Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
salah paham


__ADS_3

Sesampainya di pantai, intan merasa sangat tenang melihat lautan yang sangat luas, dan mereka pun duduk di tempat duduk yang di disediakan d tepi pantai.


"Indah ya pak lautnya" kata Intan pada Beni, sedangkan Arlan sedang memesan makanan buat mereka.


"Iya Intan,tenang ya kalau liat lautan, berasa beban pikiran dibawa ombak" kata Beni tersenyum


"mikirin apa lagi pak, pekerjaan sudah jelas, kehidupan nya sangat cukup,berbeda dengan saya" kata Intan tersenyum tipis


"Tapi semua ini juga saya raih dengan susah payah Intan, banyak tantangan yang harus saya lalui,Intan kamu panggil kakak aja ya, ketuaan kalau bapak" kata Beni tersenyum melihat Intan yang sedang menikmati lautan


"Ya udah Intan panggil kakak aja ya,kan seumuran dengan mas Lio dan mas Bobi" kata Intan pada Beni dan dia pun tidak menyebut nama Jovan karena di sudah hilang harapan.


"Itu yang Jovan bukan mas nya kamu ya Ntan" tanya Beni penasaran


"Nggak itu Bos yang punya kebun tempat ibu sama Bapak kerja kak" kata Intan lagi sambil melihat Arlan yang sudah datang.


"Lama ya nungguin nya" kata Arlan pada Intan dan Beni


"Nggak kok pak dokter" kata Intan tersenyum dan Intan melihat banyak makanan yang datang bersama Arlan salah satunya seafood kesukaannya.


"Wesss kesukaan gua ni Ar" kata Beni dengan senang nya sambil menikmati udang crispy


Intan melihat Beni makan dengan lahapnya dan dia pun mengambil cumi-cumi kesukaannya.


Belum lama Arlan datang,dia harus buru buru ke rumah sakit karena ada pasien yang sedang keadaan darurat.


"Intan,mas pergi dulu ya ada pasien darurat ni yang harus cepat ditangani,kamu nggak apa apakan sama Dr Beni" tanya Arlan pada Intan


"Iya mas,nanti Intan pulang telfon mas Lio aja biar dijemput disini" kata Intan pada Arlan


"Ben,gua titip Intan ya,dan kalau bisa jangan kelamaan pulang nya,gua nggak enak ama Jovan" kata Arlan pada Beni dan berdiri


"Ok Arlan, selamat bekerja pak Dokter" kata Beni pada Arlan,dan Arlan pergi untuk menuju rumah sakit,sebelum pulang tadi Arlan sudah mengirim pesan kepada Lio kalau Intan di pantai bersama Beni karena dia ada pasien yang sudah darurat.

__ADS_1


"Eh Intan,jangan kamu nggak boleh dulu ya, tahan ya sampai luka operasi nya benar-benar kering" kata Beni memegang tangan Intan yang mau memasukan Cumi-cumi itu ke mulutnya.


"Ini kesukaan Intan kak,satu aja ya Intan mohon" kata Intan dengan wajah memohon nya dan menggigit bibirnya


Tapi Beni masih memegang tangan Intan dan melihat wajah Intan yang lucu dan sangat cantik dengan rambut tergerai.


"Lepasin tangannya Bro" kata Jovan yang datang untuk menjemput Intan.


Sedangkan Intan melihat Jovan dengan wajah dingin,dan Beni pun melepaskan tangan Intan


"Kak,boleh ya Intan makan 1 aja kok" kata Intan tidak memperdulikan Jovan yang melihat kepadanya.


"Nggak nanti luka kamu gatal,mau di operasi ulang" kata Beni sambil menatap Jovan yang seakan marah melihat nya dengan Intan


"Intan, pulang sekarang nanti kemalaman" kata Jovan memegang tangan Intan dan ingin membawanya ke dalam mobil


"Intan pulang sama kak Beni" kata Intan datar dan melepaskan tangan nya dari Jovan


"Nanti dia gua yang antar" kata Beni pada Jovan


"Jangan emosi,Intan bilang dia mau pulang sama gua,lo santai dong" kata Beni berdiri di hadapan Jovan


"Tolong jangan ikut campur Ben,gua nggak ada urusan sama lo" kata Jovan dengan emosinya.


"Aa kenapa sih, Intan punya hak dong mau pulang sama siapa aja,nggak usah ikut campur Aa" kata Intan membentak Jovan dan menatap Jovan dengan mata melotot.


"Kalau lo tadi berada disini bukan dengan keluarga William,gua nggak peduli lo mau ama siapa,gua nggak akan jauh jauh kesini cuma buat jemput lo" teriak Jovan membuat Beni marah dan Intan menangis nggak percaya ucapan Jovan


Beni melihat Intan menangis,dia benar-benar tidak tega,"Ya udah dia gua yang antar ke Bandung,lo nggak usah tanggung jawab lagi


Tangan Jovan tepat diwajah Beni,sampai Beni terjatuh ke bawah,Jovan merasa marah saat Intan bersama pria lain.


"Cukup Aa,kamu udah punya Devina jadi kamu nggak usah lagi harus memenuhi kemauan Ibu Elisa,aku nggak mau jadi perusak hubungan kamu". Kata kata itu keluar dari mulut Intan,dan dia membantu Beni untuk berdiri dan hendak membawa Beni ke jauh dari Jovan

__ADS_1


"jangan semua mau lo libas Jo,gua nggak akan membalas semua ini di hadapan Intan,karena gua sayang sama dia, gua akan gentle nggak kayak lo banci" Beni pun meludahkan darah yg keluar dari Bibirnya


Jovan merasa sangat kehilangan Intan yang lemah lembut,Intan yang penyabar dan selalu sopan pada nya." Berhenti di tempat kamu Intan,dan masuk mobil,sekarang juga kamu akan saya terbangkan ke Bandung"


Intan berhenti dan menatap Jovan,dia berharap benar-benar akan pulang ke Bandung karena terlalu sakit baginya mengingat semua kata kata Jovan


"Intan pulang sama Jovan saja ya,kakak nggak apa apa kok,dia yang bertanggungjawab penuh sama kamu disini" kata Beni pada Intan supaya Intan jangan sampai drop lagi


"Kak,Intan pulang ya,maafin Intan udah buat kakak jadi begini" kata Intan menyesal dan meninggalkan Beni. Jovan pun mengikuti Intan


Intan berjalan sepanjang pantai, air mata tak berhenti mengalir sepanjang jalan nya.


"Aku benci kenal sama kalian semua,aku benci harus terlibat dengan kalian" teriakan Intan lepas ke lautan,setelah kata itu keluar dari mulut Intan dia pun terjatuh dan menangis


"Intan,maafin Aa udah kasar sama kamu" kata Jovan yang merasa jahat pada Intan,dan dia memegang pundak Intan


"Lepasin,Intan bukan cewek murahan" kata Intan berdiri dan meninggalkan Jovan sendirian


"Intan,Aa nggak bisa melihat kamu dengan pria lain,maaf Aa udah kasar" Kata Jovan sambil memeluk Intan dari belakang.


Intan menangis karena dia seperti dipermainkan Jovan,dan membalikkan badannya "Jangan kasih harapan sama Intan,jika memang kamu sudah punya wanita impian dan jangan lagi seenaknya peluk dan cium Intan,"


Jovan melepaskan pelukannya dan memegang tangan Intan sampai kedalam mobilnya,Intan terus berusaha melepaskan pergelangan tangannya sampai memerah.


"Intan berhenti bergerak dan masuk kedalam mobil sekarang" kata Jovan melihat Intan dan Intan pun menuruti Jovan, kemudian sepanjang perjalanan jalan menuju rumah Intan hanya diam dan Jovan melihat pergelangan tangan Intan yang merah.


"Intan,beri Aa waktu sedikit lagi,Aa juga tersiksa Intan" kata Jovan saat sudah sampai didepan rumahnya


"Intan mencintai Alex" kata Intan berbohong dan turun dari mobil,Dia masuk kedalam rumah


Jovan cemburu mendengar kata-kata Intan,dia tidak terima Intan mencintai laki laki lain "Gua cemburu Intan sama laki laki lain,tapi gua nggak mau kehilangan Devina"


Jovan turun dari mobil dan masuk kedalam rumah, untungnya rumah sepi dan dia bisa langsung naik ke atas, sementara Intan sudah menyiapkan semua pakaiannya untuk pulang ke Bandung seperti Janji Jovan

__ADS_1


"Antar Intan sekarang Aa,kan tadi udah janji" kata Intan yang melihat Jovan sudah didepan kamarnya.


__ADS_2