
Setelah helikopter berangkat meninggalkan mall, Bobi turun menemui Elisa dan mengawasi Miko papa nya yang sibuk mengawasi salon Elisa
"Bunda, Bobi boleh creambath kan" Bobi duduk di kursi sambil meminum minuman dinginnya
"Boleh nak,kamu tunggu aja ya Bunda mau keluar sebentar" Elisa bersiap siap mau keluar dari salon nya
"Nggak boleh bunda,di sini aja ya" Bobi menarik tangan Elisa
"Kenapa sih Bob" Elisa bingung dengan tindakan Bobi yang mencegahnya
"Nggak apa apa Bun, bahaya di luar nanti ada yang celakakan bunda" Bobi mencoba meyakinkan Elisa
"Ya udah kamu pulang sama bunda" Elisa melihat wajah Bobi yang tegang
"Siap bunda" Bobi keluar dulu untuk mengajak semua bodyguard yang menjaga salon Elisa tadi
Tidak berapa lama Elisa dan Bobi keluar dengan di kawal ketat oleh bodyguard, sampai Elisa bingung sekali
"Bobi jelasin ke bunda ini semua kenapa" Elisa bertanya serius pada Bobi saat mereka masuk ke dalam mobil dan Bobi langsung meninggalkan parkiran mall
"Gini bunda, Miko itu gangguin keluarga kita,mereka mau hancurkan kita semua bun,jadi Bobi sekarang harus jaga bunda, Bobi nggak mau kalian semua celaka karena Miko Bun" akhirnya Bobi jujur pada Elisa
"Nak,kamu dalam bahaya" Elisa mulai gusar dengan keadaan keluarganya
"Maaf bunda" Bobi melihat wajah ketakutan Elisa
Sementara Lio, Meyza dan Intan sudah sampai di atas hotel Boston, tapi sebisa mungkin Boston tidak akan menampakkan dirinya pada Lio karena dia sudah sangat senang karena anaknya di dekat dia sekarang
"Wah hotelnya sangat bagus kak Meyza, Intan seperti di dalam istana" Intan sangat takjub dengan hotel bernuansa kerajaan semua serba pink,dan itu semua sudah dipersiapkan Boston buat putri tercintanya kelak.
"Gemes kan dek, kakak juga suka banget dek sama interior nya" Meyza dan Intan saling melempar kekaguman mereka pada hotel Boston
"Salah banget gua ikut kesini" Lio seperti patung melihat Meyza dan Intan yang sangat heboh
Setelah mereka puas berputar putar melihat semua isi hotel, akhirnya Meyza mengantarkan Intan dan Lio ke kamar paling mewah di hotel sedangkan Meyza masuk ke kamar Boston yang dijaga ketat bodyguard Boston
__ADS_1
"Pak, lihatlah aku sudah membawa anak mu kesini" Meyza senang melihat Boston tersenyum melihat Lio sudah menginjak hotelnya
"Terimakasih nak,kamu jaga mereka baik baik dan jangan temui saya terus, nanti mereka curiga pada mu" Boston tidak mau dicurigai Lio karena pasti sangat sulit untuk mendekati Lio lagi
Meyza yang mengerti kekhawatiran Boston pun pamit keluar dan akan menemuinya jika dipanggil saja
di Bandung
Jovan sudah sampai di rumah Handoko dan melihat kondisi Tika,dia akhirnya membawa Tika, Handoko dan Desi ke Jakarta untuk memeriksa keadaan Tika sebenarnya
"Lio tolong kirimin gua alamat hotel tempat kalian sekarang" Jovan menelfon Lio,dia belum tau jika Intan di intai Miko cs
"cepat banget baliknya lo" Lio terkejut kenapa bisa secepat itu Jovan balik
"buruan lama lo" Jovan memutuskan sambungan telfonnya dan segera membawa Tika, Desi dan Handoko menuju helikopter
"waaaw akhirnya Tika bisa naik ini mas" Tika sangat kagum melihat Helikopter milik Lio
"iya dek,kan mas nggak sibuk makanya bisa langsung jemput Tika" Jovan menaikan Tika ke dalam helikopter dan tak berapa lama Arland datang dan memeriksa Tika dulu
"dia harus scan" Arlan menatap mata Jovan dan Jovan mengerti maksud Arlan dan tersenyum pada Tika, sedangkan Desi dan Handoko tidak mengerti maksud Arlan
setelah 1 jam perjalanan akhirnya Jovan sampai di hotel yang dikatakan Lio dam Boston melihat kedatangan Jovan dari kamarnya,dia terkejut melihatnya Desi dan Handoko
"kenapa kaki mu seperti itu Desi" Boston tidak tau kenapa kaki Desi pincang seperti itu
Meyza ditemani Lio menyambut kedatangan keluarga Handoko
"ibu, bapak" Lio tersenyum senang melihat Desi dan Handoko dan memeluk nya erat
"kamu teh sehat nak" Handoko menepuk lembut punggung Lio
"sehat pak" Lio sangat senang sekali melihat Tika yang bersembunyi di belakang Jovan
"mas Lio, Tika berlari senang tapi pinggang nya sangat sakit sampai ke pahanya dan dia terjatuh sampai bibirnya berdarah
__ADS_1
"Tika" Lio berteriak dan berlari ketempat adiknya,dia mengusap darah di bibir Tika dan dia melihat wajah Tika yang membengkak
"kamu nggak apa-apa kan dek,kita kerumah sakit ya dek" Arlan minta tolong Jovan untuk membawa Tika ke rumah sakit dengan helikopter
Desi dan Handoko memeluk erat Tika dan menangis dan berlari di belakang Lio masuk lagi ke dalam helikopter
"jaga Intan, jangan bilang aku sudah pulang dan jangan bawa dia berenang, nanti luka di badan nya bisa sakit lagi" Jovan menitipkan Intan pada Meyza dan berlari kedalam helikopter
"Baik pak" Meyza sangat sedih melihat Tika dipelukan Lio, meskipun Tika sadar dan dia melihat Lio menangis sedih, helikopter pun pergi meninggalkan hotel Boston
"mas, kenapa gitu nangisnya, Tika udah biasa kok sakit gini" Tika membersihkan air mata Lio dan erat memeluknya
"kamu kenapa nggak bilang sakit sih dek,lihat semua badan kamu bengkak gini" Lio tak tahan melihat Tika yang kesakitan
"apa pun akan gua lakukan untuk kesembuhan Tika" Jovan menatap mata Lio yang sangat terluka
"gua juga Jo" Lio membelai rambut Tika, Desi dan Handoko tidak tau apa penyakit Tika sebenarnya
tak berapa lama helikopter mendarat di rumah sakit dan Arlan segera melakukan scan pada Tika,tanpa menunggu lama Arlan sudah tau penyebab Tika tak berdaya.
"lo berdua ikut gua" Arlan memasang wajah serius nya sedangkan Desi dan Handoko sedang menemani Tika yang harus di infus karena makan pun tidak selera
"gini Lio, Tika kena gagal ginjal,gua saranin tolong cari pendonor ginjal buat Tika dan jika lo bersedia tolong lo secepatnya lakukan check dulu" Arlan berbicara sambil memeriksa hasil scan Tika
"ya sudah gua mau" Lio melakukan check dan harus menunggu hasilnya dulu
"kalau Lio nggak cocok gimana Ar,apa gua bisa mendonorkan ginjal gua buat Tika" Jovan tidak tega melihat Tika kesakitan
"utamakan keluarga nya dulu Jo, semoga saja Lio cocok" Arlan melihat hasil check Lio dan ternyata tidak cocok
"gimana Ar" tanya Lio dengan cemasnya
"nggak cocok Lio, gua saranin seluruh keluarga pak Handoko kecuali Intan dan Tomi harus check dulu kali aja cocok,dan gua saranin buat lo juga cari cari pendonor lain kalau nanti nggak ada yang cocok" Arlan melihat mata Lio yang memerah menahan air matanya
"semoga kita bisa temukan yang terbaik buat Tika Lio" Jovan menenangkan Lio yang sudah kecewa
__ADS_1
"kalau bisa secepat nya boss,3 hari waktu lo,agar kondisi Tika tidak semakin drop" Arlan memberikan Lio waktu 3 hari saja dan
mereka pun keluar dari ruangannya Arlan