Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
mangga Fani


__ADS_3

Fany membuat Bobi merasa tak nyaman dan semakin ingin pulang.


"Jovan gua balik aja,adek lo nggak nyaman ama gua" Bobi memohon pada Jovan sedangkan Lio sudah tertawa


"oh lo harus dapat sambutan dari Fani dulu baru bisa jadi mas nya,gua dulu hampir disuruh makan beling" Lio semakin membuat Bobi takut


"kita beri dia sambutan dulu mas,kalau mau bergabung sama kami harus ada syaratnya" Fani pun memberitahu pada Bobi kalau ada yang harus dilakukan nya


Bobi tersenyum dan mengerti maksud ucapan Fani "ok, apa yang harus Bobi lakukan sekarang"


"itu ada pohon mangga milik buk Seno,jadi calon mas Bobi ambil mangga nya sebanyak 10 buah dan serahkan dalam waktu 10 menit dan tidak boleh membelinya" Fani memang suka sekali mangga tapi hanya mangga buk Seno tidak yang lain


"mantap dek,mas setuju,ayo Bobi silahkan ke pohon mangga yang ditunjuk oleh saudari Fani" Jovan memandu Bobi untuk mengikutinya


"terakhir kali ya seingat bunda,anak pak Karto manjat pohon mangga,dia pulang pantat nya udah hilang setengah lo" Elisa semakin membuat Bobi takut


"ni gua bantu biar badan lo masih utuh nanti" Lio mengambil tangga dan memberikan nya pada Bobi


Bobi heran dengan syarat Fani tapi dia akan berusaha,karena senang ada yang menerimanya dengan tulus


"hey kamu ngapaen manjat manjat gitu" buk Seno melihat Bobi sedang memanjat dan Bobi sangat terkejut


"ini buk boleh minta mangga nya buat adik saya" Bobi tersenyum dengan gantengnya dan Seno pun merasa malu


"sini turun saja dek,nggak usah manjat, temanin tante minum teh dulu ya,biasanya Jovan dan Lio minta ama tante saja nggak usah manjat gitu" Seno janda yang senang dengan anak anak muda


Lio dan Jovan sudah tertawa dibawah melihat Bobi digenitin sama buk Seno,karena mereka sudah muak digangguin Seno setiap hari


"Tante aduh mbak maksud nya,wajahnya masih muda banget ni jadi bingung manggil apa,boleh Bobi ambil mangga nya ya 10 buah aja, besok Bobi kasih pizza deh buat mbak" Bobi sebenarnya sudah ingin muntah mengucapkan nya tapi demi Fani dia ikhlas


"hahahahha mbak jadi merasa muda lagi,ini sudah ada yang dipetik tadi sore,ambil aja ke bawah ya" Seno sengaja meletakkan nya di bawah dan Bobi wajib turun untuk mengambil nya


"waktunya 3 menit lagi" Fani mengingatkan Bobi dan Bobi sedang mengambil sebuah kayu agar bisa mengambil mangga nya


"maaf mbak pakai ini saja ya,waktu saya nggak banyak" Bobi mengambil dan menghitung mangga nya, Bobi memberikan pada Lio satu persatu


Jovan tetaplah Jovan dia memakan buah yang ditangkap nya karena enaknya


"pas 10 kan Lio" Bobi bertanya pada Lio


"masih 6 Bob" Lio pun tidak tau Jovan sudah memakan buah mangga yang diambil Bobi


"tadi kita kan sudah hitung bareng udah pas 10 kenapa bisa 6" Bobi bingung dengan hitungan Lio,dia sudah melihat Jovan asyik memakan mangga nya


"masih 5 Bob" Jovan memakan mangga lagi Bobi pun mengarahkan kayu dan memutarnya ke baju Jovan dan mengangkat nya dan Jovan pun susah bergerak

__ADS_1


"tadi gua udah hitung 10 terus jadi 5 sekarang dan ternyata lo yang habisin, sekarang lo naik ambil 5 lagi,buruan" Bobi meminta pertanggungjawaban Jovan


"siap bg, lepas dulu biar gua manjat" Jovan pun memanjat dan buk Seno sudah memakai make up menor nya


"setan" Jovan terkejut melihat buk Seno memakai bedak yang keputihan dan tebal untuk buk Seno tidak mendengar


"Mbak mau mangga lagi ya, boleh Jovan ambil ya" Jovan merayu Seno dan membuat Seno semakin salah tingkah


"aduh 2 ganteng,turun dulu dong ngapaen manjat gitu seh sini dari depan aja" Seno semakin kegenitan


sementara Jovan merayu Seno, Bobi sudah mengambil mangga sebanyak banyaknya dan dia turun dan menyembunyikan tangga


"ini dek mangga nya" Bobi memberikan mangga pada Fani, sedangkan Lio, Elisa dan Rizal sudah menghabiskan 5 mangga yang pertama tadi.


mereka enak makan mangga dan Jovan pun mau turun dengan 5 buah mangga ditangannya tapi tidak ada tangga lagi


"Bobbbbbbbbbbbbbbbbiiiiiii sini lo,mana tangga nya gua mau turun" Jovan berteriak kesal dan akhirnya supir mereka datang dan memberikan tangga


"aduh Fani kenyang,dan sekarang mas Bobi sudah sah jadi mas ke tiga Fani" Fani memeluk Bobi


"terima kasih ya dek" Bobi mengelus rambut Fani


Jovan datang dengan wajah kesalnya dikerjai Bobi


Fani tertidur di kaki ayahnya dengan tikar yang dibawa Jovan tadi


"maafkan ucapan om tadi ya nak,sudah kasar kepada kamu,dan om tidak tau sama sekali jika keadaan kamu seperti ini" Rizal merasa sangat bersalah pada Bobi


"nggak apa-apa om,tadi juga papa bilang Lio dan Jovan anak nakal" Bobi tidak marah sama sekali


Elisa mengobati pelan luka Lio, Jovan dam Bobi sebelum mereka masuk dan istirahat,dan mulai dari situ Bobi menjadi bagian keluarga Jovan


flashback off


Intan menangis mendengar cerita mas Bobi nya, ternyata masa lalu mereka anak broken home


"sudah dek,itulah perjalanan mas sampai diterima dengan baik dirumah ini dan mas dulu nakalnya kelewat sampai bunda Elisa panggil kakek Polan,tapi mereka tidak pernah usir mas sekalipun" Bobi masih terbayang saat masa lalu nya dulu


"untung ada keluarga ini yang menampung kita Bob,kalau nggak mereka mungkin kita sudah menjadi sampah masyarakat" Lio sangat bersyukur bisa dididik oleh keluarga Rizal


"Intan juga senang jadi menantu di keluarga ini,mertua dan adik ipar Intan baik banget ditambah lagi 2 mas dan suami yang ganteng dan selalu jagain Intan" Intan bersyukur sekali


"dek,kalau mas sekarang nasehati kamu boleh nggak" Bobi bertanya dengan lembut agar Intan tidak marah


"iya mas nggak apa apa" Intan senang jika ada yang tegur dia kalau salah

__ADS_1


"dek,suami kamu itu orang yang tidak gampang jatuh cinta,dan mas heran saat dia mulai sayang sama kamu dan sudah menikahi kamu sekarang,belum sampai 1 bulan kalian kenal, Jovan tidak suka jika dicemburui berlebihan karena dulu Devina pernah lakukan itu sampai Jovan tidak mau kenal dengan dia dan itu membuat Devina sangat frustasi sampai dia drop" Bobi tau jika Jovan tidak suka dicemburui berlebihan


"iya mas Intan juga menyesalkan sifat Intan yang kemarin, untung Aa Jovan nggak marah, Intan cinta banget sama Aa Jovan" Intan sangat merindukan suaminya


"bagus dek, cintai dengan cara yang benar dan jangan cemburu berlebihan ya,liat ayah bunda,ibu dan bapak mereka bisa bertahan sampai tua kan" Lio juga memberikan nasehat pada adiknya


"makasih ya mas, Intan akan ingat pesan mas Bobi dan mas Lio" Intan mengantuk dan naik ke atas duluan, Bobi dan Lio juga masuk ke kamarnya


Intan menangis dikamarnya dan menghempaskan badannya ke temoat tidurnya,dia takut jika Jovan benar-benar menghilang seperti katanya tadi


Intan melihat hp nya dan tidak ada telfon dari suaminya, Intan pun menelfon Jovan, Jovan menolaknya dan menggantinya menjadi VC


.


"sayang kenapa nangis,kamu belum tidur" Jovan yang baru menyelesaikan urusannya baru sempat menelepon Intan


"kapan pulang nya Aa, Intan rindu" Intan menangis dan Jovan tersenyum


"1 minggu lagi sayang,masih banyak yang mau di urus disini" Jovan bercanda kepada istrinya padahal dia akan pulang sebentar lagi.


"Intan pulang ke Bandung aja, Intan nggak mau disini" Intan tambah menangis dan Jovan kasihan sekali melihat istrinya yang menangis


"sayang,ini baru 1 hari, bagaimana nanti kalau Aa urus kerjaan ke negara lain,bisa 3 Minggu loh" Jovan ingin istrinya tau jika waktunya mungkin akan banyak untuk keluar kota.


"Intan belum siap,tapi akan Intan coba Aa, karena kan Aa cari nafkah" Intan diam dan membersihkan air matanya


"sayang kamu jangan nangis ya,Aa juga rindu sama kamu, Aa nggak bisa tidur sayang kalau nggak peluk kamu dulu,sabar ya sayang" Jovan menatap wajah istrinya yang sudah mulai tertidur


"i love you jantung hidup ku" Jovan mengelus layar hp nya dan juga tertidur


pagi harinya Intan sudah bangun dan dia tidak melihat hp nya yang masih tersambung dengan Jovan


"aduh bisa telat ini, kelamaan sih tidur nya semalam" Intan mengisi baterai hp nya dan menggantungkan nya didinding dan langsung masuk ke kamar mandi


Jovan terbangun karena mendengar suara musik dari hp nya dan dia melihat panggilannya masih terhubung,


"istri gua mana, kenapa hp nya dibiarin hidup sih kalau udah bangun" Jovan dengan sabar nya menunggu Intan datang


"telat telat telat" Intan keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk dan itu tepat di hadapan hp nya


"bini gua sexi banget,aduh tahan tahan dulu lah gua" Jovan tersenyum malu tapi terus melihat kegiatan istrinya


"ganti baju di sini aja deh, udah nggak keburu" Intan membuka handuknya dan berjalan ke lemarinya mengambil baju


"sayang kamu udah menggoda ya pagi pagi gini" Jovan semakin gusar melihat istrinya yang tak memakai sehelai benang pun

__ADS_1


__ADS_2