Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Intan dan Jovan pacaran


__ADS_3

Devina sudah di izinkan pulang tapi harus 'wajib kontrol, dan Elisa sudah memutuskan


kalau Devina akan tinggal bersamanya dan semua sudah setuju dengan itu.


"kamu mau kan sayang,tinggal dirumah Tante ya, Tante akan jaga kamu baik baik sayang" Elisa memeluk erat Devina dia sangat berterima kasih atas semua pengorbanan Devina untuk Jovan


"Devina, tidak akan menolak tante, karena Devina sudah pasrah dengan keadaan" Devina memeluk erat Elisa


setelah semua selesai, mereka pun meninggalkan rumah sakit sedangkan Intan dan Jovan pulang ke rumahnya


di perjalanan pulang Intan hanya diam saja, begitu juga dengan Jovan,dia tau kemarahan istrinya tidak bisa di hilangkan dengan sebentar saja, dia mengalah lagi,sampai mereka tiba di rumah


"Aa tunggu kamu di ruang tamu" Jovan melangkah duluan, menyiapkan hati dan pikirannya tentang apa yang akan di ucapkan Intan


Intan masuk ke kamar mendahului Jovan,dia mengunci pintu kamar dan istirahat sebentar kepalanya sangat pusing,dan Jovan masuk ke kamar tamu dan merebahkan badannya


1jam berlalu, Intan keluar kamarnya ingin mengisi perutnya yang lapar, tapi Ninuk tidak memasak sama sekali karena dia sudah kembali ke rumah Elisa


"mau makan apa ya" Intan membuka kulkas dan tentu saja banyak bahan makanan yang dibelinya tadi


Jovan yang sudah kuat menghadapi Intan keluar kamarnya,dan dia melihat Intan kesusahan dengan tangannya yang terluka


"mau ambil apa sayang" Jovan memegang tangan Intan dan memeluk nya dari belakang


"aaaww" Intan terkejut dengan kehadiran Jovan,dan melepaskan tangan Jovan


"Intan lapar,mau masak dulu" Intan sengaja menghindari Jovan dan menghidupkan kompor gas


Jovan mematikan kompornya dan melihat sendu mata istrinya


"mau masak gimana tangan kamu luka gini, Aa pesanin makanan ya,kamu nggak usah masak" Jovan pun membawa Intan duduk di ruang tamu,dia duduk di sofa dan menarik Intan kedalam pelukannya


"lepas Aa" Intan mencoba menaham dirinya


"sayang, sebentar saja,kalau kamu mau tinggalkan Aa jangan sekarang,kasih Aa 4 orang anak dulu,terus kita besarkan mereka sampai kita punya cucu" Jovan menatap mata Intan yang menyimpan banyak luka


Intan menahan air matanya,dia sangat merindukan suaminya, tapi dia akan menguji suaminya dulu


"siap makan kita bicara" Jovan memindahkan Intan ke sampingnya dan mengambil makanan yang di pesan nya

__ADS_1


Jovan mengambilkan piring dan sendok sedangkan Intan hanya menunggu saja, Jovan membuka makanannya dan menyuapi istrinya makan, setelah selesai makan 15 menit kemudian Jovan memberikan obat Intan


"kamu mau bicara apa sayang" Jovan duduk di karpet dan meletakkan kaki istri nya di pahanya,dan dia memijit pelan kaki istrinya


"Aa, Intan mau kita saling mengenal lebih jauh, Intan tidak tau banyak tentang Aa,dan semua tentang Aa,dan Aa pasti juga tidak tau kan apa yang Intan suka dan tidak Intan suka" Intan akhirnya berbicara jujur


Jovan tersenyum berarti ucapan pisah itu hanya emosi Intan saja


"kamu mau gimana sayang" Jovan masih setia memijit kaki istri nya


"kita mulai dari awal Aa" Intan menatap suaminya


"jelasin lebih rinci sayang biar Aa paham" Jovan membalas tatapan istri nya


"Aa harus bisa yakinkan Intan lagi,karena hati Intan udah hancur mendengar perkataan Aa tadi" Intan mulai menangis dan Jovan duduk disamping istrinya


"iya akan Aa lakukan apapun,kamu kasih Aa kesempatan kan sayang untuk memperbaiki hati kamu yang sakit ini" Jovan memeluk istrinya dan menciumi rambut nya


"iya, Intan mau lihat keinginan Aa untuk memperbaiki hati Intan lagi,dan kita nggak akan berhubungan suami istri,nggak boleh cium cium sampai hati Intan luluh" Intan berdiri dan masuk kedalam kamarnya


"mau dimanjakan istri gua" Jovan tersenyum bahagia istrinya sangat manja padanya,dan dia harus puasa dulu demi memenangkan hati istrinya


"Aa tidur di bawah ya sayang" Jovan mengembangkan selimut dan mengambil laptopnya dan mulai bekerja, Intan tidak menjawab sama sekali dia pun mulai tertidur


Intan lagi lagi mimpi buruk, Tika adik kesayangannya sedang berjalan sendiri, Intan pun mengejar Tika dan memeluk nya


"kamu teh mau kemana" Intan sangat kesal melihat Tika yang berjalan sendiri


"teteh kalau Tika pergi jauh,jaga mas Lio ya teh, bilang sama dia kalau Tika mau ketemu mama saja,mas Lio nggak boleh ikut" Tika melepaskan pelukannya dan berjalan jauh dari Intan


"kamu jangan kesana Tika,nanti kamu dimarahi ibu dan bapak,kembali Tika" Intan tetap mengejar Tika


Jovan hendak mencium Intan saat tertidur, dia membangunkan Intan yang tangannya seperti menarik sesuatu


"Tika kamu dimana" teriak Intan dan dia membuka matanya dipelukan Jovan


"kamu kenapa selau mimpi Tika sayang" Jovan mengambil hp nya dan menghubungi Tika melalui VC


"hallo Aa" Tika menyapa dengan senyuman nya

__ADS_1


"kamu teh dimana" Intan cemas sekali pada adiknya dan langsung merampas hp Jovan


"lagi di kamar atuh teh" Tika menunjukkan kamarnya pada Intan


"kamu sehat kan dek" Intan menangis rindu pada Tika


"teh Tika rindu ama teteh dan Aa Tomi,bilang atuh teh ke bapak dan ibu izinin Tika ke Jakarta naik helikopter nya mas Lio" Tika rindu sekali pada teteh nya


"nggak jangan naik Helikopter,nanti jatuh kamu bisa pergi dari teteh nggak boleh ya" Intan takut mimpi nya jadi kenyataan dan Jovan mulai tau mimpi buruk istri nya


"ya sudah atuh" Tika memutuskan sambungan telfon nya dan merajuk


"Aa, Intan mimpi dari tadi Tika mau di bawa mama Dean yang udah meninggal dan barusan juga Intan mimpi Tika pergi lagi" Intan menangis dan memeluk suaminya sangat erat


"sayang, Aa akan jaga Tika ya,kan udah ada bodyguard disana yang jagain" Jovan mengusap punggung Intan yang menangis


"Aa,jangan tinggalkan Intan, kalau Aa pergi dari Intan lihat saja,saat Aa kembali Intan yang akan hilang dari hidup Aa selamanya" Intan memejamkan matanya dan terus menangis.


"kalau kamu yang pergi" Jovan melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu istrinya


"nggak Aa, Intan nggak bisa hidup tanpa Aa" Intan mencium bibir suaminya dan Jovan menyambutnya dengan senang hati sampai mereka berdua kesusahan bernafas


Jovan pun menidurkan istrinya dan memeluk nya agar tidur,dan Intan mulai tertidur dan membenamkan wajahnya di leher suaminya setelah Intan tertidur Jovan keluar dan menelfon bodyguard nya di Bandung


"Ucok gimana adek gua si Tika sehat kan" Jovan menelfon Ucok yang penasaran dengan Tika


"kurang aman boss,dia sering nggak sekolah,katanya pinggang nya sakit sampai nggak bisa duduk,badannya juga bengkak boss" Ucok memberikan laporan nya


"napa lo baru kabari sekarang" Jovan kesal dengan Ucok


"nggak boleh sama mertua boss,katanya Tika cuma lelah udah dibawa ke tukang urut" Ucok menceritakan pada Jovan saat Handoko melarang nya.


"udah nanti gua urus masalah ini,lo jaga yang benar Cok" Jovan memutuskan sambungan telefon nya


Jovan penasaran dengan kondisi Tika dan dia akan membicarakan nya dengan Lio segera mungkin


di rumah Rizal


"Devina dan Natasya , kalau butuh apa apa panggil tante ya,kamar tante di samping kalian kok" Elisa mengantarkan Devina ke kamarnya di ikuti Natasya

__ADS_1


"makasih tante" Elisa pun keluar kamarnya dan membersihkan dirinya dulu sebelum tidur


__ADS_2