
"Jovan kamu mencintai Intan,itu semua nampak dari mata kamu nak,dan jika Devina tadi tidak ada kabarnya kamu pasti sudah mau menikahi Intan dan tidak akan menolak sama sekali" kata Elisa mulai emosi
"jangan paksa Jovan bunda,Devina sudah cukup tersiksa 5 tahun ini,Intan bisa mencari pria lain yang bisa tulus sama dia tapi bukan Jovan bunda" kata Jovan memohon lagi
"Kamu tau Jovan,seandainya kamu menikahi Intan hutang budi keluarga William tidak akan lunas kepada Mbak Desi Ningrum dan Intan Viona" teriak Elisa pada Jovan
"Maksud bunda apa" kata Jovan tak mengerti
Flashback on
Elisa sedang mengandung Jovan saat itu,dan dia sangat Ingin membeli ikan gurame yang akan di bakar nya,dia pun pergi ke pasar sendirian dengan angkutan umum
"Desi cepat susul Caca ya, bapak takut Des, Caca sedang hamil muda" kata tuan Polan pada Desi
"iya pak segera saya susul Caca sekarang" kata Desi dan naik mobil bersama supir Polan menuju pasar.
Desi orang kepercayaan keluarga Polan,sudah dianggap anak oleh Polan, karena Caca hanya menuruti perkataan Desi
Elisa sampai di pasar dan dia sangat senang sekali sudah membeli ikan kesukaannya tanpa dia sadar ada 2 orang jambret mengikutinya
Desi sudah sampai di pasar dan dia sudah melihat Elisa keluar menuju parkiran,tiba-tiba 2 jambret itu menodongkan pisau pada Elisa, Desi pun berlari menuju Elisa yang menangis
Desi sudah memegang balok dan di ikuti oleh sopir Polan,Desi memukuli jambret itu dan Elisa pun lepas dari pegangan mereka dan berlindung dibelakang supirnya.
2 orang jambret yang menunggu di mobil melihat temannya dipukuli datang menolong dan salah satu jambret itu datang menusuk tangan Desi dan teriakan Elisa membuat orang semakin ramai menolong mereka.
Saat Desi terjatuh ditanah seorang jambret itu memutar arah dan menggilas kaki Desi dengan kecepatan tinggi. Desi pun pingsan ditempat dan segera di bawa kerumah sakit untuk ditangani.
Flashback off
__ADS_1
Intan menangis mendengar cerita Elisa dan dia terduduk di tangga itu
"Seandainya bukan mbak Desi yang mengalami itu mungkin mbak Desi tidak akan mengalami cacat seumur hidupnya" teriak Elisa dengan suara keras dan menangis
"Bunda kita bisa kasih 100 ha buat keluarga buk Desi,Jovan akan menguliahkan anak anak buk Desi kemanapun mereka mau,tapi jangan paksa Jovan bunda" kata Jovan berlutut di kaki Elisa
"Mbak Desi harusnya jangan pernah tolong Caca saat itu,hingga Caca tak akan melahirkan anak yang tidak tau diri ini,mungkin kalau Caca dalam keadaan Cacat Rizal sudah menikahi wanita lain,sehingga Fani pun tidak akan lahir ke dunia ini dan Intan tak harus dalam bahaya hanya untuk menyelamatkan Fani" kata Elisa berteriak sambi menangis karena Jovan tidak tau bagaimana hancurnya Desi saat itu
Intan yang tidak sanggup lagi mendengar itu keluar dari rumah Rizal dan masuk kedalam mobil untuk ke rumah sakit
"Mbak kenapa menangis,udah ya jangan nangis lagi" kata pak Karyo kepada Intan
"perut Ingan perih pak makanya Intan nangis" jawaban Intan berbohong yang membuat Karyo percaya saja
Jovan menangis sejadi-jadinya "Bunda, Jovan tidak mau kuliah karena ingin bekerja keras membahagiakan Devina saat menikah nanti"
Elisa tertegun mendengar ucapan anak nya,yang tega mengatakan itu " Oh jadi semua yang anda kerjakan dengan susah payah siang malam hanya untuk membahagiakan wanita anda yang bernama Devina"
"Harusnya anda bersyukur ada mbak Desi yang mengorbankan nyawa nya hanya untuk melihat manusia seperti anda lahir dari perut saya" kata Elisa datar dan sangat dingin
"Bunda jangan,Jovan mohon jangan bunda" Jovan masih menangis mendengar semua ucapan Elisa
Lio,Bobi dan Rizal sudah sampai dirumah,mereka masuk dan mendengar suara Elisa yang sangat besar,tapi mereka hanya dibatas tangga karena Jovan lah yang dihadapi nya
"Saya akan keluar dari rumah ini, karena rumah ini hasil keringat anda,dan ini kado saat saya ulang tahun,saya akan tinggal di rumah lama saya membawa Fani dan suami saya" kata Elisa lagi menangis
"Bunda lebih baik Jovan mati tapi jangan ucapkan kata kata itu" kata Jovan memeluk Elisa
"Semua uang anda akan saya kembalikan,dan jangan pernh panggil saya Bunda lagi, karena saya gagal mendidik seorang anak yang begitu saya banggakan" kata Elisa lagi
__ADS_1
Lio segera naik keatas dan membawa Elisa turun supaya kondisi tidak semakin panas,Elisa menangis dipelukan Lio
"Bunda gagal nak,bunda gagal, bagaimana bisa anak yang bunda lahirkan bekerja keras hanya untuk membahagiakan wanita,bukan untuk adik dan orangtuanya" kata Elisa menangis dipelukan Lio
Bobi naik keatas dan menahan Jovan supaya tidak menambah emosi Elisa
"Lio perusahaan William groups yang di Bandung itu masih punya ayah kan, izinkanlah ayah bekerja supaya kami bisa bertahan untuk hidup dan menyekolahkan Adik kamu Fani" kata Elisa menangis dipelukan Lio
"Bunda semua ini milik kalian jangan bicara seperti itu lagi bunda,Jovan mohon" kata Jovan mendekati Elisa
Lio tetap tenang karna dia hanya mendengar sedikit pembicaraan Elisa dan Jovan,dia tidak tau harus berbuat apa
"Bunda Williams Groups semua atas nama Ayah,kami tidak ada hak disitu,jadi jangan bicara seperti itu lagi,dan jika memang Jovan tidak sanggup lagi,Lio akan menjadi tulang punggung buat kalian" kata Lio yang masih memeluk Elisa
"Lio jaga ucapan lo" kata Jovan emosi mendengar ucapan Lio
"Sekeras-kerasnya lo mempertahankan Devina, tidak sepantasnya kata kata itu keluar dari mulut lo" kata Lio menatap tajam Jovan
"Jovan,jika memang takdir mu harus dengan wanita impianmu saya ikhlas dan jangan harap saya akan menerima wanita itu dan anda di keluarga Williams" kata Elisa berdiri dihadapan Jovan dan memegang tangan Lio
"Bunda apa yang kamu ucapkan,Jovan anak kita tolong bunda jangan lakukan itu pada anak kita" kata Rizal yang tau keras kepala Elisa seperti Jovan
"Kalau begitu saya yang akan keluar dari rumah ini,dan saya akan menunggu surat cerai dari anda" kata Elisa meninggalkan mereka semua
Rizal terkejut mendengar ucapan Elisa,dan dia mungkin akan benar-benar bercerai jika Elisa angkat kaki dari rumahnya.
Jovan mengejar Elisa dan memeluk nya dari belakang "Bunda,Jovan akan menikahi Intan tapi jangan tinggalkan Jovan bunda,jangan perlakukan Jovan seperti ini"
Elisa berbalik menatap Jovan,dia melihat air mata anak nya yang menangis seperti Jovan kecil dulu dan berkata dengan lembutnya "kamu nggak akan ingkar kan nak"
__ADS_1
"Tidak akan bunda percaya sama Jovan ya" kata Jovan yang sangat senang Elisa sudah kembali lembut kepadanya
Lio, Bobi dan Rizal lega sekali melihat pertarungan sengit itu berakhir, meskipun mereka belum tau cerita lengkapnya