
Sesampainya di rumah Intan memanggil Pokas dan Ninuk untuk duduk di ruang tamu
"Pak Pokas, Ninuk, kejadian tadi kita tidak tau apakah itu benar atau tidak karena kita tidak melihat itu,jadi kalian bisa kan tidak usah memberitahu Aa Jovan, mas Bobi dan mas Lio" Intan tidak mau ambil pusing dengan itu semua
"Harus diberitahu teteh, nanti Ninuk kena marah sama mas Jovan kan tadi ninuk yang ajak" Ninuk sudah takut membayangkan nya
"Iya Intan,pak Pokas masih mau kerja,nanti kalau terulang lagi,tidak akan ada ampun bagi bapak" Pokas setuju dengan Ninuk
"Kalian tidak tau ya, Intan pernah trauma berat saat menyelamatkan Fani dan itu terus membekas di pikiran Intan,nanti kalau Intan ditanyai sama mereka bertiga, Intan takut trauma lagi" Intan tidak mau membesarkan masalah yang tadi di pasar
"Tapi ini bisa terulang lagi Intan" Pokas tetap bersikukuh
"Kita bertiga kan tidak ada yang lihat kejadiannya,bisa saja itu cuma akal akalan mereka saja" Intan tidak melihat kejadian itu makanya dia tidak percaya sama sekali.
Ninuk dan Pokas menuruti Intan dan Pokas sudah menyuruh anak buahnya untuk mencari dalangnya dan menambah penjagaan dirumah Jovan.
Sementara di kantor Jovan sudah sibuk bekerja,Oliv selalu sibuk dengan YouTube jika sudah sedikit santai
"Viral Pria misterius menyelamatkan gadis cantik, judulnya bagus sih,gua tonton dulu ah" Oliv memutar video yang sedang viral
"Ini siapa ya, bukan nya Intan nggak sih" Oliv semakin mendekatkan matanya saat Intan ditarik Pokas dari keramaian
Lio yang baru keluar dari ruangannya melihat Oliv hampir mencium layar komputer
"Kelamaan jomblo sih lo, komputer juga lo sosor" Lio mendorong kepala Oliv hingga mencium layar komputernya
"Lio sini deh loh" Oliv menarik kerah baju Lio dan mendudukkannya di kursinya
"Gua sibuk ah,awas lo,nggak ada waktu gua" Lio tidak mau dan berdiri
"Duduk nggak lo" Oliv memegang botol minumnya dan mengarahkan nya pada kepala Bobi
"Iya buk" Lio mengangkat tangannya
" Ini siapa" tanya Oliv sambil menunjuk layar komputer
"Pokas, Ninuk dan Intan,wih keren mereka masuk YouTube, Ninuk dangdutan ya dipasar" Lio melihat saat Intan, Ninuk dan Pokas duduk di depan kios,belum sadar dengan judulnya
Oliv mengulang dari pertama lagi dan Lio pun seketika marah sekali saat pisau hampir menusuk perut Intan
__ADS_1
"Berani nya dia" Lio membanting keras meja Oliv dan Oliv menjauh karena takut
Bobi, Jovan dan karyawan lainnya sudah ramai di meja Oliv
"Lo kenapa Liv,buat Lio marah gitu" Bobi memeluk Oliv yang gemetaran
"Kenapa kalian berkumpul semua disini,kembali bekerja" Jovan membubarkan karyawan nya dan dengan cepat mereka semua bubar
"Kenapa Lio, Oliv ada salah apa" Jovan mendekati Lio dan Lio menunjuk layar komputer Oliv
"Kan dia udah biasa nonton YouTube kerjaan dia beres semua kok,jangan emosi gini" Jovan menenangkan Lio
"Lihat dulu" Lio memutar ulang video itu
"mereka mulai berani menyerang istri gua, bakal habis lo semua" Jovan tak akan memberikan ampunan hampir istrinya celaka,
"Pokas,bawa Intan kesini" suara keras Bobi menelfon Pokas, dia juga tak terima Intan hampir celaka setelah melihat video di YouTube
"Kalau mereka bertiga yang merencanakan ini, akan gua habisi lihat saja" Jovan mengepal tangannya dan mukanya sudah sangat merah,dan masuk ke ruangannya
"Liv,gua syok adek gua hampir di tusuk orang,gua nggak sadar tadi,jangan nangis lagi ya" Lio memeluk Oliv,hubungan Oliv dan Bobi, seperti hubungan Lio dan Intan
"Gua bukan nangis lo marah Lio" kata Oliv
"Itu bedak gua baru beli udah pecah berhamburan,belinya dari Singapore Lio,itu mahal nya setengah gaji gua" Oliv semakin menangis dan Lio pun melihat bedak Oliv
"Oh masalah kecil ama gua" Lio mentransfer kan uang gantinya yang bisa beli 4 bedak lagi
"Ini cukup Lio, makasih ya, sekarang pergi lo berdua dari sini" Oliv berhenti menangis dan merapikan mejanya
Lio dan Bobi masuk kedalam ruangan Jovan dan Jovan sudah berganti baju untuk pergi
"mau kemana Jo,jangan gegabah lo" Lio menahan, karena dia sudah tau Jovan akan lepas kendali menghajar musuhnya
"awas lo, mereka harus ingat ini semua" Jovan memberontak tidak mau tau lagi
"Aa,kalau mau pergi, langkahin Intan dulu" Intan langsung masuk setelah mendengar suara Jovan dari luar
"sayang, hampir Aa kehilangan kamu, apa jadinya Aa tanpa kamu" Jovan berlari memeluk Intan dan menangis dengan segala ketakutan nya
__ADS_1
"jangan tinggalkan Aa sayang, Aa mohon" Jovan semakin erat memeluk Intan
"sayang,ini Intan masih selamat, jangan nangis ya" Intan membawa Jovan duduk di sofa dan Intan tak melepas pelukannya
"bos kita keluar sebentar,ada yang mau saya bicarakan" Pokas memanggil Lio dan Bobi
"kenapa Pokas lo bisa lengah jaga Intan" Lio bertanya padanya
"tadi di pasar Intan dan Ninuk belanjanya kalap bos,lihat yang murah langsung lari, sementara saya harus mengambil dulu belanjaan mereka, saya mencari kesana kemari, lalu ada keramaian saya mendekati nya ternyata mereka sudah dikelilingi orang tapi Intan tidak tau bos" Pokas menerangkan nya
"kan udah dibilang jangan keluar, kenapa malah keluar sih" Bobi semakin gusar
"tadi Ninuk mau belanja karna semua sudah habis isi kulkas bos,dan Intan minta ikut,jangan tanyakan apa apa dulu sama Intan,karena dia tadi tidak sadar sama sekali ada yang mau menusuknya" Pokas menceritakan saat Intan yang tiba tiba ketakutan
"iya gua lupa,dia trauma saat menyelamatkan Fani dulu" Bobi mengingatkan Lio dan mereka ingat jelas Intan pingsan ketakutan saat di kebun
Lio memutar videonya dan Pokas sangat menyesal karena lengah sekali, tapi dia akan mencari pelakunya secepatnya
di rumah Boston
"Meyza,apa anak ku sehat" Boston bertanya pada Meyza
"dia sehat pak,saya ada no hp nya apa bapak mau" Meyza polwan cantik suruhan Boston untuk menjaga Intan
"tidak usah saya senang dia sudah saya ketemukan,tapi Nika dimana ya" Boston masih mencari-cari Nika yang sudah menjadi Tika sekarang.
"sabar ya pak,pelan pelan saya akan menanyakan pada Intan" Meyza akan menolong Boston mencari tau Tika
"tadi Intan hampir diserang di pasar,anak buah Miko Sander dan Farid Jalkon ingin menghancurkan Rizal, Jovan, Lio dan Bobi, melalui Intan" Boston tidak mau yang lain lagi selain anak anak nya
"iya tadi saat saya disana,mereka bertiga sangat menjaga Intan,dia anak yang baik pak,lembut,manja dan cemburunya juga bikin gemes" Meyza menceritakan nya pada Boston
"kenapa Miko ingin menghancurkan Bobi dan Rizal, anak kandungnya, sedangkan saya ingin berterima kasih kepada keluarga William sudah mau menjaga dan mendidik Lio sampai berhasil" Boston sudah tau keberhasilan Lio atas didikan Rizal
"kita fokuskan ke Lio dulu pak, nanti kita urus Miko Sander,saya kembali bekerja lagi pak, selamat siang saya pamit" Meyza kembali bertugas
di kediaman Miko Sander
"Boston sudah berkhianat,dia tidak mau lagi menghancurkan keluarga William,maka saya yang akan menghancurkan nya" Miko sudah berkumpul dengan Farid, Govar
__ADS_1
"kita harus mengambil alih perusahaan kita lagi, gara gara 3 pria itu saya bangkrut total" Farid masih sangat dendam dengan kejadian di sekolah
"apalagi Jovan, lihat saja akan aku nikmati istrinya dihadapan nya" Govar tertawa licik sekali