
Bobi benar benar emosi mendengar cerita Lio dan bagaimana bisa Boston dan Miko malah bekerjasama
"terus Devina bagaimana sekarang, bagaimana kondisi dia" Bobi juga pernah menjadi sahabat Devina
"dia di rumah Dokter Natasya sekarang dan sudah dijaga sama Pokas" Lio sedikit lega karena Bobi sudah tenang
"Natasya cowok apa cewek" Bobi bertanya serius pada Lio
"sampai kemarin cewek sih Bob, cantik,putih tinggi dan cocok buat Tomi" Lio ingin bercanda dengan Bobi
"maksud lo tu cewek siluman bisa gonta ganti wujud, lagian kenapa Tomi,kan dokter Natasya udah seumuran kita,lo tawarin ke gua dulu lah,kali aja jodoh ama gua" Bobi kesal dengan Lio yang tidak peka
"tapi kayaknya Bob dia rada jual mahal gitu" Lio tau saat dia ingin berkenalan maka di tolak mentah-mentah
"ya udah kita aja yang jual murah atau obral gitu biar cepat dapat jodoh" Bobi mungkin akan mencobanya
"sarapan kerumah Jovan yuk" Lio dan Bobi berangkat kerumah Jovan sedangkan Tomi sudah diantar oleh Lio untuk lomba
Jovan menanti kehadiran Lio dan Bobi untuk berangkat ke kantor bersama sedangkan Intan sedang sibuk dengan hp nya
"sayang kamu sedang apa" Jovan menciumi leher Intan dan Intan geli sampai merinding
"ini sayang, Intan mau ikut lomba nyanyi ya,biar ada kerjaan, Intan juga suka menyanyi" Intan menunjukkan hp nya pada Jovan
"asal kamu bisa menjaga diri, melayani suami siang dan malam,terus kamu jangan sampai letih" Jovan memainkan tangannya di dada Intan
"Aa kenapa jadi kayak om om gendut keganjenan sih" Intan menggigit tangan Jovan pelan dan Jovan pun langsung menerkam bibir istrinya
"kamu tu udah kayak coklat pengen dihabiskan terus tapi nggak habis habis" Jovan menciumi gemas pipi istrinya
"ahhahahahahaah,udah sayang nanti Intan khilaf" Intan menjauh dari Jovan.
"sayang khilaf sebentar yuk, mumpung Bobi dan Lio belum datang" Jovan menarik Intan ke pelukannya
"ttititiititititititiititititii" klakson mobil Lio sudah datang dan semuanya gagal, Jovan pun menggigit dada istrinya karena gemasnya
"dasar om om" Intan berlari keluar dan melihat Devina dan orang yang tak dikenalnya masuk bersama Lio dan Bobi
"kakak" Intan berlari dan memeluk Devina, Lio dan Bobi heran melihat Intan yang tidak marah sama sekali
"sayang,kamu sehatkan,kamu cantik nya nggak hilang hilang ya" Devina menyambut pelukan Intan
"kak, Intan jahat ya sama kakak, maafkan Intan ya kak" Intan menangis melihat Devina yang semakin kurus dan rambutnya mulai habis dan dia semakin erat memeluk Devina
"sayang,lihat kakak,kamu jangan nangis nanti kakak bisa drop lo" ntah mengapa Devina merasa senang dan tenang di dekat Intan
Jovan, Bobi dan Lio senang untuk sementara saja karena belum mengatakan tujuan mereka pada Intan
"hai,nama ku Natasya" Natasya menjulurkan tangannya
"aku Intan Viola kak" Intan menyambut tangan Natasya dengan senyum manisnya
"dek jadi gini,keadaan kak Devinaevina semakin buruk,Intan izinin kak Devina dan dokter Natasya untuk disini sama kita semua nggak sampai kak Devina sembuh" Lio berbicara dengan lembutnya agar Intan tidak marah
"apa kalian sudah mulai ingin menggeser posisi Intan,dia tidak punya keluarga" kata Intan dalam hatinya sambil melihat Jovan,dan Jovan menarik tangan istrinya dan memeluk nya
"kalau kamu keberatan Devina bisa tinggal sama mas Bobi" Bobi sudah tau Intan akan keberatan
"disini saja mas,nggak apa-apa kok" Intan ingin tau seberapa jauh dia akan dipermainkan oleh mereka semua
"Kalau dikamar dipasang alat alat yang dibutuhkan Devina,kamu nggak marah kan Intan" Natasya permisi kepada Intan dulu
__ADS_1
"lakukan yang terbaik untuk kak Devina" Intan tersenyum dengan senang
"sayang,aku tau ada luka di dalam hatimu, bersabarlah sebentar" kata Jovan dalam hatinya dan mencium rambut istrinya
Lio dan Bobi yakin Intan akan baik baik saja
sedangkan Natasya sudah menelepon pihak rumah sakit untuk membawa alat alat yang dibutuhkan Devina
"ini Intan mau pamit dulu ya,mau pergi audisi nyanyi dulu sama pak Pokas" Intan melihat jam nya pamit dan mengambil tasnya ke dalam kamar
Jovan menyusul masuk ke kamar dan memeluk istri nya dari belakang
"hei om tua awas Intan mau pergi dulu" Intan berbalik badan dan meninggalkan Jovan begitu saja dengan cepat Jovan menarik tangan istri nya
"percaya sama Aa ya,tolong percaya" Jovan tau kemarahan istrinya saat ini
"i love you" Intan mencium bibir Jovan dan keluar dari kamar
"maaf semuanya Intan pergi dulu ya,doakan Intan supaya menang" Intan memeluk Devina dan pergi berlari dengan mobil nya tanpa disupiri Pokas
"maaf Devina,jika dirumah Bobi tidak apa apa kan, Intan seperti nya kecewa tapi dia tidak mau bilang" Jovan tidak akan membiarkan ada kesalahpahaman antara dia dan istrinya
"iya Jo,gua juga nggak mau disini,gimana perasaan adik gua Intan,jangan buat dia sakit hati ya,dia anak yang sangat baik" Devina memang sudah sangat ikhlas dengan kisah cintanya.
"bos,mana teteh Intan" Pokas datang dari dapur habis sarapan
"dia naik mobil sendirian" Jovan sangat cemas dan mengambil kuncinya kemudian berlari ke garasi mengambil motor Harley nya supaya lebih cepat mengejar istrinya.
Intan mengendarai mobilnya dengan sedikit kencang ada rasa sakit yang harus dipendamnya dan dia selalu mengingat pesan Bobi untuk jangan cemburu pada suaminya
"gimana caranya nggak cemburu kalau mantan pacar kamu teh mau tinggal serumah dengan kita,kamu kan laki laki pemimpin rumah tangga kenapa nggak nolak sama sekali" Intan menangis sepanjang jalan dan berhenti di tepi pantai
"sayang kita bicara ya" Jovan masuk kedalam mobil Intan,dan Intan sedang menangis sesenggukan
"keluar Intan nggak mau diganggu" Intan menunduk di stir mobil nya sambil menangis
"dengar sayang, Aa udah suruh Devina kerumah Bobi nggak dirumah kita,maafkan Aa sayang" Jovan mengangkat tubuh Intan ke pangkuan nya dan menciumi pipi istrinya
"Sana aja kamu,saya teh nggak suka buaya darat" Intan menolak ciuman Jovan dan memukuli dada suaminya
Jovan dengan sabar nya memeluk istrinya agar bisa tenang tapi Intan nggak mau lihat wajah Jovan
"sayang kok nggak sopan gitu sama suaminya,lihat Aa sayang" Jovan mengangkat dagu Intan hingga Intan menangis
"kalau saya tau kamu teh masih ada rasa sama kak Devina,nggak bakalan saya mau serahkan diri saya semalam" Intan sudah tidak bisa menahan amarah ny
Jovan terdiam mendengar ucapan istri tercintanya,dia merasa sesak di dada nya mendengar istrinya menyesali hubungan suami-istri mereka
"ya sudah Aa mau keluar dari sini, kamu kembali ke tempatnya kamu lagi" Jovan tak mau meledak menahan emosinya dan Intan menjalankan mobil nya setelah Jovan keluar
Jovan juga memutar motornya dan tidak mau mengikuti Intan lagi dia butuh waktu sendiri
Lio dan Bobi masih menunggu Intan pulang untuk minta maaf sedangkan Natasya dan Devina sudah diantar Pokas ke rumah Bobi
"mana Intan Jo" Bobi langsung berlari keluar tapi tidak ada mobil Intan
"masih merajuk, malas gua ntar emosi gua meledak dia bisa terluka dengan ucapan gua" Jovan masuk dan menghempaskan badannya di sofa
"aduh adek gua kemana woy" Lio sangat cemas dengan Intan
tak lama mobil Intan datang dan dikawal polisi cantik
__ADS_1
"sebentar ya buk saya ambil KTP saya dulu, ibu silahkan masuk" Intan ditilang karena polisi itu tidak percaya umurnya udah hampir 18 tahun
"silahkan dek" polisi itu pun menunggu Intan diluar
Jovan tidak mau menjumpai istrinya dan masuk ke kamar, Lio dan Bobi keluar dan Intan langsung masuk ke kamar nya mengambil KTP
"maaf buk,adek saya kenapa ya" Lio heran ada polisi mengantar Intan pulang
polisi cantik itu pun membalikkan badannya dan Lio terhipnotis dengan senyuman cantik ibu polisi
"selamat siang pak,maaf sayang mengganggu waktu bapak, saya ingin memastikan apa benar umur Intan sudah cukup untuk membawa mobil" Meyza nama polisi cantik itu menerangkan pada Lio
"buat apa itu sayang" Jovan langsung berdiri dari ranjang nya
"Intan ditilang dikirain anak dibawah umur bawa mobil" Intan menjawab dengan jutek nya
"iya sayang kamu cantiknya kelewatan batas tau, makanya kayak anak SMP terus wajahnya" Jovan mengikuti istrinya ke luar untuk menemui polisi yang dimaksud Intan
Lio masih mencoba akrab dengan Meyza
"Ninuk bawakan minuman buat ibu polwan Nuk" Lio memanggil Ninuk sedangkan Bobi masuk kedalam
"tidak usah pak,saya masih harus melanjutkan patroli" Meyza menolak dengan halus dan Intan pun keluar dengan KTP nya
"buk,ini KTP nya" Intan memberikan nya pada Meyza dan Meyza terkejut melihat status menikah di KTP Intan
"kamu udah menikah di umur 17 tahun" Meyza mulai kepo dengan Intan
"iya Intan sudah menikah dengan pak Jovan William buk" Jovan menjawab nya dengan tegas
"kakak baru percaya,maaf ya dek,kakak kira kamu masih dibawah umur mukanya kayak boneka sih, cantik banget" Meyza mencubit pipi Intan
"maaf buk istri saya memang sangat cantik,tapi dia lagi merajuk buk sama saya,merajuk sama suami ada hukum nya nggak buk" Jovan meminta bantuan Meyza
"nggak ada hukumnya pak, bapak harus mengalah, kalau Intan benar bapak mengalah saja,dan kalau Intan juga salah total bapak harus mengalah minta maaf" Meyza bercanda kepada Jovan
"istri lo lagi merajuk" Bobi pura pura histeris keluar dari rumah
"iya,kok gua baru tau sih, harusnya bilang dong dari kemarin" Lio mendekati Jovan dan Bobi sedangkan Intan berdiri di dekat Meyza
"ngambek nya saat kalian datang tadi jam 8" Jovan tersenyum kesal pada Lio dan Bobi
"kak tangkap mereka bertiga,tadi mas Lio dan mas Bobi (sambil menunjuk) bawa mantan nya si genit ini (menunjuk Jovan) ke rumah ini,katanya mau tinggal satu rumah sama kami disini" Intan menangis di pelukan Meyza
"nggak jadi dek dia udah pulang ke rumah mas Bobi" Bobi mendekati Intan
"jangan pegang pegang" Intan semakin kesal dengan Bobi
"memang laki laki ya,bisanya nyakitin hati wanita saja,udah tau punya isteri masih juga mau berhubungan dengan mantan,kalian pikir cinta abadi dengan mantan harus tetap di simpan ya,yang ada harus dilupakan, istri cantiknya kebangetan gini masih juga di 2 kan" Meyza bicara sambil ngegas
"buk sabar,ibu nggak lagi di 2 kan pacar ibu kan" Lio mendekati Meyza dan berdiri sejajar hingga mata mereka beradu dan Meyza juga menantang Lio dengan mengangkat kepalanya
"kalau saya di 2 kan,saya borgol tangan nya dengan wanita nya itu dan saya masukan ke ruangan kosong berdua saja, supaya mereka nggak terpisah kan sampai maut menjemput" kata Meyza dengan menatap mata Lio
"wow" Lio tersenyum dengan gantengnya dan Meyza merasa deg degan
"sayang sini ya sama Aa,jangan gini dong"
Jovan memegang tangan istri nya dan menariknya dalam pelukannya
"dek,jangan gampang cemburu ya, ingat nanti kamu akan kecewa sendiri jika terlalu cemburu dan pak Jovan anda juga jangan seenaknya dengan istri kalau bapak kehilangan Intan akan menyesal loh" Meyza mengingatkan Jovan
__ADS_1