
Setelah lama mereka menunggu akhirnya Arlan keluar dari ruangan scan
"Gimanan Ar nek siti" Bobi berdiri dan mendekati Arlan,kakek Amir tertidur karena sangat kelelahan
"Kata siapa nek Siti kena tumor" Arlan ingin tau
"Tukang urut mas Arlan nama nya Suryo dia tadi juga dorong Intan" Intan cemberut melihat sikunya merah
"Sialan tu Suryo,bisa di hajar gua sama Jovan nanti,malah si Intan harta berharga Jovan lagi" Bobi meniup tangan Intan yang merah
"Intan ikuti perawat ini ya, supaya dikasih salep dulu tangan nya, nanti Jovan marah kamu tangan nya gitu" Arlan memanggil perawatnya untuk mengobati Intan
"Maaf Dokter istri saya gimana,apa dia akan pergi meninggalkan saya" kakek Amir terjaga dari tidur nya dan bertanya pada Arlan
"Begini kek,nenek Siti ada masalah lambung yang meradang jadi nenek merasakan panas di dada dan tenggorokan nya, tidak ada tumor" Arlan menjelaskan sesimpel mungkin agar Amir mengerti
"Suryo bilang teh istri saya kena tumor dan harus operasi dengan biaya 5 juta dokter,dia teh menipu saya yang bodoh ini" Amir sedikit lega karena istrinya tidak dalam bahaya
"Pak,selama ini nenek dikasih makan obat apa sampai lambung nya meradang sekali" Arlan penasaran dengan obat obatan yang dimakannya
"Saya teh disuruh peras jeruk asam 1 gelas dicampur dengan garam pak dokter" Amir menjelaskan semuanya
"Dasar kurang ajar tu orang,ya bisa hancur dong lambung nek Siti,mau celakai orang lemah teh si Suryo" Arlan emosi mendengar nya.
"Pokas,kamu bawa Suryo ke tempat pak Amir biar saya kasih pelajaran sedikit buat dia" Bobi geram dengan tingkah laku Suryo
Intan datang setelah selesai di obati dan nenek Siti akhirnya dirawat inap di rumah sakit tempat Arlan bekerja
"Mas,Intan yang bawa ya,biar lebih pintar bawa mobil nya" Intan masih penasaran lagi dengan mobilnya
"Nggak usah dek,kamu udah lumayan kok menurut mas,nanti ada sapi lewat malah ketabrak lagi,kasihan dek nanti kita nggak bisa minum susu sapi murni" Bobi sudah trauma guys
Bobi dan Intan menuju desa dan sudah ada Pokas yang memegangi Suryo dan warga juga sudah berkumpul
"Ngeri juga ya kamu Suryo,udah nipu, celakakan orang juga hampir meregang nyawa lagi,tadi mau celakai adik kesayangan saya juga" Bobi menampar Suryo dan menyuruh warga untuk memeras 1 gelas air jeruk asam
"Kenapa kamu teh celakai orang kayak gitu Suryo,uang kami dan ternak sudah kami jual karena takut penyakit yang kamu buat buat" seorang warga menyiram Suryo
"Bos dia kaya banget,rumah besar, mobil 4, ternak sapi dan ternak kambing nya juga banyak belum lagi ayam" Pokas sudah menginterogasi Suryo
"Pak tolong kembalikan sapi kami,kami buat itu sebagai jaminan berobat kami karena tidak punya uang" ibu separuh baya mendekati Bobi dan memohon
"Gini saja atuh,tolong dicatat dulu berapa ternak yang sudah diambil Suryo dari kalian dan kita cek ke rumah nya saja karena kita tidak boleh ambil keuntungan dalam keadaan seperti ini" Intan memberi saran dan diterima warga setempat
"Ar,bisa lo kesini sekalian bawa obat bagi warga, pada lemas semua mukanya" Bobi menelfon Arlan dan dengan senang hati Arlan setuju
"Ini asam nya pak" warga itu memberikan nya pada Bobi
"Terimakasih buk, Pokas buka mulutnya Suryo" Bobi sudah sangat geram dengan tindakan Suryo menipu warga yang tidak mengerti apa-apa
"ampun tuan, saya salah,saya akan mengembalikan semua uang yang saya tipu tapi jangan buat saya minum itu" Suryo berlutut minta ampun
"bacot lu" Bobi memasukkan air asam dan Pokas menutupnya agar tidak keluar dan sampai habis
"rasakan kamu, setiap hari kami teh kamu suruh minum itu" warga lain hendak mengeroyok dan Bobi izinkan asal tidak mati
setelah dia tak berdaya, Bobi menelfon polisi dan sambil menunggu Suryo dibawa kerumah nya untuk mengembalikan barang warga
"ini semua jumlah sapi dan kambingnya teh sama, jadi ambil punya kalian dan jangan ambil keuntungan atau nanti kalian juga dibawa ke kantor polisi juga" Intan memperingati semua warga dan tentu saja mereka tidak berani
Arlan sudah datang di lokasi dan langsung mendirikan tenda dibantu Bodyguard Bobi agar warga bisa berobat tak berapa lama polisi sudah datang,dan Bobi menyerahkan Suryo
"siapa yang bisa jadi saksi" tanya polisi pada Bobi.
"kami semua" jawab warga dengan serempak dan salah satu warga itu menceritakan semua kejahatan Suryo dan membawa Suryo ke kantor polisi bersama 4 orang warga dan Pokas menemani mereka agar tidak takut
"sini buk, pak,adek,kakak semua antri ya biar diperiksa oleh Dokter Arlan" Intan membawa warga dan mereka semua berbaris rapi
"terimakasih banyak Ar,gua transfer uang nya ya" Bobi duduk disampingnya Arlan sambil membantu memberikan vitamin pada anak-anak
"pantesan lo semua sukses ya,baiknya luar biasa banget,uang untuk obat orang lain saja rela kasih sebanyak ini" Arlan memeriksa hp nya dan itu banyak sekali
__ADS_1
"kami yang makasih bro, tangan lo bisa sembuhkan banyak orang" Bobi menepuk punggung Arlan
setelah lama akhirnya mereka pulang malam dan kembali kerumah Vivian, untungnya Jovan masih sibuk kerja di perusahaan yang di Bandung
Lio yang sudah lama menunggu akhirnya tenang Intan pulang dengan Bobi, Arlan menginap dirumah Vivian untuk memeriksa Vivian sekalian
saat Bobi dan Intan masuk Arlan menceritakan kejadian yang terjadi di desa siang tadi,
esok harinya Intan ingin pergi sendiri dengan mobilnya tanpa Jovan ketahui karena masih tidur
"mau kemana" Lio mengejutkan Intan
"mau belajar naik mobil mas,awas ya Intan mau jalan dulu nanti Aa bangun" Intan naik ke mobil dan Lio pun naik
"bahaya kalau sendiri dek,biar mas temanin,kamu keluar dulu,nanti kalau udah sepi jalan nya kamu yang bawa ya" Lio akan menemani Intan dan Intan pun patuh dan turun, kemudian mereka pun jalan mencari jalan sepi
"ini dek kamu bawa sekarang" Lio turun dan bertukar tempat dengan Intan
Intan sudah mulai santai membawa mobilnya,hingga Lio tak repot repot lagi mengajarkan Intan
"bruk" mobil tiba-tiba berhenti tak hidup
"kenapa mati ya mas" Intan pun bingung dan Lio turun dari mobil memeriksa apa yang terjadi dan sialnya mobil mereka sedang di turunan
Lio mencari batu untuk mengganjal ban mobil agar tak turun belum sampai batu di ban nya Intan mencoba menghidupkan mobil nya dan dia tak sadar menginjak gas
"mas Lio awas" mobil berjalan dengan sendirinya dan Lio pun berlari karena terkejut, Intan yang sangat cemas menggerakkan setir mobil ke kiri dan kanan hingga mobil semakin tak terkendali
"pijak rem nya dek" Lio berteriak sangat keras baru Intan sadar dan menginjak rem nya,dan kemudian Lio masuk dalam selokan karena dia tersandung oleh batang pohon yang ada dijalan
"byyyaarrrr" Lio bermandikan air selokan dan Intan keluar
"mas maaf kan Intan" Intan menyodorkan tangannya dan membantu Lio
Lio tidak mungkin marah pada Intan adik kesayangannya
flashback off
Meyza dan Bobi sudah tertawa terbahak-bahak, sedangkan Jovan menatap Intan dengan wajah datarnya
"dek jangan bawa mobil lagi ya,tadi motor dibelakang kamu bawa ayam lo kalau kamu tadi tidak kakak hentikan pasti motor itu sudah menabrak kamu dari belakang dan ayamnya lari" Meyza tak henti-hentinya tertawa
"sayang hati hati kalau kamu ketemu ayam dan kambing ya,takutnya binatang itu dendam sama kamu" Jovan.m berbicara dengan kesanya
"aduh ketahuan kan" Intan menepuk dahinya
Lio semakin penasaran dengan polisi cantik dihadapan nya dan ingin menjadikan nya istri
"kalau begitu saya pamit dulu ya,lain waktu kita ketemu ya dek,dan kalau kakak ada libur kamu mau kan kita jalan jalan" Meyza polisi wanita idaman karena kebaikannya
"kapan kak,kita nge mall,kita karaokean,kita shopping dan makan makan ya" Intan melepas pelukannya dari Jovan dan berdiri di dekat Meyza
"iya tinggalkan no wa nya dong buk polwan, gimana hubungi nya kalau tidak ada nomor HP" Lio mengeluarkan hp nya dan memberikan nya pada Meyza
"kan mereka berdua yang mau pergi,napa lo yang minta nomor" Jovan mulai curiga pada Lio
"jangan buk polwan dia banyak cewek nya" Bobi menghasut Meyza,dan Intan sudah tau maksud mas Lio nya
"iya buat disini saja ya kk,hp Intan dikamar" Intan mengambil hp Lio dan Meyza memberikan nya.
"ok saya pamit ya semua, saya sangat senang bicara dengan kalian semua" Meyza permisi melanjutkan pekerjaannya
"nanti kalau bunda balik dari Singapore kakak main ke rumah ya,bunda baik banget kok" Intan ingin mendekati Lio dan Meyza
"iya dek,kakak pamit ya, permisi semuanya dan selamat pagi" Meyza meninggalkan rumah Jovan dan menelfon seseorang "Intan sudah aman"
Jovan, Lio dan Bobi akan berangkat ke kantor tapi semua kunci mobil di sita Jovan dan Intan hanya boleh keluar dengan Pokas.
"kunci mobil Intan jangan dibawa ya" Intan memohon pada Jovan yang sedang mengambil tas kerja nya
"jangan bicara sama Aa" Jovan kesal dengan keteledoran nya menjaga Intan cinta matinya
__ADS_1
"sayang" Intan memeluk dari belakang takut dengan Jovan karena semua nya sudah terbongkar
Jovan tidak tahan dengan pelukan Intan tapi dia pura pura kuat dan merapikan tasnya
"Aa pergi ya,kamu hati hati di rumah dan jangan keluar kalau nggak perlu" Jovan melepaskan pelukannya dan mencium kening Intan.
"kalau gitu nanti Aa tidur di luar" Intan membanting pintu kamarnya
"apa'an tu" Bobi terkejut
"ayo berangkat sekarang,dah terlambat banget kita ni" Jovan, Lio dan Bobi pun berangkat menuju kantor
sementara dirumah Bobi,
"Tasya,gua buat Intan marah tadi,gua jadi nggak enak" Devina mulai bercerita pada Tasya
"lagian tu cewek egois banget,dia juga dalam bahaya kalau seandainya lo niat ganggu rumah tangganya,sampai kepala lo di pijak ama mantan abg ipar lo" Natasya kesal dengan tingkah laku Intan
"kalau lo udah punya suami,apa lo mau mantan pacar suami lo satu rumah dengan lo" Devina membela sikap Intan
"janganlah,enak aja bisa gua Jambak nanti tu cewek" Natasya tegas menolak
"sama dengan Intan,dia juga nggak mau lah rumah tangganya ada mantan suaminya" Devina tersenyum pada Natasya
"iya juga ya kenapa gua nggak kepikiran ya,semoga aja mereka nggak berantem ya" Tasya merebahkan badannya di tempat tidur
Devina masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan badannya, Natasya bangun lagi dan melihat riwayat Devina dan 1 hari lagi ulang tahun nya
"gua rayakan aja kali ya,biar dia senang" Natasya ingin membicarakan nya pada Lio dan Bobi agar di izinkan
Natasya menelfon Bobi dan minta izin untuk mendekorasi rumah nya untuk ulang tahun Devina
Tasya : Bob,gua izin pakai rumah ya buat ulangtahun Devina
Bobi : kapan ulangtahun nya, pakai aja bebas kok,dan gua pasti bantu kok kalau gua bja
Tasya : 1 hari lagi, terimakasih banyak ya Bob, Tasya memutuskan sambungan telfonnya dan sibuk menelepon temannya yang bisa mendekorasi dan temannya setuju dengan itu
Devina keluar dari kamar mandi dan Natasya akan merahasiakan semuanya dari Devina,
dirumah Intan
"teteh,bahan makanan udah tinggal sedikit,kita belanja yuk, Ninuk bosan juga ni dirumah,kerja Ninuk udah selesai" Ninuk menghampiri Intan yang sedang mengurus bunga bunganya
"iya kita pergi habis ini,kamu siap siap aja Nuk,dab catat semua yang habis ya" Intan menyirami bunganya
setelah semua beres Pokas mengantarkan Intan dan Ninuk ke pasar dan Pokas selalu dibelakang Intan
"dia dikawal bodyguard Jovan" Joice menelfon Farid
"awasi dia terus agar saat lengah kita bisa celakai dia" Farid masih ingat Lio mengeluarkan anaknya dari sekolah dan Windi sekarang malu tidak mau sekolah lagi
Ninuk dan Intan asyik belanja sampai Pokas kehilangan mereka dan anak buah Farid sudah mendekati Intan untuk menusukan pisau ke perutnya
"jangan sentuh gadis itu" seseorang berbadan besar membekap mulut anak buah Farid memutar tangan anak buah Farid yang hampir menusuk intan dan membawanya keluar pasar
pasar jadi heboh dan Pokas langsung menarik tangan Intan dan Ninuk untuk menghindari keramaian
"kamu nggak apa apa kan nak" seorang ibu mendekati Intan dan memberinya minum
"keramaian gini nggak apa-apa kok buk" Intan belum sadar dengan kejadian barusan
"kamu hampir ditusuk orang nak" ibu itu pun mengatakan nya
"apa" suara besar Pokas terdengar keras sekali
"sama siapa buk" Ninuk bertanya lagi, dan Intan lemas mendengar nya
"kemana perginya,akan saya habisi" Pokas mengamuk dan semua takut melihat nya
"kita pulang pak" Intan gemetaran sampai Ninuk menahan badan Intan yang hampir jatuh
__ADS_1
Pokas pun membantu Intan keluar dari pasar dan dari kejauhan sudah ada Boston yang mengawasi Intan dan orang yang menangkap suruhan Farid masuk kedalam mobil Boston
"jaga semua keluarga William dan terlebih Intan,dan keluarga nya yang di Bandung" Boston memerintahkan anak buahnya menjaga Intan