Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
awal mula Intan nyetir


__ADS_3

"nggak akan mungkin buk polwan,ini cinta mati saya sampai kapan pun" Jovan memeluk istrinya dengan erat


Intan tau sayang Jovan sangat besar padanya dan dia pun membenamkan wajah nya di dada suaminya dengan wangi parfum yang menggoda dari badan suaminya


"Intan nggak mau di selingkuhi mas Lio, mas Bobi,nanti kalau si genit ini jatuh cinta lagi gimana, kalian mau tanggung jawab" Intan memarahi Lio dan Bobi.


Meyza sibuk memandangi wajah Lio yang


semakin ganteng saat Intan memarahinya


"dengar dek, Jovan cinta matinya sama kamu dek, lihat kan selama ini gimana dia memanjakan kamu dek" Lio takut dengan kemarahan Intan


"iya Intan,mas Bobi salah, harusnya tadi mas nggak bawa kesini dek" Bobi sambil memegang bunga yang ada di meja dan berlutut ,Intan tertawa dan mengambil bunga Bobi


"sayang percaya sama Aa,kamu hidupku selamanya sayang, Aa cinta kamu" Jovan menciumi pipi Intan


"ehem,tolong ada jomblowati disini bisa nggak di dalam aja" Meyza tertawa kecil


"tau nih kayak om om genit aja lo,cium cium bini gitu,geli gua" Lio mengangkat bahunya


"kayak bocah labil lo, tadi sok sok nggak mau tau,eh udah ketemu Intan kayak laki laki gatel" Bobi membantu Lio


"makanya nikah lo biar nggak dikira homo sama orang-orang, kayak Aa ni" Jovan menepuk dadanya bangga, Meyza sangat senang dengan suasana heboh dirumah Jovan


"tadi Intan sebenarnya melakukan kesalahan apa buk sampai dikawal ke rumah" Bobi bertanya pada Meyza


"tadi saat saya lagi tugas lalu lintas, Intan melaju agak cepat, lampu sen hidup ke kanan Intan belok ke kiri,lalu saya kejar dong karna membahayakan pengendara lain pak" Meyza menerangkan dengan lembut


"aduh dek gimana sih,kan mas udah ajarin,terakhir kita belajar naik mobil kamu nabrak kambingnya kakek Amir loh" Bobi syok lagi mengingat kejadian itu


"iya Intan tadi nggak tau mau kemana,jadi asal belok aja" Intan memeluk suaminya takut dimarahin sama Jovan.


"kamu sama mas Lio belajar naik mobil,mas Lio masuk ke selokan lo dek" Lio agak trauma dengan kejadian itu, Jovan menatap wajah Intan dengan wajah kesalnya


"coba ceritakan mas Bobi dan mas Lio" Jovan baru tau kejadian itu karena Intan tidak akan menceritakan itu padanya,dan Intan semakin erat memeluk Jovan dan meletakan pipinya di dada suaminya


flashback on


3 bulan yang lalu akhirnya Intan di izinkan oleh Jovan untuk belajar naik mobil dengan diajari oleh Bobi dan dijaga oleh Pokas, kebetulan mereka sedang mengunjungi Vivian yang kurang sehat


Bobi membawa Intan belajar naik mobil ke desa supaya agak sepi dan jauh dari keramaian


Intan yang sudah sangat penasaran mulai duduk di kursi kemudi dan memegang setirnya

__ADS_1


"dek dengar mas Bobi ya,saat kamu membawa mobil kamu harus fokus ke depan dan lihat kaca spion kiri kanan" Bobi mengajarkan cara dasar dulu


"mas langsung saja pijak gasnya ya biar cepat" Intan sudah mulai tidak sabaran dan tidak mendengar Bobi


"kita mulai pelan pelan ya dek,masuk kan gigi 1 dek dan mulai pijak gas nya pelan sekali,dan tetap fokus dek" Bobi memberi aba aba pada Intan


"mas mobilnya jalan" Intan berteriak senang sekali dan mulai memutari perkampungan dan sesekali menyapa orang yang berjalan kaki.


Bobi mulai bisa tenang,tapi Intan terus kagum dengan dirinya dan akhirnya dia mulai berani kencang


"dek lihat jalan jangan sampai lengah" Bobi hanya memejamkan matanya sebentar


"emmmbeeekkk embeeeeekkkk,mas Bobi ada yang ketabrak" Intan berteriak syok dan merem mendadak sampai kepala Bobi terbentur ke kaca mobil


"nabrak apa dek" Bobi menyesal memejamkan matanya sebentar


"waduh kumaha ini teh kambing saya" kakek Amir berlari mengejar kambingnya


"pak, maaf saya teh lagi belajar naik mobil,tidak lihat atuh pak ada kambing" Intan merasa bersalah dan menangis melihat kambing yang terkapar


"pak kita bawa ke rumah sakit aja gimana" Bobi semakin cemas takut diamuk warga


"aduh tidak usah atuh nak,ini nanti diperban saja kakinya,lain kali hati-hati ya neng geulis ini masih bisa kamu ganti jika bapak mau,kalau kamu teh tadi nabrak orang kumaha atuh" kakek Amir menasehati Intan dan Bobi


"kek, Intan nanti ganti kambingnya ya, tapi Intan minta sama suami Intan dulu" Intan semakin merasa bersalah


"kalian beli saja kambing ini 5 juta,kakek teh perlu uang untuk operasi tumor istri kakek, apa kalian bersedia" Amir menangis malu jika dianggap memeras


"mas Bobi tolongin istri kakek" Intan menarik tangan Bobi


"kek,ayo sekarang kita bawa nenek ke rumah sakit ya,nanti Bobi yang urus semuanya" Bobi memohon pada Amir,dia tidak tega melihat tangisan Intan


Amir pun masuk ke mobil Lio dan kambing nya sudah di urus oleh cucu kakek Amir untuk dibawa ke kandangnya, dan Bobi membawa mobilnya menuju rumah kek Amir


"yang itu rumah kakek nak" Amir menunjukkan rumahnya dan Bobi tepat berhenti di depan rumah kek Amir


Bobi masuk bersama Intan mengikuti kakek Amir.


"buk,kita berobat sekarang ya kambingnya bapak sudah laku dibeli 2 cucu yang cantik dan ganteng ini" Amir masuk ke kamarnya dan istrinya Siti memang lemas sekali


"nek kita berobat ya,mau kan nek" Intan memegangi tangan Siti dan sedih sekali melihat keadaan kakek yang pas Pasan.


"nenek udah tua, nggak ada gunanya juga nak,lagian nenek sakit tumor kata tukang urut kampung sini yang bisa tau penyakit orang" Siti hanya berobat kepada orang yang hanya tukang urut

__ADS_1


"nek, itu tidak bisa dipercayai, kalau kita ke rumah sakit baru bisa tau penyakit nya nek,kita sekarang ke rumah sakit ya" Bobi mulai curiga dengan tukang urut yang di bilang Siti


Siti menurut pada Bobi,dan mereka hendak menuju rumah sakit tapi tukang urut yang mengobati nenek Siti datang dan protes karena pasiennya akan dibawa ke rumah sakit


"kalian teh mau bawa buk Siti kemana" Suryo menghalangi Bobi untuk membawa ke rumah sakit dengan wajah marahnya


"mau ke rumah sakit" Bobi menjawab dengan ketusnya


"nggak boleh ini pasien saya, anda mau cari masalah dengan saya ya" Suryo mulai ingin bermain kekerasan dengan mendorong Intan yang memegang tangan Siti


"aaaawwww" Intan terjatuh ke tanah dan mengambil segenggam tanah dan melemparkannya ke wajah Suryo sampai Suryo kesakitan matanya kemasukan pasir


"kamu berani sama saya ya,kamu mau saya celakakan" Suryo marah dengan tingkah Intan


"kamu jangan kurang ajar sama cucu cucu saya Suryo" Amir marah dengan perlakuan Suryo


"ngomong apa lo barusan ha,mau celakai adek gua,berani lo sentuh dia" Bobi mendudukkan Siti didalam mobilnya dan menarik kerah baju Suryo


"biar saya yang ngurus bos,tinggalkan tempat ini dan bawa nenek dan kakek ke rumah sakit saja" Pokas datang karena melihat Intan yang jatuh dan membawa Suryo entah kemana


"plak plak plak" tepuk tangan buat warga setempat akhirnya ada yang berani pada Suryo yang selama ini mengobati mereka tapi malah memeras


"kalian semua teh kenapa tepuk tangan" Intan mendekati warga warga yang berkumpul


"kami teh kalau berobat mahal pisan neng geulis, sakitnya juga parah semua" kata Seorang warga pada Intan


"sekarang kami bawa nenek berobat dulu,nanti kalau urusan kami beres,kami akan urus Suryo ya" Bobi pamit dan meninggalkan keramaian warga


sesampainya di rumah sakit Bobi mencari Arlan untuk menangani nenek Siti


"Ar, tolong nenek Siti kata tukang urut dia tumor" Bobi langsung masuk ke ruangan Arlan, sementara Intan mendaftarkan nenek Siti dulu ke bagian pendaftaran pasien


"siapa tu gua baru tau" Arlan pun berdiri dan mengikuti Bobi menemui Siti


"tadi Intan belajar naik mobil, terus tabrak kambing nek Siti" Bobi tetap berjalan di depan


"kalau kambing nya yang ketabrak kenapa nek Siti nya yang lo bawa" Arlan penasaran dengan maksud Bobi


"terus maksud lo gua bawa kambing nya kesini gitu" Bobi berhenti dan menghadap pada Arlan


"ya gua nggak paham maksud lo bro" Arlan tertawa dan menemui nek Siti dan kakek Amir


Arlan membawa nek Siti ke ruangan nya dan memeriksanya,dia mulai menyiapkan scan untuk nek Siti sementara yang lain menunggu di luar

__ADS_1


"gimana ya kakek teh takut kasep kalau istri nenek kenapa napa" Amir gelisah menantikan istrinya


Bobi dan Intan menantikan dan menguatkan Amir


__ADS_2