
Jovan bekerja ditemani Intan,dan Intan hanya diruang kerja Jovan tidak kemana-mana
"Aa, Intan bosan mau keluar boleh ya,ke kantin aja" Intan bergelayut manja di leher Jovan yang sedang membaca laporan Oliv
"Nggak sayang,disini aja" Jovan mendudukkan Intan di pangkuannya dan memeluk nya erat
"Bosan" Intan meletakan kepala nya di leher Jovan
"Aa tau biar nggak bosan" Jovan mengunci ruang kerjanya dan membawa Intan ke kamar istirahat nya
"Nakal" Intan berbisik manja ditelinga suami ny dan Jovan melahap bibir Intan dengan ganasnya
"Sayang, buka bajunya ya nanti kusut" Jovan tidak mau Intan nanti marah kalau baju gantinya tidak ada
Intan membuka semua baju Jovan dan bajunya, Intan sudah menciumi semua badan Jovan,hingga Jovan hilang kesadaran nya dan membalas semuanya sampai semua leher Intan merah
"Aa, nikmati Intan sepuas Aa, Intan senang bisa melayani Aa" Intan bergoyang manja diatas badan Jovan hingga Jovan tidak sabar lagi dan langsung membalikkan badan Intan,dengan gerakan cepatnya Jovan membuat Intan berkeringat
"Intan punya Aa selamanya" Jovan menyiram rahim istri nya dengan benih-benih cintanya
"Intan capek" Intan melepaskan pelukannya dan berbaring sambil mengangkat kedua kakinya agar pembuahannya cepat terjadi
"Sayang kamu mancing Aa lagi" Jovan tergoda lagi dengan kue apem istri ny dan mencubit nya gemas
"Masak iya" Intan membuka tutup kedua kaki ny,hingga Jovan tak tahan lagi dan mulai memasuki nya lagi
"Kamu ya sayang udah tau ini menggigit punya Aa malah dikembangkan gitu, Aa mau lagi" Jovan terus berolahraga raga dengan intan diatas kasurnya sampai mereka kelelahan
"Aa,mandi sayang nanti ada yang cari kamu" Intan menarik suami nya dan mereka mandi berdua.
"Sayang,ini semua ada perlengkapan kamu, Aa sengaja beli untuk kamu kalau kita kayak tadi" Jovan memakai bajunya dan mengeringkan rambutnya dengan hairdryer di bantu oleh Intan
"Aa,laper" setelah selesai Intan menyatukan pipinya dengan Jovan
"Kita ke mall sayang, mumpung Aa lagi longgar 3 jam,mau beli apa saja terserah kamu" Jovan membantu Intan juga mengeringkan rambutnya, sedangkan Intan memakai bedak tipis dan lip gloss
"Iya, Intan mau Aa" Intan berdiri dan merapikan bajunya, sedangkan Jovan keluar memakai baju kaos yang membuat dada kekar nya tercetak menggoda dan celana jeans pendek
Mereka berdua keluar dan masuk ke dalam mobil, Pokas ditambah 4 bodyguard nya menemani juga
"Mau makan seafood sayang" Intan memintanya saat turun dari mobil
"iya kita cari sayang, istri ku, jantung hidup ku" Jovan menggandeng tangan istrinya sambil memasuki mall
Pokas dan 4 anak buahnya berjaga dibelakang Intan dan Pokas
"sayang,ini ada makanan khusus seafood,kita masuk ya" Jovan membawa Intan masuk kedalam dan memesankan 1 paket seafood lengkap
Devina dan Natasya juga berada di mall yang sama dengan Jovan dan Intan
"Vina,gua laper makan bentar boleh ya,ini makanan lo juga gua bawa kok,gua pengen banget makan seafood ni" Natasya menarik tangan Devina kedalam untuk makan seafood
Devina dan Natasya duduk 2 meja disamping Jovan dan Intan,tapi mereka sama sekali tidak tau
"ini mas dan mbak makanan nya,maaf lama menunggu dan silahkan menikmatinya" pelayan mengantar pesanan Intan
__ADS_1
"ini kesukaan Intan Aa" Intan mencuci tangannya dan mulai menikmati sedangkan Jovan memesan nasi goreng tanpa seafood
"pelan pelan sayang, Aa nggak akan ambil" Jovan mengambil kerang dan menyuapi istrinya.
Devina baru tau ada Jovan dan Intan,dia tersenyum melihat kebahagiaan Jovan
Intan tidak tega melihat Jovan hanya makan nasi goreng polos saja,dia pun memberikan daging udang, kepiting dan kerang kepada Jovan
Devina berlari saat Jovan mau memasukkan nasi yang berisi seafood itu ke mulutnya
"jangan makan Jo,lo alergi parah sama seafood" Devina memegang tangan Jovan dan Intan terkejut melihat Devina yang memegang tangan Jovan
"nggak kok,gua nggak apa-apa" Jovan menarik tangannya dan melihat wajah Intan yang sudah lain
"oh alergi ya" Intan menjawab dengan tenangnya dan melanjutkan makannya
"kamu nggak tau suami kamu alergi ini semua" Devina ingat sekali saat Jovan alergi seafood
"Vina,tolong jangan bicara seperti itu pada Intan" Jovan benar-benar takut Intan akan mengamuk
"kalau saya nggak tau,kamu mau apa" Intan menyudahi makan nya dan membersihkan tangannya
Natasya yang melihat keributan datang menghampiri Devina dan menenangkan nya karena kondisinya semakin hari semakin buruk
"kamu kenapa nggak bisa diajarin Intan" Devina kesal dengan tingkah Intan
"cukup Devina,dia tidak pernah tau gua alergi seafood,lagian kan gua belum makan" Jovan membentak Devina karena Intan sudah marah sekali
"jangan bentak bentak gitu dong" Natasya memegang tangan Devina yang gemetaran
"ya udah kamu saja yang jadi istrinya kan sudah tau semua kekurangan suami aku" Intan berdiri dan hendak meninggalkan Jovan
"makan 1 udang ini, Intan teh ingin tau,dia teh jujur atau alasan wae mau megang tangan kamu" Intan memberikan Jovan 1 udang dan Jovan menerima nya
"jangan dimakan Jo,lo bisa mati disini" Devina menangis dan membuang udang yang diberikan Intan
"Intan,suami kamu alergi udang dek,jangan dipaksa, Jovan bisa gatal gatal dan semua badannya memerah,dia juga bisa tersendak di tenggorokan nya,dan susah bernafas" Natasya menjelaskan dampak buruk nya
"Intan, kamu jangan marah sayang,kita keluar dari sini ya" Jovan menarik tangan Intan
"harusnya kalau kamu cinta, terima pendapat orang Intan,jangan diabaikan,kamu bisa mencelakakan nya" Devina sangat marah pada Intan
"kalau sudah tau suami orang kamu jangan ikut campur" Intan menjawab dengan emosi nya,dan kamu juga Jovan William kalau tau ada alergi teh ngomong jangan malah diam saja, lihat kan mantan tercinta kamu bentak saya" Intan sudah tidak bisa lagi menahannya
"Aa tau kamu suka sekali sama ini semua, makanya Aa nggak nolak sayang" Jovan sudah benar-benar kacau
Meyza yang sudah mengawasi Intan masuk ke dalam karena kondisi semakin riuh
"ada apa ini,jangan ribut ya,ini tempat umum, Intan tahan emosinya dek" Meyza melihat sudah banyak mata yang melihat kejadian tadi
"kakak" Intan memeluk Meyza dan menangis
"bisa mbak berdua kembali ke tempat nya dan tinggalkan kami" Meyza dengan tegas mengatakan nya
"Intan,kalau kamu terlalu bersifat kekanak-kanakan cepat atau lambat kamu akan tau kemarahan Jovan" Devina tak bisa menahan emosi ny lagi
__ADS_1
"karena tadi saya bersifat anak anak kamu hampir tinggal seatap dengan kami,dan juga saya teh jamin kalian pasti melanjutkan kisah cinta kalian" Intan semakin marah
"cukup Intan,kita pulang" Jovan masih menahan emosi nya
"lagian kalau nikah harus dengan cinta,jangan karna menikah diatas hutang budi" Natasya juga emosi dengan ucapan Intan
"byar,kamu jangan campuri rumah tangga orang,saya bisa masukin kamu ke jeruji besi dengan perkataan kamu barusan" Meyza menyiram wajah Natasya dengan segelas air
"pernikahan diatas hutang budi, terimakasih sudah mengingatkan nya Dokter Natasya, Jovan terimakasih sudah menceritakan semua alasan pernikahan ini terjadi pada mantan mu ini,dan Devina akan saya ceraikan pria tercinta mu ini dan lanjutkan kisah cinta kalian" Intan keluar dengan air matanya dan Jovan seperti tersambar petir di siang bolong
"dasar pria bodoh" Meyza menggebrak meja dan menunjuk tajam pada Natasya "kalau rumah tangga mereka berantakan,lo berdua gua buat menyesal" Meyza berlari mengejar Intan dan juga Pokas sudah mengikuti Intan
"maksud lo apa tadi" Jovan menatap tajam pada Natasya
"kamu kenapa bicara seperti itu Tasya" Devina pun tak sadarkan diri dan banyak darah yang keluar dari hidungnya
"Devina" Jovan mencari anak buahnya tapi semua tidak ada, dengan terpaksa menggendong Devina ke mobil Natasya dan segera ke rumah sakit
Meyza dan Intan melihat semua dari kejauhan
"kita berakhir Aa" Intan berjalan terus sambil menangis dan Meyza terus mengikuti ya
"dek,jangan gampang bilang kata kata itu, Jovan sangat cinta sama kamu dek, jangan biarkan wanita itu merusak hubungan kalian" Meyza mendudukkan Intan di kursi taman
"biar aja kk,nyawa kak Devina juga tinggal 3 bulan lagi, Intan nggak boleh egois kk, biarkan mereka nikmati semua dulu" Intan memeluk Meyza
"kenapa emang dek" Meyza tidak mengerti
Intan menceritakan semuanya dari pernikahan, hubungan Devina dan Jovan
"Intan nggak mau Aa berpaling dari Intan, Aa Jovan cinta mati Intan kak" Intan merasa cemburu berlebihan
"dek,jangan terlalu gampang cemburu,kalau kamu begini terus, Jovan bisa mengamuk dan akan menjadi awal mula kehancuran rumah tangga kalian" Meyza menasehati Intan sambil mengusap rambut nya
anak buah Farid Jalkon terus mengintai Intan dan saat Meyza terbawa suasana,pisau sudah ditusuk di tangan Intan dan Intan berteriak kesakitan,Meyza melihat darah berlumuran di bajunya dan Intan tak sadarkan diri
"door door" anak buah Farid Jalkon ditembaki oleh Boston Kinder dari mobil
"cepat bawa dia kerumah sakit" Boston Kinder yang turun dari mobil, mengamuk karena terlambat sampai Intan harus terluka
Pokas semakin ketakutan dan dengan cepat membawa Intan kerumah sakit ditemani Meyza, sedangkan Boston menyuruh anak buahnya untuk mencari Miko Sander
Jovan membawa Devina ke IGD untuk mendapatkan perawatan medis dan segera keluar untuk mencari istri nya
"Jo, bagaimana dengan Devina" Natasya menghentikan Jovan
"bukan urusan gua" Jovan membentak Natasya dan langsung menelfon Pokas dan mencari taxi
"boss, Intan di tusuk orang tadi,kami sedang menuju rumah sakit YE" Pokas mematikan Telfonnya dan semakin kencang melihat Intan semakin pucat.
"terobos saja semua lampu merah saya yang tanggung jawab" Meyza memeluk Intan dia gagal menjaga nya dan Pokas semakin kencang
"tolong segera kerumah sakit YE, Intan ditusuk orang tak dikenal dan sekarang kami sedang di perjalanan" Meyza menelfon Lio
"kenapa bisa terjadi" Lio berteriak dan Meyza memutuskan sambungan telfon nya
__ADS_1
"kenapa Lio" Bobi terkejut sekali
"kita segera ke rumah sakit Bob, Intan ditusuk orang,adik gua Bob" Lio menangis dan segera turun di ikuti Bobi masuk lift