Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
kak Devina


__ADS_3

Meyza yang baru datang bingung melihat Intan yang seperti ketakutan dan Bobi yang menangis


"ada apa Bob" Meyza menghampiri Bobi dan membawanya nya berdiri


"Intan meracau nggak jelas Mey" Bobi menceritakan nya pada Meyza


"pertemukan dia dengan Devina,jangan di larang,biarkan dia minta maaf,jika semua terlambat, Intan akan bersalah sampai kapan pun" Meyza menarik tangan Intan dan membawa nya ke toilet untuk mengganti pakaian rumah sakit nya


"biarkan mereka bertemu" Jovan setuju dan dia meminta tolong Benny memberikan Intan izin keluar dari rumah sakit,Lio dan Bobby hanya menuruti saja,dan merapikan barang barang mereka


"Dengar kak Meyza dek,jangan nangis ya di depan kak Devina,kamu sayangi dia dan berbuat yang terbaik buat dia,kamu paham dek" Meyza membawa Intan keluar dari toilet


"iya kak, Intan akan minta maaf kepada kak Devina" Intan menggenggam erat tangan Meyza


Jovan, Bobi dan Lio berjalan dibelakang Meyza dan Intan menuju mobil mereka


"kita semua 1 mobil aja jangan pisah,kalau 1 mobil kita bisa jaga Intan" Jovan memutuskan naik mobil Lio saja


"tolong semua nya ikuti mobil ini" Meyza memberi kode pada bodyguard Boston dan Lio sebenarnya sudah penasaran siapa Meyza


"Jo,lo sewa Meyza ya,banyak banget bodyguard nya" Lio akhirnya bertanya pada Jovan,dan Jovan baru ingat Boston yang mengirim Meyza


"iya,buat jaga Intan,kalau cewek kan lo liat dia bisa peluk Intan kayak gitu,kalau cowok nggak mungkin bisa Lio" Jovan berbohong pada Lio demi Boston


"iya juga sih" Lio pun menjalankan mobilnya dan melaju ke rumah sakit tempat Devina


di perjalanan Jovan hanya diam saja,dia tidak mau membuat Intan sedih lagi, sekarang dia hanya mendukung istrinya untuk mau berbaikan dengan Devina


"dek,ingat ya,jaga diri kamu,yang tadi hanya mimpi dan jangan pikirkan itu lagi ya" Meyza masih setia memeluk Intan


"kak Meyza, terimakasih banyak" Intan semakin erat memeluk Meyza


Bobi pun mengusap kepala Intan dan senang adiknya bisa bangkit lagi


sesampainya di rumah sakit,mereka semua masuk mencari kamar Devina,dan ternyata Devina sedang kemoterapi,disana juga sudah ada Elisa, Rizal dan Natasya yang sabar menanti Devina


"kak Devina dimana" Intan bertanya pada Natasya


"pulang kamu" Natasya menatap marah pada Intan


"kak, Intan salah,izinkan Intan minta maaf kak" Intan selalu ditemani Meyza,dan Meyza selalu menguatkan Intan


"nggak akan, pergi aja kamu,diajarin bukan karena orang benci tapi karena orang peduli sama kamu dan suami kamu itu" Natasya membentak Intan karena masalah tadi di mall


"Natasya,dia menantu saya,kamu bisa sopan" Elisa menarik tangan Intan dan Meyza ke sampingnya

__ADS_1


"karena terlalu dibela,makanya dia manja" Natasya belum puas juga ternyata guys


Jovan yang sudah menahan emosi nya mulai bicara pada Natasya


"lo kalau terus bicara kurang ajar ke bini gua,gua akan buat lo nggak bisa jadi dokter kemanapun dan dimanapun" Jovan mengancam Natasya


"heran gua ama ni cewek,ngegas mulu lo sama Intan" Bobi pun ikut melampiaskan kemarahannya


"dia lagi kemoterapi" Rizal membawa duduk Bobi, Lio dan Jovan,dan mereka semua sabar menunggu


Intan memainkan jari jari tangannya dia gelisah dan tidak tenang, Natasya juga tau udah terlalu kasar sama Intan


"menjauh dari dia" Meyza langsung berdiri di depan Intan saat Natasya mendekati Intan


"dia lagi depresi,minggir lo" Natasya mendorong Meyza dan memegang tangan Intan


"dengar kakak Intan,tarik nafas kamu pelan,dan katakan dalam hati kamu dan ingat di pikiran kamu,kak Devina akan memaafkan Intan,ulangi itu terus dan terus" Natasya memberikan sugesti di bawah alam sadar Intan sampai akhirnya Intan bisa tenang dan lebih santai


"maaf yang tadi,gua emosi" Meyza tersenyum mengingat tadi menyiram Natasya


"nggak,gua akan balas, tunggu aja" Natasya menantang Meyza


Lio dan Bobi sama sama melihat perdebatan dua wanita cantik


"Bob,kalau lo nikah ama Tasya,gua ama Meyza,kacau dong Bob" Lio berbicara tapi terus memandangi Meyza


Jovan bersandar di bahu Rizal,dia sangat lelah sekali dan Rizal membelai rambut anaknya


"capek ayah, mending Jovan tuntaskan 10 tender 1 hari, daripada menuntaskan kemarahan Intan" Jovan memejamkan mata nya


"kuat nak,harus kuat" Rizal melihat Intan yang melamun di pelukan Eliza


tak berapa lama Devina keluar dari ruang kemoterapi dan akan di pindahkan keruang rawat,saat kursi roda di dorong melewati Intan, Devina langsung menarik tangan Intan dan tersenyum.


Intan semakin menggenggam erat tangan Devina dan mengikuti nya sampai ke kamar rawat Devina


Intan membantu Devina naik ke tempat tidurnya dan yang lain hanya menunggu di luar memberikan waktu untuk Intan


"kak" Intan tertunduk tak sanggup melihat wajah pucat Devina


"dek,kamu kenapa luka gini semua badannya" Devina mulai panik dan Intan melihat ada darah yang keluar dari hidung Devina


"kak, Intan nggak apa-apa,Kak Natasya sini" Intan memanggil Natasya dan Natasya segera masuk


"kenapa Intan" Natasya melihat Devina mimisan

__ADS_1


"ini efek kemoterapi dek,kamu nggak usah takut ya" Natasya membersihkan nya dan Devina masih mencemaskan Intan


"kak, Intan nggak apa-apa,udah jangan pikirin Intan" Intan mengambil tissue lagi dan memberikan nya pada Natasya


Devina dibaringkan oleh Natasya untuk istirahat dan dia terus menggenggam tangan Intan dengan kuatnya


"sakit ya kak" Intan memegang erat tangan Devina, Devina mengelus pipi Intan dan tersenyum


"nggak apa-apa dek" Devina meyakinkan Intan


Jovan, Bobi dan Lio meninggalkan rumah sakit dan sedang menuju rumah untuk membersihkan diri mereka dulu


"sayang, Tante bawa makanan,kamu makan ya" Elisa membelai rambut Devina dan Intan pun menunggu diluar bersama Meyza


"Aa,dimana" Intan mencari suaminya yang tidak ada di luar.


"dek,kamu wanita hebat bisa seperti itu sama Devina,kakak salut sama kamu" Meyza membelai rambut Intan


"kak, Intan akan mencoba dewasa kk,kan nggak harusnya Intan egois gini" Intan mengingat kata kata Jovan untuk mengalah sebentar saja.


Rizal memanggil Intan untuk bicara berdua di kantin dan Meyza masuk ke dalam kamar Devina, dia melihat Elisa menyuapi Devina


"Meyza,kamu sudah makan" tanya Elisa


"sudah buk" Meyza duduk di sofa dan memeriksa hp nya,


"Meyza,kamu apanya Intan" Devina bertanya setelah selesai makan walaupun sedikit


"oh iya, nama gua Meyza,gua polisi yang ditugaskan pak Jovan menjaga Intan" Meyza berdiri dan menghampiri Devina,dan Elisa baru tau


"tolong jaga dia ya" Devina memegang tangan Meyza


"pasti,lo jaga kesehatan,nanti lo juga akan dijaga ya didepan biar nggak sembarangan yang masuk" Meyza diperintahkan oleh Boston untuk menjaga Devina juga,karena pasti Joice akan datang lagi


"makasih Meyza" Devina pun istirahat dan tertidur


Meyza dan Elisa duduk di sofa menunggui Devina yang tertidur


sesampainya Rizal dan Intan di kantin rumah sakit


"Intan,tindakan kamu tadi salah,ayah tidak suka,jika karna kamu cemburu buta itu bukan hal yang benar, karena Jovan pasti akan banyak terlibat dengan wanita saat bekerja dengan perusahaan lain" Rizal menasehati Intan dengan suara tegasnya


"Intan tau yah, Intan salah atas sikap bodoh Intan, harusnya Intan tau semua tentang suami Intan,ini malah nggak tau sama sekali" Intan tertunduk menjawab Rizal


"perceraian yang tadi kamu katakan apa perlu ayah proses" Rizal berharap Intan menolak nya

__ADS_1


"Intan masih berpikir yah" Intan menjawab nya dengan suara berat menahan tangisannya


Rizal berdiri meninggalkan Intan,karena dia kecewa dengan jawaban Intan,dan Intan juga pergi keluar rumah sakit membawa segudang beban di otaknya


__ADS_2