
Elisa sudah terbangun dan mencari Rizal untuk berjalan jalan
"bunda udah bangun,jalan pagi yok bun" Rizal mengajak Elisa untuk jalan santai
"iya bunda juga memang mau jalan pagi ni,lihat pakaian bunda sudah siap untuk olah raga" Elisa mulai pemanasan ringan supaya badannya tidak kaku.
Vivian baru keluar dari kamar dan mau senam ke panti jompo diantar oleh Pokas.
" mama mau ke panti jompo dulu ya,mau senam di situ lebih ramai" Vivian permisi pada Elisa dan Rizal
"mama hati hati ya,jangan dipaksa ma kalau nggak kuat" Elisa membantu Vivian naik ke dalam mobil dan Pokas mengantar Vivian ke panti jompo.
"yah kelinci bunda mana,lo bunga kok rusak gini,ada angin topan ya semalam" Elisa kebingungan saat melihat semua nya rusak
"aduh ****** gua" kata Rizal dalam hatinya
"ulah siapa ini" Elisa berteriak dan sampai ke telinga Jovan, Bobi dan Lio
"jangan ada yang turun, selesaikan dulu pekerjaan kita" Jovan sedang tidak ingin diganggu
"iya ntar gua buka peternakan kelinci didepan,kita kerja dulu" Lio fokus dengan pekerjaannya
"maaf bunda, pekerjaan lagi numpuk banget, nanti kita bahas" Bobi juga membaca dokumen yang dikirim Oliv
"kelinci bunda mana" Elisa menangis kehilangan kelinci kesayangan nya.
"ngapaen juga gua harus sok jago kemarin,pakai mendarat disini lagi" Jovan menyimpan semua pekerjaan nya di komputer dan turun ke bawah.
"kalau kita nggak mendarat di sini pasti kita sekarang sedang gali liang lahat" Bobi pun menyimpan pekerjaan nya dan turun kebawah mengikuti Jovan
"hahahahhaha sok jadi aktor Hollywood kalian berdua, sekarang hadapi amukan Ibunda ratu Elisa Polan" Lio tertawa senang dan terharu melihat kasih sayang Bobi dan Jovan padanya dan berdiri di balkon kamar Jovan.
"bunda kenapa,bunda tenang, cerita sama Bobi sini" Bobi pura pura tidak tau
"kenapa kandang kelinci nya rusak gini,bunga juga rusak,siapa yang buat semua ini ayah" Jovan juga berbohong
"ayah juga nggak tau,ini kerja siapa" Rizal melotot pada Bobi dan Lio
"ibu Elisa kenapa atuh nangis,ada masalah apa" Ujang yang baru datang terkejut mendengar tangisan Elisa.
"buk,etah teh kenapa ibu Elisa menangis" Tomi yang sedang memakai sepatunya memanggil Desi
"kamu kenapa ca" Desi berlari ketempat Elisa dan panik
"kelinci kesayangan Elisa sama bunga rusak semua mbak" Elisa sangat suka sama kelinci
"haaaaaaaaaa cari mati orang yang sudah lakukan ini" Desi tau tidak akan ada ampun jika kelinci Elisa hilang
"oh itu,semalam teh mas Jovan sama mas Bobi,,,," ujang hendak menceritakan yang dilihatnya kemarin.
"mang sekarang panen dimana mang,buruh pada nunggu mang,ayo buruan saya antar aja ya" Bobi menggandeng tangan Ujang
"pagi pagi pikiran kita harus sudah ada rencana mang,mau kerja di blok berapa,target panen hari ini berapa" Jovan mengalihkan pembicaraan
"kalian berdua lagi nggak drama kan" Elisa mulai curiga pada Jovan dan Bobi
Lio yang sedang melihat dari balkon, menerima telfon "nanti saja,biarkan mereka panik dulu" Lio menikmati kopi nya
"iya si mas berdua teh udah pikun atau kunaon,kan semalam helikopter mendarat disini atuh buk,jadi kandang kelinci teh terbalik jadi kelincinya lari kedalam kebun" Ujang menceritakan semuanya pada Elisa.
"kalian berdua, kenapa mendarat di sini, kelinci bunda kemana sekarang, kalian temukan atau bunda" Elisa sangat marah dan mengancam Bobi dan Jovan.
__ADS_1
"woy itu ada kelinci 1 ayo buruan" Lio keluar dan lari kedalam kebun
Jovan, Ujang dan Bobi juga berlari mengikuti Jovan
"buk kenapa nangis,ibu teh sakit" Intan keluar setelah melihat ramai didepan rumahnya.
"kelinci ibu lari semua karena mereka mendarat kemarin disini,kalau sampai nggak ketemu ibu hukum mereka" Elisa memegang tangan Intan
"aduh,ini teh mas Lio kenapa kemarin pakai ngamuk segala kan jadi repot gini" Intan pun membantu menangkap kelinci Elisa dan masuk kedalam kebun teh dengan membawa wortel dan kandang kecil
"Bobi,di belakang lo kelincinya jangan gerak Bob" kata Lio
"Ok lo tenang ya gua tangkap dulu" kelincinya lari sangat cepat
"lepas mas" kelinci malah tambah kencang larinya
"itu kelinci ada lagi di dekat Intan" Bobi menunjuk Intan yang juga masuk kedalam kebun
"aduh ngapaen dia masuk juga sih,kan bahaya malah masih licin gini" Jovan menghampiri Intan dan melihat Intan dengan santainya duduk di tanah sambil menggoyangkan wortel dan kelinci pun masuk dalam kandang
"kalau dikejar nggak akan dapat atuh" Intan menutup kandang kecil dan memanggil mang Ujang untuk membawa kelinci nya ke Elisa
"baru satu Intan kelinci ibu Elisa teh ada 10" Ujang yang selalu memberikan makan kelinci setiap hari.
"ya mau gimana atuh mang,apa yang dapat saja dulu" Intan memberikan pada Ujang dan Ujang mengantarkan nya pada Elisa
saat Intan mau berjalan kearah Jovan, Intan terpeleset dan jatuh menindih badan Jovan
"waaaauuuw,indah ya ciptaan Tuhan" Jovan meletakkan tangannya di belakang kepalanya dan memandang wajah Intan
"maaf Aa, tanahnya licin,makanya Intan kepeleset,kepala Aa sakit ya" Intan membelai lembut kepala Jovan
"nggak sayang,nggak apa apa,daripada kamu yang jatuh,lebih sakit Aa lihatnya" Jovan merasa sangat senang Intan mulai membalas cinta nya.
"Aa, lepasin Intan malu nanti mas Bobi dan mas Lio lihat kita" Intan mencoba melepaskan tangan Jovan dari pinggang nya.
"happy birthday sayang, Aa cinta kamu" Jovan mencium lembut bibir Intan
Intan terkejut dan memukul dada Jovan "Aa jangan gitu ah" Intan malu dan meninggalkan Jovan sendirian di kebun.
Jovan berdiri dan melihat Bobi dan Lio sudah tidak ada lagi di tempat tadi,dia pun mengikuti Intan dari belakang.
"hai cewek,i love you" Jovan berbisik pada Intan dari belakang
"nggak mau, Intan udah punya calon suami" Intan tertawa dan Jovan pun ikut senang mendengar nya.
Lio dan Bobi memberikan 1 ekor dan Ujang 1 ekor lagi, Elisa masih marah dan tidak mau bicara pada mereka
"gua capek, bentar ya telfon Pokas dulu, Pokas naik ke atas dan bawa semua kelinci Bunda" sebenarnya kelinci tidak hilang hanya diumpetin sama Lio
Pokas datang dari bawah dan di ikuti sama mobil lain yang membawa kandang kelinci baru buat Elisa dan juga ada kue ulangtahun yang dibawa Pokas.
"bunda, kelinci bunda semua ada di dalam" Lio sudah tidak enak melihat wajah mereka semua yang menatapnya marah
"trus kamu tadi kenapa nggak bilang langsung,kan Bunda nggak jadi cemas gini Lio" Elisa menarik telinga Lio karena kesal
"sakit bunda ampun" Lio merengek kesakitan
"ini satu lagi buat kamu" Desi juga menarik telinga Lio
"buk bisa putus telinga Lio" Lio sangat kesakitan dan membuat Jovan dan Bobi puas
__ADS_1
"Lio,ayah semalaman udh mikirin mau bilang apa sama bunda sampai nggak tidur,memang ya kamu" Rizal geleng geleng kepala
Jovan sudah memegang kue buat Intan dan menghidupkan lilin nya, Pokas mengambil photo Jovan dan Intan.
"udah kita tiup lilin dulu, mumpung Tomi belum berangkat sekolah" Jovan berdiri dihadapan Intan dan Intan pun meniup lilinnya di ikuti lagu selamat ulang tahun
"terimakasih semuanya, Intan senang bisa tiup lilin gini untuk pertama kalinya" Intan menangis karena ibunya hanya membuat tumpeng sederhana tapi dia sudah sangat bersyukur dengan itu
"kamu harus banyak bersyukur ya nak,umur kamu sudah 17 tahun dan kamu memang selalu melakukan yang terbaik buat kami semua, terima kasih kamu tidak malu punya ibu pincang sepertu ibu nak" Desi menangis memeluk Intan
"ibu jangan bicara gitu ah, Intan bahagia mempunyai ibu pekerja keras dan selalu mendidik kami dengan sabar" Intan memeluk ibunya erat
"Lio akan obati ibu ya, kemanapun Lio akan obati buk" Lio sedih sekali kalau mengingat cerita Jovan
"nggak nak,pak Polan dulu sudah membawa ibu berobat kemana-mana dan ibu nggak kuat nahan sakit nya,ibu sudah terbiasa gini,ibu ikhlas sayang" Desi memegang tangan Lio yang sedih
Jovan dan Elisa tertunduk diam, karena merasa bersalah atas semua yang terjadi di masa lalu.
"buk saya akan melamar Intan karena saya cinta bukan karena hutang budi,saya berharap ibu dan bapak bisa menerima lamaran saya" Jovan langsung mengutarakan isi hatinya pada Desi
"datanglah nak, bapak akan menunggu dirumah" Handoko datang bersama Tika
"secepat nya pak" Jovan memeluk Elisa yang menangis mendengar kata kata Jovan
"terimakasih sayang, Intan akan jadi menantu ibu" di mencium kening anaknya
Rizal dan Bobi juga tersenyum melihat kebahagiaan keluarga mereka
"hoy bilang makasih ke mas Bobi,kalau kemarin nggak kesini liburan nggak bakalan lo ketemu Intan" Bobi mengingatkan Jovan yang tidak mau liburan kemarin.
"terimakasih mas Bobi" Jovan tersenyum pada Bobi
Ujang sudah memegang piring dan sendok untuk kue Intan,dan Intan pun memotong kue nya dan membagikan nya pada semua yang ada di halaman rumah Vivian
"ini Aa" Intan memberikan kue nya pada Jovan dan Jovan menyuapi Intan kuenya.
Lio hendak memakan kuenya, Bobi memasukkan wortel kedalam mulut Lio
"ni buat lo,makan tu wortel" Bobi langsung lari kedalam rumah
"Booooooobbbbbbiiiiii,gua akan balas lo" teriak Lio kesal
"rasain lo,buruan naik ke atas lo, pekerjaan numpuk" Jovan pamit keatas untuk bekerja lagi
"bunda Bobi nakal" Lio merengek pada Elisa
"biarin kamu kelewat sih bercandanya" Elisa menolak rengekan Lio
Rizal,Tika,Pokas,Desi, Handoko, Intan, Tomi dan Ujang tertawa mendengar rengekan Lio,Tika minta izin masuk kerumah Vivian untuk berenang dan tentu saja tidak ada yang melarang
Handoko dan Desi pamit mau ke pasar untuk beli bahan bahan membuat tumpeng untuk ulang tahun yayasan dan Lio langsung memberikan uang pada Desi.
Tomi dan Pokas mau berangkat sekolah,tapi Tomi ingin menemui Jovan tapi dia takut Lio marah.
"Bu,saya izin ketemu mas Jovan sebentar saja ya,pak Pokas tunggu Tomi disini saja ya" Tomi masuk setelah Elisa mengizinkan nya dan Lio tidak tau Tomi mau ada perlu apa dengan Jovan
"mas Jovan boleh Tomi bicara sebentar" Tomi mengetuk pintu dan Jovan keluar
"ada apa Tomi" Jovan melihat Tomi yang enggan mengatakan nya
"mas kemarin kan Tomi cerita mau ikut olimpiade,mas benaran kan akan biayai Tomi" Tomi ingin meyakinkan Jovan supaya tidak lupa.
__ADS_1
"iya Tomi,nanti mas urus semua ya, kamu daftarkan nanti ya biar nggak ketinggalan" Jovan menepuk bahu Tomi
"terima kasih mas, Tomi pamit sekolah dulu ya" Tomi turun kebawah dan pergi ke sekolah.