Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
Intan sadar


__ADS_3

"Intan kenapa Jo" kata Elisa kaget dan melihat Intan dari kaca sedang kejang kejang.


Sedangkan Lio langsung masuk kedalam dan memegang badan Intan yang kejang-kejang supaya berhenti.


Bobi langsung keluar dan berlari memanggil Arlan ke ruangannya dan langsung membuka pintu ruangan Arlan.


"Ar buruan Intan kejang-kejang" kata Bobi yang begitu cemas.


"Kejang gimana" kata Arlan berlari mengikuti Bobi keruangan Intan diikuti perawat Arlan


Jovan pun sudah didalam untuk memegang kaki Intan yang kejang-kejang


"Ar kenapa Intan begitu" kata Rizal yang sangat cemas


Arlan memeriksa Intan dan memberikan obat penenang lagi supaya Intan tenang karena luka operasi Intan masih basah " Intan sebelum operasi badannya panas dan sekarang masih panas tinggi Om dan Intan dalam keadaan kelelahan tadi,jadi badannya benar benar lemah,saran gua bawa orang tua Intan kesini supaya Intan bisa tenang"


"Gua jemput pakai helikopter sekarang Ar" kata Lio


"Jangan Lio kamu istirahat dulu,biar ayah yang pergi sekarang dan akan menjelaskan semuanya pada Pak Handoko" kata Rizal


"Iya yah kamu hati hati,bunda disini jagain Intan,bunda takut Intan kenapa-kenapa" kata Elisa dan Rizal pun pergi meninggalkan mereka semua dan naik ke atas gedung rumah sakit untuk terbang ke Bandung.


Sesampainya di atap gedung William groups Bandung,Rizal turun ke parkiran sudah dijemput Pokas dan dibawa menuju rumah Handoko.


Sementara di rumah Vivian sedang duduk di teras rumahnya dan Desi pun menghampiri nya "Intan kemana ya buk,kenapa belum pulang"


"Iya ya,Tomi dan Tika tadi sudah pulang dan sedang mengerjakan tugas sekolah mereka didalam, Intan kemana udah sore gini,Pokas juga nggak ada kesini habis ngantar Intan" kata Vivian juga cemas.


"Buk Intan nggak diculik ama Pokas kan" tanya Desi hampir menangis


Mobil Pokas datang dan ada Rizal didalamnya,Vivian yang gelisah menunggu Intan akhirnya lega melihat mobil Pokas datang.


"Intan kamu teh darimana saja,ibu cemas nungguin kamu" kata Desi saat mobil berhenti di depan mereka berdua


Rizal dan Pokas keluar dari mobil tapi tidak ada Intan didalamnya.


"Buk kita harus ke Jakarta sekarang,Intan sedang dirumah sakit Jakarta baru selesai operasi" kata Rizal pada Desi dengan sedikit cemas


"Intan kenapa" teriak Vivian dan dia lemas hampir jatuh kelantai dan dipegang oleh Tomi dari belakang,Tomi keluar karena mendengar Intan belum pulang.


"Kenapa Intan tuan" tanya Desi menangis


Buk kalau saya jelaskan sekarang kita akan terlalu lama,Intan membutuhkan ibu dan pak Handoko sekarang" kata Rizal yang memegang tangan Vivian


"Mama ikut,Intan cucu mama" kata Vivian menangis dan masuk ke dalam rumahnya untuk bersiap-siap menuju Jakarta.

__ADS_1


"Ada apa tuan Rizal kesini kemarin kan baru pulang" tanya Handoko yang baru pulang dari kebun bersama Ujang.


"Pak ayo siap siap kita harus ke rumah sakit Jakarta,anak kita operasi pak" kata Desi menangis dan menarik tangan suaminya


"Intan kenapa bisa di Jakarta buk,dia kan tadi di sekolah" kata Handoko menangis membayangkan Intan sekarang.


"Lebih baik kalian cepat bereskan semua baju baju kalian supaya cepat ke Jakarta atuh" kata Ujang yang cemas juga,Handoko dan Desi masuk ke rumahnya mengambil baju mereka dan baju Intan juga


Pokas dan Ujang menunggu di rumah Vivian dan Pokas sudah menceritakan semua nya pada Ujang sampai Intan bisa tiba di Jakarta.


Rizal sedang dikamar bersama Vivian membantu mamanya untuk membereskan bajunya "Ma jangan nangis lagi,nanti Lio marah sama Rizal ma"


"Nggak nak,ayo kita berangkat sekarang,mama takut Intan kenapa napa" kata Vivian setelah selesai merapikan semua baju nya dan keluar dari rumah untuk berangkat karena Handoko dan Desi sudah menunggu


"Tika dan Tomi ibu sama bapak mau pergi ke Jakarta dulu liat teteh ya nak,kalian disini jaga diri baik baik dan jangan berbuat yang tidak-tidak" kata Desi menangis,Tika dan Tomi sudah menangis dari tadi mendengar cerita Pokas dari dalam rumah.


"Buk,teteh nggak apa apa kan,Tika takut bu" kata Tika memeluk Desi


"Tomi jaga Tika ya nak,jangan tinggalkan adik kamu" kata Handoko memeluk Tomi


"Ya pak Tomi akan jaga Tika,bapak hati hati ya,kabari Tomi pak sampai di sana" kata Tomi


"Pak bodyguard akan menjaga dirumah ini dan besok saya yang antar mereka ke sekolah,bapak percaya sama saya" kata Pokas


"Terima kasih pak" kata Desi


"Saya akan mengurus semuanya,kabari kami nanti perkembangan Intan" kata Ujang menenangkan Handoko


Setelah semua beres Pokas,Rizal, Vivian, Handoko dan Desi menuju kantor William groups lagi dan naik ke atap untuk naik helikopter.


"Kita ngapaen kesini tuan" tanya Handoko heran


"Pak itu helikopter yang akan membawa kita langsung ke rumah sakit tempat Intan sekarang" kata Rizal menerangkan kepada Handoko


Mereka pun naik ke dalam helikopter dan terbang menuju Jakarta.


Vivian yakin untuk menyewa Helikopter ini Lio sudah habis ratusan juta untuk bolak balik Bandung dan Jakarta untuk mengurus Intan dari tadi pagi,setelah mendengar semua cerita Rizal selama mereka terbang.


"Mama ini hasil kerja keras Lio ma,dia sudah janji kalau mama ke Jakarta nggak boleh naik mobil berjam-jam,jadi dia membeli ini buat mama supaya cepat sampai Jakarta dan untuk mengurus semua bisnisnya." kata Rizal pada Vivian


"Ini punya tuan Lio" kata Handoko yang benar-benar terkejut melihat Lio sangat kaya raya,


"Lihat anak mu Dean sudah menjadi orang yang sangat baik dan sukses" kata Desi tersenyum melihat kebaikan Lio


Helikopter mendarat di helipad atap rumah sakit itu dan Jovan sudah menunggu disitu.

__ADS_1


Dia mendekat dan membawa mereka semua keruangan Intan.


"Intan haus mau minum" kata Intan yang baru sadar dan Arlan mendengar nya kemudian Arlan memeriksa Intan lagi


"Sebentar lagi ya Intan,tahan dulu bisa kan" kata Arlan tersenyum.


Elisa yang melihat Intan sadar menghampiri kedalam dan tersenyum melihat Intan. Lio dan Bobi sedang di kantin rumah sakit untuk meminum kopi


"Jangan duduk Intan,mau apa biar Aa ambilkan" kata Jovan yang baru masuk kedalam kamar Intan,langsung berlari melihat Intan yang berusaha duduk


"Intan kamu nggak apa-apa sayang" kata Desi menangis dan memeluk Intan. Handoko juga menangis melihat putrinya yang terbaring lemah


"Buk kenapa perut Intan sakit gini" kata Intan lemas dan pucat.


"Intan tolong jangan dulu banyak bergerak,nanti luka operasi kamu terbuka" kata Arlan pada Intan.


"Intan tenang ya,Aa disini jangan banyak gerak ya, sekarang Intan harus istirahat total" kata Jovan


"Perut Intan sakit sekali Aa" kata Intan meringis dan kembali berbaring dengan posisi ternyaman bagi dia dan memejamkan matanya lagi karena terasa ngantuk berat dan dia tertidur lagi.


Arlan keluar di ikuti Jovan dan Handoko. Arland melihat Vivian yang lemas terduduk di sofa kamar Intan dan memeriksa nya


"Nek lihat kan tensinya turun ni,jangan pikirkan yang nggak nggak sekarang" kata Arlan


"kenapa harus Intan yang dijahatin,apa salah dia,nenek nggak bisa terima Ar" kata Vivian menangis dan membuat Elisa Rizal cemas.


Jovan yang mendengar tangisan Vivian merasa tak sanggup dan melihat Intan yg tak berdaya membuat dia terluka sangat dalam.


"Nek kita sekarang harus fokus untuk kesehatan Intan, jangan sampai dia drop lagi nek atau kita akan kehilangan Intan" kata Arlan memohon pada Vivian


"Jangan bicara begitu Ar" bentak Elisa sambil menangis


"makanya Arlan mohon buat kalian semua tolong jaga Intan,semua ada ditangan kalian Arlan sudah menyelesaikan kewajiban sebagai dokter" kata Arlan putus asa


Jovan yang mendengar penjelasan Arlan benar benar tidak bisa membayangkan jika Intan akan meninggalkan nya dia terduduk dilantai sambil menangis


"bagaimana gua akan hidup jika Intan pergi selamanya, cukup Devina yang pergi Intan tidak boleh" kata Jovan dalam hatinya


Bobi dan Lio yang sudah mendengar semuanya di pintu kamar Intan,mereka masuk dan bergabung bersama Vivian yang baru datang.


"Nenek sekarang pulang ke rumah Ayah ya,jangan disini dulu nanti nenek sakit,kita kan jadi nggak bisa jagain Intan nanti,pasti perhatian kami akan terpusat sama nenek lagi,Intan nanti hanya akan dijaga orang tuanya saja" kata Lio duduk disamping Vivian


"Nenek pulang sekarang ya,jagain Intan beri dia pengobatan terbaik" kata Vivian dan dia pun diantar oleh Elisa dan Rizal pulang


Handoko dan Desi dibawa Lio dan Bobi ke kantin rumah sakit supaya mereka bisa makan dulu dan harus tetap sehat buat Intan

__ADS_1


Jovan memilih menjaga Intan dan menemaninya disamping Intan dan Arlan memberitahu Jovan untuk memberi Intan minum jika sudah bangun dan Arlan kembali ke ruangan nya


__ADS_2