Pernikahan Di Atas Hutang Budi

Pernikahan Di Atas Hutang Budi
pertemuan Devina dan Intan


__ADS_3

Jovan mengabaikan Intan dan langsung masuk ke kamarnya. Intan sangat kesal dan keluar dari rumah William dengan membawa ranselnya.


monolog Intan on :


kenapa kalian semua harus berhubungan dengan keluarga ku,aku bahkan jijik melihat diriku sendiri yang tidak tau diri ini, mengharapkan cinta dari seorang CEO, membayangkan wajah nya saja aku tidak pantas".


monolog off


Intan berjalan tanpa tau arah tujuan bahkan saat hujan turun dengan lebatnya dia terus berjalan,agar tidak ada yg tau jika dia menangis saat ini.


"Intan,kenapa kita harus terjebak dalam hutang budi seperti ini" kata Jovan yang berbaring di atas ranjang nya.


Lio dan Bobi datang kerumah Jovan untuk bertemu dengan Intan


"Intan adek mas Bobi,kamu dimana dek" kata Bobi didalam rumah Jovan yang sepi


Lio melihat kedalam kamar Intan, karena tadi pintunya terbuka dan tidak ada Intan di situ


"Kenapa kamarnya kosong,Intan ama Jovan kemana ya" tanya Lio pada Bobi


Bobi menghubungi Jovan,dan Jovan pun keluar dari kamar nya,dia sangat galau mengingat 2 wanita yang mencuri hatinya


"Intan mana, kenapa kamar kosong" tanya Lio langsung pada Jovan yang turun kebawah.


Ninuk yang datang membawa air teh untuk Lio dan Bobi pun mengatakan kalau Intan tadi pergi sambil membawa ranselnya.


"Hhhhaaaaa Intan benaran pergi dari rumah ini Nuk?" pertanyaan Jovan membuat Bobi dan Lio bingung


"Lo usir Intan dari sini" kata Lio dengan menatap Jovan yang duduk di sofa


Ninuk segera balik ke dapur dia tidak mau ikut campur masalah 3 pria itu.


"Gua nggak usir dia, tadi dia minta antar ke Bandung,gua abaikan dia dan masuk ke kamar" kata Jovan yang sudah frustasi luar biasa

__ADS_1


"Intan sekarang di rumah sakit tempat gua dinas,kalau kalian nggak bisa jagain dia,biar gua yang urus Intan" Arlan menelfon Bobi dengan kesalnya,karena Intan drop lagi setelah pingsan di jalan tadi


"Kita ke rumah sakit sekarang, Intan dirawat lagi" kata Bobi menatap Jovan dan keluar dari rumah itu di ikuti Jovan dan Lio.


sementara di rumah sakit Intan ditemani 2 orang wanita yang menolongnya,Arlan juga disitu untuk menemani Intan sampai 3 pria itu datang.


Jovan yang sampai di rumah sakit langsung berlari kedalam kamar Intan,dan melihat Intan belum sadar,Jovan berjalan mendekati Intan lalu mencium kening Intan.


"sebenarnya Jovan mau nya apa sih, kadang cemasnya berlebihan,kadang dia nolak Intan" kata Bobi di parkiran rumah sakit


"Gua pengen Intan bahagia sama gua,tapi Intan tidak lebih dari seorang adik buat gua" kata Lio


Devina kaget melihat Jovan datang untuk menemui Intan,dan Jovan menggenggam tangan Intan sekarang,bahkan Jovan tak mengalihkan pandangannya sedikitpun.


"Jovan,itu siapa" kata Joice yang melihat Jovan sangat perhatian pada Intan.


Jovan akhirnya melihat Devina dan Joice,dia terkejut dan langsung melepaskan tangan Intan begitu saja.


Arlan sudah tau itu Devina,jadi dia yang menjaga Intan supaya Intan tidak merasa asing saat sadar nanti.


"Jovan aku rindu kamu" kata Devina menangis dan Jovan pun langsung memeluknya dengan sangat erat


Arlan tidak sadar jika Intan sudah bangun,dan melihat Jovan sedang memeluk Devina dengan erat nya.


"akhirnya kalian berdua sudah bertemu,dan nanti Intan akan menolak semua perjodohan ini,dan akan meyakinkan tante Elisa" kata Intan dalam hatinya dan dia menutup matanya lagi sambil menangis.


Lio dan Bobi masuk kedalam kamar Intan dan melihat semuanya, Lio berlalu meninggalkan Bobi yang masih berdiri di pintu


"gimana kabar adek gua Ar" tanya Lio yang melihat Intan sedang menangis tapi matanya terpejam.


"badannya basah kuyup sampai disini,dia pingsan saat dibawa Devina kesini,semoga dia nggak drop lagi Lio" kata Arlan melihat Intan


Bobi masuk dan bergabung bersama Arlan dan Lio,dia tidak memperdulikan Jovan dan Devina

__ADS_1


"Kita terbangkan Intan ke Bandung sekarang Ar, karena gua takut adek gua mati karena drop total" kata Lio yang kesal karena semua ini ulah Jovan.


"gimana Ar,amankan kalau sekarang Intan kami antar ke Bandung" kata Bobi lagi,dia tidak mau Intan semakin drop


Jovan yang mendengar perbincangan sahabatnya itu, datang dan meninggalkan Devina sebentar "kondisi Intan belum stabil Lio, Bob,nanti di Bandung dia drop lagi gimana"?


"gua yang temani sampai dia sembuh,dan akan membuat dia lupa sama lo" kata Lio sangat dingin pada Jovan


"justru dekat sama lo adek gua makin drop, jangan sampai adek gua celaka dekat sama lo" kata Bobi lagi


Devina yang mendengar semuanya tidak mengerti sama sekali apa yang sedang terjadi sekarang dia hanya terdiam bersama Joice


"Mas Arlan, Intan mau pulang saja,disana ada ibu dan bapak, Intan nggak kuat lagi jauh dari keluarga Intan" kata Intan yang akhirnya menangis dan memeluk Lio


"Iya dek kita pulang sekarang ya,mas Bobi dan mas Lio yang anterin kamu langsung,kita cari rumah sakit lain ya disana" kata Bobi menggenggam tangan Intan yang dingin


"Intan boleh pulang tapi nanti kamu disuntik dulu ya,biar ada tenaga dan badan kamu bisa segar lagi" kata Arlan sangat lembut pada Intan.


Jovan kasihan melihat Intan yang terluka dengan semua tingkah lakunya,dia pun keluar dari kamar Intan dan membawa Devina dan Joice keluar dari kamar Intan.


"Kakak terima kasih tadi udah tolongin Intan kak" kata Intan saat melihat tangan Jovan memegang tangan Devina yang akan keluar dari ruangannya.


"iya sayang,kamu cepat sembuh ya, kapan kapan kalau kakak ke Bandung bawa kakak jalan jalan ya" kata Devina yang datang menghampiri dan memeluk Intan sebelum keluar dari kamarnya.


"Nanti Intan temanin kakak di Bandung ya,kalau Intan libur sekolah" kata Intan pada Devina yang memeluknya dengan tulus.


Jovan terus melihat wajah Intan yang sangat polos dan baik,ada rasa sakit dalam hatinya saat ini karena tidak bisa dekat dengan Intan,bahkan Intan tidak sedikitpun melihat kepadanya, setelah itu Devina pamit pada sahabat Jovan dam mereka pun keluar dari kamar Intan.


"Dek kalau sampai besok pagi masih bisa kan tunggu dulu kita pulang ke Bandung nya" kata Bobi yang melihat Intan pucat dan badannya panas.


"Intan mau pulang sekarang, Intan nggak mau lagi disini, Intan mau pulang" kata Intan menangis dan berteriak


"iya dek, ban helikopternya kempes,jadi besok baru bisa dibenarkan,kan udah malam dek, nggak ada yang buka bengkel nya" kata Lio menenangkan Intan.

__ADS_1


"Intan kamu bisa pulang sekarang,tolong tenang dan badan kamu masih panas,nanti mas kasih penurun demam dulu ya, kamu harus makan dulu biar bisa minum obat" kata Arlan menenangkan Intan.


Intan menuruti semua perkataan Arlan supaya cepat pulang, dia sudah bosan di Jakarta dan juga rindu pada adik adiknya


__ADS_2