat anak anak yang menggangu Jovan dan gadis kecil yang di sukai nya.
"lo jangan bilang gua malu tau didepan kakek" Jovan takut Riko marah kalau Jovan suka buntuti gadis kecil yang disayangi nya.
Vivian yang mendengar cerita cucunya datang dan menarik telinga mereka berdua
"masih bertengkar kalian berdua"
"nggak nek, sakit nek" Lio dan Jovan meringis kesakitan
"siapa yang mulai tadi" Vivian bertanya pada 2 anak kecil itu
__ADS_1
"aku nek,aku maksa Jovan pinjamin mainannya" Lio mengaku salah
"nggak nek, Jovan yang salah nggak mau berbagi dengan saudara sendiri" Jovan mengakui kesalahannya
"minta maaf satu sama lain" Vivian melakukan itu karna tau kalau 2 anak itu saling menyayangi
Lio dan Jovan berpelukan lagi, Riko dan Vivian tertawa melihat tingkah lucu Jovan dan Lio
flashback off
Jovan melihat Lio yang sedang menangis, mengenang itu semua, Vivian juga mendengar itu semua langsung keluar dari kamar.
"nek,maafin Lio" Lio mendengar suara pintu terbuka dan langsung berdiri di depan pintu kamar Vivian
"sayang,jangan gini lagi ya nak, kami semua butuh kamu nak, apa jadinya nenek kalau kamu tadi mati ha" Vivian memeluk erat Lio dia merasa bersalah harusnya dia menguatkan Lio bukan ikut mendiaminya.
"Lio baru tau kalau mama baru meninggal nek,orang tua mama Lio dihabisi oleh anak buah istri kedua Boston, Lio mencari kemana mana ternyata mama juga sudah meninggal dan Tika juga harus jadi korban nek, Lio juga manusia nek, wajar kan nek Lio emosi" tangisan Lio pecah dirumah Vivian
Jovan baru tau karena Lio baru mengatakan kejadian yang sebenarnya terjadi, Jovan masuk ke kamar nya untuk menenangkan diri nya.
"kamu sudah tau semuanya,jangan lagi cari Boston nak, sekarang kamu harus membahagiakan keluarga Handoko terlebih lagi Tika, mereka sudah merawat Tika dengan sangat baik" Vivian ingin Lio melupakan Boston
"iya nek, Lio akan membahagiakan keluarga pak Handoko dan semua adik Lio" tapi dendam Lio tetap harus terbalaskan
"kamu istirahat ya nak,biar kamu nggak pusing ya, kepalanya dan tangannya sakit ya nak" Vivian sedih melihat luka Lio
"iya nek sakit,tapi kalau nenek maafkan nggak sakit lagi" Lio hanya berharap Vivian tidak marah lagi.
"nggak nak,nenek nggak marah,ayo kamu tidur disamping kamar nenek biar nenek bisa liatin kamu" Vivian membuka pintu kamar dan mengantar Lio ke tempat tidur nya, Lio pun tertidur ditemani Vivian yang mengelus kepalanya.
Bobi, Ujang, Tika, Intan dan Tomi akhirnya pergi jalan-jalan keluar, Bobi juga sekalian ingin mengenang masa SMA nya dulu,mereka asyik kuliner makanan khas Bandung, nonton bioskop,main di mall
__ADS_1
Jovan duduk di balkon kamarnya sambil memegang album photo dia dan Lio,dia sangat terkejut melihat photo yang dibukanya dan berteriak memanggil Lio